Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2019

Bedah Rumah Tainsiat, Sebuah Catatan

Bisa dikatakan bahwa ide untuk merenovasi rumah tinggal yang sejak kecil saya tempati ini, datangnya begitu cepat. Dimulai dengan orat-oret ide bersama dua staf di ruangan, mencoba menata kamar tidur dan kebutuhan lainnya mengandalkan denah eksisting tanpa melakukan penambahan ukuran yang berlanjut pada opsi penambahan lantai. Opsi ini tentu akan diikuti pula dengan penambahan dana anggaran yang jumlahnya cukup fantastis bagi ukuran kami saat itu. Secara sepihak, saya pun meminta tolong pada salah satunya, untuk bisa membantu saya membangun dan mewujudkan desain gambar kasar di tahun berikutnya. Tuhan berkata lain. Secara tak sengaja, kami bertemu keluarga yang dulu pernah dekat. Berpisah lama sejak promosi penugasan yang masing-masing kami dapatkan di bidang berbeda. Berhubung memiliki masa lalu yang erat, tepatnya semenjak saya menjadi pegawai negeri sipil tahun 2005 silam, ia menyanggupi permintaan kami untuk membangun impian menjadi kenyataan. Secara finansial, bisa dikatakan kami

Merenungi Nasib sib

Tahun depan bisa jadi awal tahun yang berat bagi kami berdua. Setidaknya sudah dirasakan sejak bulan ini. Menjadi berat karena infonya tunjangan penghasilan atau TPP pegawai negeri sipil di lingkungan Kabupaten Badung, bakalan berkurang hingga 65% dari pendapatan awal. Mengingat pasca pembangunan rumah kemarin, semua gaji pokok harus rela dikuras habis, praktis kami berdua mengandalkan betul pendapatan tambahan untuk bisa membayar pengeluaran wajib setiap bulannya ditambah biaya hidup. Sejauh ini sih belum pernah sampai mengikisnya demi gaya hidup. Secara pribadi, pengeluaran yang wajib saya sisihkan setiap bulan adalah sebesar 6 juta rupiah. Sebagian bentuknya sebagai bulanan keluarga, seperti dapur, pembayaran listrik, air dan telepon, termasuk asuransi bagi kedua orang tua, dan 3 anak serta diri sendiri. Pengeluaran tak terduga seperti bensin, pulsa, paket data, atau keperluan dadakan lainnya biasanya masih mencukupi untuk dilakoni, sehingga setiap bulan saya bisa menyisihkan tabung

Gagal nge-Blog pasca pindahan ke Rumah Baru

Semingguan terakhir rasanya maleees banged buat nulis. Selain propaganda #2019GantiRumahBaru pada akhirnya bisa tercapai, rupanya diikuti pula dengan #2019GantiHapeBaru yang menjadikan hari-hari saya ini dipenuhi aksi migrasi. Baik dari rumah dan gudang kontrakan selama 9 bulan terakhir ke rumah baru, pun dari Hape lama Galaxy A9 Pro 2016 ke seri M3s. Capeknya… dan sejauh ini Capeknya ada 3 hal. Pertama secara Fisik. Karena begitu selesai pindahan 10 hari lalu, kami harus bongkar-bongkar dus yang dulu digunakan untuk menyimpan barang-barang berkategori sekunder alias tidak terlalu penting ke posisi aselinya. Seperti barang-barang dapur, baju dan pakaian lainnya, atau almari dan bukunya. Sementara di kategori ponsel, secara fisik sepertinya nyaris gak ada, kecuali jadi agak berat bawa 2 ponsel sekaligus, karena proses pindahannya nyambi disela jam kerja. Kedua, capek secara pikiran. Karena untuk mengembalikan barang juga benda ke posisi semula, perlu banyak pertimbangan dari dua tiga ke

Menikmati waktu di balkon teras rumah

Salah satu impian saya dalam mendesain sebuah rumah milik sendiri adalah keberadaan balkon atau teras di lantai atas, menghadap arah matahari. Timur dan barat. Arah timur akan bisa dinikmati dengan maksimal pada pagi hari, untuk menyerap anugerah sinar dan panasnya yang luar biasa. Sementara arah barat, bisa dinikmati saat hari memasuki masa senja dimana ia berpisah sebentar untuk pulang. dan kali ini pun sudah terwujud jua. Cuma sayang, tak banyak pemandangan bagus yang bisa dinikmati dari sisi atas, di tengah hiruk pikuk dan panasnya cuaca Kota Denpasar. Belasan atap dan tingginya pepohonan, mendominasi arah pandangan mata. Namun demikian, saya sangat menikmatinya. Berupaya untuk bisa menikmati waktu bersantai di sela kesibukan, sekedar mencari inspirasi atau ide, bahkan melepas penat.

Selamat Ulang Tahun Mangupura, Ibu Kota Kabupaten Badung

Jelang Peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 Ibu Kota Kabupaten Badung “Mangupura” yang jatuh pada hari Sabtu 16 November 2019, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung ikut serta hadir dalam Upacara Bendera di lapangan Puspem Badung bersama beberapa opd lainnya. Apel bersama ini merupakan rangkaian tindaklanjut Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Badung tanggal 29 Oktober 2019 lalu. Mangupura ditetapkan sebagai Ibu Kota Kabupaten Badung melalui Peraturan Pemerintah nomor 67 pada tanggal 16 November 2009, memiliki area wilayah meliputi 9 Desa dan Kelurahan yang berada di Kecamatan Mengwi.  Nama Mangupura terbentuk dari dua suku kata yakni mangu (berasal dari bahasa Jawa Kuno mango, lango, langu, dan langen yang artinya perasaan rindu menjadi terpesona oleh karena keindahan; segala sesuatu yang indah yang menimbulkan rasa cinta; serta keindahan, menawan hati, dan memikat), dan pura (dari bahasa Sanskerta, yakni dari akar kata pur yang berarti kota, benteng, atau kota ya

Bedah Rumah Tainsiat, Akhirnya Selesai Juga

Capek dan Lelah, kurang lebih begitu yang kami rasakan semingguan terakhir, utamanya sebelum dan sesudah agenda Melaspas hari Selasa beberapa waktu lalu. Capek pindahan rumah, mulai dari pengembalian isi dan furniture lama dari gudang yang statusnya disewakan kemarin, juga Lelah karena harus mengatur semuanya dari titik Nol. Pula mengupayakan agar upacara dan prosesi bisa berjalan dengan baik. Namun demikian, ada rasa senang dan gembira karena mencapai progress minggu ke 39 akhirnya proyek Bedah Rumah Tainsiat, selesai juga. fiuh… Tidak hanya mengumpulkan mood buat menuliskannya kembali ke halaman blog dan berbagi cerita pada kalian, tapi juga kesempatan untuk sedikit bersantai di sela kesibukan agar ide menulis mengalir, dan tentu saja kemauan. Damn… yang terakhir ini kalau bukan karena sudah lamany blog belum diUpdate, mungkin yang satu ini ndak bakalan muncul ke permukaan. Setelah Rumah selesai, ternyata masih harus menyisihkan sejumlah bekal untuk membeli dan mencari beberapa kebut

Samsung Galaxy M30s, Batere Jumbo dengan Harga Terjangkau

Kelihatannya Samsung akhirnya memanas jua… Bagaimana tidak ? Serbuan satu dua brand baru asal negeri tetangga selama beberapa tahun belakangan ini, membuat perolehan kue penjualan ponsel Samsung baik di tanah air maupun secara global, secara perlahan menurun seriring brand image harga jual yang mahal, tak sebanding dengan peningkatan spesifikasi atau teknologi yang diperkenalkan dalam setiap seri yang dirilis. Katakanlah Xiaomi atau Oppo. Keduanya kini memiliki die hard tersendiri yang siap melahap setiap ponsel yang dirilis dengan harga terjangkau dan spesifikasi mumpuni. Terutama dari sisi kualitas kamera untuk kebutuhan selfie ataupun fotografi. Maka ketika mengetahui bahwa seri M milik Galaxy Samsung bakalan dijual hanya melalui jalur online, salah satu opsi pengeluaran terbesar selama ini, kelihatannya bisa ditekan lumayan banyak. Iklan. Dengan harapan, untuk harga jual pun bisa lebih bersaing dengan yang lain. Strategi serupa yang telah dilakukan jauh sebelumnya oleh brand image

M30s Gantikan A9 Pro (2016)

Beberapa hal yang pernah menjadi pertimbangan saya ketika berencana akan menggantikan posisi Samsung Galaxy A9 Pro (2016) sebagai ponsel utama saat ini adalah kapasitas atau daya tahan batere besar, minimal 5000 mAh dan tersedianya 3 slot kartu untuk dua sim card dan memory eksternal. Awal perjalanan, beberapa rilis ponsel milik Asus belakangan ini sempat memenuhi kriteria diatas. Bahkan harga jualnya pun tergolong lumayan terjangkau. Satu dua diantaranya bahkan digadang-gadangi sebagai ponsel gaming. Penawaran yang sangat menarik. Namun semenjak kehadiran Samsung Galaxy M20 yang dirilis awal tahun, membuat saya agak ragu untuk menjatuhkan pilihan sebagaimana di awal penyampaian tadi. Mengingat brand Samsung biasanya menjanjikan pengalaman penggunaan yang lebih mudah, pula ramah dengan berbagai perangkat yang pernah saya miliki. Minimal opsi pairing satu dengan lainnya. Samsung M20 adalah ponsel yang saya ambil ketika putri sulung kami menginjak kelas 6 SD bulan Juni kemarin. Ini diput

#HPjadul Nokia 3650 Symbian 60 Pertama dengan Kartu Memory Eksternal

Kehadiran ponsel dengan fitur lensa kamera pada jaman old, utamanya era awal kemunculan seri smartphone, bisa dikatakan menarik perhatian banyak netizen jaman itu untuk membeli dan menjajalnya meski harus ditebus dengan harga jual yang cukup mahal. Nokia 3650 Merupakan ponsel pintar milik Nokia seri awal yang saat itu mengadopsi sistem operasi Symbian 1rst Edition. Tentu tanpa dukungan Thema dan tampilan yang menawan, pun dengan resolusi lebar layar yang amat sangat terbatas. Namun demikian, berkat adanya fitur lensa kamera beresolusi VGA, yang di jaman old sudah termasuk keren dan terbesar, maka seri unik satu ini banyak menjadi incaran warga menengah ke atas, berbarengan dengan seri 7650 yang dibanderol lebih mahal lantaran tingkat ekslusifitasnya. Nokia seri 3650 ini jadi makin menarik mengingat secara spesifikasi sudah mendukung adanya slot memory eksternal sdcard hingga 32 MB yang mampu melakukan penyimpanan tambahan untuk hasil kamera dan video, pula musik dalam format mono denga

55's Nostalgia HP Jadul, Keberlanjutan Aktifitas Blogging di YouTube Channel

Sempat terhenti untuk jangka waktu yang cukup lama, mengingat mood untuk menuliskan dan mencari sejarah penggunaannya memakan waktu luang yang tidak sedikit. Disamping adanya hobby dan kegemaran baru untuk editing video bagi pemula macam saya, jadi makin mengasyikkan untuk menambah pengalaman. 55’s Nostalgia HP Jadul Secara konsep sebetulnya masih sama. Tujuannya hanya ingin mengenalkan kembali, ponsel-ponsel jadul seri lawas kepada netizen warga net negara +62 yang belakangan memang makin menggemari lakon video streaming ketimbang membaca literasi digital macam Blog. Yang dikemas seadanya, mengingat secara kemampuan editing, masih tergolong amatiran. 55’s artinya secara durasi dicukupkan sekitar 55 detik, dipilih lantaran secara perwajahan tampilan font jadi lebih catchy dan menarik perhatian. Durasi ini sudah termasuk cover depan yang berisikan judul seri ponselnya, kapan dirilis ke hadapan publik, dan status keberlangsungannya saat ini. Mengingat rata-rata yang saya publikasikan mas