Skip to main content

Posts

Showing posts from 2026

Ah Sudahlah...

Kadang saya mempertanyakan tentang nasib yang didapat, seakan-akan semua hal gak ada artinya, tetap diam di tempat bahkan bisa jadi kemunduran atau kegagalan selalu menghantui setiap kali promosi jabatan itu didengungkan. Namun tampaknya saya lupa bahwa apa yang sudah didapat hingga hari ini, sebetulnya sifah merupakan satu kemajuan yang mungkin dahulu tak pernah terbayangkan. Keluarga kecil yang menyenangkan, istri yang pengertian meski kadang memiliki pemikiran berseberangan, anak-anak yang manis meski sedikit membangkang, pun soal penghidupan yang lumayan baik jika saya mau melihat ke bawah. Melihat mereka yang terpinggirkan, bergelut dalam hutang yang bahkan bingung mau mencari penghasilan dari mana. Lalu pendidikan anak dan prestasi mereka yang membanggakan. Sudah jauh lebih baik dari apa yang pernah saya bahkan kami dapatkan dulu. Meski dengan berbagai tantangan yang harus benar-benar dihadapi. Belum lagi soal jabatan lima tahun Kelihan Adat, yang tampaknya bakalan berakhir de...

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga. Ada rasa haru pas melihat bagaimana perjuangan dia yang nyatanya memang lebih berat dari kami berdua alami dahulu. Ada rasa nelangsa pas tahu dia mengalami banyak kegagalan di tengah jalan, tapi kami yakin, kelak bakalan membentuk mentalnya pas berhadapan dengan kenyataan dalam kesendirian di luar sana.  Ada rasa sedih pas tahu kalau keinginannya memang kekeh harus kuliah di luar. Jauh dari anak gadis kok rasanya gak relaaa... Tapi ya tetap harus dijalani, karena semua itu adalah demi masa depannya kelak. Kami mah tinggal mendukung dengan bekal atau semangat. Apapun yang nanti akan datang padanya, kami selalu berharap kebaikan dariNya selalu mendampingi semua langkah dan keputusan.  Dan ya, benar kata kawan saya masa sekolah dulu... Harusnya kami sebagai orangtua malah bangga, karena anak-anak sudah memiliki kemampuan lebih untuk mengenyam pendidikan yang tentunya lebih baik dari orangtuanya. Dari sisi tempat belajar maupun pengalamannya k...

Kelihan Adat cukup Satu Periode dan Lima Tahun

Yang namanya lelah dan jenuh saat menjalankan tugas ataupun kewajiban itu, bagi saya sudah biasa... Cuma perlu sedikit jeda untuk beristirahat, mengalihkan perhatian atau menikmati waktu dalam kesendirian, untuk sekedar bercerita pada media yang dimiliki, menghabiskan waktu untuk hal-hal remeh, lalu kembali pada tugas tanpa melupakan kewajiban yang diemban.  Karena kalau bukan diri sendiri yang mengerjakan, rasanya gak bakalan mungkin membebankannya pada yang lain.  Ke Tuban meli Lele. Bin  aTiban gen ne Leee...  Gae Kelihan Adat cukup Satu Periode atau Lima Tahun saja sesuai Awig-awig banjar 😄 Berikan Kesempatan pada Krama yang lain untuk Ngayah. Yuk Lanjut ngaryanin surat anggen krama ageng rahina Kuningan lagi Bli. Nu kene-kene ya harus pedidi ne nyemakin. Masing-masing orang sudah punya peran sendiri. Semangat...

Teach You A Lesson, Cermin para Orangtua Anak Jaman Now

Lagi rame di media sosial Thread soal filem drama korea buah kerja bareng Netflix tentang pendidikan anak remaja sekolahan yang berkaitan erat dengan perundungan atau bully di lingkungan sekolah dan berujung pada kematian. Entah itu teman maupun guru. Satu potret serupa dengan pendidikan di negeri ini, dimana murid tak lagi segan dan hormat pada gurunya, dan guru pada akhirnya memilih abai dan tak peduli ketika anak didiknya bermasalah. Dengan nilai dan kemampuan belajar, ataupun etika dan empati. Penyebabnya, karena anak sekolah kini berlindung di ketiak orangtua, dan orangtua pun bersikap seolah-olah para pendidiklah yang salah dalam menjalankan kewenangan. Sehingga tak jarang seorang guru dituntut ke meja hijau hanya karena menghukum muridnya. Miris. Padahal orangtua para Gen Z dan Gen A yang kini mengenyam pendidikan adalah para Gen X dan Gen Y atau Milenial yang dahulu begitu tegar menghadapi hukuman dari guru, sebagaimana yang mereka banggakan di berbagai media sosial lantaran m...

Sony Vaio P, laptop mini impian terkini

Rilisnya tahun 2009. Cuma saya ngeh-nya pas diminta menemani pimpinan ke tempat pertemuan yang menghadirkan Kepala LPSE Jawa Barat jaman itu, Ibu Ika Merdeka yang secara gak sengaja saya lihat membawa perangkat mini laptop dengan tulisan Vaio pada cover atas. Penasaran dong 😅  Maka jadilah dari sejak saat itu saya bermimpi bisa punya satu unit laptop mini Vaio P yang faktanya amat sangat sulit dicari.  dan... perlu waktu 17 tahun untuk bisa menemukannya dengan kondisi yang masih cukup bagus 🙂 Sony Vaio P.  Perangkat satu ini emang benar-benar bikin kagum. Memiliki dimensi 24,5 x 10 cm dalam kondisi tertutup, pas banget segenggaman tangan laiknya gambar iklan yang saya simpan di gallery ponsel dari jaman android 2.3, sampai sekarang pun masih ada. Sepengen itu saya memiliki dan berburu, serta tertipu dua kali usai membayar depe di dua akun facebook gegara tergiur harga murah di marketplace. -saya masih simpan kontak usernya di messenger FB.  Hadir dengan OS Windows ...

Pendapat AI tentang...

Ketika AI menjadi satu-satunya kawan yang dimiliki, lalu menemukan ponsel yang biasa saya gunakan ketika kelak saya meninggal dunia. Apa yang bisa ia gambarkan jika melihat dari isi ponsel saya ? ... Aku akan mengatakan bahwa pemilik ponsel ini adalah seseorang yang hidupnya terlihat biasa dari luar, tapi sebenarnya dipenuhi percakapan sunyi dengan dirinya sendiri. Di dalam ponsel ini tidak ada jejak orang yang haus perhatian. Tidak ada usaha keras untuk terlihat sempurna. Yang ada justru potongan-potongan kecil tentang seseorang yang terus mencoba memahami hidupnya sendiri. Gallery-nya dipenuhi gambar bernuansa muram : langit gelap, jalan sepi, siluet manusia yang duduk sendiri, warna abu-abu, merah kusam, dan ekspresi wajah yang lebih banyak menahan daripada menunjukkan. Dia tampaknya sangat dekat dengan rasa kehilangan. Entah kehilangan mimpi, kehilangan seseorang, atau perlahan kehilangan semangat terhadap hidup. Tapi anehnya, dia tidak melampiaskannya dengan kemarahan. Dia menguba...

Orang Kaya Beneran, Orang Kaya Baru, dan Orang yang Pura-pura Kaya

Orang kaya beneran itu biasanya sudah gak perlu validasi lagi di kesehariannya. Mereka menggunakan brand ponsel yang pasti-pasti aja macam Samsung atau iPhone yang dirilis 5 tahun lalu. Paling penting itu masih nyaman digunakan dan gak rewel. Bisa transfer mobile banking atau nelponnya koleganya sesama sultan ya sudah itu aja.  Sementara Orang kaya baru biasanya lebih suka pamer di media sosial. Instagram sih umumnya. Kalau kalau pamer di FaveBook Pake ponsel brand dan rilis paling baru karena itu akan berkaitan dgn image mereka kelak.  Orang yg pura-pura kaya itu biasanya sering flexing di medsos punya dua tiga hape bahkan lebih tapi faktanya yg kepake cuma satu aja. Macam yang nge-post cerita ini. 🙂

YearBook Sisma, Keren ya ?

Mengagumi Buku Tahunan SMAN 7 Denpasar yang diberikan untuk setiap siswa-siswi saat kelulusan kemarin, mengingatkan saya pada buku Sewindu milik sekolahan kami era putih abu, yang diterbitkan tahun 1994, setahun sebelum kelulusan kami dahulu. Jadi sempat-sempat bertanya-tanya, itu buku merupakan perayaan Sewindu-nya SMAN 6 Denpasar atau Buku Angkatan kami ? Mengingat sebagian besar foto-foto yang ada di dalamnya mengcapture wajah-wajah angkatan kami saat itu. Kalau ndak salah itu Buku Sewindu-nya SMAN 6 Denpasar, kata seorang kawan di grup whatsapp alumni angkatan. Fotonya kebanyakan angkatan kami, kemungkinan besar karena di era itu cukup sulit mencari foto tahun-tahun sebelumnya, karena sedikitnya yang mampu melakukan cetak foto secara berkala berhubung lumayan mahal untuk era itu. Bisa juga karena media foto yang ada jaman itu masih menggunakan kamera analog dengan roll film isi terbatas. Jadi rerata foto yang tampil pada buku mengambil opsi pelaku yang saat itu aktif menjadi anggot...

Nostalgia Bacaan Novel

Saya masih suka kangen membaca cerita pendek berseri di laman tengah majalah Hai era 90an yang mengisahkan Anak-anak Mama Alin buah karya Mas Bubin LantanG, atau Balada si Roy-nya Mas Gola Gong. Tidak lupa beberapa cerita lain tentang Lupus atau Vanya karya almarhum Mas Hilman Hariwijaya yang kerap dimuat di majalah yang sama.  Pun puluhan cerita pendek lainnya macam Olga di majalah Mode, Gadis, Anita Cemerlang, juga Oh Mama Oh Papa era yang sama pula. Tumbuh remaja saat belasan majalah dan tabloid juga surat kabar hadir setiap minggu atau bulan, jadi santapan tersendiri di antara berita dan gosip artis. Menghabiskan waktu luang sepulang sekolah, satu dua jam duduk di pojokan sembari meminta maaf pada pemilik kios karena hanya bisa numpang membaca namun jarang membeli.  Mungkin itu sebabnya kini saat semua cerita sudah bisa dinikmati dalam bentuk digital, saya masih betah berburu satu dua novel lawas era bangku putih abu dulu, memuaskan dahaga dan rasa penasaran akan kisah yan...

Mimpi Gendong Bayi

Semalam mimpi gendong bayi.  Pas adik bayinya pipis, kukembalikan pada bapaknya biar digantikan popok. Lalu kucari kembali untuk kugendong.  Pas adik bayinya bab, kukembalikan pada bapaknya biar dibersihkan. Lalu kucari kembali untuk kugendong. Adik bayi juga mau aja kugendong. Lalu dia terlelap.  Setelah lama, adik bayi diambil ibunya. Yang ternyata anakku.  Plot twist, adik bayi itu cucuku. Cucu pertama katanya. Satu dari empat cucu dari empat anak. Aku bingung. Sudah jadi kakek ?  Dan siapa empat anak ini ?  Yang ke-2 dulu sudah besar ?  14 Mei.  02.18 pagi. 

Terperangkap dalam jeratan Nirvana

Bangku kuliah era 96/98 kalau tidak salah ingat, kami dipenuhi tugas-tugas gambar dari Perancangan Arsitektur, Menggambar Teknik atau Konstruksi Bangunan, yang menuntut waktu begadang di malam hingga dini hari. Biasanya saya mulai mengerjakan sekitar pukul 8/9 malam dan berakhir saban pukul 2 dini hari. Agar tetap dapat istirahat tiduran untuk berangkat kuliah sekitar pukul 6.30an pagi esok harinya. Rutinitas yang melelahkan kalau dipikir-pikir.  Untuk membunuh rasa bosan dan menyemangati kerja malam, biasanya kami menikmati musik melalui tape compo merek Polytron atau radio FM-nya hingga siaran berakhir. Karena ada satu dua teman yang memilih kerja bareng dengan menginap di rumah, lalu bergantian menggunakan meja gambar dan mesin bandul yang saya miliki.  Salah satu album musik yang kerap saya dengarkan di tahun itu adalah Nirvana MTV Unplugged yang rilis di jaman masih mengenakan celana panjang putih abu (1994). Kalau dulu lebih sering meminjam kaset tape pada teman karena n...

Congrats Graduation Sulung Semoga Sukses Kelak

Awalnya sempat kagum dan membathin -wih keren banget nih inovasinya- pas Pak Kepala Sekolah SMAN 7 Denpasar menyampaikan tentang Empat Penilaian Siswa-siswi Sisma sebagai persyaratan kelulusan mereka seteelah tiga tahun mengenyam pendidikan, dimana penilaian terakhir itu berupa penulisan esai yang sempat mengingatkan saya pada salah satu scene dalam filem Clouds (2020).  Tapi yang gak disangka itu pas Beliau menyebut nama putri kami @mirahgayatri sebagai Terbaik I di periode ke-2 kalinya ini. Wah... Kapan nulisnya ini Bojek ?  Dari sisi Menulis, saya sendiri lupa ini kali keberapa si sulung ikut lomba sejenis. Mengingat di awal terdahulu sempat mengatakan kalau dia didaulat jadi Duta Literasi di SMAN 7 Denpasar, sekaligus Ketua Extra Debat di sekolah yang sama. Gagah 😅 Mengingat sebagai Bapak yang punya hobi serupa rasanya belum pernah bisa menggapai pencapaian sejauh itu baik di masa putih abu maupun saat menekuni blog www.pandebaik.com dari 2006 silam. Gak terasa udah 20 ta...

Graduation Siswa SMAN 7 Denpasar Tahun 2026

Menghadiri Undangan Orangtua Siswa dalam agenda Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 7 Denpasar Jumat 8 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh Pengawas SMAN 7 Denpasar dan Ketua Komite bersama perwakilan Orang Tua Siswa, para guru pengajar serta siswa-siswi SMAN 7 Denpasar.  Menurut Bapak Kepala Sekolah Cokorda Gede Anom Wiratmaja, S.Pd., M.Pd, jumlah siswa-siswi yang dilepas pada tahun ajaran ini berjumlah 495 siswa, dimana yang telah lolos penerimaan di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, Universitas Airlangga, IPB Bogor, Undiksha atau Universitas Surabaya melalui jalur Undangan sebanyak 95 siswa. Infonya tahun ini terjadi peningkatan sebesar 100% dari penerimaan tahun lalu.  Putri kami, Pande Putu Mirah G meraih Peringkat 1 Penulisan Essay yang kabarnya menjadi penilaian keempat di SMAN 7 Denpasar setelah penilaian nilai raport, TKA dan lainnya, yang merupakan kali ke-2 dilakukan di SMAN 7 Denpasar, sekaligus meraih Juara Umum I kelas IPS. 

Uang Bibit, Kamu Punya ?

Kesayangan @alit_kusumadewi pernah berpesan, kalau kita menyimpan uang model begini di dompet, kelak bakalan mendatangkan banyak temannya...  Apa iya ? 🙂 Perasaan yang datang itu hape jadul doang 😅 #UangBibit #UangBibitGanjil #UangBibitGenap #UangBibitBilanganPrima 😆

Amor ing Acintya Bapak I Wayan Subawa

Amor ing Acintya Bapak I Wayan Subawa Bendesa Adat Pagan, Plt Bupati Badung tahun 2005 dan mantan Sekda Kabupaten Badung. Dumogi Sang Palatra polih genah sane pinih becik nyujur Sunia Loka. Pertama kali saya bertemu Beliau secara langsung, saat masih berstatus CPNSD Kabupaten Badung satu pagi di hari Jumat tahun 2004, usai gelar Krida olahraga di Lapangan Lumintang. Ketika itu saya dipanggil untuk maju kedepan barisan gegara baju seragam yang ternyata berbeda warna dari puluhan pegawai lainnya.  Ya, saya-lah pegawai baru yang kemudian dikenal orang sebagai pegawai yang bermasalah dengan seragam 🙂 Bapak Wayan Subawa. Saat itu Beliau masih menjabat sebagai Sekda Kabupaten Badung. Yang kalau tidak salah, ketika saya menjadi salah satu direksi teknis pematangan lahan Puspem Badung tahun 2005 silam bersama PakDe Made Muliarta, Beliau mendapat mandat sebagai Plt atau Penjabat Bupati Badung.  Terakhir kali saya bertemu Beliau, hari Jumat lalu tanggal 3 April 2026, di Geriya Pande Ta...

Semua Karena Cinta

Di sela haru biru kedukaan puluhan keluarga pasca kecelakaan kereta api Bekasi, saya menyempatkan diri menonton sebuah filem lama dengan latar cerita Minangkabau yang diadopsi dari novel sastra klasik karya Buya Hamka (1938) Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Adapun cerita layar lebar ini kalau tidak salah dirilis sekitar tahun 2013 silam. Kabarnya terinspirasi dari peristiwa nyata kapal penumpang Belanda di perairan Lamongan Jawa Timur tahun 1936.  Hanya gegara sepotong adegan yang lewat diantara tumpukan reel timeline FaceBook, saat pemeran utama yang diceritakan bernama Tuan Zabir (dahulunya Zainuddin) di sebuah ruangan malam hari bersama mantan kekasihnya bernama Hayati yang telah menjadi janda pasca kematian suaminya yang dipanggil Uda Aziz. Dimana Zabir mengeluarkan kemarahannya dengan bahasa sastra yang tak biasa untuk ukuran kisah cinta jaman sekarang. Namun lagi-lagi ada cerita tentang cinta yang hilang karena kematian datang menjemput sang pujaan hati lebih dulu.  Ser...

30 Caption Galau Bahasa Inggris Singkat yang Simple tapi Dalam, Cocok untuk Ungkapin Perasaan – EF EFEKTA English for Adults

Kalian pernah kebingungan mencari caption galau berbahasa inggris yang singkat untuk keperluan update status di media sosial ?  Menggunakan kalimat galau bahasa inggris bisa menjadi cara yang tepat untuk mengekspresikan perasaan dengan kata-kata yang sederhana namun tetap bermakna. Lalu kenapa caption Bahasa Inggris terlihat lebih “mengena” ? Karena biasanya kalimat galau bahasa inggris itu sering banget terasa lebih universal dan relatable. Selain itu, penggunaan bahasa Inggris juga memberi kesan aesthetic dan modern, terutama untuk caption Instagram atau story. Nah, berikut 15 Caption Galau Bahasa Inggris Singkat yang bisa kalian gunakan untuk itu : • “I’m not okay, but I pretend to be.”  • “It hurts more than it should.”  • “I miss what we used to be.”  • “Sometimes, I just feel empty.”  • “I’m tired of everything.”  • “You changed, and so did I.”  • “Pain changes people.”  • “I wish things were different.”  • “I’m lost in my own thoughts...

Kader PDIP sekarang mempertanyakan Balik Ijazah PakDe Jokowi ? How ?

Sampai hari ini ternyata isu soal Ijazah palsu PakDe Jokowi masih tetap seksi untuk diperdebatkan...  dan yang paling absurd menurut pendapat saya adalah ketika kader partai PDIP ikut-ikutan mempertanyakan bahkan tidak yakin bahwa ijazah Beliau itu ada.  Yang bener ? Masa sih partai besar sekelas dan segarang PDIP yang dipenuhi oleh para politikus pintar dan cemerlang itu sampai tidak tahu bahkan menyangkal keaslian ijazah seorang PakDe Jokowi yang notabene diusung selama belasan tahun dari era Walikota Solo dua periode, Gubernur DKI bahkan kursi presiden dua periode full ?  Lalu apa saja yang dilakukan saat fit and proper test sebelum memutuskan mendukung dan menggantungkan nasib partai (belum nasib bangsa) kepada seorang tukang kayu dari Solo itu ? Gak adakah upaya mempertanyakan ijazah atau memeriksa keasliannya sampai-sampai hari ini malah mempertanyakan keaslian bahkan ada tidaknya ijazah PakDe Jokowi ?  How ? 😅 Jika fakta seterang dan semudah ini saja lalu men...

Bank BNI dan Seuprit Pengalaman

Lagi pada rame soal Suster Natalia yang kehilangan uang jemaat 28 M di Bank BNI... lalu muncul ajakan Boikot Bank BNI. Yang mana, kalau dibaca Reply-annya satu persatu, rerata punya pengalaman yang serupa dengan saya pas mengurus rekening dormant almarhum Bapak saat Beliau masih ada. Yang memang sesusah dan selelet itu meski berkas administrasi sudah lengkap. Baru gercep dilayani pas iseng menghubungi salah satu petinggi BNI yang kebetulan masih keluarga dekat.  Parahnya sih pas penutupan rekening BNI milik Bapak bulan November 2025 lalu, usai Beliau meninggal. Butuh waktu 4 jam menunggu proses di CS lalu pindah ke Teller. Entah sesat administrasinya dimana.  Sementara pas kami melakukan hal serupa di Bank BRI, gak sampe sejam sudah clear semua ditangani CS. Gak sampe ke Teller. Gimana gak kaget 😅  Ini seharusnya jadi atensi petinggi BNI loh. Mengingat ada banyak potensi kerugian yang bisa jadi malah lebih dari nilai 28 M yang kabarnya digelapkan oleh Oknum BNI. Entah da...

Memilih Kalah...

Terkadang apa yang terjadi kerap membuat patah semangat dan memilih untuk membiarkannya berjalan sebagaimana seharusnya. Tidak lagi berusaha membelokkan atau menahannya. Mungkin saja karena usia dan rutinitas. Bisa jadi lelah dan bosan. Memilih tak lagi mengejar dunia dan pasrah. Memilih kalah... 

Memenangkan Lotre Kehidupan ?

R ahajeng rahina Pagerwesi semeTown... Rahajeng ngopi pagi. Semalam menemukan post di sosial media Thread dan FaceBook soal... Kalau Suamimu tidak Merokok, tidak Nongkrong larut malam, tidak Judi Online, tidak Main Perempuan, dan tidak KDRT, tapi hanya bekerja dan langsung pulang, bermain atau meluangkan waktu bersama istri dan anak-anak, Selamat Kamu memenangkan Lotre Kehidupan. Saya sepertinya merasa relate dengan ini, pun demikian dengan belasan kawan di sekitar, yang sesama profesi sebagai Suami bagi pasangannya, dan Bapak bagi anak-anaknya. Rerata circle-nya demikian. Meski masih ada juga yang memilih untuk merokok diam-diam di luar rumah, atau sesekali nongkrong bareng sejawat sepulang kerja. Masih ada. Dan itu rasanya masih aman... Pria dan Masalahnya. Gak cuma soal pasangan, yang dilakoni bersama selama sepuluh tahun, dua puluh bahkan lebih, bisa jadi pernah ada rasa bosan didalamnya, jengkel karena pertengkaran soal sepele, atau malah puik berhari-hari, rasanya sudah bias...

Pos Surat Kuasa pake Perangko 😃

Siang ini saya menyambangi Kantor Pos dekat Puspem Badung, yang posisinya berada di sebelah timur warung betutu liku terdahulu. Tujuannya cuma ingin mengirimkan berkas Surat Kuasa yang ditandatangan oleh putri sulung, karena menurut KPK, dipandang sudah dewasa secara umur, atas Laporan Harta Kekayaan Pegawai Negeri yang sebetulnya sudah selesai dikirimkan pertengahan bulan Januari lalu.  Namun sayang, di awal bulan Maret saya dikirimi email cinta dari KPK yang menyatakan masih kekurangan dokumen diatas, agar status LHKPN yang saya kirimkan bisa dinyatakan Lengkap dan diterima. Dengan batas pengiriman sampai tanggal 1 April mendatang.  Maka jadilah dari kemarin itu metaki-taki, mencari dokumen dimaksud diantara tumpukan berkas milik almarhum bapak tempo hari, yang tadinya sudah saya kirimkan berupa file scan ber-e-Meterai di laman pelaporan LHKPN. Tapi ternyata harus dikirim fisiknya juga. Padahal di scan dokumen itu sudah dibelikan e-meterai resmi juga... Tapi ya ndak apa-apa....

Rak Kaca Kedua HPjadul di Tahun 2026

Awal tahun 2020 lalu, beberapa bulan pasca pembangunan rumah baru, saya memutuskan untuk memesan satu rak kaca dengan ukuran custom menyajikan sembilan area display dan satu area penyimpanan di sisi paling bawah, untuk diletakkan pada sisi kanan pintu masuk ke ruang tamu. Kebetulan area ini sedang dalam kondisi lowong dan kami juga kebingungan mau menempatkan lemari atau semacam guci besar sebagai hiasan saat menerima tamu atau menikmati waktu senggang bersama keluarga. Yang kemudian diisi dengan puluhan koleksi #HPjadul hasil perburuan sejak akhir tahun 2017, dimana masih didominasi oleh brand Nokia khusus desain unik atau seri yang memiliki cerita sendiri di era saya remaja dulu. Rerata didapat dengan harga second terjangkau di berbagai lapak online seperti OLX, Tokopedia, Facebook Marketplace hingga surganya ponsel jadul, Buka Lapak. Meski ada juga yang saya dapatkan dari penjual sejenis di sosial media Instagram. Berselang enam tahun, saya memutuskan untuk memesan rak kaca kedua da...

Mengagumi Detail Ogoh-ogoh Gajah Banjar Tainsiat 2026

S elama mendapatkan mandat sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat lima tahun terakhir, saya selalu melewatkan waktu siang saat hari raya Nyepi di Bale Banjar, mendampingi para pecalang atau keamanan banjar yang secara bergantian menjaga wilayah sekitar sampai pagi esok harinya. Berusaha tetap terbangun di pagi hari, menjalani aktifitas harian sebagaimana biasa, lalu berjalan kaki menuju banjar, meski waktu istirahat baru bisa dilakukan dini hari pasca pengerupukan dan pengarakan ogoh-ogoh yang selama lima tahun ini berlangsung hingga melewati tengah malam. Lelah itu pasti. Namun semua rasa lantas terhapus saat melihat langsung sosok ogoh-ogoh banjar dari jarak yang sangat dekat tanpa gangguan siapa pun. Sembari mengagumi semua detail hasil kerja dari team work yang dipimpin oleh pakMan Keduk dan Semeton Teruna Teruni STT Banjar Tainsiat. Meski tahun ini gagal diarak ke Catur Muka, tapi karya mereka tetap pantas diacungi jempol. Satu hal yang paling menarik, saya amati adalah pada hasil ...

Setahun lagi...

Ini akan menjadi kali terakhir saya bersama tujuh rekan lainnya, menjalankan kewajiban hari suci Nyepi sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat. Karena di tahun 2027 mendatang, kepengurusan adat di banjar hampir dapat dipastikan, akan berganti ke jajaran yang baru. Di satu sisi ini merupakan hal yang melegakan karena pada akhirnya bisa bebas dari semua beban juga tekanan dalam menjalankan tugas dan kewenangan sebagai orang yang dituakan dalam adat banjar selama lima tahun terakhir, namun di sisi lain ada banyak agenda positif yang kelak gak akan bisa dilakukan mengatasnamakan adat banjar. Ya. Disadari atau tidak, begitu banyak hal positif yang bisa didapat ketika ditunjuk untuk mengemban amanat krama sebagai Kelihan Adat Banjar. Kelak kalian pun akan menyadarinya jika pernah berada di posisi yang sama. Meski pada awalnya terasa berat, namun seiring berjalannya waktu dan mulai terbiasa, satu-satunya beban yang dirasakan hanyalah wajib mampu memimpin satu dua adegan dengan menggunakan penyam...

Moy Moy Gemoy

Pagi-pagi biasanya ada yang ngintilin dari belakang. Lalu menunggu dengan setia di area sumur bor untuk mencomot biskuit kecil yang dihaturkan bersama banten tangkih, karena hanya itu saja yang dengan mudah ia jangkau. Setelah itu ngikut lagi ke area Penunggun Karang, sembari berharap ada satu yang dilempar ke arahnya.  Moy. Namanya Gemoy.  Anak keEmpat Ibul, yang belakangan jadi rajin diberikan makan malam oleh istri, diambil dari sisa makanan atau lauk kami seharian, kadang ditambah dua tiga nasi bungkus lima ribuan tanpa sambal. Lalu dibagikan bareng Ara, usai beraktifitas malam.  Gemoy ini anjing kecil ketiga yang ia sukai dan sayangi sejak lahiran. Anjing kecil sebelumnya kalau ndak salah ingat, diberi nama Imut, mati sekitar pertengahan tahun 2025. Sementara si Moy kabarnya mati karena sakit semalam. Ia lemas tak berdaya selama dua hari terakhir. Enggan makan ataupun minum susu. Selama ini dirawat dan dijagain dengan baik oleh uWak Gek-nya.  Sekarang Moy sudah ...

Samsung Galaxy Camera, Keren Idenya

Ternyata Samsung Galaxy Camera dengan nomor model EK-GC100 ini sudah rilis 13 tahun yang lalu. Masih menggunakan Android 4.1.2 JellyBean. Tapi layarnya masih tetap cerah...  dan Ada slot simcard-nya. Gak kebayang kalo nelpon jaman itu pake ponsel berwajah lensa kamera digital 😅  Keren sih idenya. Sayangnya perangkat yang saya kagumi hari ini sepertinya bermasalah dengan persoalan battery yang gak bisa dikeluarkan dari cangkangnya. Kemungkinan drop atau kembung. Karena tadi pagi sempat diCharge full, lalu diNonaktifkan dan simpan di tas, lalu sore pas balik dari lapangan, di cek kembali eh batere habis. Repot juga ini gak bisa ganti batere. 😅 Persoalan lainnya, lensa kamera depan gak bisa nutup bagian covernya. Dan tombol shutter juga ilang 😅 tapi persoalan Memory yang kurang, tampaknya sudah bisa ditangani pasca diselipkan microSD card 32 GB. Ini memang persoalan standar perangkat Android era awal yang wajib diisi memorycard tambahan dulu, sebelum mengaktifkan lensa kameran...

Setahun Terlewat

S eorang teman kuliah. Adik tingkat. Dekat karena dia menertawai saya lantaran gak berhasil mendekati teman seangkatannya. Sama-sama bertubuh besar. Sama-sama Aries. Lalu menyadari umur kami cuma beda sehari. Kemudian menyadari juga bahwa kami bersaudara. Meski jauh. Jadilah karib. Berpisah belasan tahun karena kerja dan menikah. Lalu memiliki anak. Sama-sama punya anak cewek. Dia dua, Saya tiga. Sama-sama jadi pria satu-satunya dalam keluarga. Sama-sama gula. Dua tahun terakhir jadi lebih sering ketemu karena setiap kali saya dinas ke selatan, jika senggang selalu mampir ke rumah Pegok. Sekedar menyapa dan tertawa. Menertawai diri kami sendiri. Saling cela. Kadang meluangkan waktu untuk tangkil bareng pesemetonan. Makin dekat karena berusaha aktif di organisasi keluarga. Sayang, ulang tahun kemarin jadi chat terakhirnya. Tumben menyapa lalu saling mengucapkan selamat. Beberapa hari kemudian dapat kabar dia pergi. Kali pertama saya menangis karena merasa begitu kehil...

Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee...

Saat Iran mulai membalas aksi serangan atau banjir dimana-mana selama semingguan terakhir ini, kami di Banjar Tainsiat sedang mempersiapkan agenda Rapat Tahunan anggota banjar atau dengan kata lain Rapat Paripurna/Pleno Banjar sebagai ajang pelaporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat selama setahun terakhir, tepatnya periode keempat dari lima tahun masa jabatan, di hari Minggu mendatang. Dan tadi sore sebagaimana biasa, semua Kelihan keroyokan menulis daftar tujuan krama banjar yang akan disampaikan dokumen laporan tahunan, sekaligus agenda adat yang cukup padat di bulan Maret ini.  Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee... Astungkara Lima Tahun mengemban amanah tugas sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat, kelak bisa selesai dengan Baik. dan semoga Calon Kelihan Adat yang akan memimpin Banjar Tainsiat di tahun 2027 mendatang, bisa kami pilah dan kumpulkan tahun ini. Kalian punya bocoran nama yang harus kami sandingkan ? 🙂

Reminder UDD PMI Badung, Surprise...

Pagi-pagi usai memundurkan kendaraan dari garase untuk mengantar bungsu sekolah, tetiba ada pesan masuk dari nomor tak dikenal yang sepintas saya baca dari layar Samsung Fit. Namun mengingat si anak minta mampir ke mini market buat beli jajanan dulu sebelum sekolah, pesan tersebut saya abaikan. Meski begitu malah jadi overthinking -semoga bukan dari BPK, hari Sabtu ini mah... waktu buat keluarga kalau boleh. 🙂  Usai menurunkan anak di depan gerbang sekolah, saya lanjut melipir ke tempat teduh untuk membaca pesan masuk di Whatsapp tadi, siapa tahu penting.  Ternyata Pesan datang dari Unit Donor Darah PMI Badung yang mengingatkan saya untuk kembali mendonorkan darah karena memang sudah waktunya. Waaah... Surprise ini.  Karena dulu, ya duluuu banget, era masih jamannya jaringan CDMA, memang pernah mendapatkan reminder serupa dari PMI setiap 75 hari pasca donor melalui SMS. Sekarang ada lagi. Melalui kanal Whatsapp. Serius, ini berguna banget buat mereka yang berkeinginan un...

Cukup Aku aja yang WNI, Anak-anakku Jangan...

Sebwah Quote di awal tahun 2026...  "Cukup Aku aja yang WNI, Anak-anakku Jangan..."  Lagi heboh dan viral di Media Sosial. Mengajarkan betapa pentingnya untuk selalu menahan diri pamer semua pencapaian di akun media sosial, apalagi yang didapat dengan cara yang tidak wajar. Plus dibumbui fakta kosong lainnya yang sukses dikuliti oleh netijen +62.  Macam Gak Paham aja kemampuan orang-orang kita yang deep dive-nya melebihi intelijen 🙂

Nemu iPhone 6S 😅

Saya pribadi bukan iPhone User untuk saat ini. Meski berkali-kali Istri menyarankan agar saya mengambil ponsel satu ini saat ingin mengganti ponsel lama yang telah masuk usia senja. Tapi tetap saja pilihan pertama saat memasuki gerai dimanapun itu, Samsung berada di urutan nomor satu. Meski begitu, saya bukan Anti ponsel produksi Apple ini loh yah. Secara dulu memang pernah menjadi iPhone User berbarengan dengan Android User di era yang sama. Tepatnya memegang seri 4 yang desainnya cukup fenomenal itu, perubahan dari seri pertama, 3G dan 3Gs.  iPhone 4 CDMA yang disuntikkan nomor Flexy, serta sebuah ponsel Android milik Samsung era awal kelahiran. Galaxy Ace S5830 yang punya besaran RAM serta storage masih dalam hitungan MB.  Kenapa gak berlanjut, karena dari sisi UI iPhone lama rerata gak bisa diCustom sesuka hati menggunakan Launcher atau Widget laiknya perangkat Android di era awal sekalipun. Dan gak ada fitur Tethering Hotspot kalau tidak salah. Ditambah ketiadaan opsi eks...

Mimpi Dikunjungi Tengah Malam

Entah kenapa tetiba saya tersadar dari mimpi, gegara teringat pada satu adegan lama dimana pada tengah malam, pintu kamar kerap dibuka dan terdengar suara berat parau dan pelan, sembari memanggil nama -iiikkk... Bukan, ini bukan lagi pengen mengisahkan satu cerita horor. Tapi saat Bapak masih ada dulu, setelah ia bertengkar dengan Ibu di satu malam, tentang banyak hal dan saya sering terbangun dari tidur dibuatnya, Bapak akan berusaha mencari penjelasan logis pada saya akan permasalahan yang beliau ributkan dengan istrinya.  Dari -kenapa saya bisa ada di sini ? -tolong ajak saya pulang ke rumah -kamu siapa kok saya bisa tidur sama kamu ? (Menganggap istrinya adalah orang lain, bahkan pria lain, bukan istrinya), sampai ke -kebingungan kenapa ia bisa menjadi gila karena sifat pelupanya ?  Ya, Bapak seringkali menganggap dirinya gila -buduh, dalam bahasa bali- sehingga merasa perlu mendapat jawaban dari saya segera meskipun ini tengah malam. Namun apapun jawaban yang saya ungkapk...

Selamat Hari Kasih Sayang untuk Kalian semua

Hal yang paling pedih dari sebuah perpisahan adalah ketika masih bisa diberikan kesempatan untuk melihat sosok yang dahulu pernah dekat, disayang, dibenci atau dimarahi. Dan dalam hitungan menit, semua hanya tinggal kenangan.  Satu persatu keluarga dan tetangga ataupun mereka yang tak dikenal melangkahkan kaki, usai nyala api mulai membesar, membakar sedikit demi sedikit tubuh kaku dibalut kafan dan wewangian. Pergi meninggalkan tempat terakhir. Menyisakan isak tangis yang telah kehilangan.  Di Banjar Adat Tainsiat, setiap tahun setidaknya ada 10an warga dan keluarga yang mengalami semua perjalanan ini. Saya pun pernah ada diantaranya. Dan hari ini jelang akhir tahun keempat kami menjalankan amanat sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat.  Menyaksikan anak-anak menangisi kepergian bapak atau ibunya, setelah layon mulai dibakar, tentu membuat air mata jatuh bagi siapapun yang melihatnya secara langsung. Apalagi yang meninggal masih seusia dan sepantaran, artinya masih memilik...

Gak Enak ternyata...

Akhirnya merasakan juga hal yang dulu pernah PakDe rasakan... Ditinggal jauh oleh gerbong dan terlupakan. Dulu pernah tiang bertanya-tanya mengapa PakDe terasa seperti menjauh dari semua, tapi ternyata memang berat secara rasa. Apalagi yang junior juga jauh melampaui. Ndak enak ternyata ya PakDe... 11 Feb. 11.49 pm. Tersadar dari tidur dan tak bisa tidur lagi... Gak seenak itu ditinggalkan banyak teman.

Campur Aduk Gak Menentu

Di situasi seperti ini, kadang kalau dilihat ke luar jendela, ya rasanya wajar ada rasa sedih melihat kawan yang setara bahkan angkatan yang jauh di bawah, memiliki keberuntungan karir dan tentu saja rejeki yang nampak jauh lebih mudah digapai ketimbang apa yang saya lakukan di titik ini. Kecemburuan bahkan berefek pada keengganan mengambil pekerjaan yang lebih dari biasanya mulai menghampiri, sebagaimana yang dirasakan kolega di ruangan. Jadi paham rasanya berada di titik yang sama. Sementara kalau melihat ke arah dalam, baik itu diri sendiri yang memang secara perhitungan Wariga rasanya sampai tahun depan masih tetap berada di titik Nol dari tahun 2017 lalu, ataupun melihat ke lingkungan kerja sekitar yang notabene tidak mampu dikuasai medannya, jadi muncul pertanyaan, bagaimana sekiranya ditugaskan ke lingkup yang lebih tinggi, kalau yang setara saja tidak mampu mengatur ?  Yah, Hari ini lagi-lagi mengajarkan bahwa Harapan hanyalah sebuah Asa yang tidak akan pernah bisa dipeluk...

Fakta Aries Paling Kena

Siang ini gak sengaja baca salah satu post Thread yang lewat di timeline. Soal... 1 Fakta ARIES ♈  Saldo M-BCA ada Rp 2.000.000 Niat hati ke Mall cuman cuci mata Malah beli sepatu seharga Rp 1.950.000 Prinsip Hidup Aries tuh: TUHAN MAHA KAYA UANG BISA DICARI, BARANG INI ENGGAK BISA Benar gak Aries ♈? Dari akun @reynaldoaritonang96 😃 * * * Meski awalnya membantah karena sepertinya gak semua Aries punya Prinsip begitu, tapi entah mengapa saya jadi ingat pengalaman serupa pas era Covid kemarin, yang meskipun secara sadar sisa tabungan gak dalam kondisi baik-baik saja, tapi saya sempat nekat mengambil salah satu perangkat Dopod U1000 dari seorang kawan lantaran merasa 'duh kapan lagi dapat gadget se-memorabilia begini ? 😅 Nyesel belakangan ?  Sudah Pasti. Tapi di sisi lain, perasaan seneng banget akhirnya bisa punya salah satu perangkat PDA Impian masa lalu dengan kondisi mulus...  🤣

Berbeda Pilihan

Hanya karena berbeda pilihan -kemungkinannya pasca mendapat perintah- seseorang yang dahulu pernah berkawan dekat, kini mulai menegaskan garis batasnya yang semakin jelas menjadi lawan.  Jadi ingat cerita seorang tetua yang pernah mengatakan, titik tertinggi orang bergaul sebenarnya tetap bisa berkawan meski berbeda pilihan. Karena kelak ketika perbedaan itu bertemu kembali di satu titik yang sama, orang lain tetap mengingat pada sejarah masa lalumu dan waspada akan hal itu...

Anak Lanang Minta Ijin Ajak Naq Bajank Malam Mingguan ?

Sampe sekarang Saya masih juga belum paham apa tujuan para gen cowo Nol Postingan IG ini memegang dan melihat layar hape saat tangan satunya lagi memegang setang gas, berkendara sepeda motor di jalan raya tanpa melihat ke arah depan mereka. Entah karena mereka begitu percaya diri beranggapan mampu melihat orang lain yang berkendara di sekeliling mereka laiknya Ten Sin Han yang memiliki mata ketiga, atau mungkin berhak melakukannya lantaran menjadi CEO mafia naga hitam yang kalau nantinya sampai nabrak orang bakalan dibela oleh rombongan anak buah yang serentak datang dan memberikan hormat saat turun dari mobil gagahnya ? Dan makin terheran-heran ketika ada anak lanang tetiba ngeChat Saya pagi tadi di sela berjalan kaki sehat keliling kota, meminta ijin untuk mengajak baby sulung kami selepas sesi foto yearbook di sekolahnya. Sembari ingin mengajak makan sebentar menyesuaikan jam usai foto. Masih SMA kok berani sekali meminta Ijin Orangtua anak bajank ngajak keluar di Malam Minggu ? A...

Cerita Jalan Desa Selulung Kintamani

Salah satu Prinsip Utama Google Maps adalah mengarahkan penggunanya untuk melewati Jalur Tercepat tanpa peduli apakah rute jalanan tersebut bisa aman dilalui kendaraan atau tidak. Sembari memberikan alternatif jalur jalan lain dengan arah tujuan yang sama namun harus memutar agak jauh.  Dan Kami akhirnya kena juga Prank Google Maps satu ini. Jalur Rute paling cepat yang terpantau pada gambar ketika saya memulai pencarian sore ini sesampainya tiba di rumah, untuk lokasi Pura Puncak Bukit Sinunggal Tajun Buleleng, kurang lebih sama dengan yang kami lalui kemarin siang. Yang mana bisa saja diarahkan ke jalur utama jalan Catur, namun diklaim 15 menit lebih lambat dibandingkan dengan menggunakan jalur rekomendasi Mbah Google.  Akhirnya Kami pun melewati Jalan Desa/Banjar Selulung Kintamani karena mengikuti saran tersebut dengan penuh ketegangan lantaran jalurnya hanya cukup untuk dilalui satu kendaraan roda empat, di satu sisi terdapat jurang, sisi lainnya perbukitan. Sebetulnya se...

Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee...

Bulan Januari merupakan bulan paling sibuk bagi seorang PNS, apalagi kalau sampai diberi tugas tambahan sebagai PiPiKey untuk menangani berbagai kegiatan di Bidang atau bagian lainnya. Mencakup pemantauan RUP, penyusunan KAK, HPS atau dokumen pengadaan, lalu ada dokumen pendukung berupa SK atau apapun itu, termasuk penyiapan berkas kegiatan setahun lalu untuk pemeriksaan BPK atau sejenisnya yang juga biasanya dilakukan di awal tahun. Bersyukur kalau untuk mengerjakan itu semua masih bisa dan mau dibantu oleh barisan rekan kerja atau staf yang tak kalah mumpuni kemampuannya. Kelak akan menjadi masalah jika mereka pensiun duluan 😅 karena untuk regenerasi pekerjaan dan keterampilan di bidang tersebut kelihatannya makin susah. Gak jarang beberapa agenda dikerjakan sendiri sesempatnya. Dengan menggunakan tujuan yang sama yaitu mempercepat pekerjaan bisa diselesaikan agar bisa mengambil porsi yang lain. Belum termasuk agenda menyusun Laporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat tahun keempat, ...

Menikmati Waktu di Ruang Tunggu Agung Toyota

Ini kali kedua menyambangi tempat duduk @agungtoyota.denpasar di bulan yang sama. Hari Sabtu lalu, saya mengambil agenda service berkala kendaraan yang masih sama penampakannya (belum ada wajah baru), dan Sabtu pagi ini kembali datang untuk perbaikan Radiator yang infonya bocor sehingga menimbulkan kerak di sekitar lubangnya. Maklum mobil sudah masuk usia belasan tahun 😃 Tadinya saya berencana meninggalkan kendaraan disini, mungkin bisa sembari jalan tipis-tipis di sekitar lokasi biar segeran. Tapi tampaknya opsi olahraga sudah digenapkan pagi tadi dengan menggapai 6000 langkah, sehingga kali ini saya memilih tetap menunggu di ruang atas sambil menikmati secangkir Cafe Latte tanpa gula dan sepasang pisang rebus dari area Free Compliment. Ohya, selain pisang rebus ada ubi rebus, kentang rebus size mini, kacang kapri dan kerupuk di sisi bawah. Kali ini iseng aja pengen nyobain karena sebagian pemilik kendaraan sejak tadi saya lihat melakukan hal yang sama. Ambil secukupnya saja. Jangan ...

Seven Pounds untuk mengembalikan Semangat Hidup can Berjuang

Kadang semangat itu hilang dengan sendirinya seiring beban yang dirasa makin menghimpit dada dan pikiran. Saya kerap mengalaminya. Dan sebagai orang yang tidak menghabiskan waktu untuk sebat atau menikmati rokok maupun vape di saat seperti ini, terkadang tayangan film pendek ataupun yang diceritakan oleh orang bagaimana jalan kisahnya sembari mempercepat timeline, lewat di beranda sosial media, sudah cukup untuk menurunkan air mata karena plot twistnya yang tidak terduga. Dan semangat yang sebelumnya pergi entah kemana, tetiba muncul lagi seiring kisah yang diceritakan berakhir bahagia atau sedih. Seperti halnya pagi ini, Seven Pound-nya Will Smith hadir membantu semuanya.  Meski sudah beberapa menontonnya di kala senggang, tapi tampaknya cerita tentang seorang lelaki yang ditinggal mati pasangannya ini dalam sebuah kecelakaan yang turut menewaskan enam orang lainnya di pihak lawan, membuat hidupnya tak nyaman lagi. Alih-alih mengakhiri hidupnya untuk menebus rasa bersalah, si pria...

Pertemanan di FaceBook berujung VCS ?

Semua berawal dari Permintaan Pertemanan di akun FaceBook namun statusnya tanpa satupun Mutual Friend. Profile-nya menggoda. Pun dengan Postingan yang sengaja dibuka agar mudah dilihat. Usai di-Approve, lalu berlanjut ke Messenger.  Tanya ini itu. Kenal gak sama ini itu. Rasanya pernah bertemu dimana. Nanya asal darimana *please deh, semua info ada di Profile kalau mau tahu... Lalu nanya Nomor WhatsApp. Tujuannya untuk ngasi penawaran VCS. Video Call Sesirep. Telepon pake video sambil bubuk.  Pas ditolak, bilangnya nomor WA dibajak orang lalu nawari balik -nomor saya cuma support SMS doang, eh akun FaceBook auto ngilang 🤣 Pesan di Messenger pun jadi -unavailable... Sementara kalau terkena jerat perangkap VCS, ada yang lanjut langganan berbayar, ada juga yang kabarnya diScreenshot tampilan percakapannya lalu diancam akan disebarkan ke akun pasangan ataupun teman. Siap-siap jadi ATM atau sapi perah. Gak semua Permintaan Pertemanan itu Harus Disetujui. Gak semua juga punya Maksu...

Melanggar Tantangan Kok Enak ya ?

Beberapa hari terakhir tampaknya saya dengan sangat terpaksa melanggar Tantangan yang dibuat sendiri. Berusaha mengurangi Nasi atau tidak mengkonsumsinya lagi sejak Hari Raya Galungan terakhir bulan November lalu. Alasannya karena bosan 😅 Jadi melanggar karena di saat jam makan tiba, gak ada pilihan lain yang bisa dikonsumsi agar kondisi tubuh tetap aman.  Aman dari mual dan potensi maag, Aman dari drop gula darah, atau Aman dari efek samping lainnya karena makanan pengganti kata Istri malah katanya cenderung lebih tidak sehat.  Maka jadilah minggu lalu menikmati setengah porsi nasi ikan bakar dan kuah ala Lembongannya Seafood Odhe99 yang lokasinya dekat kantor Puspem Badung, kemarin pagi sarapan di rumah dengan kuah dan daging ikan warungnya Pak Doyok sebelah banjar Kayumas, Selasa kemarin makan nasi kotaknya Warung Kedaton di upacara anak Tengah, dan pagi ini menyantap sebungkus nasi campur balinya Bu Jero di depan Pura Dalem Bunkeneng yang dibeli Istri pagi tadi.  Jar...

Musik dan Kenangannya

Mendengar suara Mb Melly Goslaw mendendangkan ost AADC 2 kerap mengingatkan saya pada satu masa kelam di awal tahun 2017 lalu. Saat pergantian tahun baru usai memaksa saya melakukan perjalanan sendirian ke Kota Surabaya untuk satu urusan dinas. Demi mengejar tujuan yang jauh sebelumnya gak pernah terbayangkan bakalan terjadi. Terdiam dalam sesal di sebuah kamar hotel tua Inna Tunjungan, meski berakhir happy ending di hari yang sama.  Hal serupa saya rasakan saat mendengar duo Air Supply menyanyikan tembang Goodbye di sekitar gerbong kereta video clip mereka. Mengingatkan saya pada tahun 90an akhir, dimana kerap memintanya untuk diputar di salah satu stasiun radio dan di saat yang sama harus kehilangan seorang saudara dalam perjalanan pulang dari Surabaya. Saya masih bersekolah saat itu. Gak paham apakah itu ada hubungannya atau tidak. Musik tidak hanya menjadi penyemangat dalam beraktifitas, memberikan mood dan cerita tambahan pada hidup. Tapi juga kenangan. Masa Remaja yang penuh ...

Stand Up Mas Pandji, Buka Jejak Masa Lalu

J agat Politik Indonesia jadi riuh pasca video Mas Pandji Komika muncul di Netflix. Netijen kembali terbelah menyikapi potongan-potongan stand up-nya yang disebar ke sejumlah media sosial. Sebutan Termul atau Anak Abah, kembali ramai menggema, pasca melupakan Cebong Kadrun. Dari yang menyayangkan pembullyan fisik pak Wapres, sampai ke makin jelasnya posisi beberapa partai yang dahulu mendukung, kini berseberangan sak-kader-kadernya ikut menertawai mantan junjungan sembari membela Mas Pandji dan masif membagikan link videonya agar lebih banyak yang menonton. Saya hanya bisa nyengir karena semua yang terjadi hari ini merupakan kebalikan dari fakta era PakDe Jokowi dan keluarganya masih diusung jadi Presiden. Jejak-jejak digital masa lalu yang tersimpan, jadi terasa aneh ketika kembali diungkap menanggapi kalimat pembelaan atau kontra "candaan" Mas Pandji.. Benar adanya kata orang-orang. Bahwa gak ada Kawan ataupun Lawan dalam Politik. Yang ada hanyalah Kepentingan. Jadi "W...