Skip to main content

Posts

Showing posts from 2026

Tinggal Tunjukan Ijazah, Lalu Apa ?

Kenapa Jokowi sangat mempermasalahkan ijazahnya padahal tinggal ditunjukkan saja, apakah sengaja dipermasalahkan untuk mempertahankan popularitas atau ya memang ijazahnya gaada,palsu atau ya dia kuliah tapi tidak selesai? Quora Link Pertama, soal -padahal tinggal ditunjukkan saja… Menurut saya, serupa pertanyaan yang lain, apakah dengan ditunjukkannya Ijazah, semua persoalan bisa selesai ? Atau mau dilanjutkan lagi lebih gaduh, karena tidak ada konsekuensi hukum atas tuduhan, jika tuduhan itu tidak terbukti ?, Kedua, soal -ijazahnya gaada, palsu atau ya dia kuliah tapi tidak selesai… Menurut saya, sudah diakui oleh banyak saksi lain baik dari pihak UGM, sampai rekan alumni, yang menyatakan pengakuan. Tapi kemudian dituntut menunjukkan semua bukti pernah kuliah, dari pengumuman, pembayaran spp atau lainnya. Lah apakah semua mahasiswa termasuk kita yang pernah kuliah, masih menyimpan itu semua ? Boro-boro dah… Ketiga, soal -apakah sengaja dipermasalahkan ? Menurut saya, ya kembali p...

Ketika Suami mulai Keranjingan Drama China 1 Menit 😅

Agak tergelitik saat mendengar keluh kesah teman kerja istri di ruangan mereka yang mempersoalkan hobi baru para suami di rumah hingga menjelang jam tidur bahkan ada juga sampai dini hari. Menonton drama China berseri di Reels Instagram atau Facebook. Bukan drama yang berdurasi satu atau dua jam. Bukan pula serial yang harus duduk manis di depan televisi. Cukup satu sampai lima menit. Kadang bahkan kurang. Scroll sedikit, muncul lagi. Scroll lagi, ternyata ceritanya bersambung. Dan tanpa sadar, tangan mulai mencari episode berikutnya. Yang menarik, jalan ceritanya sebenarnya hampir selalu bisa ditebak. Ada CEO kaya raya yang sengaja menyamar menjadi tukang gorengan untuk mencari tahu siapa yang benar-benar menghargai dirinya. Ada putra konglomerat yang ditinggalkan pacarnya karena berpakaian sederhana, lalu beberapa episode kemudian semua orang baru tahu bahwa lelaki yang diremehkan itu eee... ternyata pewaris perusahaan raksasa Sembilan Naga Hitam. Ada pula orang modern yang lagi mand...

Ramaikan Hari Kemerdekaan RI, Banjar Tainsiar Gelar Jalan Santai

Agenda Jalan Santai Banjar Tainsiat meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke-81 diselenggarakan oleh Prajuru Adat Banjar Tainsat bersama BPD, Pelaksana Wilayah dan Rekan-rekan dari POR Perisai Diri pada hari Minggu 16 Agustus 2026 pukul 06.30 wita, melintas hingga ke wilayah Kayumas Kelod dan alun-alun. Terima Kasih kami haturkan kepada Bapak Perbekel Desa Dangin Puri Kaja yang telah berkenan hadir serta membuka acara, Bapak Ibu penyandang dana dari Ibu Made Usmantari anggota DPRD Provinsi Bali, Bapak Sutedja Kumara anggota DPRD Kota Denpasar, Bapak Cokorda Gede Pramaitha dan Bapak AA Bagus Adhiwirya, serta Rekan-rekan dari BPD Banjar Tainsiat Pak Putu Suyatna beserta Tim Perisai Diri yang sudah mempersiapkan semua agenda dadakan dalam waktu 3 hari 😅 jeg Mantap san... Selamat dan Sukses. #DokumentasiKelihanAdat #BanjarTainsiat 

Amor ing Acintya Ida Sira Empu Nabe Dharma Sunu

Om Swargantu Moksantu, Sunyatu, Murcantu Om Ksamasampurna ya Namah Swadah  Turut Berduka atas Lebarnya IDA SIRA MPU NABE DHARMA SUNU saking Geriya Taman PANDE Desa Adat Tonja Denpasar.  Minekadi hasil pewilangan Pelebon : 1.19 Agustus 2026 layon Budal saking RS. 2.Nyiramin 11 September 2026 3.Mebumi suda 12 September 2026. 4.Pelebon 13 September 2026 Pewilangan puniki jagi ke pastikayang Malih ring Paruman Sulinggih pinanggal 21 Agustus 2026.  DUMOGI AMOR ING ACINTYA #DokumentasiWargaPande #MahaSemaya #WargaPande

Bukan Siapa-Siapa

Bukan orang yang bersahaja Bukan sosok bapak yang diimpikan anak-anak Bukan seorang suami yang didambakan oleh istri Bukan orang yang berhasil mendidik sebuah keluarga Lalu apa ? Hanya seorang pegawai negeri yang biasa saja Yang lelah perasaan karena nyatanya memang tidak berharga bagi semua Pun bukan seorang anak yang berbakti pada orangtuanya Diam saja dan jalani semua meski pahit Ternyata begini ya Tuhan... 

I Just Miss the Old Days...

Obrolan pagi ini terdengar lembut dan tampak berusaha menenangkan. Meski sedikit menusuk karena semua yang dikatakan adalah fakta yang harus dihadapi secara nyata sebagai orang tua.  Orangtua dengan tiga gadis yang kini sudah beranjak remaja dewasa. Bukan lagi tiga gadis kecil yang dahulu menggemaskan dengan segala tingkah polah mereka. Membuat saya terdiam dan membisu tanpa mampu berkata apapun.  Sebenderang ini psikologi remaja dihadapan seorang Bapak yang masih berusaha dekat, namun kelihatannya selalu gagal memahami keinginan dan hasrat mereka, terbelenggu akan ingatan masa lalu. Juga emosi dan ego sesaat.  I Just Miss the Old Days... Masa lalu itu terlalu sebentar untuk dilalui. Dan kini pertentangan dan pertengkaran jadi hal yang biasa dilakoni...

SmartRing yang tidak Smart

Ketika pertama diterima, notif batere low 0%. Di charge dari jam 7 malam sampai jam 11 malam, mentok di 85%. Lalu dibiarkan sampai pagi malah padam. Dan deteksi perangkat di apps SmartHealth hilang dari daftar. Di Refresh berkali-kali gak muncul. Lalu iseng restart perangkat. Device terdeteksi. Tapi muncul notif low battery 0%. Kaget. Belum dicoba dari 85% semalam jadi 0% paginya. Lalu coba dicharge lagi, sejam kemudian sudah 100%. Dicoba pakai. Bisa terdeteksi. Tapi nyampe kantor, buka apps-nya ternyata terlihat perangkat tidak tersambung. Lalu cek di daftar perangkat, malah hilang. Sampai hari ini. Ponsel sudah diRestart berkali-kali, perangkat gak juga muncul di aplikasi. Lalu harus gimana ? Iseng beli sih sebenarnya karena pengen tahu kualitasnya bagaimana. Ternyata sesuai harga. Mau berharap banyak ? Lebih baik jangan...

Rasanya Baru Kemarin...

Rasanya baru kemarin, punya tiga bocil yang ngekor ikutan nginep-nginep di villa saban kali hari libur panjang atau senggang satu dua hari, lalu ngadem di pinggiran kolam renang. Rasanya baru kemarin, janjian ke rumah kesayangan tapi minta ketemu di jalan karena belum pernah main ke arah barat, bahkan sempat kesasar harusnya perempatan Kerobokan tapi malah muter-muter di perempatan Petitenget. Sama-sama perempatan juga. Rasanya baru kemarin, jadi orang tua setelah lahiran anak pertama yang lama dinanti karena komitmen awal yang gak mau nikahan tapi MBA -Married by Accident- laiknya tradisi Hindu Bali kalo kata akun TikTok dan Thread belakangan ini. Beneran murni karena suka dan "butuh teman ngobrol yang nyambung usai pulang kerja". Ya sesepi itu hidup dulu pas era bujang. Lalu diberi tiga bocil yang beda kelakuan. Rasanya baru kemarin, Sulung punya adik yang gak sengaja dimiliki setelah lama menanti pasca keguguran di awal tahun 2012. Bayi moglong menggemaskan yang selalu ge...

Baik-baik ya Bojek...

Benar apa kata semuanya...  Perasaan seorang Bapak pada Anak gadisnya memang gak bisa dibohongi. Gak bisa ditahan dengan perasaan. Gak bisa diredam dengan ego... Maka itu ternyata Gak Guna juga terlihat kalem dan tetap cool beberapa hari belakangan ini seakan Gak terjadi Apa-apa.  Masih ada kekhawatiran. Tapi memang harus bisa ikhlas dan berusaha melepaskannya perlahan. Karena gak mungkin juga cutloss gitu aja.  Gak paham kenapa perasaan bisa campur aduk begini sedari pagi. Bisa jadi karena sore ini akhirnya kami benar-benar harus melepas si Sulung merantau jauh di Semarang. Dengan semua resiko dan tantangan yang harus ia hadapi sendirian sekarang.  Semoga ia bisa tabah. Harus yakin ia akan mampu menjalaninya.  Bakalan jarang banget bisa fotoan lengkap berlima lagi. Semangat ya Bojek...  -dari tiga anak gadis Bapal, cuma kamu yang sudah kelihatan mengambil tinggi badan bapal gak kira-kira. Sementara dua adik masih masa pertumbuhan mereka. Tapi meski begitu,...

Sepi...

Entah kenapa rumah jadi terasa sepi saat kami datang dari bandara sore tadi. Dan juga terasa berbeda karena yang biasanya terdengar gedebag gedebug dari lantai atas, anak-anak naik turun tangga, meski tak menyapa, kini tak lagi ada. Terhitung hari ini Mirah putri sulung kami sudah mulai tinggal menetap di Semarang untuk sementara waktu, menjalani masa persiapan perkuliahan jelang ospek awal bulan Agustus mendatang. Diantar Ibu, adik Intan dan We Wah Canggunya.  Saya sendiri memilih tinggal karena masih ada bungsu yang juga harus dijaga.  Ya, saya akui jadi menangis juga meski agak tertahan tadi. Berusaha tidak hanyut dalam perasaan saat memeluk Mirah sesaat sebelum mereka masuk pintu keberangkatan bandara. Padahal sekian hari terakhir, berusaha untuk tidak memikirkannya. Yang namanya rasa saat harus berpisah, tetap ada walau bagaimanapun juga.  Punya anak kuliah. Lengkap dengan semua perjuangannya.  Dan kami masih punya dua yang cilik...

6 KM/Jam...

Cuma itu kemampuan maksimal yang bisa saya lakoni selama sembilan tahun terakhir dan nyaris setiap hari. Ya, setiap hari. Mengingat standar minimal berjalan kaki setiap hari itu kabarnya adalah 6000 langkah. Jadi demi kepuasan bathin, setiap hari berusaha memenuhi standar tersebut dengan berjalan kaki menggunakan kecepatan itu. Meski terkadang kalau bosan ya tetap diupayakan dengan melalkukan cara lainnya. Bersepeda statis atau treadmill.  Dengan kecepatan 6 km/jam itu, praktis pace yang saya capai rerata berada di pace 10 menit per km. Tentu jadi memudahkan jarak kalau ini konsisten dilakukan sejak awal start. Kurang lebih 1 KM per 10 menitan.  Ini bisa dicapai karena saat melakukan aksi jalan cepat ini, langkah yang pacu biasanya mengikuti irama lagu yang saya dengarkan melalui tws atau earphone menggunakan beberapa track lama miliknya Peterpan macam Ada Apa Denganmu, Mungkin Nanti, Langit Tak Mendengar, Tak Bisakah atau Di Balik Awan. Sementara dari luar ada If You Go-nya J...

Dua Puluh Tahun menulisi Blog

"Hanya Blogger yang suka dengan kesunyian saja masih kuat menulis. Malas omong dan bahagia bila sudah menuliskannya. Ya, salah satu kebahagiaan hidup adalah dengan menulis di blog." Kadang masih suka senyum sendiri kalau pas lagi senggang, lalu iseng browsing tentang satu dua hal yang ingin diketahui namun malah nyasar ke satu dua blog teman yang hingga kini rupanya masih eksis, meski update tulisannya sudah tergolong jarang. Seperti kalimat yang ada dalam postingan senior mas Hendra W Saputro , CEO Bali Orange Communication yang kerap menyamar jadi pesepeda gunung, seakan mengamini apa yang saya rasakan saat ini. Dua Puluh Tahun menulisi Blog.  Semua berawal dari pelatihan IT yang digagas oleh PemKot Denpasar pada pertengahan Mei tahun 2006 silam. Saya berencana ikut pada sesi editing Video yang tampaknya cukup mengasyikkan untuk dicoba. Namun karena isian peminatnya full, saya dialihkan ke sesi lainnya yaitu editing foto yang berbarengan dengan sesi pembuatan Blog. Kalau ti...

Kenalan dengan Asus Expertbook, Laptop Bisnis dengan beragam Kelas

Hari Jumat sore kemarin saya sempat main ke Majujaya Komputer , salah satu Toko Laptop Denpasar yang berlokasi di sebelah Hotel Puri Saron jalan Gatot Subroto Barat Denpasar. Misinya sih pengen nyari laptop buat anak kuliahan saya yang akhir Juli mendatang mulai menetap di Semarang. Bagi yang pengen hunting laptop baru maupun second, mungkin bisa ikutan mampir juga ke lokasi ini.  Namun yang menarik bagi saya di kunjungan kemarin itu adalah kehadiran laptop Expertbook , salah satu varian brand Asus yang dikenal ultra ringan dari segi penggunaan bahan dan bobotnya, kualitasnya standar militer, tingkat keamanan yang canggih, dan daya tahan batere yang mumpuni. Jadi menarik karena ternyata seri Expertbook ini hadir dalam beberapa kelas. Dari seri Essential, laptop bisnis kelas entry level yang diperuntukkan bagi pemula, pelajar ataupun umkm, tanpa meninggalkan ketahanan military grade dan performa yang stabil. Di level ini sempat amaze lihat harganya ada yang under 10 juta, sesuai bu...

AI Makin Pintar, Tulisan Manusia Makin Susah Dipercaya

Tempo hari sempat viral di akun Thread soal postingan para selebgram, akun centang biru ataupun motivator sosmed, yang terpantau menggunakan jasa prompt AI lantaran menggunakan beberapa frasa seragam. Seperti -disitu saya terdiam- atau -lalu tertawa kecil- 😅 bahkan dijadikan template joke tambahan pas membuat reply atau bahkan post baru sarkas.  Dua puluh tahun saya menulisi blog www.pandebaik.com rasa-rasanya sih gak pernah sampe memanfaatkan AI ataupun aplikasi semacam ChatGPT untuk membuat tulisan dengan tema original bahkan tema pesanan orang, yang mana draft tulisannya belum disiapkan. Berbeda dengan post tertentu berbau ads, hasil ketikan orang yang memang meminta backlink ke laman lain dengan perjanjian pembayaran. Meski dengan menggunakan beberapa jasa pemeriksa AI secara online, 70an % pemikiran pribadi yang saya tuliskan tersebut disimpulkan sebagai hasil AI. Tapi... pas saya masukkan beberapa kalimat dari laman buku tahun dodol, hasilnya sama juga. 😅 Emejing sekali. Me...

Hunting Laptop Anak Kuliahan, eh ada Maju Jaya dengan Harga Ramah di Kantongl

Salah satu kebutuhan utama Sulung agar bisa menunjang proses pembelajarannya selama kuliah nanti di Semarang adalah laptop. Ini jadi hal penting yang dibebankan pada saya sebelum keberangkatannya di akhir Juli mendatang, persiapan ospek dan lainnya. Cuma karena dia merasa awam dengan spek kebutuhan, akhirnya mensyaratkan 2 hal saja. Layar lipat agar mudah digunakan untuk presentasi dan layar sentuh. Pilihan yang sederhana tapi mahal rasanya.  Dari upaya hunting beberapa laptop di facebook marketplace lokalan, saya menemukan satu Toko Laptop di Denpasar yang sudah cukup lama dikenal. Kalau gak salah dari era ngumpulnya para Toko Komputer di gedung Rimo jalan Diponegoro, Maju Jaya Komputer . Kebetulan pemiliknya masih kawan lama saya juga. Dan setelah diskusi panjang melalui pesan aplikasi whatsapp, saya memutuskan untuk berkunjung ke lokasi toko di jalan Gatot Subroto Barat sebelah Hotel Puri Saron jumat sore kemarin. Gak nyangka kalau toko Maju Jaya ini memiliki beragam brand dan...

Semarang, Seperti Apa sih ?

Semarang itu sebelas dua belas dengan Kota Denpasar saya rasa. Dari bentuk bangunannya, ketinggian rerata, lingkungan maupun suasananya juga mirip. Yang membedakan, di Semarang itu masih ada beberapa bangunan tinggi yang megah berdiri di tengah keramaian kota, belum melihat adanya sanggah atau pura yang bisa jadi belum ada kami lewati sejak hati pertama tiba, dan jarang banget bisa nemu kendaraan model baru digunakan masyarakat macam Yamaha Filano ataupun Fazzio 😅 pun kendaraan grab premium BYD macam di Bali.  Uniknya, model bangunan sebagian besar masih mempertahankan bentuk lama warisan Hindia Belanda, lengkap dengan pintu, jendela atau bukaan yang besar untuk dapat meneduhkan penghuninya di saat cuaca panas.  Satu lagi, lalu lintasnya juga cukup ngangenin karena mirip kondisi Kota Denpasar era tahun 2000an. Belum terlampau macet dan padat. Mungkin karena tempat wisata di Kota Semarang ini juga agak minim. Seharian kemarin, kami mengupayakan tempat kost yang sesuai harapan ...

SeMellow itu Saya ternyata

Jujur... Krmarin itu saya sempat nangis sendirian didalam mobil pasca nganterin anak tengah sekolah pukul setengah enam pagi. Karena harapan kami, dia bisa ikut serta main bareng ke Kota Semarang untuk mencarikan kost buat kakaknya yang lulus ujian masuk Universitas Doponegoro Semarang tanggal 7 Juli lalu. Namun sayang, karena memilih persiapan tampilnya dia bareng tim Paskibra Dasa di agenda MPLS SMPN 10 Denpasar hari Selasa besok, dengan berat hati kami meninggalkannya bersama Neneknya di rumah.  Se-mellow itu ternyata perasaan saya ketika kami harus berpisah dengan salah satu anak, padahal rencananya gak sampe 3 hari di Kota Semarang. Cuma 2x24 jam malahan. Tapi memang ini kali pertama jalan bareng saya bersama keluarga kecil yang sejak dulu diimpikan.  Kapan ya kalian bisa naik pesawat bareng bapal ibul ?  Ternyata di usia sekolah.  Sementara saya kalau gak salah di usia 27 atau 29 😅 saat melawat pertama kali juga ke Jakarta. Dih.. katrok banget saya nok. ...

Semarang... Bakalan Bikin Mewek

Ini kali pertama kami ke luar kota (nyaris) sekeluarga. Kenapa bisa (nyaris) ? Karena satu dari tiga putri kami memilih tidak ikut serta lantaran harus menyiapkan diri tampil di parade extra kurikuler Paskibra/Baris Berbaris yang akan dilakukan pada hari Selasa mendatang, sebagai bagian dari agenda MPLS di SMPN 10 Denpasar, yang sekaligus juga jadi panitia pengenalan lingkungan sekolah sebagai salah satu anggota Osis juga.  Maka jadilah kami berempat dalam satu keluarga kecil yang dimiliki, didampingi kakak ipar, melangkah optimis menuju Gate 6 Bandara Ngurah Rai, jumat sore tadi. Rencananya hari ini mau melawat ke kota Semarang. Daerah yang beneran baru untuk dituju, sepanjang hidup kami semua sejauh ini. Ya, saya pribadi pun istri apalagi anak-anak, rasanya memang belum pernah menginjakkan kaki di Kota Semarang. Semoga semua baik-baik saja. Ah ya, Ngapain ke Semarang ? Sulung kami tahun ini sudah lulus bangku putih abu. Padahal rasanya baru kemarin dia nangis-nangis gak mau pisah...

Wisata ke Toko Buku

Salah satu tempat wisata terbaik bagi remaja dan juga orang dewasa, sepertinya toko buku 😅 tapi gak akan berlaku bagi mereka yang gak suka baca.  Saya pribadi masih suka melakukan aktifitas satu ini. Meski gak melulu membaca laman cetakan dari kertas, tapi tetap suka membaca dari media apa saja. Termasuk ponsel.  Sementara itu anak-anak kami ada yang menurun plek dengan hobi saya itu, meski ada yang juga yang nurunnya dari sisi kreatifitas yang lain. Ngegambar misalkan. Lebih memilih berburu cat warna ketimbang buku. Dan semua terakomodir di satu tempat ini. Kota Denpasar sendiri tampaknya gak banyak menghadirkan toko buku yang masih bertahan hingga kini. Bahkan sekelas Toga Mas yang dulu pernah jadi surganya penggemar buku akhirnya mengalah dan tutup gerai. Yang ada kalau gak salah cuma Gramedia ini saja.  Meski saya suka membaca, seingat saya rasanya memang jarang membeli buku untuk diri sendiri di Gramedia. Paling sering itu di lapak pedagang majalah saat mereka masih...

Ah Sudahlah...

Kadang saya mempertanyakan tentang nasib yang didapat, seakan-akan semua hal gak ada artinya, tetap diam di tempat bahkan bisa jadi kemunduran atau kegagalan selalu menghantui setiap kali promosi jabatan itu didengungkan. Namun tampaknya saya lupa bahwa apa yang sudah didapat hingga hari ini, sebetulnya sifah merupakan satu kemajuan yang mungkin dahulu tak pernah terbayangkan. Keluarga kecil yang menyenangkan, istri yang pengertian meski kadang memiliki pemikiran berseberangan, anak-anak yang manis meski sedikit membangkang, pun soal penghidupan yang lumayan baik jika saya mau melihat ke bawah. Melihat mereka yang terpinggirkan, bergelut dalam hutang yang bahkan bingung mau mencari penghasilan dari mana. Lalu pendidikan anak dan prestasi mereka yang membanggakan. Sudah jauh lebih baik dari apa yang pernah saya bahkan kami dapatkan dulu. Meski dengan berbagai tantangan yang harus benar-benar dihadapi. Belum lagi soal jabatan lima tahun Kelihan Adat, yang tampaknya bakalan berakhir de...

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga. Ada rasa haru pas melihat bagaimana perjuangan dia yang nyatanya memang lebih berat dari kami berdua alami dahulu. Ada rasa nelangsa pas tahu dia mengalami banyak kegagalan di tengah jalan, tapi kami yakin, kelak bakalan membentuk mentalnya pas berhadapan dengan kenyataan dalam kesendirian di luar sana.  Ada rasa sedih pas tahu kalau keinginannya memang kekeh harus kuliah di luar. Jauh dari anak gadis kok rasanya gak relaaa... Tapi ya tetap harus dijalani, karena semua itu adalah demi masa depannya kelak. Kami mah tinggal mendukung dengan bekal atau semangat. Apapun yang nanti akan datang padanya, kami selalu berharap kebaikan dariNya selalu mendampingi semua langkah dan keputusan.  Dan ya, benar kata kawan saya masa sekolah dulu... Harusnya kami sebagai orangtua malah bangga, karena anak-anak sudah memiliki kemampuan lebih untuk mengenyam pendidikan yang tentunya lebih baik dari orangtuanya. Dari sisi tempat belajar maupun pengalamannya k...

Takdir...

Jauh sebelum ini ada kekhawatiran saya akan absennya para penglingsir di lingkungan rumah kami akibat usia dan kesehatan mereka yang tidak bisa ditebak akan bisa bertahan sampai kapan. Dari situlah muncul keinginan dalam benak untuk belajar memposisikan diri pada posisi mereka, utamanya ketika berhadapan dengan adat dan budaya Hindu Bali yang hingga kini masih kental dikenal di kalangan banyak orang.  Sulit tapi harus. 

Belajar EGP itu Susah

Membiasakan diri untuk tidak peduli itu sulit. Hanya karena tidak tega dan kasihan pada orang lain. Tapi kalau tidak begitu, selalu diinjak dan ditinggalkan itu ternyata gak enak... Mungkin memang sudah saatnya membuang semua empati dan mendiamkan semua. Entah... *EGP : Emang Gue Pikirin

Kelihan Adat cukup Satu Periode dan Lima Tahun

Yang namanya lelah dan jenuh saat menjalankan tugas ataupun kewajiban itu, bagi saya sudah biasa... Cuma perlu sedikit jeda untuk beristirahat, mengalihkan perhatian atau menikmati waktu dalam kesendirian, untuk sekedar bercerita pada media yang dimiliki, menghabiskan waktu untuk hal-hal remeh, lalu kembali pada tugas tanpa melupakan kewajiban yang diemban.  Karena kalau bukan diri sendiri yang mengerjakan, rasanya gak bakalan mungkin membebankannya pada yang lain.  Ke Tuban meli Lele. Bin  aTiban gen ne Leee...  Gae Kelihan Adat cukup Satu Periode atau Lima Tahun saja sesuai Awig-awig banjar 😄 Berikan Kesempatan pada Krama yang lain untuk Ngayah. Yuk Lanjut ngaryanin surat anggen krama ageng rahina Kuningan lagi Bli. Nu kene-kene ya harus pedidi ne nyemakin. Masing-masing orang sudah punya peran sendiri. Semangat...

Mengesalkan...

Bosan... Dan gak paham lagi mau bagaimana.  Rutinitas dan keseharian yang kadang memuakkan. Tapi kalau tidak dijalani, agenda besar akan datang. Selalu begitu.  Dan membutuhkan lebih banyak perjuangan lagi untuk kembali ke titik normal. Entah kenapa begitu banyak orang di luar sana yang menjalani hal serupa di hari yang sama.  Mengesalkan... 

Teach You A Lesson, Cermin para Orangtua Anak Jaman Now

Lagi rame di media sosial Thread soal filem drama korea buah kerja bareng Netflix tentang pendidikan anak remaja sekolahan yang berkaitan erat dengan perundungan atau bully di lingkungan sekolah dan berujung pada kematian. Entah itu teman maupun guru. Satu potret serupa dengan pendidikan di negeri ini, dimana murid tak lagi segan dan hormat pada gurunya, dan guru pada akhirnya memilih abai dan tak peduli ketika anak didiknya bermasalah. Dengan nilai dan kemampuan belajar, ataupun etika dan empati. Penyebabnya, karena anak sekolah kini berlindung di ketiak orangtua, dan orangtua pun bersikap seolah-olah para pendidiklah yang salah dalam menjalankan kewenangan. Sehingga tak jarang seorang guru dituntut ke meja hijau hanya karena menghukum muridnya. Miris. Padahal orangtua para Gen Z dan Gen A yang kini mengenyam pendidikan adalah para Gen X dan Gen Y atau Milenial yang dahulu begitu tegar menghadapi hukuman dari guru, sebagaimana yang mereka banggakan di berbagai media sosial lantaran m...

Sony Vaio P, laptop mini impian terkini

Rilisnya tahun 2009. Cuma saya ngeh-nya pas diminta menemani pimpinan ke tempat pertemuan yang menghadirkan Kepala LPSE Jawa Barat jaman itu, Ibu Ika Merdeka yang secara gak sengaja saya lihat membawa perangkat mini laptop dengan tulisan Vaio pada cover atas. Penasaran dong 😅  Maka jadilah dari sejak saat itu saya bermimpi bisa punya satu unit laptop mini Vaio P yang faktanya amat sangat sulit dicari.  dan... perlu waktu 17 tahun untuk bisa menemukannya dengan kondisi yang masih cukup bagus 🙂 Sony Vaio P.  Perangkat satu ini emang benar-benar bikin kagum. Memiliki dimensi 24,5 x 10 cm dalam kondisi tertutup, pas banget segenggaman tangan laiknya gambar iklan yang saya simpan di gallery ponsel dari jaman android 2.3, sampai sekarang pun masih ada. Sepengen itu saya memiliki dan berburu, serta tertipu dua kali usai membayar depe di dua akun facebook gegara tergiur harga murah di marketplace. -saya masih simpan kontak usernya di messenger FB.  Hadir dengan OS Windows ...

Pendapat AI tentang...

Ketika AI menjadi satu-satunya kawan yang dimiliki, lalu menemukan ponsel yang biasa saya gunakan ketika kelak saya meninggal dunia. Apa yang bisa ia gambarkan jika melihat dari isi ponsel saya ? ... Aku akan mengatakan bahwa pemilik ponsel ini adalah seseorang yang hidupnya terlihat biasa dari luar, tapi sebenarnya dipenuhi percakapan sunyi dengan dirinya sendiri. Di dalam ponsel ini tidak ada jejak orang yang haus perhatian. Tidak ada usaha keras untuk terlihat sempurna. Yang ada justru potongan-potongan kecil tentang seseorang yang terus mencoba memahami hidupnya sendiri. Gallery-nya dipenuhi gambar bernuansa muram : langit gelap, jalan sepi, siluet manusia yang duduk sendiri, warna abu-abu, merah kusam, dan ekspresi wajah yang lebih banyak menahan daripada menunjukkan. Dia tampaknya sangat dekat dengan rasa kehilangan. Entah kehilangan mimpi, kehilangan seseorang, atau perlahan kehilangan semangat terhadap hidup. Tapi anehnya, dia tidak melampiaskannya dengan kemarahan. Dia menguba...

Orang Kaya Beneran, Orang Kaya Baru, dan Orang yang Pura-pura Kaya

Orang kaya beneran itu biasanya sudah gak perlu validasi lagi di kesehariannya. Mereka menggunakan brand ponsel yang pasti-pasti aja macam Samsung atau iPhone yang dirilis 5 tahun lalu. Paling penting itu masih nyaman digunakan dan gak rewel. Bisa transfer mobile banking atau nelponnya koleganya sesama sultan ya sudah itu aja.  Sementara Orang kaya baru biasanya lebih suka pamer di media sosial. Instagram sih umumnya. Kalau kalau pamer di FaveBook Pake ponsel brand dan rilis paling baru karena itu akan berkaitan dgn image mereka kelak.  Orang yg pura-pura kaya itu biasanya sering flexing di medsos punya dua tiga hape bahkan lebih tapi faktanya yg kepake cuma satu aja. Macam yang nge-post cerita ini. 🙂

YearBook Sisma, Keren ya ?

Mengagumi Buku Tahunan SMAN 7 Denpasar yang diberikan untuk setiap siswa-siswi saat kelulusan kemarin, mengingatkan saya pada buku Sewindu milik sekolahan kami era putih abu, yang diterbitkan tahun 1994, setahun sebelum kelulusan kami dahulu. Jadi sempat-sempat bertanya-tanya, itu buku merupakan perayaan Sewindu-nya SMAN 6 Denpasar atau Buku Angkatan kami ? Mengingat sebagian besar foto-foto yang ada di dalamnya mengcapture wajah-wajah angkatan kami saat itu. Kalau ndak salah itu Buku Sewindu-nya SMAN 6 Denpasar, kata seorang kawan di grup whatsapp alumni angkatan. Fotonya kebanyakan angkatan kami, kemungkinan besar karena di era itu cukup sulit mencari foto tahun-tahun sebelumnya, karena sedikitnya yang mampu melakukan cetak foto secara berkala berhubung lumayan mahal untuk era itu. Bisa juga karena media foto yang ada jaman itu masih menggunakan kamera analog dengan roll film isi terbatas. Jadi rerata foto yang tampil pada buku mengambil opsi pelaku yang saat itu aktif menjadi anggot...

Nostalgia Bacaan Novel

Saya masih suka kangen membaca cerita pendek berseri di laman tengah majalah Hai era 90an yang mengisahkan Anak-anak Mama Alin buah karya Mas Bubin LantanG, atau Balada si Roy-nya Mas Gola Gong. Tidak lupa beberapa cerita lain tentang Lupus atau Vanya karya almarhum Mas Hilman Hariwijaya yang kerap dimuat di majalah yang sama.  Pun puluhan cerita pendek lainnya macam Olga di majalah Mode, Gadis, Anita Cemerlang, juga Oh Mama Oh Papa era yang sama pula. Tumbuh remaja saat belasan majalah dan tabloid juga surat kabar hadir setiap minggu atau bulan, jadi santapan tersendiri di antara berita dan gosip artis. Menghabiskan waktu luang sepulang sekolah, satu dua jam duduk di pojokan sembari meminta maaf pada pemilik kios karena hanya bisa numpang membaca namun jarang membeli.  Mungkin itu sebabnya kini saat semua cerita sudah bisa dinikmati dalam bentuk digital, saya masih betah berburu satu dua novel lawas era bangku putih abu dulu, memuaskan dahaga dan rasa penasaran akan kisah yan...

Mimpi Gendong Bayi

Semalam mimpi gendong bayi.  Pas adik bayinya pipis, kukembalikan pada bapaknya biar digantikan popok. Lalu kucari kembali untuk kugendong.  Pas adik bayinya bab, kukembalikan pada bapaknya biar dibersihkan. Lalu kucari kembali untuk kugendong. Adik bayi juga mau aja kugendong. Lalu dia terlelap.  Setelah lama, adik bayi diambil ibunya. Yang ternyata anakku.  Plot twist, adik bayi itu cucuku. Cucu pertama katanya. Satu dari empat cucu dari empat anak. Aku bingung. Sudah jadi kakek ?  Dan siapa empat anak ini ?  Yang ke-2 dulu sudah besar ?  14 Mei.  02.18 pagi. 

Terperangkap dalam jeratan Nirvana

Bangku kuliah era 96/98 kalau tidak salah ingat, kami dipenuhi tugas-tugas gambar dari Perancangan Arsitektur, Menggambar Teknik atau Konstruksi Bangunan, yang menuntut waktu begadang di malam hingga dini hari. Biasanya saya mulai mengerjakan sekitar pukul 8/9 malam dan berakhir saban pukul 2 dini hari. Agar tetap dapat istirahat tiduran untuk berangkat kuliah sekitar pukul 6.30an pagi esok harinya. Rutinitas yang melelahkan kalau dipikir-pikir.  Untuk membunuh rasa bosan dan menyemangati kerja malam, biasanya kami menikmati musik melalui tape compo merek Polytron atau radio FM-nya hingga siaran berakhir. Karena ada satu dua teman yang memilih kerja bareng dengan menginap di rumah, lalu bergantian menggunakan meja gambar dan mesin bandul yang saya miliki.  Salah satu album musik yang kerap saya dengarkan di tahun itu adalah Nirvana MTV Unplugged yang rilis di jaman masih mengenakan celana panjang putih abu (1994). Kalau dulu lebih sering meminjam kaset tape pada teman karena n...

Congrats Graduation Sulung Semoga Sukses Kelak

Awalnya sempat kagum dan membathin -wih keren banget nih inovasinya- pas Pak Kepala Sekolah SMAN 7 Denpasar menyampaikan tentang Empat Penilaian Siswa-siswi Sisma sebagai persyaratan kelulusan mereka seteelah tiga tahun mengenyam pendidikan, dimana penilaian terakhir itu berupa penulisan esai yang sempat mengingatkan saya pada salah satu scene dalam filem Clouds (2020).  Tapi yang gak disangka itu pas Beliau menyebut nama putri kami @mirahgayatri sebagai Terbaik I di periode ke-2 kalinya ini. Wah... Kapan nulisnya ini Bojek ?  Dari sisi Menulis, saya sendiri lupa ini kali keberapa si sulung ikut lomba sejenis. Mengingat di awal terdahulu sempat mengatakan kalau dia didaulat jadi Duta Literasi di SMAN 7 Denpasar, sekaligus Ketua Extra Debat di sekolah yang sama. Gagah 😅 Mengingat sebagai Bapak yang punya hobi serupa rasanya belum pernah bisa menggapai pencapaian sejauh itu baik di masa putih abu maupun saat menekuni blog www.pandebaik.com dari 2006 silam. Gak terasa udah 20 ta...

Graduation Siswa SMAN 7 Denpasar Tahun 2026

Menghadiri Undangan Orangtua Siswa dalam agenda Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 7 Denpasar Jumat 8 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh Pengawas SMAN 7 Denpasar dan Ketua Komite bersama perwakilan Orang Tua Siswa, para guru pengajar serta siswa-siswi SMAN 7 Denpasar.  Menurut Bapak Kepala Sekolah Cokorda Gede Anom Wiratmaja, S.Pd., M.Pd, jumlah siswa-siswi yang dilepas pada tahun ajaran ini berjumlah 495 siswa, dimana yang telah lolos penerimaan di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, Universitas Airlangga, IPB Bogor, Undiksha atau Universitas Surabaya melalui jalur Undangan sebanyak 95 siswa. Infonya tahun ini terjadi peningkatan sebesar 100% dari penerimaan tahun lalu.  Putri kami, Pande Putu Mirah G meraih Peringkat 1 Penulisan Essay yang kabarnya menjadi penilaian keempat di SMAN 7 Denpasar setelah penilaian nilai raport, TKA dan lainnya, yang merupakan kali ke-2 dilakukan di SMAN 7 Denpasar, sekaligus meraih Juara Umum I kelas IPS. 

Uang Bibit, Kamu Punya ?

Kesayangan @alit_kusumadewi pernah berpesan, kalau kita menyimpan uang model begini di dompet, kelak bakalan mendatangkan banyak temannya...  Apa iya ? 🙂 Perasaan yang datang itu hape jadul doang 😅 #UangBibit #UangBibitGanjil #UangBibitGenap #UangBibitBilanganPrima 😆

Nokia E90 Communicator, Jadul bikin Mupeng

Tergolong cukup lama saya memegang ponsel Nokia N73 di jamannya dulu. Kalau tidak salah dua bulan sebelum lahiran anak pertama awal tahun 2008 hingga migrasi ke perangkat Android awal tahun 2011. Yup, benar... Saya bukan pengguna BlackBerry. Meski sering diBully -katanya suka teknologi tapi kok gak pake BBM- Maka itu, ketika berkesempatan memegang lagi perangkat Communicator Nokia E90 yang mulus terawat, rasanya gak ada canggung-canggungnya untuk urusan mencari terang redupnya display, thema dan lainnya, yang mana antar sesama os Symbian 60 3rd edition ini beneran sama serupa posisinya. Jadi langsung nemu aja cara ngulik lebih lanjut. Yang bikin mupeng sebenarnya layar didalamnya yang hadir laiknya perangkat laptop. Cuma untuk seri E90 ini saya kurang suka lantaran os yang disematkan masih sama dengan yang digunakan layar depan. Padahal suka banget lihat tampilan Symbian 80 di seri Commie lama macam Nokia 9300 atau 9500.  Tapi tak apa... Nikmati aja nuansa jadulannya.

Amor ing Acintya Bapak I Wayan Subawa

Amor ing Acintya Bapak I Wayan Subawa Bendesa Adat Pagan, Plt Bupati Badung tahun 2005 dan mantan Sekda Kabupaten Badung. Dumogi Sang Palatra polih genah sane pinih becik nyujur Sunia Loka. Pertama kali saya bertemu Beliau secara langsung, saat masih berstatus CPNSD Kabupaten Badung satu pagi di hari Jumat tahun 2004, usai gelar Krida olahraga di Lapangan Lumintang. Ketika itu saya dipanggil untuk maju kedepan barisan gegara baju seragam yang ternyata berbeda warna dari puluhan pegawai lainnya.  Ya, saya-lah pegawai baru yang kemudian dikenal orang sebagai pegawai yang bermasalah dengan seragam 🙂 Bapak Wayan Subawa. Saat itu Beliau masih menjabat sebagai Sekda Kabupaten Badung. Yang kalau tidak salah, ketika saya menjadi salah satu direksi teknis pematangan lahan Puspem Badung tahun 2005 silam bersama PakDe Made Muliarta, Beliau mendapat mandat sebagai Plt atau Penjabat Bupati Badung.  Terakhir kali saya bertemu Beliau, hari Jumat lalu tanggal 3 April 2026, di Geriya Pande Ta...

Semua Karena Cinta

Di sela haru biru kedukaan puluhan keluarga pasca kecelakaan kereta api Bekasi, saya menyempatkan diri menonton sebuah filem lama dengan latar cerita Minangkabau yang diadopsi dari novel sastra klasik karya Buya Hamka (1938) Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Adapun cerita layar lebar ini kalau tidak salah dirilis sekitar tahun 2013 silam. Kabarnya terinspirasi dari peristiwa nyata kapal penumpang Belanda di perairan Lamongan Jawa Timur tahun 1936.  Hanya gegara sepotong adegan yang lewat diantara tumpukan reel timeline FaceBook, saat pemeran utama yang diceritakan bernama Tuan Zabir (dahulunya Zainuddin) di sebuah ruangan malam hari bersama mantan kekasihnya bernama Hayati yang telah menjadi janda pasca kematian suaminya yang dipanggil Uda Aziz. Dimana Zabir mengeluarkan kemarahannya dengan bahasa sastra yang tak biasa untuk ukuran kisah cinta jaman sekarang. Namun lagi-lagi ada cerita tentang cinta yang hilang karena kematian datang menjemput sang pujaan hati lebih dulu.  Ser...

30 Caption Galau Bahasa Inggris Singkat yang Simple tapi Dalam, Cocok untuk Ungkapin Perasaan – EF EFEKTA English for Adults

Kalian pernah kebingungan mencari caption galau berbahasa inggris yang singkat untuk keperluan update status di media sosial ?  Menggunakan kalimat galau bahasa inggris bisa menjadi cara yang tepat untuk mengekspresikan perasaan dengan kata-kata yang sederhana namun tetap bermakna. Lalu kenapa caption Bahasa Inggris terlihat lebih “mengena” ? Karena biasanya kalimat galau bahasa inggris itu sering banget terasa lebih universal dan relatable. Selain itu, penggunaan bahasa Inggris juga memberi kesan aesthetic dan modern, terutama untuk caption Instagram atau story. Nah, berikut 15 Caption Galau Bahasa Inggris Singkat yang bisa kalian gunakan untuk itu : • “I’m not okay, but I pretend to be.”  • “It hurts more than it should.”  • “I miss what we used to be.”  • “Sometimes, I just feel empty.”  • “I’m tired of everything.”  • “You changed, and so did I.”  • “Pain changes people.”  • “I wish things were different.”  • “I’m lost in my own thoughts...

Kader PDIP sekarang mempertanyakan Balik Ijazah PakDe Jokowi ? How ?

Sampai hari ini ternyata isu soal Ijazah palsu PakDe Jokowi masih tetap seksi untuk diperdebatkan...  dan yang paling absurd menurut pendapat saya adalah ketika kader partai PDIP ikut-ikutan mempertanyakan bahkan tidak yakin bahwa ijazah Beliau itu ada.  Yang bener ? Masa sih partai besar sekelas dan segarang PDIP yang dipenuhi oleh para politikus pintar dan cemerlang itu sampai tidak tahu bahkan menyangkal keaslian ijazah seorang PakDe Jokowi yang notabene diusung selama belasan tahun dari era Walikota Solo dua periode, Gubernur DKI bahkan kursi presiden dua periode full ?  Lalu apa saja yang dilakukan saat fit and proper test sebelum memutuskan mendukung dan menggantungkan nasib partai (belum nasib bangsa) kepada seorang tukang kayu dari Solo itu ? Gak adakah upaya mempertanyakan ijazah atau memeriksa keasliannya sampai-sampai hari ini malah mempertanyakan keaslian bahkan ada tidaknya ijazah PakDe Jokowi ?  How ? 😅 Jika fakta seterang dan semudah ini saja lalu men...

Bank BNI dan Seuprit Pengalaman

Lagi pada rame soal Suster Natalia yang kehilangan uang jemaat 28 M di Bank BNI... lalu muncul ajakan Boikot Bank BNI. Yang mana, kalau dibaca Reply-annya satu persatu, rerata punya pengalaman yang serupa dengan saya pas mengurus rekening dormant almarhum Bapak saat Beliau masih ada. Yang memang sesusah dan selelet itu meski berkas administrasi sudah lengkap. Baru gercep dilayani pas iseng menghubungi salah satu petinggi BNI yang kebetulan masih keluarga dekat.  Parahnya sih pas penutupan rekening BNI milik Bapak bulan November 2025 lalu, usai Beliau meninggal. Butuh waktu 4 jam menunggu proses di CS lalu pindah ke Teller. Entah sesat administrasinya dimana.  Sementara pas kami melakukan hal serupa di Bank BRI, gak sampe sejam sudah clear semua ditangani CS. Gak sampe ke Teller. Gimana gak kaget 😅  Ini seharusnya jadi atensi petinggi BNI loh. Mengingat ada banyak potensi kerugian yang bisa jadi malah lebih dari nilai 28 M yang kabarnya digelapkan oleh Oknum BNI. Entah da...

Memilih Kalah...

Terkadang apa yang terjadi kerap membuat patah semangat dan memilih untuk membiarkannya berjalan sebagaimana seharusnya. Tidak lagi berusaha membelokkan atau menahannya. Mungkin saja karena usia dan rutinitas. Bisa jadi lelah dan bosan. Memilih tak lagi mengejar dunia dan pasrah. Memilih kalah... 

Memenangkan Lotre Kehidupan ?

R ahajeng rahina Pagerwesi semeTown... Rahajeng ngopi pagi. Semalam menemukan post di sosial media Thread dan FaceBook soal... Kalau Suamimu tidak Merokok, tidak Nongkrong larut malam, tidak Judi Online, tidak Main Perempuan, dan tidak KDRT, tapi hanya bekerja dan langsung pulang, bermain atau meluangkan waktu bersama istri dan anak-anak, Selamat Kamu memenangkan Lotre Kehidupan. Saya sepertinya merasa relate dengan ini, pun demikian dengan belasan kawan di sekitar, yang sesama profesi sebagai Suami bagi pasangannya, dan Bapak bagi anak-anaknya. Rerata circle-nya demikian. Meski masih ada juga yang memilih untuk merokok diam-diam di luar rumah, atau sesekali nongkrong bareng sejawat sepulang kerja. Masih ada. Dan itu rasanya masih aman... Pria dan Masalahnya. Gak cuma soal pasangan, yang dilakoni bersama selama sepuluh tahun, dua puluh bahkan lebih, bisa jadi pernah ada rasa bosan didalamnya, jengkel karena pertengkaran soal sepele, atau malah puik berhari-hari, rasanya sudah bias...

Berat ini Tantangannya

Makin Banyak yang Dipelajari, Makin Banyak yang Diketahui, Makin Banyak yang Dilupakan... Anekdot diatas kalau tidak salah pernah saya baca di buku Humor Mahasiswa saat remaja dulu. Kalau gak salah di toko buku jalan Sumatera timur jalan (bukan Corsica) yang pernah menjual komik Tintin dan semacamnya. Tampaknya ini benar adanya 😅 Hari ini saya mendapat pengalaman berharga lagi. Bahwa di balik sebuah usaha, selalu ada rasa gugup yang berpotensi melupakan satu dua hal penting. Bahkan termasuk proses didalamnya. Ya, namanya juga masih belajar. Ini kali ketiga saya diikutsertakan menjadi pembuka bebaosan di acara perkawinan ponakan. Sekaligus untuk yang kedua kalinya dari pihak purusa. Dan kali pertama dilibatkan sejak awal meDharma Suaka. Serius. Ini beban berat sejak awal bulan 😅 Dan, ya. Makin banyak yang saya coba pelajari, maakin banyak tahu, tapi ternyata jadi makin gugup dan ada yang dilupakan. 😅 Saya pribadi menyadarinya ketika mencoba mendengarkan secara seksama penyampaian...