Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2020

Libur panjang malah gak kemana

Jalanan Kuta masih tampak sepi siang itu. Kami sekeluarga cukup terheran-heran dengan lengangnya lalu lintas yang satu dua, padahal biasanya gak gini juga. Pandemi Covid-19 benar-benar menjatuhkan semuanya. Libur panjang kali ini, kami gak kemana-mana. Gak meluangkan waktu untuk nginep dan stay di villla macam aktifitas terdahulu. ‘Sudah punya kamar hotel’ kata anak-anak. Semenjak rumah selesai dibangun, rasanya memang malas untuk outing ke belasan villa atau penginapan yang dulu sempat saya list dan simpan sebagai target liburan selanjutnya. Rumah ini memang berasa villa kalau dilihat dari suasananya. Adem dan begitu nikmat berada didalamnya. Kami hanya menginap di rumah Mertua Indah, yang memang sudah sejak lama mereka menginginkan kami sekeluarga kecil bisa menemani malam. Penuh canda dan kisah. Lalu melewatkan waktu di Djenar D Uma, tempat nongkrong baru kami di area pesawahan Subak Uma Desa Canggu. Sekedar melepas lelah untuk berlari lagi.

Kontroversi mengalahkan semuanya

Timeline Sosial Media dari beberapa jam yang lalu, lagi pada rame soal anggota ‘senator’ perwakilan Bali yang diserbu massa, dan infonya kena keplak di kepala, sebagai wujud emosi warga akan statemen yang pernah disampaikan sebelumnya. Meski hanya sekejap, saya kok meyakini emosi tersebut bakalan berujung pada bui, atau paling aget (kalau kata orang Bali), meminta maaf diatas selembar kertas dan tandatangan pada meterai 6000. Semua ini memang gak bisa lepas dari yang namanya kontroversi. dan sepanjang ingatan saya, justru semua kontroversi yang dibuat, menjadikannya sebagai sosok yang populer di mata masyarakat, utamanya generasi muda dan milenial yang memiliki potensi kantong suara cukup banyak di negara ini. pun termasuk mereka yang memiliki mimpi dan fanatisme. dan terlepas dari apapun kontroversi yang dimunculkan ke permukaan, ia selalu mampu menarik perhatian banyak orang juga media untuk memberitakan atau sekedar mengomentari. Maka sepinya lalu lintas di jalan besar salah satu ka

Happy BDay bulan Oktober

SELAMAT ULANG TAHUN untuk semua yang lahir pada bulan Oktober. Utamanya keluarga kecil yang saya cintai dan jaga. Alit Ayu Kusumadewi (14/10), wi Prasta (9/10), wak Tude (19/10), Ibu (23/10), adik Intan (23/10), dan Bapak (28/10). Senang rasanya melihat semua masih sehat dan bersama. Karena memang itu yang selalu diharapkan dan disampaikan pada-Nya setiap pagi. Semoga keluarga kecil ini bisa tetap utuh dan saling menjaga. Agar kelak bisa menyaksikan generasi ketiga berkeluarga serta sukses pada jalannya masing-masing.

Sampai Kapan Semua akan bisa Bertahan ?

Simpang jalan Nakula-Legian adalah salah satu titik keramaian lalu lintas yang kerap terjadi pada jam-jam kerja ataupun musim liburan. Jalan ini adalah salah satu alternatif jalur yang biasanya digunakan untuk mengakses pantai Double Six, tempat dimana sebuah sarana akomodasi bintang lima berada. Siang kemarin, saya menyempatkan diri berkeliling kawasan Kuta untuk melihat langsung bagaimana suasananya dalam masa yang katanya masuk kategori New Normal. Masa dimana pariwisata di Bali kembali dibuka, namun sayangnya tanpa ada kunjungan mancanegara. Jadi ya tetap sepi. Jalan Legian yang biasanya padat oleh kendaraan roda dua, kini tampak lengang. Bayangan mobil saat melintasi belasan gerai yang menyajikan kaca bening di are depan tampak jelas saat roda melaju perlahan. Satu hal yang jarang terjadi saat Bali dipenuhi turis dan wisatawan domestik. Kata sebagian orang, Bali tak butuh banyak turis. Sehingga bisa dikatakan, tampaknya Bali sedang diuji kini. Tanpa adanya kunjungan, tanpa ada pem

Nays untuk Makan Siang

Menikmati santapan makan siang di parkiran sebuah area yang dikelilingi oleh taman hijau kerap saya lakukan saat masih bekerja sebagai tukang draft gambar autoCad di perusahaan kecilnya Pak Made Suweka, jalan Tukad Citarum Renon. Jadi makin sering, begitu bom bali meledak di Kuta tahun 2002 silam, yang mengakibatkan tandem saya, bli bagus Wayan Ramaita harus ditugaskan ke lokasi proyek, kalau tidak salah efek dari pengurangan jumlah pengawas lapangan, untuk terjun langsung ke beberapa pekerjaan yang sedang dibangun saat itu. Kenangan itu datang ketika saya mulai membuka kemasan mangkok kertas paket makan siang Sager pepes Pindang buatannya Bu Kadek Dwi Lantari lewat brand Nays di parkiran utara kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Kebetulan dapat hibah pagi tadi dari Bu Ayu Ameilia yang membagikan paket makan siang gratis kepada kawan-kawan seruangan kerja, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Pernikahannya yang ke-21. Terima Kasih dan Selamat juga buat Jik Putu Tony. Mengam

Jalan-jalan mengenal Jalan

Salah satu aktifitas rutin yang saya sukai saat awal-awal bertugas sebagai PNS di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung adalah touring untuk bisa mengenal berbagai jalan dan tembusannya di hampir semua wilayah Kabupaten Badung. Berbekal perangkat PDA T-Mobile MDA II aka O2 XDA II yang telah dibekali dengan daftar ruas jalan kabupaten dalam format excel minimalis, dan peta jalan dalam bentuk PDF agar lebih gampang dan jelas terlihat saat di-zoom out, aktifitas ini dilakoni saban jumat dan sabtu, berkeliling menggunakan motor Honda Tiger jaman itu. Dari ruas jalan terpadat di kecamatan Kuta, hingga mencoba berkenalan dengan wilayah-wilayah yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Jaman itu belum ada Goggle Maps. Apalagi koneksi internet mobile yang murah dan terjangkau untuk bisa memantau lewat layar ponsel macam jaman now. Jadi ya apa adanya saja. Tujuannya tentu, agar bisa mengetahui dan menghafal kode serta nama ruas jalan yang saat itu menjadi tugas dan keseharian kami dala

Jumat Ayo Olah Raga

Jumat adalah hari yang menyenangkan. Karena hari Jumat adalah hari pendek, serta hari dimana aktifitas olahraga dinyatakan sah untuk dilakukan usai absen pagi. Setidaknya bagi semua ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Jadi, ayo kita berolahraga.

Kenangan bersama LPSE Badung

Mendapat kesempatan untuk bergabung dalam tim persiapan pembentukan LPSE Badung sejak awal, memberikan banyak pembelajaran baru yang bisa dipetik selama menjadi abdi negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Pun demikian halnya saat dilepas untuk mandiri mengurusi hal-hal yang dahulunya tak pernah diduga, bisa dikatakan sebagai pengalaman langka yang patut disyukuri sejauh ini. Bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru baik secara internal maupun belahan wilayah se-Indonesia, belajar bagaimana cara menyampaikan pendapat baik pada pimpinan dan forum, menyusun pola kerja dan menerapkannya, hingga memimpin jalannya rapat dan pertemuan, pun menjalani perjalanan dinas ke berbagai kota, merupakan masukan luar biasa bagi saya yang saat itu masih menjadi seorang staf teknis di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung. Kapan lagi bisa mencicipi semua kesempatan itu ? Maka ketika saya diminta untuk meninggalkan itu semua dan masuk menjadi bagian dari pengadaan barang dan ja

Awal kisah gabung LPSE Badung

Jujur, saya juga lupa apa dan bagaimana cerita pastinya kalo pas ditanya ‘lha kok bisa kamu yang berada di luar Bagian Pembangunan diikutsertakan dalam tim persiapan pembentukan LPSE Badung, dan dikirim pelatihan selama 4 hari pada bulan Maret tahun 2010 silam ?’ Satu-satunya catatan yang saya miliki hanyalah postingan blog per tanggal 2-5 Maret 2010 silam yang saya temukan saat mencoba mencari tahu awal cerita mengapa saya bisa dilibatkan dalam tim kecil yang berisikan orang-orang hebat dalam dunia pengadaan. Sementara, saya sendiri secara pengetahuan dan kemampuan bisa dikatakan masih buta soal itu semua. Mungkin Pak Made Sudarsana dan Pak Agung Rahmadi bisa menjawabnya Pelatihan atau yang kami kenal dengan istilah ‘Train of Trainer’ atau ToT dilakukan selama 4 hari dari pagi sampai sore, di lantai 7/8 gedung Smesco UKM yang merupakan base awal LKPP, unit yang kelak melahirkan LPSE di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Badung pada tahun 2010 silam. Ini adalah modal awal kami masing

Kesulitan Keuangan Masa Pandemi ? Pinjam Tunaiku saja, Proses Cepat Cair dan Aman

Memiliki keterbatasan kemampuan keuangan saat memerlukannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesak, membuat orang kerap merasa tak nyaman dalam kesehariannya. Menimbulkan beban secara psikis jika dialami dalam jangka waktu yang panjang. Meski berbagai pilihan sudah pernah dicoba untuk bisa mewujudkan penghasilan tambahan, namun tetap saja dirasa kurang. Sementara itu hutang di bank yang diambil dengan menggunakan jaminan rumah atau tanah, informasinya belum bisa dikompensasi mengingat tenggat waktu pelunasan masih terlampau jauh. Berhutang tambahan pada tetangga yang berstatus rentenir, tentu saja berpotensi menghancurkan keuangan rumah tangga. Jika saja kalian berada dalam situasi begini, kira-kira solusi apa yang bisa dilakukan ? Mencari pinjaman uang tanpa agunan dengan proses yang mudah dan aman, rasanya begitu sulit ditemukan. Apalagi belakangan ini sangat banyak dijumpai keluhan kasus akibat dari maraknya penyalahgunaan pinjaman uang secara online yang lebih banyak mendatang

Hibah uang pecahan 75000 untuk Indonesia lebih berwarna

Sesaat setelah saya menerima pemberian salah satu dari sekian koleksi berharga milik pasangan kating di Teknik Arsitektur Unud angkatan 91 ini, pak Putu Tony dan Bu Ayu Ameilia, sempat terpikirkan apakah masuk kategori hibah atau warisan pas pengisian LHKPN akhir tahun nanti. Berhubung kalau dilihat dari nilai jual selembar mata uang pecahan 75000 keluaran terbaru era Presiden Joko Widodo bisa mencapai angka jutaan di sejumlah lapak marketplace. Bank Indonesia merilis pecahan uang rupiah Edisi Khusus menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-75. Infonya, uang kertas bernilai 75 ribu rupiah ini dicetak dalam jumlah sebanyak 75 juta lembar. Dimana untuk bisa mendapatkannya, masyarakat Indonesia wajib mendaftarkan identitasnya terlebih dahulu ke pihak BI, untuk kemudian melakukan perjanjian tanggal pengambilan dalam waktu tertentu dengan harga tukar yang sama. Tingkat eksklusifitas pecahan mata uang 75 ribu ini, ada pada makna filosofisnya yang disesuaikan dengan hari kemerdek

Kangen Outing 10 KM hapus galau Pandemi

Tadi pagi itu sebetulnya pengen banget untuk outing jalan kaki ke pantai Batu Bolong dari rumah, dengan perkiraan jarak sekitar 13 KM jauhnya. Berhubung tahun lalu sudah pernah menjajal jarak sekian, hari minggu pagi juga, mampir ke rumah mertua indah. Cuma sayangnya, gerimis mengundang dari pagi buta jam 5-an, sampai jam 9 kalau tidak salah ingat. Alhasil, aktifitas olahraga harian kembali dilakoni di teras atas sambil mengikuti irama musik Gary Glitter yang jadi ost Joker tempo hari. Ada rasa kangen sebenarnya untuk jalan-jalan ke luar rumah hari Sabtu atau Minggu pagi seperti dulu. Menuju tempat-tempat tertentu sambil menikmati sepinya jalan raya Kota Denpasar masa-masa pandemi begini. Karena pada akhirnya, rasa bosan itu datang setelah selama 3,5 bulan berturut-turut tanpa jeda, memenuhi tantangan harian 10ribu langkah. Salah satu efek samping selama melakoni aktifitas ini adalah telapak kaki bagian yang depan, area yang menunjang semua jari kaki terasa kebas saat durasi olah raga

Mengalahkan Rasa Takut diSebelah Harimau Thailand

Ada rasa khawatir bakalan di-gem saat melihat sosok Harimau besar dalam kandang, salah satu area Tiger Zoo Thailand beberapa tahun lalu. Tapi demi sebuah pose kebanggaan dan rasa penasaran, tiket foto yang kalau tidak salah ingat hanya sebesar 100ribuan pun diberikan kepada petugas dekat pintu masuk. Merinding… Tapi senang, akhirnya bisa mengalahkan rasa takut lalu duduk dengan senyum dan jenggot yang khas… Aniwe, posisi pawang pas banget disebelah kanan garis crop-an, jadi jangan percaya pada ‘lagak keberanian’ sosok yang ada dalam gambar. #TigerZoo #Tiger #Thailand

Tips Ringan Hadiri Rapat Tanpa Membawa Banyak Berkas

Sesaat sebelum diskusi dimulai, beberapa kawan menyapa saya dengan sebutan Dilan. Panggilan yang membuat saya mengernyitkan dahi dan sigap bertanya. Katanya saya mirip anak muda dalam filem yang sempat viral tempo hari, hanya karena membawa satu buku saja saat memasuki ruang diskusi pagi itu. Sementara kawan yang lain, membawa sejumlah map, buku kerja, dan tas gendong yang berisikan laptop, dokumen serta perlengkapan lainnya. Entah maksudnya pujian atau malahan meledek, saya mah gak terlalu peduli. Kebiasaan membawa peralatan lengkap saban menghadiri rapat, bagi saya jadi satu hal yang ‘so old’, mengingat untuk ukuran jaman jani, nyaris semua hal bisa digantikan oleh satu perangkat pintar bernama ponsel. dan itu sudah saya lakukan dari saat pertama mengenal devices pda sebagai kawan setia dimanapun berada. Memang, ada potensi kehilangan data saat ponsel mati di tengah jalan. Baik karena kehabisan daya batere ataupun rusak total. Tapi sepertinya itu jarang terjadi bilamana kita bisa men

Inspirasi dan Menulis

Seorang kawan lama tiba-tiba menyapa begitu saja tanpa salam di chat whatsapp kemarin siang. ‘Ade gen gae kamu di FaceBook jak IG ae Nde ? Uli dije maan inspirasi nulis care keto ? ipidan asane sing taen nepukin kamu nulis care kene…’ Hehehe… Yang kalau di translate atau alihbahasakan ke Indonesia, kurang lebih seperti ‘Ada saja kerjaanmu di FB dan IG ya Nde ? Dari mana dapat inspirasi menulis seperti itu ? Rasanya dulu ndak pernah liat kamu nulis-nulis begini…’ Ya gimana, semua berjalan apa adanya saja. Inspirasi datang bisa kapan dan dimana saja. Yang semuanya biasa saya catatkan pada apps Evernote atau sejenisnya pada perangkat terdahulu untuk nantinya dikembangkan saat punya waktu luang. Topiknya bisa macam-macam. Keseharian, pergaulan, caci maki teman, hingga ponsel jadul yang kerap saya turunkan belakangan. Selain membiasakan diri untuk menulis saat sepi kerjaan masan Covid begini, ya tujuan lain tentu agar tetap bisa menjaga normalnya pemikiran agar tak sampai terjerumus ke hal-

Roll it Up on Spotify

Ini adalah salah satu track yang saya favoritkan untuk mengiringi ayunan langkah kaki saat berolahraga outdoor bertempo cepat. Pertama kali mendengarkan, kalo ndak salah pas masuk dalam playlist soundtrack film Fast Furious (6), aplikasi Spotify. Beat-nya asik dan bertempo sama dari awal sampai akhir. Pun saat diputar berulang secara terus menerus. Jadi gak akan mengubah kecepatan langkah kaki dan tentu saja tarikan nafas selama bergerak maju secara konstan. Kalo kalian, punya favorit track apa saja pas berolahraga ?

Mengejar 10ribu langkah setiap hari

Sudah tiga bulan terakhir selama masa pandemi ini, saya berusaha konsisten untuk berolahraga setiap harinya. Ya, setiap hari tanpa absen. Selain menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid, minimal harapannya begitu, aktifitas ini rasanya sudah menjadi candu dan wajib dituntaskan pagi atau paling tidak sore hari. Mengejar 10ribu langkah setiap hari. Caranya ya bergerak, bergerak dan bergerak. Minimal selama 1.5 jam, maka target diatas bisa selesai dengan sendirinya. Jika dikalkulasi, jumlah langkah hingga 10ribu, biasanya saya tempuh dalam hitungan jarak 8 KM. Asumsi rata-rata dengan panjang jangkauan kaki, setiap 1 KM saya melakukan gerak sebanyak 1200an langkah. Artinya, kalian yang memiliki tinggi dibawah saya, pasti memiliki jangkauan yang lebih banyak dalam jarak yang sama. Sementara untuk waktu tempuh, biasanya saya membuang 10 menitan per KMnya bila kecepatan berjalan sampai 6 KM/jam. Itu sebabnya saya katakan, hanya memerlukan waktu 1.5 jam saja secara konstan per harinya. Bisa

Bertambah Tua atau Tumbuh Dewasa

“Hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies.” – Andy Dufresne Emosi dan kedewasaan seseorang katanya bisa diukur dari caranya berbicara, dari caranya bersikap dan dari caranya ia berperilaku. Baik saat menghadapi tekanan, menghadapi fakta dan masa lalu, juga menghadapi hal-hal yang tak ia duga sebelumnya. Saya ternyata belum mampu mencapai itu semua. Usia bertambah tua itu pasti, tapi dewasa dalam mengendalikan emosi ? Belum tentu bisa. Belajar banyak dari puluhan kisah layar lebar, dimana diri berusaha menerima kenyataan yang pahit, namun tetap belajar dan berusaha untuk yang terbaik. Rasanya memang tak salah jika kemudian waktu luang, dibuang dengan menikmati kembali itu semua. Menikmati adegan, menikmati cerita, dan juga karakter. Mengambil hikmah dan menggunakannya. Emosi dan kedewasaan juga bisa dilihat dari apa yang bisa ia bagi di sosial media. Kalo cuma mengeluh dan mengumpat, bisa jadi karena ia belum mampu menjalani proses sebagai seorang manu

Berburu Tempat Wisata Asyik untuk Keluarga di Jogja

Masa pandemi begini rasanya masih malas jika harus meninggalkan rumah atau meninggalkan keluarga saat diminta dinas ke luar kota, mengingat baik daerah asal maupun daerah tujuan bisa dikatakan masih belum aman dari penyebaran virus covid-19. Meskipun Pemerintah Pusat infonya sedang menggalakkan upaya untuk mendorong wisatawan domestik mengunjungi beberapa daerah atau tempat wisata tanah air, demi mendorong perekonomian dan roda kehidupan masyarakat kecil. Diantara sekian banyak destinasi yang ditetapkan, Jogja adalah salah satu yang sampai saat ini masih menarik perhatian banyak orang dan juga anak muda generasi milenial. Dikenal sebagai kota wisata yang aman dan damai serta masih mengedepankan budaya dan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta, istana resmi Kesultanan yang dibangun pada tahun 1755 dan berlokasi di Kota Jogja. Menyajikan pemandangan dan bangunan arsitektural istana jawa yang apik dan menarik, berbagai koleksi milik kesultanan dipamerkan pula disini. S

"Bapakku adalah Gugelku"

Anak Sulung Bapak dah bajang aja sekarang. Tinggi badannya dah sepundak Bapak kalo ndak salah. Tapi yang pasti sih sudah melampaui rerata semua sodara mindon yang cewe, kecuali Ade Padangsambian yang belum tau. ? Meski baru aja masuk jenjang SMP, tapi Gek @mirahgayatri_ udah gak sabaran mau jadi anggota OSIS SMPN 10 Denpasar. Padahal secara tinggi, pantesnya melamar ke anggota OSIS SMA sih ya… Adik-adik jadi menjuluki ‘Mami OSIS’ karena saking galak dan judesnya pada kedua adik. Apalagi kalo pas lagi bete, wiiih, Bibi Titi Teliti langsung lewaaat… ? Sementara pagi ini Bapak malahan dapet julukan baru dari teman mainnya Becuk dan Praus. “Bapakku adalah Gugelku” hadeeeh… #daughter #beautiful

Raksasa Ancam Perjuangan Masa Pandemi, Rilis Lagu ke-3 dari BliGungYudha

Impian dan semangat masyarakat mampu menjadikan kenyataan bagi sebuah kemerdekaan. Perjuangan agar lepas dari penjajahan untuk menjadi bangsa yang berdikari memang membutuhkan waktu yang lama. Sekian lama berjuang. Sekian lama tersakiti. Sekian lama berdoa. Akhirnya terkabulkan di kemudian hari. Masyarakat menjadi saksi. Tatanan negara terbentuk dan diperkuat. Ditunjuklah orang – orang yang terpilih untuk menjadi perwakilan bangsa. Bangsa telah berdaulat. Tangan penjajah mencoba mengambil alih. Semangat kemerdekaan masih membara. Bertahanlah sang bangsa hingga diakui oleh berbagai negara lain. Waktu berlalu. Negara berdaulat telah hidup dalam beberapa generasi. Tatanan negeri tumbuh bersama. Pembangunan untuk meningkatkan perekonomian berjalan dengan baik. Gedung bertumbuh namun tidak dengan kesejahteraan semua masyarakatnya. Kekayaan alam yang mestinya mampu menaungi dari ujung barat hingga timur masyarakatnya tidak terjadi semestinya. Ada yang bermain. Untuk melegakan keinginan Sebag

#HPjadul Nokia E70 Seri Terakhir Keluarga Transformers?

Sebagai salah satu keluarga terakhir seri Transformer dari Nokia, E70 ini adalah buruan saya paling ekstrim saat melakoni aktifitas mengumpulkan #HPjadul, mengingat dilakukan dalam rentang waktu yang cukup lama untuk bisa menemukannya dalam kondisi mulus, normal dan murah. Maklum, saya gak memiliki banyak modal untuk bisa mendapatkan satu persatu seri unik milik Nokia. Nokia E70 yang dirilis ke pasar global pada bulan Oktober tahun 2005 silam ini secara desain dan penampakan luar sebenarnya biasa saja. Sebuah ponsel dengan model candybar, dimana memiliki deretan tombol numerik 3×4 laiknya handphone standar jaman itu, dan dibekali os Symbian 60 9.1 3rd Edition. Merupakan penerus dari 3 generasi ponsel 6800, 6810 dan 6820. Barisan ponsel yang disebut sebagai Transformers family lantaran keypad-nya yang bisa dibuka ke arah atas, memberikan barisan keypad qwerty serta model penggunakan ponsel dalam mode landscape. Khusus ini lahir dalam keluarga E series atau yang dikenal dengan kelompok E

Melepas Samsung Galaxy A9 Pro 2016

Akhirnya melepas Samsung Galaxy A9 Pro 2016 jua setelah tiga tahun setia menemani, tambah setahun lagi khusus sebagai Music player dan Spotify ? Per November 2019 lalu, ponsel berbatere gahar 5000 mAh besutan Samsung seri A limited edition ini, dipensiunkan dari rutinitas hariannya seiring rilis seri M30s dengan daya 6000 mAh dari brand yang sama. Sempat dikotakkan selama 3 bulanan mengingat kesibukan pindah ke rumah baru ditambah aktifitas piodalan Galungan awal tahun 2020 lalu. Dikatakan Limited Edition lantaran gak banyak yang tahu ada seri A9 di jaman itu. Kebanyakan orang tahunya hanya sampai seri A8 sebagai kasta tertinggi. Itupun penjualannya hanya bisa ditemukan pada gerai EraPhone saja. Gak bakalan nemu kalo nyari di gerai lainnya. Masuk masa Pandemi Covid-19, ponsel dengan bobot yang lumayan berat lantaran memiliki material logam pada sekujur bodi ini kembali diaktifkan dalam mode AirPlane dan murni mengandalkan akses Wifi dari M30s. Fungsinya lebih kepada pemutar musik dan a

#HPjadul Big Bold Dopod U1000

Melihat perbandingan dimensi Dopod U1000 dengan HTC TyTN, rasanya memang gak heran kalo harga jual UMPC jaman old ini uedan tenan saat rilis tahun 2007 silam. Dengan layar lebar 5 inchi dan bentukan yang seperti itu, gak rekomend banget deh buat digenggam macam perangkat sebelahnya. Maka itu gaya fotoan Dopod U1000 atau yang dikenal dengan nama lain HTC Advantage X7500, lebih banyak duduk manis bareng papan ketik qwerty yang dikemas terpisah dari perangkat. Daya baterenya juga cukup besar untuk ukuran jaman itu. 2200 mAh. Sepadan dengan bodi lah ya… Cuma sayangnya, OS yang dibekali masih setia sekata dengan perangkat disebelahnya. Windows Mobile versi 5.0 generasi penerus Windows PocketPC, musuh besarnya Palm. Andai saja bisa disuntikkan yang namanya Windows XP, minimal fungsi UMPC atau Ultra Mobile Personal Computer-nya bisa lebih mengena.

Pamer HomeScreen Android pasca Apple Update IOS 14

Lagi rame pamer post halaman depan iPhone yang sudah update os ke versi terbaru, iOS 14 dimana penggunanya kini bisa membuat custom widget dan mempercantik tampilan laiknya ponsel Android. Ya, ponsel Android. Personalisasi tampilan depan atau istilah kerennya Homescreen, bagi pengguna iPhone bisa dikatakan baru bisa dilakukan pasca melakukan update os ke iOS versi 14. Selama ini iPhone dikenal dengan tampilan halaman depan yang sama dari tahun ke tahun, dari seri ke seri. Dimana semua aplikasi akan ditampilkan secara keseluruhan pada layar utama, tanpa ada opsi Menu Drawer lagi. Infonya hal ini demi menghemat memory dan space perangkat iPhone. Tapi kini, sudah tidak lagi. Pengguna dapat menyajikan custom widget yang letaknya pun dapat diatur sesuka hati. Hal yang sudah dilakukan oleh ponsel Android, kalau tidak salah sejak versi 3.0 Honeycomb. Secara default perangkat Android, sebenarnya sudah dibekali kemampuan untuk menampilkan Widget fungsi tertentu pada halaman depan ponsel. Saya s

Menulis dan Tetap Menulis

Om Swastyastu, Rahajeng Semeng Bali, Selamat Pagi Indonesia. Menulis bukanlah sebuah tujuan yang pernah terpikirkan saat remaja dulu. Rasanya memang tak pernah dilakoni atau bahkan menjadi sebuah hobi, mengingat penugasan mengarang indah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada bangku sekolah, tak pernah mampu diselesaikan dengan baik. Keasyikan menulis baru terasa dalam ukuran belasan tahun dari empat dasawarsa usia yang saya miliki hingga hari ini.  Menulis biasanya menjadi sebuah rutinitas baru saat aktifitas pekerjaan menuntut hal tersebut. Membuat telaah, kajian ilmiah atau bahkan dalam membuat notulen rapat sekalipun, dibutuhkan sebagian kecil dasar-dasar yang diwajibkan ada dalam sebuah tulisan. 5W1H, What, Where, When, Why, Who dan How. Baru dirasa lengkap apabila memenuhi kaidah-kaidah tersebut. Namun demikian, Menulis yang saya lakoni saat ini, masih bisa dikatakan baru sampai pada tahapan pemula. Tahapan menulis, tanpa mengetahui tata bahasa yang benar, yang baku sesuai KB

15 Tahun

Sudah 15 tahun menikah, tapi jahil dan konyolnya kami, masih aja suka muncul pas lagi berduaan. Kalo dulu, jaman masih malu-malu bisa dibilang jarang banged punya foto berduaan. Apalagi selfie. Mengingat ponsel jaman itu, belum ada kamera depannya. Palingan nekat ambil gambar pake lensa kamera digital Konica Minolta, yang musti di take berulang kali gara-gara gak fokus dan frame melenceng kemana-mana. Nah sekarang, malah sering malu-maluin. Apalagi kalo pas genk Sakura School absen ikutan. Jahil-jahilnya berdua dah saling balas. Ambil gambar diam-diam sampe kentut di depan pasangan pun sudah biasa. Gak ada yang ditahan-tahan. Kata orang, Bahagia itu Sederhana. Tapi menurut saya, bahagia itu gak akan bisa didapat dengan cara yang sederhana. Karena ada upaya menjaga rasa, sikap dan emosi, juga menekan ego. Selalu bersyukur dengan satu pasangan, dan semua kisah yang diberikan oleh-Nya. Bahagia itu gak akan datang gitu aja, hanya dengan duduk diam atau bertingkah seenaknya pada orang lain.

Mengubah Ritme 10 Ribu Langkah Pagi Hari

Setelah genap selama 3 bulan lamanya berusaha konsisten berolahraga setiap hari tanpa jeda mengejar 10ribu langkah, khusus di bulan Oktober ini saya mulai mengubah pola hidup harian, dimana aktifitas olah raga diupayakan bisa diambil minimal sejam lamanya di pagi hari. Ini diambil mengingat setelah evaluasi mandiri, ada jeda waktu menunggu nyaris sejam lamanya begitu tiba di parkiran kantor hingga waktu absensi pagi berakhir. Jadi kenapa gak dimanfaatkan saja untuk bergerak dan berkeringat. Namun demikian, menghabiskan waktu untuk berolahraga saat dini hari, secara pribadi sih bisa dikatakan kurang greget mengingat sinar dan panas matahari belum bisa muncul menghangatkan badan. Apalagi usai mandi lanjut lagi mebanten pekideh, sehingga sukses membuat keringat tambah banyak sesaat sebelum berangkat kerja.  Overall, asyik juga ternyata. Karena saat memulai jam kerja, pikiran gak lagi berhutang untuk mengejar target langkah harian dan juga kewajiban bergerak minimal setiap harinya. Fokus p

Ciri-ciri Tempat Pemberi Dana Tunai Jaminan BPKB yang Perlu Dihindari

Apabila akan mengambil pinjaman, salah satu tips paling penting adalah dengan memilih tempat peminjaman yang aman. Hal ini dapat dilakukan bagi Anda terutama yang mempunyai jaminan, sehingga nantinya jaminan yang telah diberikan tidak hilang. Misalnya saja bagi Anda yang menyerahkan jaminan BPKB kendaraan yang Anda punyai untuk mendapatkan pinjaman yang dibutuhkan tentu saja mengetahui beberapa tips pemilihan tempat terbaik. Akan tetapi selain tips tersebut, perlu juga mengetahui beberapa ciri dari tempat pemberi dana tunai jaminan BPKB yang perlu dihindari. Adapun beberapa ciri tersebut adalah lembaga pemberi pinjaman berikut ini: 1. Hanya mementingkan pencairan yang cepat Hal pertama pemberi pinjaman yang perlu dihindari adalah yang hanya mementingkan pencairan yang cepat. Hal ini karena banyak yang akan tergoda karena membutuhkan dana yang cepat cair, oleh karena itulah akan memilih tempat yang menawarkan keunggulan ini. Akan tetapi sebelum memilihnya pastikan Anda berpikir lebih m

Menyimak Manfaat Kuliah menurut Cinta Laura Ternyata gak Semudah Cocot Mario Bros

Kalo diingat-ingat, bener banget kata Cinta Laura pas ditanyain manfaat apa yang didapat dari masa perkuliahan di luar negeri dalam sebuah video yang diunggah sebuah akun media sosial Twitter beberapa waktu lalu. bahwa sebenarnya masa kuliah itu gak semudah cocot Mario Bros, sang Motivator itu. dan memang secara saya pribadi memang harus mengakui bahwa ‘gak satupun ilmu yang diberikan saat mengenyam bangku kuliah bisa nyantol ke otak saya, khususnya untuk ukuran saat ini. Kemungkinan karena saya bekerja dan berkembang di luar jalur, yaitu pns. Tempat dimana semua ilmu menjadi satu. Termasuk ilmu ngeles dan sejenisnya. Tapi berkat menjalani masa kuliah’lah, saya jadi tahu sosok beberapa kawan yang memiliki sifat, perangai dan pembawaan berbeda, yang lantas menjadi cambuk perubahan pemikiran dan perilaku saya dalam memandang dunia. Saya masih ingat betul bagaimana Wayan Lelo Sunarta menegur saya soal parkir motor di jalan depan rumahnya bli Wayan Ramaita, dimana saat itu saya bersungut-s