Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cinta

Semua Karena Cinta

Di sela haru biru kedukaan puluhan keluarga pasca kecelakaan kereta api Bekasi, saya menyempatkan diri menonton sebuah filem lama dengan latar cerita Minangkabau yang diadopsi dari novel sastra klasik karya Buya Hamka (1938) Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Adapun cerita layar lebar ini kalau tidak salah dirilis sekitar tahun 2013 silam. Kabarnya terinspirasi dari peristiwa nyata kapal penumpang Belanda di perairan Lamongan Jawa Timur tahun 1936.  Hanya gegara sepotong adegan yang lewat diantara tumpukan reel timeline FaceBook, saat pemeran utama yang diceritakan bernama Tuan Zabir (dahulunya Zainuddin) di sebuah ruangan malam hari bersama mantan kekasihnya bernama Hayati yang telah menjadi janda pasca kematian suaminya yang dipanggil Uda Aziz. Dimana Zabir mengeluarkan kemarahannya dengan bahasa sastra yang tak biasa untuk ukuran kisah cinta jaman sekarang. Namun lagi-lagi ada cerita tentang cinta yang hilang karena kematian datang menjemput sang pujaan hati lebih dulu.  Ser...

Valentine Kelabu

Kadang saya bingung, Apa gunanya mati-matian menjaga kesehatan ? dan Apa gunanya menjaga hubungan ? Hanya untuk anak-anak saja ? Tidak ada gunanya untuk kita berdua ? Mungkin dia sudah bosan menjalani ini semua. Maka itu saya ngikut saja apa maunya. Karena kelihatannya, hanya saya yang masih berharap pada hubungan ini. Mungkin juga ia sudah menemukan sosok idola yang sesuai dengan keinginannya. Yang mampu memberikan kenyamanan lebih.  Lelah... Lebih baik diam saja. 

Cinta, Kompromi dan Ego

Saya jarang-jarang bisa menonton filem bagus yang menceritakan betapa berartinya hidup dan keluarga, secara penuh lalu memahami maknanya. Meskipun menyadari bahwa ini hanyalah sebuah filem. Yang ceritanya bisa saja merupakan rekaan walau sudah disebutkan -based on true story-  Sebagaimana halnya dengan The Ultimate Life (2013).  Namun makin kesini pikiran mulai meyakini bahwa rasa cinta yang dulu pernah ada pada hubungan dua sejoli, perlahan akan memudar seiring berjalannya waktu usia pernikahan. Makin terpinggirkan akibat kebutuhan duniawi yang semakin tak terjangkau, atau kebutuhan keluarga yang banyak maunya. Lalu muncul kompromi-kompromi pada banyak hal. Termasuk hubungan keduanya.  Pada akhirnya semua akan kembali pada ego dan upaya untuk menurunkan ego itu sendiri. Demi sebuah hubungan yang langgeng.  Entahlah... #30HariBercerita 

Pernikahan itu Cuma Butuh Sedikit Cinta, Sisanya...

Saat menyampaikan keinginan untuk menikah tahun 2005 terdahulu, di pikiran cuma ada satu alasan mengapa saya memutuskan memilih @alit sebagai pendamping hidup, meski belum paham isi dunia pasca pernikahan seperti apa.  Tanpa melalui proses MBA Married by Accident yang memang saat itu menjadi Trend bahkan hingga hari ini.  Tipe yang nyaman saat diajak ngobrol tentang banyak hal. Meskipun ada banyak sekali perbedaan pemahaman diantara kami, bahkan sampai 17 tahun usia pernikahan.  Pertemuan kami masuk golong GPL, gak pake lama. Tepatnya gak sampe setahun, memutuskan menikah dan jalan bareng.  Meski ada banyak konflik yang terjadi di sepanjang waktu, tapi yang namanya komunikasi tetap berjalan walaupun sesekali bolong-bolong.  Bisa jadi karena kami berdua sama-sama anak bungsu, yang paling rame dan heboh kalo sudah ngumpul berdua.  Pernikahan itu cuma butuh sedikit Cinta, yang harus dijaga sepanjang masa. Godaan pasti ada. Tapi selama komunikasi, kompromi, tol...

Cerita seorang Kawan

Shock saat membaca pesan balasan whatsapp dari seorang kawan yang menyatakan perceraiannya dari setahun lalu, satu pagi di tengah keramaian orang. Sebuah kabar yang menyesakkan tentu saja. Sang istri ketahuan berselingkuh hingga kali ketiga. Dan kata maaf juga penyesalan hadir pula pada akhir cerita ketiga perselingkuhan itu. Meski kawan saya ini masih mencoba untuk mempertahankan perahu yang ia tumpangi, namun takdir mengatakan lain. Mereka telah sah berpisah secara agama kini. Pernah membaca sebuah nasihat di dunia maya, bahwa ketika ombak besar menerjang perahu yang secara bersama ditumpangi dengan mantan kekasih hati, jangan coba-coba untuk melompat pada perahu yang lain. Bertahanlah dan lewati semua perbedaan yang ada. Bahwa pernikahan itu adalah sebuah komitmen untuk menyelesaikan secara bersama-sama semua permasalahan yang tidak akan timbul jika tidak melakukan pernikahan, adalah benar adanya. Maka itu memang amat sangat susah bisa menyamakan persepsi pikiran antar dua insan ...

Kentjan Makan Siang di Bakmi Akiu

Dah jarang banged kami bisa melewatkan waktu berdua buat maksi bareng. Sekalinya maksi, pilihan kali ini cukup yang ringan-ringan aja, mengingat usia, kesehatan, dan juga isi kantong. Macam Bakmi Akiu yang lokasinya di seberang Kantor Desa Dangin Puri Kaja, sisi timur Jalan Nangka selatan dari arah Gatsu. Kalau ndak salah baru buka sekitaran awal Februari lalu. Selain enak, suasananya juga adem. Dan tak lupa harganya cukup terjangkau bagi kantong. Jadi gak heran, kalo tempat ini selalu ramai dikunjungi anak-anak muda dan remaja. Bakmi merupakan salah satu menu favorit kami dari jaman patjaran dulu. Tepatnya sih Mie Ayam. Dari yang lokasinya di pinggiran jalan, emperan toko, sampe kelas Mie Ayam Jakarta kerap kami sambangi berdua. Cuma intensitasnya mulai berkurang seiring kehadiran 3 bocil yang kini sudah beranjak remaja. Jadi boleh dong kalo sesekali kami melewatkan waktu berdua sembari mengingat masa-masa susah terdahulu...

Surat Cinta tanpa P P P P P

Jamanku dulu, gak ada yang namanya Chat Whatsapp pake ngetik... P P P P P ...doang. Lalu ngasi emoji Love Adanya Surat Cinta, yang ditulis tangan, lalu diantar hujan-hujanan dari Pantai Padanggalak ke Babakan Canggu, hanya untuk memberikannya langsung kepadamu. Lalu aku pulang. #CINTAituANEH #BIKINmabukGAKpakeARAK

#KoleksiJadul Surat Cinta

Mengumpulkan pernak pernak yang memiliki kenangan di masa lalu, sepertinya sudah menjadi habbit saya sejak dulu. Semua disimpan rapi, sampai-sampai dalam perjalanan selanjutnya, tidak bisa ditemukan meskipun dicari kemana-mana. Lalu tiba jua masa-masa penemuan yang tidak disengaja, dan akhirnya mengingatkan saya pada semua cerita indah saat melakoninya dulu. Salah satunya adalah… Surat Cinta. He-em. Sekumpulan Surat Cinta eh coretan atau catatan hati dari hubungan terakhir, sebelum kami memutuskan untuk menikah. Masa pacarannya gak sampe setahun. dan niatan untuk menikah itu hanya karena Saya ingin punya teman berbagi saat pulang kerja. Mengingat saat itu status saya sebagai ‘anak tunggal’ di rumah, lantaran kedua kakak sudah menikah dan tinggal di luar rumah. Semua coretan ini, biasanya ditulis saat jam kerja kantor berlangsung, dibawa oleh “kurir” kami yang secara berkala rela naik turun tangga demi menyampaikan isi hati yang diam-diam makin membara lantaran terpisah lantai. Ya, tern...

#BapakIbuBucin #02

Teman saya dulu pernah berkata, “Orang yang Jujur akan tampak lebih Percaya Diri ketimbang Orang yang sedang berbohong…” Tapi rasanya kalau jaman jani, “Orang yang punya bekal pada isi dompetnya akan tampak lebih Percaya Diri ketimbang Orang yang Muspa Puyung…” Minimal kalo ban bocor atau bayar parkir, gak perlu bingung nyari talangan. Apalagi dadakan minta ditraktir pacar. ? #BapakIbuBUCIN #karenaKitaTidakPunyaUang

#BapakIbuBucin #01

Belakangan saya mulai menyukai minum kopi hitam pahit tanpa gula setiap pagi, bisa jadi karena sudah mulai terbiasa. Tapi memang benar kata kawan saya, bahwa menyeruput kopi hitam pahit tanpa gula itu ternyata beneran nikmat, tahu alasannya kenapa ? Karena teman pendamping hidup kita sudah manis. #BapakIbuBUCIN #eaaa

HWA Bapak Ibu ke-53

Seumur-umur saya baru tahu kalo hari ini adalah Anniversary-nya Bapak Ibu alias Kakek Neneknya anak-anak, dan itupun sudah menginjak tahun ke 53. Dasar anak durhaka 🙂 Sebagai anak paling bontot dari tiga bersaudara, Bapak Ibu adalah keluarga inti yang paling lama berada dekat saya. Mengingat secara adat budaya orang Bali, laki-laki bungsu biasanya memiliki tugas mengampu kedua orangtua saat yang bersangkutan sudah mulai berumah tangga, menggantikan tugas orang tua dalam kewajiban ngayah dan menyama braya di lingkungan banjar ataupun keluarga besar. Sedari kecil, saya mengenal Bapak sebagai sosok yang tegas, apalagi jika sudah berkaitan dengan sekolah, tugas dan perilaku di rumah. Gak pernah main fisik saat Beliau marah, setidaknya saya menganggapnya begitu. Meski dulu pernah dilempari sisir yang merobekkan lukisan kesayangannya, atau memukul penggaris kayu saat kenakalan saya tak bisa ia terima. Tapi bukankah itu hal yang biasa untuk ukuran anak-anak jaman old ? Bukan satu hal yang pa...

Selamat merayakan Hari Kasih Sayang

Mengungkapkan Kasih Sayang rasanya tak perlu sampai menunggu Hari Kasih Sayang itu tiba. Karena semua bisa diwujudkan dalam banyak hal. Menyisihkan waktu untuk berdiam diri sejenak meski tak melakukan apa-apa, terpenting masih bisa duduk dekat bersama kekasih hati, jauh lebih bernilai ketimbang memberi puluhan cokelat batangan. Karena dalam jangka panjang, kebanyakan mengkonsumsi Cokelat bisa menyebabkan kolesterol meningkat. *ini beneran cokelat yang bisa dimakan loh ya* Bisa juga dengan menjaga hubungan dan kedekatan bersama keluarga inti, dimana kesehatan dan keceriaan mereka jauh lebih berarti daripada tumben-tumbenan mempersembahkan setangkai bunga yang tak seberapa harganya. Jangan lupa, membayar premi asuransi BPJS tiap bulannya secara rutin bisa menambah umur dan kebersamaan kita. Atau mendidik dan menjaga perasaan anak-anak kita yang kian hari kian bertambah besar dan dewasa, mengajarkan mereka apa arti Cinta yang sesungguhnya. Bukan dengan pembuktian lewat janji manis dan has...

15 Tahun

Sudah 15 tahun menikah, tapi jahil dan konyolnya kami, masih aja suka muncul pas lagi berduaan. Kalo dulu, jaman masih malu-malu bisa dibilang jarang banged punya foto berduaan. Apalagi selfie. Mengingat ponsel jaman itu, belum ada kamera depannya. Palingan nekat ambil gambar pake lensa kamera digital Konica Minolta, yang musti di take berulang kali gara-gara gak fokus dan frame melenceng kemana-mana. Nah sekarang, malah sering malu-maluin. Apalagi kalo pas genk Sakura School absen ikutan. Jahil-jahilnya berdua dah saling balas. Ambil gambar diam-diam sampe kentut di depan pasangan pun sudah biasa. Gak ada yang ditahan-tahan. Kata orang, Bahagia itu Sederhana. Tapi menurut saya, bahagia itu gak akan bisa didapat dengan cara yang sederhana. Karena ada upaya menjaga rasa, sikap dan emosi, juga menekan ego. Selalu bersyukur dengan satu pasangan, dan semua kisah yang diberikan oleh-Nya. Bahagia itu gak akan datang gitu aja, hanya dengan duduk diam atau bertingkah seenaknya pada orang lain....

Happy Wedding Anniversary 14th

‘Kita begitu berbeda dalam semua, Kecuali dalam Cinta’ Suara Gie yang diperankan oleh Nicholas Saputra begitu terngiang di telinga ketika saya mencoba mendesain sendiri kartu undangan pernikahan yang tidak biasa jelang akhir tahun 2005 silam. Satu kalimat puitis yang begitu dalam dan jelas menggambarkan kami berdua, saat memutuskan untuk melangkah lebih jauh ke jenjang pernikahan padahal hubungan belum genap setahun dijalani. Hanya karena keyakinan dan rasa yang tak ingin jauh setiap harinya, maka pada tanggal 10 Desember 2005 silam, agenda ketiga dalam prosesi pernikahan satu mingguan pun, resmi mengikat cinta yang ada dalam diri kami masing-masing. dan kalimat diatas hadir dalam kartu undangan pernikahan yang disebar ke sanak keluarga, menggantikan kalimat suci dari kitab sebagaimana biasanya ada. Begitu banyak perbedaan yang ada pada hubungan yang kami jalin. Salah satu yang tampak jelas terlihat kasat mata adalah, jika ia bertubuh mungil, saya mah bisa dikatakan masuk kelompok giga...

Kami Darurat Bilik Asmara

Progress pekerjaan Bedah Rumah Tainsiat sudah masuk ke Minggu 19, waktu yang cukup lama untuk bisa membangun tempat tinggal berlantai. Selain kami harus bedol rumah ke tempat lain yang bisa dikatakan cukup terbatas dalam hal menampung jumlah anggota keluarga, kebutuhan akan Bilik Asmara adalah persoalan tambahan yang kini mulai kami rasakan. Apalagi keberpihakan anak-anak pada siapa yang diajak bobok kali ini, menambah parah kadar kedaruratan kebutuhan tadi. Yup, Kami berdua sepertinya darurat Bilik Asmara. Yang namanya hasrat, bagi generasi ‘life begin at 40’ sepertinya kemesraan boleh dikatakan makin bertambah. Ya syukur-syukur hasrat itu muncul bersama pasangan sendiri, bukan pasangan tetangga. Tapi infonya bakalan jadi penyakit jika gak bisa dilampiaskan. Nah, kebetulan kami berada dalam posisi ini. Maka sejak si bungsu sebegitu ngotot agar bisa bobok bareng Bapak setiap malam, sementara sulung gantian bareng Ibu, jadi makin sulit untuk bisa melakukan aksi, saat hasrat itu muncul s...

Ketika Tidak Ada Lagi Cinta Diantara Kita

Menarik sekali ketika bisa menyimak pembicaraan terbatas buk ibuk milenial di kendaraan saat meluncur ke arah Denpasar siang hari kemarin, dimana topik yang lagi hangat-hangatnya bisa diperbincangkan dengan kepala dingin dari sudut pandang orang kelima. Yang artinya, bukan siapa-siapa bahkan host infoTAIment sekalipun. Namun kisah yang kerap terjadi pada banyak orang ini rupanya dialami juga oleh orang-orang terdekat kita, yang dikasihi atau bahkan yang menjadi panutan dan disegani sekalipun. Kisah Cinta antar dua manusia yang berbeda kelamin tentu saja, namun seiring berjalannya waktu dan usia, menciptakan situasi ketika tidak ada lagi Cinta diantara Kita. Berbagai analisa dan alasan yang dikemukakan, sesungguhnya belum mampu menjadi pembenaran diantara kedua pihak. Karena memiliki sisi positif dan negatif secara bersamaan. Sama seperti semua cerita kehidupan yang lain. Tapi jelas yang paling terpukul dari kasus perceraian jika sampai itu terjadi, tidak hanya jatuh pada sang anak yang...

Menunggu GA 412

GA 412 @IndonesiaGaruda jadwal 19.30 WIB akhirnya berangkat sekitar pk. 23.30 WIB. Tiba perkiraan 02.10 Wita dari rencana 22.55 Wita ? 4 jam Yup. 4 jam Delay. Ini kali pertama sepengetahuan saya pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia, bisa delay selama itu. Tapi penundaan penerbangan ini gak sendiri kok. Lion Air, terlepas dari image yang mereka punya, termasuk yang mengalami penundaan sama dengan Garuda. Setidaknya itu yang diungkap bapak sebelah saya berdiri saat memeriksa kembali layar monitor pantauan terbang di terminal Kedatangan Domestik sekitar pukul 01 dini hari tadi. Informasinya sih penundaan diakibatkan karena perubahan cuaca di tujuan alias Bali. Memang benar, sedari tiba di Bandara Ngurah Rai tadi, angin terasa lebih kencang bertiup, bahkan pepohonan pun bergerak tak biasanya. Saya belum kebayang bagaimana ekspresi Mirah, putri pertama saya yang ikut dalam penerbangan GA 412 mengingat ini kali pertama pengalamannya terbang di angkasa. Capek ya ? Jelas. Tapi rasa cape...

Menunggu

Ini kali pertama saya melintasi Tol Bali Mandara di gelapnya malam. Sendirian dalam kendaraan roda empat, cuss meluncur ke Bandara Ngurah Rai untuk menjemput istri dan Mirah, putri pertama kami yang diajak serta liburan di akhir pekan ke Jakarta. Sementara waktu baru menunjukkan pukul 20.50an. Masih lama dari perkiraan waktu yang dikabarkan. Jadi santai saja selama di perjalanan. Ternyata ada gunanya juga saya berkeliling sebentar saat mengantar keberangkatan tempo hari. Jadi tahu tempat parkir mobil terdekat yang sekiranya bisa dicapai saat menjemput nanti. Bukan di parkiran kedatangan domestik yang jauhnya minta ampun dari gate keluar, mana musti melewati banyak tempat kuliner bandara pula, tapi di parkiran samping keberangkatan domestik. Malahan kini sengaja berkeliling lagi agar dapat tempat dekat pintu keluar. Biar lebih dekat lagi. Hehehe… Sudah sempat di survey tadi. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 wita. Saat tulisan ini dibuat pada aplikasi Evernote ponsel Hisense...

10 Tahun Pernikahan

Komplain. Istri marah-marah lewat akun whatsapp nya saat saya melupakan hari perayaan 10 tahun pernikahan kami, sesaat setelah tiba di ruang kerja masing-masing. Meski saya yakin ia tak serius, agak kaget juga saat mengingat ‘eh iya ya, kami sudah 10 tahun menikah rupanya… gak nyangka. Hehehe…’ Saya yakin ia tak serius marahannya lantaran ia sejauh ini sudah pada tahap memaklumi kepikunan akan hal-hal yang terjadi di sekitar kami. Ini satu efek samping tekanan pekerjaan, pimpinan hingga masyarakat dan DPRD selama dua tahun terakhir. Tapi, eh sudah 10 tahun ya ? Jika boleh saya mengingat, 10 tahun lalu tepatnya 10 Desember 2005 merupakan sesi terakhir dari tiga sesi persiapan pernikahan yang menghadirkan Made Rai sebagai lawakan bondres saat itu. Semua masih lekat dalam ingatan. Apa yang disampaikan, hingga apa yang dilewati untuk bisa mendapat persetujuan dari calon Mertua. Satu perjuangan penting tentu saja. Melewati masa 10 tahun tanpa riak yang dalam, tentu menjadi cerita tersendiri...

Sepi... meNyepi...

Nyaris tak ada hal khusus yang bisa dilakukan pada hari Sabtu, 21 Maret 2015 yang dirayakan oleh seluruh umat Hindu di Bali sebagai Tahun Baru Caka 1937. Jauh berbeda dengan kesibukan yang berkesinambungan sebelumnya. Tadinya sih berencana meminta surat ijin jalan di Nyepi kali ini untuk meluncur ke Rumah Sakit Sanglah, tempat dimana putri kami Gek Mutiara dirawat dan ditunggui Ibunya, tapi batal mengingat tiadanya fasilitas tidur dan beristirahat disana bagi penunggu selain Ibunya. Maka sehari sebelumnya, kami membawa semua pesanan dan bekal bagi sang Ibu, demi melewati kesepian hari ini. Dua disana, Dua lagi disini. Maka untuk menghandel dua cantik nakal yang kami miliki ini, sedari kamis sore hingga jumat siang kemarin, keduanya diajak keliling kota Denpasar untuk menghibur hati yang sunyi tanpa kehadiran sang Ibu serta membebaskannya dari jam malam untuk menonton pawai ogoh-ogoh yang lewat di depan rumah. Yang sayangnya, sebagian besar yang kami tonton, sudah jarang menggunakan iri...