Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Keluh Kesah

Sampai Kapan ya Tuhan ?

Padahal sempat kepikiran semoga saja ini adalah rejeki yang bisa memberi tambahan penghasilan di saat senggang memanfaatkan waktu luang dan kemampuan. Tapi nyatanya Zonk dan di Prank.  Cuma bisa bersyukur gak sampe terjatuh terlalu dalam.  Sebagaimana biasanya, harus belajar pasrah dan berserah.  Tapi jiwa dan pikiran gak bisa bohong, lantaran ada keinginan untuk bisa bangkit dari keterpurukan.  Masalahnya, sampai kapan ya Tuhan... 

Intermezo 29 Juni

Sebetulnya kepentingan saat sudah berstatus Bapak seperti hari ini sih gak ada lagi selain bersosialisasi. Mengingat secara beban kerja dan rutinitas, sering saya merasa iri dengan kawan di luaran yang masih bisa menyalurkan hobi mereka. Lha saya ? Jangankan hobi. Satu dua kegiatan yang berusaha diikuti tetap saja salah, dicurigai dan diomongin, didepan anak pula. Padahal secara tujuan kegiatan, ini sudah positif. Gak ada minum minuman keras, Gak ada main perempuan, Gak ada judi didalamnya. Murni buat nambah pengetahuan dan pergaulan. Tapi yah… tetep aja salah. Jadi sebetulnya saya harus ambil kegiatan apa coba ? Diam saja di rumah ? Bertanya, disalahkan… Tidak Bertanya dan langsung mengambil tindakan, sama juga disalahkan. Aneh… Bahkan menarik diri dari keramaian dunia maya pun sudah dilakukan. Mungkin itu sebabnya saya lebih banyak memilih untuk diam, tidak menegur sapa lagi, dan urusi diri sendiri saja. Kalopun bisa ambil pekerjaan ya ambil, kalo enggak ya terserah....

L O S T

Gak nyangka aja kalo semua pada akhirnya jadi begini. Hari-hari jadi terasa gak berarti. Jalan so and so gitu aja… Komunikasi sepertinya gak lagi bisa diharapkan. Dingin dan kaku suasananya. Berkali-kali mencoba untuk menghangatkan suhu udara, namun tampaknya tak banyak pengaruhnya. Saya kehilangan banyak kali ini. Tapi mau bilang apa lagi ? * * * Jalanan Kota Denpasar malam ini tampak jauh lebih sepi dari biasanya. Begitu juga saat antrean di RS dan tempat terapi tadi. Jadi bisa banyak curhat. Jarum jam pun makin menunjukkan waktu yang kian pekat. Tandanya aku harus pulang. Meskipun tak akan ada keriangan lagi yang aku jumpai nanti. * * * Denpasar, 2 Maret 2016

Mencoba Menghibur Diri

Ya, keluarga kami tak akan pernah sama lagi. Hilang sudah kemesraan yang selama ini saya banggakan pada banyak orang. Hilang sudah keiintiman hubungan antara satu dengan lainnya yang pernah begitu erat. Semua karena ego masing-masing. Pada akhirnya ya kami yang harus mengalah. Memisahkan kedua pihak dan meladeninya secara bergantian. Payah tentu. Tapi apa mau dikata. Keduanya teramat penting untuk dijaga. Sepertinya sudah tak ada lagi kalimat kompromi yang bisa ditawarkan. Maka inilah saatnya kami mencoba menghibur diri. Agar tawa canda anak anak bisa kembali meski tak seriang dulu lagi. Paling tidak mereka tak ikut-ikutan menggalau seperti bapaknya. Agar jangan sampai mereka merasa dikorbankan. Dilupakan. Menjaga hubungan baik itu memang sulit. Apalagi ketika berada dalam situasi seperti ini.

Belajar untuk Ikhlas

Akhir akhir ini situasi kondisi keluarga emang lagi susah susahnya. Ego masing-masing saya rasa memang terlalu tinggi untuk diadu. Dikedepankan. Itu sebabnya ya kami kami yang ada di tengah tengah pertikaian menjadi serba salah mau membela siapa. Jika dituruti artinya ya keluarga kami tak akan pernah sama lagi. Semua hanya tampak indah dari luar. Namun jika dipertanyakan ya ndak bakalan ketemu titik sepakatnya. Akan tetapi orang lain tetap menilai bahwa kami memang keluarga yang bahagia. Mungkin sebentar lagi mereka akan tahu lebih jauh. Menjalani hidup berkeluarga, berupaya menyenangkan semua pihak ya memang susah. Yang jadi korban pasti yang berusaha menengahi, menjembatani. Karena bagaimanapun juga keduanya amat sangat berarti. Berperan pada kehidupan, baik sebelum maupun sesudah pernikahan itu dilakukan. Sepertinya kami memang harus belajar ikhlas. Membiarkan semuanya berjalan dan bergulir. Bisa jadi kelak akan menjadi sebuah bomb waktu. Namun mari berharap bahwa saat itu tiba, aku...