Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kandung

Mimpi Sedih itupun datang lagi

entah karena terlalu memikirkan akan rasa kehilangan yang teramat sangat, atau kebetulan saja sedang melakukan aktifitas yang mengingatkanku pada sosok almarhum kakak kandung, mimpi sedih itupun datang lagi di malam hari, hadir dan menjadi bunga tidur yang cukup membuatku gelisah saat terbangun. Ini adalah kali kedua aku memimpikannya kembali… Pertama, saat aku menyusun dokumentasi foto almarhum sedari ia kecil, masa sehat hingga sakit dan akhirnya meninggalkan kami, kakak seolah datang menghampiriku dalam mimpi dan mengingatkanku agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan tersebut. Entah apa maksudnya. akan tetapi dalam dunia nyata, dokumentasi tersebut memang jeda sehari kususun akibat waktu luang yang kumiliki, tak banyak setiap harinya kini. Bisa jadi ini hanyalah sebuah bunga tidur dari ‘beban tambahan’ yang kuciptakan sendiri, bisa juga sebagai satu kenangan akan kebiasaannya yang memang memintaku agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan saat ia masih ada dahulu...

Doa untuk Kakak

Duduk di pojokan deretan kamar rawat inap lantai tiga paviliun praja Rumah Sakit Wangaya, mengingatkanku pada masa menunggui MiRah putri kami saat ia terbaring sakit akibat Demam Berdarah beberapa waktu lalu… Kini kami kembali lagi di tempat yang sama untuk menunggui kakak kandungku yang jauh lebih lemah terbaring akibat kanker lidah, menggerogoti tubuh dan dagingnya hingga menyisakan kulit membungkus tulang. Sangat memprihatinkan. Pikiranpun melayang… Masih lekat dalam ingatanku. kakak ikut mengantar kami ke seputaran Kuta hanya untuk mencari sepatu kets berwarna putih sebagai kewajiban dan keharusan bagiku di kantor Bupati melaksanakan tugas hari jumat pagi. Itu kebersamaan kami yang terakhir, melihatnya makan dengan lahap bersama putranya. Jauh setelahnya, kamipun masih sempat berkumpul bersama kakak kandung laki-lakiku yang datang ke Bali, dan menghabiskan waktu sekeluarga sehari sebelum keberangkatannya balik ke Kanada. Saat itu ia sudah tak dapat lagi makan dengan baik...

Menanti Mukjizat dari-NYA

Aku lupa, sudah berapa lama kami tak bercandatawa seperti dahulu… Berkumpul bersama, menikmati hari minggu pagi bersama anak dan orangtua, untuk sekedar melepas penat bekerja seminggu penuh beban… Saatnya untuk melepas dengan kegembiraan… Aku lupa, sudah berapa lama suara itu hangat menyapaku… Hanya untuk bertanya kabar putri kami atau keadaan orang tua yang kebetulan jarang berkunjung untuk melepas rindu… Sambil membawakanku sebungkus makanan kesukaan, yang biasanya kami bagi sedikit dengan anak-anak… Aku lupa, kapan terakhir kali melihat wajahnya yang gembira, entah usai mendapatkan THR, datang dari jalan-jalan atau menonton sesuatu… Dan senyum itu selalu terbayang hingga hariku kini… Aku lupa, kapan terakhir kali aku ucapkan jika aku menyayanginya dan mengharapkan kesembuhannya, hingga kami bisa berkumpul seperti dulu lagi… Aku lupa… Yang mampu aku ingat hanyalah gambar karikatur yang kubuat saat ia menikah dulu, sebagai sat...