Skip to main content

Sampai Kapan Semua akan bisa Bertahan ?

Simpang jalan Nakula-Legian adalah salah satu titik keramaian lalu lintas yang kerap terjadi pada jam-jam kerja ataupun musim liburan. Jalan ini adalah salah satu alternatif jalur yang biasanya digunakan untuk mengakses pantai Double Six, tempat dimana sebuah sarana akomodasi bintang lima berada.

Siang kemarin, saya menyempatkan diri berkeliling kawasan Kuta untuk melihat langsung bagaimana suasananya dalam masa yang katanya masuk kategori New Normal. Masa dimana pariwisata di Bali kembali dibuka, namun sayangnya tanpa ada kunjungan mancanegara.

Jadi ya tetap sepi.

Jalan Legian yang biasanya padat oleh kendaraan roda dua, kini tampak lengang. Bayangan mobil saat melintasi belasan gerai yang menyajikan kaca bening di are depan tampak jelas saat roda melaju perlahan. Satu hal yang jarang terjadi saat Bali dipenuhi turis dan wisatawan domestik.

Kata sebagian orang, Bali tak butuh banyak turis. Sehingga bisa dikatakan, tampaknya Bali sedang diuji kini. Tanpa adanya kunjungan, tanpa ada pemasukan.

Sampai kapan semua akan bertahan ?

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.