Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Rutinitas

Starter Pack Monoton

Ternyata hidup dan rutinitas yang saya lakukan memang monoton, sehingga terkadang jadi cenderung mudah ditebak. Seperti halnya postingan 3 tahun lalu ini. Starter Pack Rutinitas Pagi, Ngantor dan LanJalan Bareng Keluarga rupanya masih tetap sama plek, gitu terus dari dulu. Dari tahun 2015 bahkan. Tahun kelahiran si bungsu yang memaksa kami harus berbagi rutinitas pagi sebelum ngantor. Dimana saya mendapat tugas mebanten pekideh. Yang beda hanya di Starter Pack Olahraga saja, meniadakan jam tangan pintar milik Samsung yang sudah pensiun dari awal tahun 2022 lalu. Berhubung layar lcdnya mulai bergaris dan merusak tampilan jam ataupun jumlah langkah yang dicapai hariannya. Kini murni hanya mengandalkan fitur-fitur pintar yang ada di ponsel Samsung Galaxy M30s keluaran tahun 2019 lalu, untuk menghitung jarak, jumlah langkah rata-rata yang bisa dicapai, minus denyut jantung. Maklum, hape kelas pemula, gak bisa deteksi sejauh itu. Kalian sendiri, rutinitasnya sudah makin jauh berubah ataukah...

Jam Biologis

Jam berapapun Tidurnya, Bangunnya tetap Jam 4 Pagi… Selanjutnya tergantung Mood dan Mata. Kalau yang namanya Mood, langsung merasa fit begitu bangun tidur, aktifitas yang dilakukan selanjutnya adalah berolah raga hingga pukul 5 pagi atau kurang. Bergantung kebutuhan atau situasi. Setelah itu lanjut menyapu lantai atas rumah, atau Mandi dan Mebanten pekideh dengan target selesai pukul 6 pagi. Tapi kalau Mood-nya kalah oleh Mata, biasanya lanjut tidur dikit lagi mengandalkan Alarm ponsel, untuk menikmati tidur 30 menit kedepan atau sejam. Biasanya terjadi di akhir pekan atau bukan hari kerja. Seperti halnya pagi ini. Teng Jam 4, mata langsung gak bisa diajak kompromi, padahal Alarm ponsel sengaja dimatikan tadi sebelum tidur, lantaran pulang dari megebagan di rumah duka Griya Cebang pukul 00.10 wita malah gak bisa tidur sampai pukul 01.00 dini hari. Yuk lanjut rutinitas lagi meskipun hari Minggu…

Mutbut Padang, Agenda Rutin saban Weekend

Setiap Sabtu atau Minggu pagi, jika tidak ada agenda main bareng anak-anak dan keluarga, biasanya saya memilih untuk duduk manis di pelataran depan halaman rumah, atau merajan, sambil mendengarkan musik kesukaan dan menghabiskan waktu untuk ‘mutbut padang’ alias mencabuti rumput. Ada 3 hal yang menjadi tujuan, mengapa saya menyukai aktifitas satu ini saban weekend. Pertama tentu untuk membersihkan halaman ataupun pandangan dari rumput liar yang tumbuh di sela atau pinggiran tembok bangunan, pelinggih atau paving block. Bagi sebagian orang mungkin keberadaannya tidak mengganggu. Tapi bagi saya yang sering lalu lalang keluar masuk rumah, kerap merasa tak nyaman jika lingkungan di sekitar laiknya rumah yang tak terurus. Kedua, tentu saja berjemur matahari pagi, agar tubuh bisa berpeluh dan sehat sebagaimana harapan. Toh om matahari gak pernah menagih biaya jika kita memanfaatkan panasnya selama apapun. Ketiga, selain berpeluh lantaran panas matahari yang memapari punggung dan s...

Catatan Pagi Ini, 24 Februari 2017

Hari yang cerah… Tapi aku lebih memilih untuk bangun agak siang dari biasanya. Capek… Selama empat hari terakhir, ditugaskan mendampingi BPK untuk turun ke lapangan memeriksa apakah paket kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan uang rakyat Badung anggaran tahun lalu, tergolong fiktif atau tidak. Secara visual, tentu ini bisa dijawab. Namun belum mencapai persoalan kualitas atau lainnya. Tinggal tunggu waktu. Sekurangnya ada 18 paket yang diambil secara acak oleh Pak Agung Kusuma, anggota tim BPK Perwakilan Bali, dari enam kecamatan yang ada. Sungguh melelahkan, tapi jauh lebih melelahkan jika melihat dari sudut pandang BPK. Kami hanya mengantarkan Beliaunya saja. Ada beberapa catatan yang diinfo selama perjalanan kemarin. Dari kerusakan minor yang terpantau oleh mata hingga kemungkinan adanya teguran atas perencanaan lantaran satu dua objek dikerjakan masuk ke ranah pribadi. Satu hal yang sudah kerap diingatkan, namun rasanya belum ada perubahan. Tapi syukur, semua itu...

Jadi PNS yang (tidak) Baik

Waktu pada dashboard mobil sudah menunjukkan pukul 8.33. Lewat satu jam dari biasanya. Meskipun pengaturannya sudah disadari lebih cepat sekitar 20-30 menitan, tetap saja ini terlalu siang untuk bisa berangkat kantor bagi seorang PNS. Rutinitas sebulan terakhir. Saat tiba, Ruangan sudah mulai ramai dengan kehadiran rekan kerja. Baik sejawat maupun pelaksana dan konsultan. Padahal biasanya ruangan ini masih sepi tanpa ada seorangpun yang mendahului. Siang dilalui dengan penat. Kantuk yang menyerang, seakan mengingatkan perjuangan semalam. Mengeloni dua bayi. Mutiara dan kakaknya, Intan. Ara tidur di kasur atas bersama Ibu, Intan di kasur bawah bersama Bapak. Sesekali Intan tersadar dari tidurnya untuk meminta kehadiran Ibu. Kelihatan sekali ia kangen pada Ibunya kini. Pikiran mencoba konsen pada permintaan di pekatnya malam. Mana botol susu adiknya, mana milik kakaknya. Agar tidak sampai tertukar. Belum lagi menenangkan Intan agar tak lama tersadar dari tidurnya. Capek namun menyenangka...

Rutinitas Pagi seorang Abdi Negeri

Alarm pertama terdengar berirama, cukup mengingatkanku pada waktu yang telah menunjukkan pukul 4.45 pagi. Tak Peduli… dan kulanjutkan tidurku kembali. Alarm kedua menghentak. Menyadarkanku bahwa kini jarum telah bergerak menunjuk waktu pukul 5 pagi. Aku harus bangun, merapihkan tempat tidur dorongku, dan bersiap untuk mandi. Waktu akan bergerak dengan cepat jika aku membuangnya dengan berpindah tidur. Demi hal itu, aku pun akan menyeduh setengah gelas kopi dan menyeruputnya sedikit untuk menumbuhkan semangat. dan aku siap melakukannya. Alarm ketiga berbunyi lagi. Waktu pun sudah beranjak lima belas menit lamanya. Aku pun mulai beraktifitas dan minimal lima belas menit kedua, sudah siap mengambil rutinitas pagi sebagaimana biasa. Kusapa malaikatku yang cantik dan menciumnya, serta mengingatkannya untuk bangun pagi dan merapihkan tempat tidur sambil memintanya untuk menjaga sang adik sembari bersiap memulai hari, Kukenakan selendang dan menghaturkan banten pagi di kemara dan ari ari...