Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ponsel

My Phone Timeline

Ini tentang perjalanan ponsel yang saya gunakan sejak era awal kenal dengan hape. Dibagi menjadi 2 sesi.  Pertama, sesi ponsel era Feature Phones, dimana awalnya cuma pegang satu ponsel, lalu berkembang jadi dua gegara jaringan cdma... 2002 : Nokia 3310, Nokia 3350 2003 : Nokia 3530 2004 : Nokia 7650 2005 : T Mobile MDA II (O2 XDA II) & Samsung S179 cdma 2007 : O2 XPhone IIm & Motorola Q9c cdma 2008 : Nokia N73 ME & Nokia 6275i cdma Kedua, sesi ponsel Android dan iPhone. Ini era ponsel pintar, dimana sudah mulai menyajikan beragam aplikasi dari apps/play store, dan marak penggunaan RAM sebagai salah satu syarat saat membeli ponsel.  2011 : Samsung Galaxy Ace S3850 & iPhone 4 cdma 2012 : Samsung Galaxy Tab 7+ & HTC Flyer (LPSE) 2013 : Samsung Galaxy Note 3 & Samsung Galaxy Note 10.1 (LPSE) 2014 : endorse : Samsung Galaxy Note 3 Neo, Hisense Pureshot+, Andromax A, Andromax A2, Andromax E2, Andromax E2+ 4G, HTC One V,  2017 : Samsung Galaxy A9 Pro ...

BlackBerry, Pernah Dengar ?

Nama BlackBerry di jamannya sudah dapat dipastikan menjadi jaminan mutu akan tingkat popularitas dan kecerdasan seseorang dimata lingkungan dan teman-temannya. Tapi tidak termasuk saya.  Selepas menikmati masa jaya Nokia di era ponsel pintar Symbian dan juga PDA phone berbasis Windows Mobile jaman itu, saya memilih untuk langsung loncat ke ponsel Android gegara racun dari sejumlah majalah. Pilihan ini infonya sempat digunjingkan dalam sebuah forum BlackBerry Messenger Grup beranggotakan sejumlah besar kawan masa sekolahan putih abu, yang merasa aneh dengan pengakuan kawan pada saya yang katanya kenal teknologi, tapi kok tidak menggunakan ponsel BlackBerry ? Alasan sederhananya memang karena tidak menyukai teknologinya yang masih amat terbatas jika dibandingkan jenis ponsel sebelumnya di masa yang sama.  Masih ingat dengan ponsel yang harus diRestart ketika perangkat BB kalian sudah mulai lelet akibat kehabisan memory ? Atau tombol gulir yang harus dibersihkan secara berkala ag...

Pengen nyobain ponsel baru Spek Gahar, Ada gak ya ?

Meski gak urgent banget, tapi sempat kepikiran soal mau ganti ponsel baru dari Samsung Galaxy M30s ke seri apa coba ?  Soal OS ya pasti Android.  Sorry to say, saya belum mood pindah OS ke iOS milik Apple sebagai ponsel idaman banyak orang jaman now. Mungkin karena memang sudah nyaman dengan os besutan google ini sejak awal diperkenalkan hingga kini.  Soal dimensi layar, pengen banget menyasar ke layar 8 inchi. Cuma apa ada ?  Apalagi kalau menyimak spesifikasi berikutnya yang saya pikir wajib ada dan punya, untuk amannya hingga 5 tahun kedepan.  Penyimpanan 256 GB dengan slot tambahan memory eksternal. Tujuannya jelas untuk nyimpen film, musik, ribuan foto dan video, juga eBook dan dokumen kantor.  Fitur NFC rasanya perlu banget untuk ukuran saya jaman Now. Karena punya banyak manfaat ternyata.  dan kalau bisa, batere jumbo. Jangan yang 5000an mAh lagi.  Terakhir, lensa kamera minimal 2 atau 3 lah. Biar bisa ambil gambar yang layak buat dokumenta...

Ponsel Gantikan Banyak Perangkat Multi Talenta

Kehadiran Ponsel sebagai perangkat dengan Multi Talenta secara perlahan tapi pasti, sudah menggantikan berbagai macam fungsi perangkat lainnya, yang pada era 80-90an masih tergunakan.  Misalkan saja, Telepon Rumah.  Meski sampai hari ini masih ada sebagian kecil masyarakat yang masih menggunakan perangkat ini, namun era 80an pernah menjadi perangkat ternama yang menjadikan ciri keluarga mapan lewat keberadaannya di ruang tamu. Lengkap dengan kotak bening pengunci tombol yang digembok ortu, kain kecil dengan renda yang dibalut pada gagangnya serta alas taplak, dan pemutar musik selaiknya 'backtone' atau nada tunggu sembari memanggil si penerima telepon tiba. Fungsi ini perlahan digantikan seiring hadirnya ponsel genggam yang dapat dibawa secara mobile kemana-mana pada era awal 2000an.  Lalu pemutar musik seperti Kaset Tape. Meski sempat mengalami pergeseran dari layar PC dengan WinAmp yang siap melayani user di berbagai type files, lalu berpindah ke pemutar musik dalam ben...

#HPjadul BlackBerry Passport Elegan nan Mewah

Mengoperasikan perangkat BlackBerry yang sejujurnya memang belum pernah dipegang dan dimiliki saat era jayanya, membuat saya sedikit kebingungan saat pertama kali mencoba menyalakan dan menggunakan seri Passport, salah satu ponsel dengan desain yang mewah. Dominasi layar sentuh berbentuk bujur sangkar rupanya menghilangkan fungsi navigasi dan tombol menu yang selama ini lekat dengan wajah handheld BlackBerry. Bahkan sampai seri Torch dan Storm yang juga mengadopsi layar sentuh, terpantau masih menggunakan kedua tombol tersebut. BlackBerry Passport kalau tidak salah dirilis pada pertengahan tahun 2014, dengan dibekali spesifikasi standar masa itu. Internal memory 32 GB dan RAM 3 GB serta prosesor Quad Core, mencoba bersaing dengan sejumlah perangkat Android dan juga iPhone yang sudah lebih dulu menggerogoti pasar global. Sayang, sebagaimana perangkat besutan BlackBerry lainnya di masa itu, Passport tidak mampu mengembalikan kedigjayaan mereka terdahulu. Namun demikian, untuk saat ini, s...

Apa dan Mengapa #HPjadul

Setiap Pria biasanya memiliki satu hobi yang unik, kata salah satu rekan kantor dua-tiga tahun silam. Seperti mengamini pendapat tersebut, ibu-ibu di ruangan lantas bercerita perihal hobi suami masing-masing yang menurut mereka tergolong unik. Mengkoleksi diecast atau mobil-mobilan mini berbagai jenis, sejak ia masih berada di bangku kuliahan dan menempatkannya semua pada rak kaca di ruang tamu, atau ada juga yang mengkoleksi medali berlari dari berbagai event fun hingga serius, memberi manfaat tambahan kesehatan pula kedepannya. Meski ada juga yang punya hobi menggilai perempuan bahkan modifikasi kendaraan yang menghabiskan sebagian besar pendapatan rumah tangga, masuk kategori yang tak kalah unik pula sebenarnya. Sementara saya pribadi, dari muda dan awal menulisi Blog, satu-satunya hobi yang bikin gila ya terkait rilis ponsel yang mulai dijual komersial ya pas jaman itu. Bagi yang kerap mengikuti post demi post di halaman ini, pasti tahu bahwa saya sangat mendewakan teknologi ponse...

#HPjadul Nokia N90, ponsel Camcoder Classic Jaman Old

Brand Nokia pada Jaman Old bisa dikatakan memiliki sejumlah inovasi yang cukup fenomenal utamanya bagi para die hard yang hingga kini masih tetap berupaya memburu beberapa produk langka yang pernah dirilis ke pasar global. Termasuk soal penggunaan desain yang mengadopsi bentukan camcoder dan tentu saja lensa kelas Carl Zeiss. Yak, Nokia N90. Ponsel satu ini tergolong Unik. Baik dari bentukan, kemampuan juga teknologi yang menyertainya. dan tentu saja Mahal untuk ukuran saat itu. Tidak heran jika seri N90 di Jaman Old digunakan sebagai tanda prestise sesorang di lingkungan pergaulannya. Mode clamshell atau cangkang kerang memiliki kelemahan di engsel pergerakan yang begitu diandalkan pada seri N90 ini. Demikian halnya layar utama yang rentan cacat akibat berbenturan dengan sejumlah keypad saat perangkat ditutup. Tapi siapa sih yang akan peduli pada hal-hal jangka panjang begitu ? ? #Nokia #N90 #2005 #hpJadul #retro #hightech #camcoder #clamshell #symbian #camera #carlzeiss #legend #amaz...

#HPjadul Nokia 7650, ponsel Classic yang tetap menarik

Bersanding dengan perangkat ponsel jaman now dan juga tabletpc berukuran besar, menjadikan ponsel klasik yang pernah berpengaruh di tahun 2000an awal ini, tampak culun dan ringkas. Padahal saat saya pegang dahulu, seri ini adalah yang paling keren sepanjang jaman. Nokia 7650 Maksud hati sebenarnya hanya ingin bernostalgia. Bisa memiliki bahkan mungkin satu saat nanti ketika bisa membangun ruang yang bisa memajang bentukannya kelak. Di sudut atau bahkan area dimana belasan mata bisa memandangnya. Di awal kehadiran, saya masih ingat sempat memegangnya cukup lama, mengagumi bahkan menimbulkan ketertarikan akan fitur sebuah ponsel. Hanya sayang, isu tak menarik yang muncul ke permukaan adalah persoalan daya tahannya yang tak sampai sehari. Jauh berbeda dengan ponsel kebanyakan saat itu yang bisa dicharge setiap 3-4 hari sekali. Bisa jadi lantaran fitur internetnya yang sudah bisa mengirimkan mms, bisa juga ke persoalan hardware. Andaikan saja saat itu sudah mengenal Blog, saya yakin ponsel...

Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3/Max ?

Postingan berikut sebenarnya hanya menjawab pertanyaan rekan saya yang berprofesi sebagai dosen STP Nusa Dua, Made Wirautama pemilik blog imadewira , dilontarkan di group Whatsapp Bali Blogger Senin malam kemarin. Pilih mana, Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3 552 / Max 520 ? Samsung Galaxy A series setau saya masuk golongan ponsel premiumnya Samsung, sedang J kalo ndak salah, masuk yang golongan terjangkau. Oleh sebab itu rata rata jualan Samsung A adalah ketahanannya terhadap debu dan air. Dengan internal storage 32 GB dan bedaran RAM 3 GB, bagi saya pribadi sudah cukup mengingat secara aktifitas jarang menggunakan games atau aplikasi dengan kebutuhan sumber daya yang besar. Apalagi slot eksternal card yang terpisah dengan slot Dual Sim. Artinya bisa nambah kapasitas buat belasan filem berdurasi panjang tanpa mengganggu fungsi sim 1 yang biasanya saya gunakan utk internetan (bisa diganti jika ndak berkenan dengan operator tertentu), dan sim 2 untuk disematkan nomor ponse...

Rekomendasi Ponsel Android Batere Besar, Buat Apa ?

Lama nda nulis nulis soal rekomendasi Ponsel Android, kali ini saya pengen bikin tulisan terkait besarnya kapasitas batere yang disematkan para vendor demi lamanya daya tahan yang mampu dilakoni guna kepuasan dan kenyamanan penggunaan. Kenapa ini menjadi penting ? Karena di jaman serba online, persoalan daya tahan tentu menjadi masalah. Mengingat rata-rata hanya bisa bertahan hingga setengah hari dengan kondisi penggunaan wajar. Jika saja aktifitas ini tidak dibackup dengan ketersediaan Power Bank yang belakangan makin ngeTrend, siap siap saja bakalan kehilangan banyak kesempatan seperti yang saya alami setahun lalu. Yakin Banget, ini bakalan penting ? Ya iyalah kalo persoalan ponsel merupakan salah satu sarana untuk mencapai sukses, maka kalian wajib mengikuti rekomendasi saya kali ini. Ponsel Android dengan batere standar masa kini, kalo nda salah rata-rata dibesut pada kapasitas 3000an mAh. Bahkan ada juga yang sudah ditingkatkan menjadi kisaran 3500 atau 4000an mAh. Akan tetapi, ji...

Menulis lewat Ponsel ? Kenapa Tidak ?

Menulis lewat telepon seluler kini begitu mudah Tas selempang kulit imitasi coklat tua selalu setia menemani. Isinya selain ponsel Nokia, ada polpen, permen, kacamata hitam, kamera digital juga sebuah modem pipih berwarna putih. Semua yang disebut tadi bisa dikatakan opsional. Sebab, tak akan lengkap jika belum membawa serta laptop mini berukuran sepuluh inchi. Laptop yang siap digunakan untuk menumpahkan segala pemikiran terlintas selama perjalanan apapun tujuannya. Tapi itu semua hanyalah sebuah masa lalu. Satu hal yang pernah saya lakoni meski saat menonton tarian erotis di Stadium sekalipun. Kini semua hal sudah terasa berbeda. Menyandang tas selempang rasanya sudah tak zaman. Selain memberatkan, juga akan mengurangi kerennya penampilan. Setidaknya itu kata seorang kawan yang setuju dengan pendapat saya. Lalu ketika semua berubah, apakah ide ataupun pemikiran yang terlintas dan memerlukan pencatatan secepatnya menjadi hilang seiring teronggoknya tas selempang di pojokan kamar? Seba...

Mengenal Samsung Galaxy J7 Prime

Infonya J series merupakan barisan ponsel yang dipersiapkan oleh Samsung untuk menyasar pangsa pasar kelas menengah ke bawah. Satu segmen terbesar saya kira, yang menjadi kontributor keuntungan vendor sejauh ini. dan Galaxy J7 Prime merupakan varian termewah dan termahal setahu saya untuk saat ini. Hadir dengan bodi metal, dan batere yang dapat dipisahkan, Samsung Galaxy J7 Prime bisa dibawa pulang dengan menyiapkan dana sebesar kurang lebih 4 juta rupiah untuk perangkat (3,8), screen guard (0,15) guna mencegah lengket pada layar akibat pemakaian tidak terduga, dan rubber case bening (0,05) untuk pencegahan jatuh tak sengaja. Jikapun punya anggaran lebih, bisa mencoba eksternal memory berukuran 32 GB atau yang 64 GB sekalian. J7 Prime merupakan salah satu barisan ponsel Android yang hadir dengan mengedepankan internal storage 32 GB dikombinasi RAM 3 GB dan prosesor Octa Core, cukup puas untuk digunakan sebagai ponsel kerja ataupun multimedia, oleh pekerja macam saya. Juga kalian tentu ...

Samsung Galaxy J7 Prime, Beringas tapi Terjangkau

Minggu lalu saya sempat menurunkan postingan terkait barisan ponsel Android dengan besaran internal storage 32 GB yang mengetengahkan beberapa alternatif ponsel masa kini dipadu kecepatan RAM 2,3 dan 4 GB. Galaxy J7 Prime adalah salah satunya. Ponsel besutan Samsung ini hadir dengan kombinasi tengah, setara dengan ponsel Note 3 seri pertama, namun dengan harga jual yang cukup terjangkau. Samsung Galaxy J7 Prime, hadir kalau tidak salah pada pertengahan tahun 2016 lalu sebagai suksesor seri J7 sebelumnya, yang menjual spesifikasi nyaris setengah Prime. Dibalut bodi plastik berdesain lengkung dan mewah, Galaxy J7 Prime ini saya yakini bisa menjadi salah satu ponsel pilihan yang beringas dalam kinerjanya, lantaran mengedepankan RAM 3 GB dan internal storage 32 GB tadi. Jika urusan penyimpanan masih jua belum cukup, slot eksternal micro sd yang terpisah dengan dual sim nano, masih mampu mendukung data hingga 256 GB. Spesifikasi ini kurang lebih serupa dengan ponsel Samsung Galaxy A9 Pro ya...

Berkenalan dengan Samsung Galaxy A9 Pro

Saat mata mengalihkan pandangan kepada ponsel Samsung Galaxy A9 Pro untuk pertama kalinya, rasanya memang nda ada bedanya dengan Galaxy series lain yang pernah saya miliki. Dengan visual mirip Note 4 dan 5, Samsung Galaxy A9 Pro yang dirilis pada kuartal pertama tahun 2016 lalu nyatanya punya lebar layar sekaligus dimensi ponsel yang lebih besar lagi. Tepatnya Enam Inchi. Uedan tenan… Akan tetapi yang lebih menarik perhatian untuk dicermati lebih lanjut adalah soal daya tahan baterenya yang berukuran jumbo disemat pada belakang ponsel dengan konstruksi unibodi atau dengan kata lain, tak dapat dilepas sebagaimana seri lainnya. Adapun kekuatan yang dibekali sekitaran 5.000 mAh. Uedan kan ya ? Dengan mengadopsi kekuatan sebesar itu maka nda heran jika persoalan daya tahan yang mampu dijabani seharian, rata-rata dalam pemakaian normal usai jam kerja masih tersisa sekitaran 50an% atau kalau dipaksa dengan penggunaan simultan bakalan menyisakan 10an% pada sore hari. Keknya masih tergolong cu...

Samsung Galaxy A9 Pro

Tadinya saya nda berniat sedikitpun untuk menggantikan ponsel premium besutan SmartFren yang sudah dijabani sejak Oktober 2015 lalu. Hisense PureShot+ HS L695. Ponsel berjaringan 4G LTE dengan layar lebar dan dual slot sim card, sudah lebih dari cukup menggantikan Samsung Galaxy Note 3 yang dulu pernah saya banggakan. Hanya saja, dalam perjalanan di akhir tahun kemarin, saat kesibukan begitu banyak, saya kerap kewalahan menangani pekerjaan sementara yang namanya ponsel sebagai satu-satunya media komunikasi dan modal kerja, tampaknya sudah nda mampu lagi melayani jam kerja saya dari pagi hingga sore hari. Perlu slot colokan listrik terdekat yang hampir selalu diganggu dengan dering telepon dan update kerjaan, sehingga memaksa ponsel harus dicabut kembali dari tempatnya berdiam diri. Hal sama ketika digantikan dengan power bank yang pula tampak kurang nyaman saat digunakan berkomunikasi secara bersamaan. Disamping itu pula, tampaknya kelelahan yang amat sangat pada kinerja ponsel menyeba...

Intip Barisan Ponsel Android dengan Internal Storage 32 GB

Melanjutkan postingan Internal Storage 32 GB, Buat Apa ? Kali ini kita akan intip barisan ponsel Android yang mengadopsi Internal Storage luas dan nyaman, 32 GB. Apa saja ? Dari yang paling terjangkau oleh kantong, hadir di kisaran 2 sampai maksimum 3 juta rupiah. dan pilihan jatuh pada – Lenovo Vibe X2 (2,2 – 32 GB dan 2 GB RAM) – Lenovo Phab Plus (3,0 – 32 GB dan 2 GB RAM) hadir dengan layar 6,8″, yang sesuai namanya lebih pantas disebut Phablet, bukan ponsel. Cuma sayang secara harga paling mahal di kategori ini dan RAM juga masih mengadopsi kecepatan lama. Selain dua diatas, ada juga – Lenovo Vibe S1 (2,5 – 32 GB dan 3 GB RAM) – Flash Plus 2 (2,2 – 32 GB dan 3 GB RAM) Dua pilihan dengan kombinasi pas mantap, RAM 3 GB. Sementara ada juga yang mengadopsi besaran Storage lebih dari perkiraan yaitu – Xiaomi Mi 4s (3,0 – 64 GB dan 3 GB RAM) – Xiaomi Redmi Pro (2,85 – 64 GB dan 3 GB RAM), dan yang paling pas kombinasinya di kategori terjangkau kantong adalah – Xiaomi Redmi Note 4 (2,6 – ...

Internal Storage 32 GB, Buat Apa ?

Di awal kemunculan barisan ponsel Android terdahulu, minimnya ruang penyimpanan internal kerap menjadikannya masalah. Mengingat ada sejumlah besar aplikasi dan permainan yang menggoda iman untuk dicoba dan ditanamkan dalam badan ponsel. Salah satu alternatif solusi yang paling sering ditawarkan jaman itu adalah pemindahan aplikasi ataupun permainan yang membutuhkan ruang besar dari internal ke kartu memori eksternal. Hal yang tidak mudah dilakukan begitu saja tentunya. Karena minimal harus ada aksi Rooting ponsel, yang jika masih nekat dilakukan biasanya bakalan menghanguskan garansi resmi dari vendor tersebut. Tapi itu sudah jauh terlewati. Ponsel Android jaman sekarang, rata-rata sudah mengadopsi besaran internal storage atau ruang penyimpanan minimal 4-8 GB untuk yang terjangkau oleh kantong, bahkan ada juga yang sudah memberi lebih yaitu 16 GB untuk tipe-tipe kelas menengah. Namun bagi saya pribadi, ukuran segitu ya tetap saja masih berasa kurang. Pengalaman terakhir menggunakan po...

Tips Mengakali Kekurangsempurnaan ponsel Hisense Pureshot Plus HS-L695

Pada postingan terdahulu tentang beberapa Catatan terkait Hisense Pureshot+ , saya sempat sampaikan tentang sulitnya mencari Leather Case lantaran saat itu tergolong ponsel baru yang masih susah dicarikan asesoris pelengkapnya. Namun kini, semua sudah bisa ditemukan dengan mudah di Tokopedia. Baik yang berupa flip cover maupun rubber casenya. Hanya saja saya belum menemukan versi dompet sebagaimana yang pernah saya miliki lewat seri Note 3 terdahulu. Sangat berguna untuk menyelipkan SIM, KTP dan beberapa lembar uang merah saat bepergian. Hemat berat lantaran tak lagi disibukkan membawa dompet. Lalu masih menyambung soal barunya perangkat saat itu, persoalan plastik pelindung dari sidik jari dan minyak atau lengketnya nasi pada layar juga menjadi masalah. Namun masih bisa diatasi dengan menggunakan pelindung layar universal yang tinggal dipotong sesuai lebar diagonal ponsel dengan mengorbankan lubang lensa kamera dan lainnya. Sering mendengarkan Musik di ponsel ? Awal penggunaan, pers...

Cerita Terkini tentang Pergantian ponsel dari Note 3 ke PureShot Plus

Saat memutuskan penggantian ponsel dari brand ternama Samsung Galaxy Note 3 ke perangkat premium besutan SmartFren, Hisense Pureshot Plus HS-L695 , jujur saja memang ada rasa canggung lantaran secara umum Note 3 jauh lebih nyaman untuk digunakan. Tapi let’s see… Setelah nyaris setahun berlalu, kini nasib ponsel Samsung Galaxy Note 3 yang dulu pernah saya banggakan kemampuannya pun tersimpan dalam box originalnya, lengkap dengan semua asesoris dalam paket penjualannya. Awal pernah terpikir untuk dilego via OLX, cuma ndak rela kalo dihargai 1/3 nya… Ndak jauh dari harga baru ponsel Hisense saat diluncurkan tahun lalu. Maka bisa dikatakan rutinitas saya dari semenjak berangkat kantor, pulang hingga tidur dan terbangun lagi keesokan harinya, ditemani hanya dengan satu ponsel, yang kemudian mengubah semua kriteria awal ponsel impian jika diberi kesempatan menggantinya kelak. Dual SIM menjadi hal mutlak yang dipersyaratkan. Itupun slot kedua Sim Card mutlak berbeda dengan slot kartu memory e...

Ponsel idaman sejauh ini, macam apa sih ?

Kalian… Ya, Kalian… Kalian yang kini sedang asyik memegang ponsel, apapun isinya, saya yakin sebagian besar masih berkeinginan untuk mengganti perangkat dengan spek yang jauh lebih baik. Entah dengan harapan kecepatan, leganya storage atau bahkan eksplorasi sosial media. Tapi kelihatannya tidak lagi kalo seandainya dibalik menunjuk hidung ke saya. Ada sih keinginannya, cuma ndak urgent banget kebutuhannya. Untuk satu dua tahun ini rasanya sih belum perlu. Bisa jadi karena saat ini merasa sudah cukup puas dengan kinerja ponsel yang saya gunakan, termasuk fitur yang ada didalamnya, walaupun ada sedikit kekhawatiran akan kualitas pemakaian ponsel dalam jangka yang lama. Mau tau ponsel apa yang saya pegang kini ? Hisense PureShot+ yang dibundling dengan kartu SmartFren berjaringan 4G LTE itu. Samsung Galaxy Note 3 yang dulu saya banggakan itu, pada akhirnya masuk kotak dan tidak lagi pernah disentuh. Inginnya dijual, cuma kasian kalo harus banting harga. Secara spek, ni ponsel kalo mau dis...