Skip to main content

Posts

Showing posts with the label tentang DiRi SenDiri

Mengalahkan Tantangan Besar Tiap Pagi

Tantangan terbesar yang kerap saya hadapi setiap pagi adalah… Keinginan atau Tekad membuka mata lalu memutuskan untuk mengambil 1 dari 3 keputusan rutin yang selalu dan wajib dilakukan setiap pagi, tidak peduli hari kerja ataupun weekend. Berolahraga, Menyapu lantai, atau Langsung Mandi. Bersyukur, sejak mengenal pola hidup baru dengan meluangkan waktu 1 dari 24 jam yang ada dalam hitungan hari saya miliki, olahraga ataupun gerak badan menjadi wajib hukumnya dilakukan setiap hari. Absen hanya bisa diberikan jika berada dalam kondisi sakit ataupun jadwal rutin Donor Darah. Sepanjang tahun sejak 2017 lalu. Tidur sampai siang itu memang nikmat kawan. Tapi berkeringat berpeeluh pasca berolahraga disela matahari pagi, jauh lebih nikmat dari apapun. Itu sebabnya selama 5 tahun menjalani pola hidup yang sama setiap harinya, pernah ada masa-masa dimana saya begitu buduh -istilah gila dalam bahasa bali- untuk melakukan aksi berjalan kaki dengan ritme cepat di banyak tempat. Karena ternyata...

Jam Biologis

Jam berapapun Tidurnya, Bangunnya tetap Jam 4 Pagi… Selanjutnya tergantung Mood dan Mata. Kalau yang namanya Mood, langsung merasa fit begitu bangun tidur, aktifitas yang dilakukan selanjutnya adalah berolah raga hingga pukul 5 pagi atau kurang. Bergantung kebutuhan atau situasi. Setelah itu lanjut menyapu lantai atas rumah, atau Mandi dan Mebanten pekideh dengan target selesai pukul 6 pagi. Tapi kalau Mood-nya kalah oleh Mata, biasanya lanjut tidur dikit lagi mengandalkan Alarm ponsel, untuk menikmati tidur 30 menit kedepan atau sejam. Biasanya terjadi di akhir pekan atau bukan hari kerja. Seperti halnya pagi ini. Teng Jam 4, mata langsung gak bisa diajak kompromi, padahal Alarm ponsel sengaja dimatikan tadi sebelum tidur, lantaran pulang dari megebagan di rumah duka Griya Cebang pukul 00.10 wita malah gak bisa tidur sampai pukul 01.00 dini hari. Yuk lanjut rutinitas lagi meskipun hari Minggu…

Lima Tahun Aksi, 25 Juta Langkah terlampaui

Awal-awal percobaan untuk memenuhi target langkah harian, rasanya memang berat banget. Mengubah kebiasaan mager jadi lebih aktif untuk mencapai 1 tujuan. Kesehatan. Maka jadilah pada 25 Februari 2017 lalu, setelah menyelesaikan semua hutang di tempat penugasan lama, lalu mendapati suasana kerja yang lebih santai di tempat baru, serta mencoba menggunakan smartwatch untuk mendukung aksi olahraga secara berkala, satu persatu rencana dan pola mulai dijalankan. Dari yang menargetkan jumlah 6000 langkah setiap hari, tapi kembang kempis dalam upaya pemenuhannya, lalu masuk pada tahap nagih, dimana target bertambah menjadi 10ribu langkah sehari, sampai jadi bener-bener gila dalam kesehariannya. Gila dalam hal tempat yang akan dituju macam Tohpati, Serangan, Pantai Mertasari, lalu Perumahan Dalung, Puspem Badung, Pasar Mambal sampai Canggu BatuBolong, dengan titik start jam 6 pagi dari rumah. Termasuk Gila dalam hal pencapaian harian dengan rekor sendiri sebanyak 34ribu langkah pada bulan Juni ...

Lantai 2 9.24 8 05 22

Ada rasa syukur yang dipanjatkan malam ini. Bahwa apa yang telah dilalui dengan berat hati dalam minggu ini, tuntas terjawab meski pedih terasa. Hanya penyesalan yang tersisa. Bahwa sesungguhnya cinta hadir bukan lantaran karena uang, tapi karena sayang yang tertanam sejak awal jumpa pertama. Tak banyak orang percaya bahkan belahan hati sekalipun. Kecewa pada jiwa melanda namun pikiran tetap ikhlas menerima. Biarlah waktu yang nanti kan menjawab.

Waktu Luang dan Tidur

Dulu, jika memiliki waktu luang disela kesibukan kerja atau rutinitas harian, selalu dimanfaatkan buat menulis. Dengan berbagai topik, cerita bahkan unek-unek yang ada dalam pikiran, agar yang namanya beban gak sampai mengganggu kesehatan. Sementara kini, saya ubah semuanya menjadi aktifitas dadakan bernama ‘tidur’. Jadi bisa dimaklumi, lantaran kesibukan yang melanda dalam waktu seminggu terakhir ini benar-benar menyita waktu, perhatian juga fisik. Jadi maklum karena merupakan tugas baru juga kewenangan baru. Sehingga perlu banyak penyesuaian dan perubahan rutinitas yang sebelumnya sudah nyaman dilakukan. Memejamkan mata barang sekejap, disela kesibukan jadi obat penat yang paling ampuh dibandingkan dengan saran lain yang disampaikan banyak orang. Dan bersyukur, saya bukan orang yang memiliki kesulitan untuk terlelap dalam waktu singkat. Dan seandainya pun saya kesulitan lantaran masih banyak pe-er dan pikiran yang nantinya harus dikerjakan, meminum sedikit arak bisa memper...

Berasa Kena Hukum

Sebelumnya saya adalah salah seorang warga biasa yang mengambil rutinitas biasa dan kewajiban yang biasa pula. Hadir dalam satu agenda warga dalam posisi yang biasa, meski secara perawakan tinggi badan dari masa kecil dahulu termasuk orang yang tidak biasa. Jadi meskipun saya selalu berusaha untuk tampil biasa-biasa saja, orang lain mungkin akan menganggap bahwa saya luar biasa ketika berdiri di tengah-tengah orang biasa. Akan tetapi, semua jadi berubah ketika amanat warga atau krama banjar, memilih saya menjadi salah satu dari delapan menggala adat banjar, langsung membalikkan situasi dari yang tadinya biasa-biasa saja, jadi berasa kena hukuman yang tidak biasa. Hidup dan rutinitas saya jadi kacau belau dengan aktifitas-aktifitas luar biasa yang biasanya saya hindari dari kebiasaan sebelumnya. Apes memang. Jika dulu kehadiran hanya dilalukan seperlunya saja, lalu pergi pulang saat kewajiban sudah dilakukan, kini mau tidak mau, suka tidak suka harus hadir pada jam ke-0 dan balik pulang...

Inginnya Absen Sehari, Apa Daya Banyak Efeknya...

Awalnya sempat bingung, ini telapak kaki kenapa bisa terasa pegal begini sejak pagi. Bikin gak nyaman saat melangkah. Berat banget rasanya. Pikiran dah kemana-mana. Dari kemungkinan kambuh asam urat, kolesterol tinggi, sampe bingung ada salah makan apa. Hasrat untuk mampir di pijat refleksi dekat rumah makin besar. Eh ternyata pasca dibawa olahraga barusan sore, semua pegal pada kaki langsung hilang. Padahal baru juga absen sekali pagi tadi. Maklum, beberapa kerjaan kaitan agenda pembagian Komandan Regu periode 2022/2023 dan bongkar pasang anggota banjar, ternyata cukup menyita waktu dan pikiran. Semalam malah sampe tumben begadang sampai pukul 12 kurang baru kesampean mandi. Lalu lanjut pagi tadi usai mebanten pekideh untuk menyesuaikan daftar serupa lainnya, agar awal April nanti sudah bisa dilakukan pergantian Danru dan Wadanru di lingkungan banjar Tainsiat. Aktifitas olahraga yang saya lakukan rutin harian tanpa jeda, ternyata membawa efek yang cukup terasa jika berkeinginan untuk ...

Susah Senang jadi Orang yang Tinggi (badannya)

Susah Senang jadi Orang yang Tinggi (badannya) Sering jadi pusat perhatian. Ya mau gimana lagi ? Wong di generasi saya, bisa dikatakan cukup susah menemukan kawan yang tingginya bisa menyamai bahkan melampaui. Kalaupun nemu, rata-rata punya latar belakang pemain basket. Gak kayak saya yang hanya pemain Onet. Jadi pas berdiri di kerumunan, biasanya langsung kena tunjuk mau diapain ini itu sama pimpinan. Dan gak hanya sekali dua, tapi sering. Termasuk pas Sekda Badung jaman pak Subawa sidak krida hari jumat pagi di lapangan Lumintang, dengan mudahnya saya di’tangkap’. Apes. Tapi senangnya ya liat ekspresi mereka pas bengong atau kagum, lalu minta saran biar anaknya bisa setinggi saya, apa aja rahasianya ? Kalo gak makan kacang panjang ya tiang listrik. Susah cari Ukuran outfit. Jaman Kuta masih jadi satu-satu solusi, efeknya ya kalo bukan barang ber-merek, soal harga sudah pasti mahal. Jadi bukan karena soal gaya-gayaan saya hampir selalu pake sepatu merek Reebok, Diadora atau...

Dream big, live the life

Dulu sempat punya pikiran, ‘cuma horang kayah yang bisa punya ponsel Nokia N95, BlackBerry Bold 9000 dan Dopod 900 sekaligus. Tapi siapa nyana belasan tahun kemudian, semua pikiran itu bisa terwujud, bahkan melebihi ekspektasi yang pernah ada. Dulu jangankan beli sebuah ponsel bekas seri communicator yang lagi trend, untuk mutusin ambil ponsel baru seri murah yang pake layar warna 4K saja musti nabung dulu berbulan-bulan, lantaran masih banyak keperluan lain yang harus dipehuni. Tapi siapa sangka, belasan tahun bermimpi, kini bisa semua seri keluarga Commie meski ada yang dalam kondisi mati total. Dulu sama sekali gak pernah kepikiran bakalan punya hobby unik semacam ini. Bersyukur Ia berkenan memberikan satu kesempatan untuk mewujudkan semua impian yang dulu tak pernah terkabulkan. “Dream big, live the life…”

Harus Menunggu Belasan Tahun

Berburu #HPjadul itu sebenarnya memberikan satu kepuasan tersendiri saat apa yang diinginkan bisa dimiliki dengan harga yang murah (baca: terjangkau budget). Apalagi jika yang diincar adalah seri-seri unik yang dulunya sering dipajang dalam bentuk gambar wallpaper di layar pc baik rumah rumah maupun kantor saking ngebetnya. Bahkan gak sekali dua saya dapat komentar dari sejawat soal ‘hasrat’ satu ini. Dari yang soft hingga jatuhnya menghina. Dan itu mah sudah biasa… Namanya mimpi pengen punya hape keren jaman itu kan boleh-boleh aja. Sepanjang tidak merepotkan orang lain atau periuk nasi keluarga, ya rasanya sah-sah aja. Apalagi kalo desainnya itu bikin ngiler. “Miskin banget kamu, beli hape gitu aja gak bisa…” Ternyata harus nunggu belasan tahun dulu, baru bisa mewujudkan semua mimpi itu. Dan memang yang namanya kepuasan itu masih tetap sama saat ponsel yang diimpikan bisa hadir di genggaman tangan, meski secara penggunaan sudah gak bisa semaksimal saat dirilis. Maksudnya fungsi sebag...

Selamat berKiprah lagi

Dua hari kemarin, perasaan dan hati tampaknya sudah gak bisa dibohongi lagi. Sepinya suasana menambah lambat berjalannya waktu. Kangen dengan semua keriuhan yang dulu pernah ada. Kangen dengan tawa canda dan segala keusilan yang dilontarkan satu sama lain, lalu disahuti tanpa ada dendam dan amarah. Semua kembali hening pagi ini. Penugasan di tempat baru, masih menyisakan banyak tanya. Mengingat perubahan struktur, penambahan beban tugas, sementara yang diajak berbagi sidah tidak ada lagi, lumayan memberikan beban pikiran untuk mencoba memulai hari dengan kiprah baru, serta suasana kerja dan rekan-rekan yang baru pula. Jujur, susah sekali untuk move on kali ini. Lima tahun kami bersama dalam sebuah bidang yang menangani bantuan rumah. Sementara tiga setengah tahun sebelumnya menangani jalan lingkungan. Susah senang ditanggung bersama. Kini kembali lagi ke titik nol dimana lingkup pekerjaan juga tergolong baru. Musti pelan-pelan dijalani ataukah harus berlari sendiri ? Waktu sudah menunj...

Cerita dari sebuah perjalanan panjang

Perjalanan selama 2 hari kemarin rasanya benar-benar memberi arti bagi saya pribadi, mengingat itu kali terakhir sekendaraan bersama staf yang dahulu banyak membantu, menularkan ilmu, dan berbagi kebersamaan. Dari awal keberangkatan, tiba di tujuan, lalu balik kembali pulang. Bahkan saking gak ingin kehilangan momen, saya gak sempat merekam keriuhan cerita yang didiskusikan sepanjang jalan. Dari perilaku anak, pasangan, masa lalu, hingga keinginan dan harapan masing-masing. Pada akhirnya, waktu jua yang memisahkan kami. Saya sendiri gak menyiapkan banyak hal dalam agenda kali ini. Hanya menginginkan suasana yang asyik, santai, dan penuh kehangatan. Bisa jadi karena ini kali terakhir jalan bareng, satu bidang dimana kami bertugas sejak awal, lalu bubar grak lantaran penugasan yang dilimpahkan oleh pimpinan satu bulan lalu. Sedih sebetulnya. Tapi untuk kepentingan karir dan nasib yang lebih baik lagi, mau tidak mau harus rela dijalani. Sempat menyayangi konsep perjalanan kali ini. Yang m...

Selfie ? gak lagi

Dalam setiap event atau momen yang dilakoni, sangat jarang bisa menemukan wajah saya menghias frame demi frame yang berupaya merekam ekspresi, aktifitas, waktu ataupun keindahannya, lantaran pelaku perekaman gambar ya tak lain tak bukan, saya sendiri. Jadi kalaupun beruntung bisa menemukan sosok saya berada didalam momen yang sama, artinya ada kawan yang berkenan mengambil gambar meski dalam posisi yang tak sadar kamera. Saya memang lebih suka mengambil gambar yang merekam banyak hal tadi. Mengingat dari situ, kelak saya bisa menggambarkan suasana maupun kenangan yang ada didalamnya. Kehangatan dan kebersamaan, juga maksud yang ingin disampaikan. Selfie atau foto diri, baik yang posenya diambil oleh orang lain dengan sengaja atau dimintakan tolong, pun dengan cara swafoto atau sendirian mengandalkan fitur selftimer pada kamera, sudah saya lakukan jauh hari sebelumnya, sekitar 20 tahun yang lalu, tepat saat mulai memiliki kamera digital sendiri meski dengan resolusi gambar yang menyedih...

Gegara Seragam Krida, kena Sidak Sekda Badung

Awal-awal saat berstatus cpns di PemKab Badung, Saya sempat dipanggil Pak Sekda dan Wakil Bupati, ke area depan Krida olahraga jumat yang waktu itu masih diselenggarakan di Lapangan Lumintang Kota Denpasar, jelang akhir tahun 2004. Sidak pegawai. Yang menjadi permasalahan adalah seragam krida yang saya gunakan rupanya berbeda warna saat berkumpul dengan ratusan pegawai Badung lainnya, usai senam pagi. Rupanya perbedaan warna ini terlihat jelas dari kejauhan, apalagi ditambah dengan postur tubuh yang tinggi besar, malah jadi makin tampak mencolok saat itu. Sayapun ditanyai Pak Sekda, mengapa saya mengenakan seragam yang berbeda warna dengan lainnya. Alasan saya cuma 1. Gak dapat ukuran baju. ? Seminggu setelah sah menjadi umbi-umbian di kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung yang lokasinya di perempatan selatan lapangan alun-alun Kota Denpasar, saya segera berburu seragam yang saat itu belum ada pengadaan/pemberian resmi dari PemKab. Dari 5 seragam yang harus saya miliki...

Memaknai Hari Suci Galungan dengan Cara Sendiri

Ada rasa syukur bahwa kami sekeluarga masih diijinkan untuk menikmati perayaan hari suci Galungan tahun ini. Di tengah pandemi Covid-19 yang selama dua tahun terakhir menjadi momok bagi banyak orang, termasuk kami yang tergolong begitu ketat menjaga keluarga kecil ini dengan prokes dan aksi #diRumahSaja. Meski yang dewasa sudah diVaksin semua, namun dua bocil kami masih belum mendapatkan prioritas hingga hari ini. Hari suci Galungan, baru saja lewat semalam. Seperti biasanya, rahinan di merajan kawan bisa dilalui dengan baik meski tak banyak saudara yang bisa hadir dan mampir ke rumah. Sedikit lebih ramai mengingat perayaan kali ini diantar dengan memanfaatkan jasa seorang mangku, yang kami hormati di keluarga besar Pande Kota Denpasar. Belum lagi turunnya gambelan gong yang sudah sekian lama tak digunakan lantaran para penabuhnya sudah mulai beranjak remaja dan memiliki kesibukan masing-masing. Secara pribadi, bisa melewati satu kali lagi hari suci Galungan, merupakan previlege luar b...

Cerita Masa Kecil

Ngikut trend cerita generasi 90-an, rasanya saya adalah salah satu diantaranya. Bisa dikatakan hari ini usia dah di kepala tiga, cukup tua kalo ikut-ikutan cerita soal masa kecil. Tapi asyik juga. Sekali-sekali pengen nginget apa yang dahulu pernah dilakuin. Cerita masa kecil, masa dimana saya tumbuh besar tanpa gangguan perangkat berlayar sentuh sebagaimana anak-anak saya alami saat ini. Saya sendiri tumbuh di tengah kota denpasar, dimana tepatnya jalan nangka masih berlalu lintas dua arah. Kendaraan yang kini tiada, saat itu ada bemo roda tiga. Yang kadang diisi penumpang, kadang juga ngiklanin film yang tayang di bioskop sambil melempar lembaran film yang dilipat lipat persegi empat. Satu hal yang saya dambakan saat itu adalah mencicipi es krim yang lewat dengan menggunakan mobil saat duduk nongkrong di warung kerja milik Bapak. Sayangnya kami bukan keluarga berada yang mampu membeli es krim setiap mereka lewat. Snack atau makanan ringan yang saya sukai ada Mami. Semacam mie goreng ...

Masih ngeBlog kalian hari ini ?

Sapaan setia yang biasanya dilontarkan saban habis nulis ini rasanya sudah jarang saya baca di grup whatsapp Bali Blogger Community, yang sampai hari ini topik bahasannya makin beragam dan unik. Makanya jadi makin betah meski anggotanya yakin banget sudah makin jarang menulisi blog yang mereka miliki. Sementara itu, menulis bagi saya tampaknya sudah mencapai tahapan membosankan meski tetap berusaha update minimal 2-3 hari sekali. Itu sebabnya, dari sisi topik, yakin banget gak bisa semenarik dan seunik dulu, saat semangat masih -on fire-. Bisa dimaklumi sebenarnya, karena dari awal mulai ngeBlog, jumlah postingan yang dipublikasi dah melebihi angka 3500 selama 15 tahun, tepatnya 2006 silam. Gimana gak ngebosenin coba ? Akan tetapi, kalo gak lagi menulis, pikiran bakalan jadi kalut bahkan galau. Jadi begitu kelar nulis, otak biasanya tercerahkan kembali untuk bisa aktif melihat dan menikmati hal-hal baru. Semacam obat kira-kira. Jadi sampai hari ini pun, saya masih tetap berusaha setia ...

Donor Darah lagi, absen Olah Raga lagi

Tumben hari ini pencapaian langkah harian tidak sampai hitungan 10ribuan langkah, tapi tetap bersyukur minimal sudah melewati target harian 6ribu langkah ataupun tantangan Olimpiade Tokyo 8ribu langkah seharinya. Padahal sejak awal bulan, selalu konsisten di 15ribu langkah seharinya. Yang menjadi penyebab, ya upaya menjaga kondisi kesehatan agar bisa melakukan donor darah tadi pagi itu. Karena dulu pernah memiliki pengalaman tensi drop pasca berolahraga hingga mencapai target langkah harian. Jadi gak bagus juga sebenarnya kalo sebelum donor darah, tenaga diforsir semua untuk berolahraga. Makanya dini hari tadi hanya melakukan seperempat porsi gerak langkah atau sekitar 15 menitan saja. Dan lumayan manjur saat diterapkan beberapa kali upaya donor terakhir. Sementara itu untuk menjaga Hb atau kekentalan darah, saya sedang mencoba terapi baru selain memperbanyak minum air, semoga di upaya donor darah berikutnya bisa tetap manjur dan berguna. Aniway, secara tidak langsung semua upaya diata...

Capaian Langkah 5 Tahun

Sudah hampir 5 tahun lamanya saya melakoni aksi jalan kaki cepat ataupun jogging ringan, pagi ataupun sore hari selepas jam kerja. Bertujuan untuk menekan gejala Diabetes yang sebelumnya sempat membuat khawatir keluarga lantaran muncul gak tanggung-tanggung. Hasilnya lumayan dan sesuai harapan. Awal mulai masih santai melantai karena belum menyadari sepenuhnya jika olahraga bagi penderita diabetesi itu penting. Target harian hanya 6000 langkah sesuai saran aplikasi. Itupun masih bingung gimana caranya mendapatkan jumlah langkah sebanyak itu. Interval olahraga juga masih males-malesan. Masuk tahun ke-2, mulai deh ngumpul mood buat jadi lebih baik. Target harian naik jadi 10ribu langkah, dan aksi jalan kaki cepat mulai merambah aspal jalanan. Dari rumah menuju banyak tempat dan pulangnya ya nge-Grab. Muterin lapangan puputan, sudah dianggap biasa. Lalu ambil jalur muter ke Tohpati dan Gatsu Timur. Penatih atau napak tilas ke SMAN 6 Sanur. Ada juga ke pantai Karang, Serangan, Pasar Mambal...

Jaga Kesehatan demi jauhkan #Covid19

Menurunkan target menjadi 6000 langkah setiap harinya merupakan satu upaya yang bisa saya lakukan untuk mencegah gejala #diabetes datang kembali pada tubuh, juga berharap agar bisa dijauhkan dari efek terburuk tertularnya virus #Covid19 dan variannya. Mengingat informasi awal dimana Diabetes memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan banyak penyakit kritis lainnya, termasuk #Covid. Melakukan gerakan dan berolahraga selama setengah jam ditambah dengan aktifitas harian, sebenarnya bisa mewujudkan standar minimal capaian sesuai harapan. Akan tetapi saat masa #ppkm begini, dimana sebagian besar pegawai dirumahkan atau dihimbau untuk bekerja dari rumah, maka agenda gerak badan macam ini bisa dilakoni sedikit lebih lama untuk mendapatkan tetesan keringat dan pembakaran jumlah kalori yang lebih banyak. Peningkatan angka dan jumlah kematian atau kasus positif Covid di Bali, infonya makin banyak. Padahal antrean vaksin bahkan mengalahkan anjuran pemerintah untuk tidak menciptakan kerumunan. ...