Di sela haru biru kedukaan puluhan keluarga pasca kecelakaan kereta api Bekasi, saya menyempatkan diri menonton sebuah filem lama dengan latar cerita Minangkabau yang diadopsi dari novel sastra klasik karya Buya Hamka (1938) Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Adapun cerita layar lebar ini kalau tidak salah dirilis sekitar tahun 2013 silam. Kabarnya terinspirasi dari peristiwa nyata kapal penumpang Belanda di perairan Lamongan Jawa Timur tahun 1936. Hanya gegara sepotong adegan yang lewat diantara tumpukan reel timeline FaceBook, saat pemeran utama yang diceritakan bernama Tuan Zabir (dahulunya Zainuddin) di sebuah ruangan malam hari bersama mantan kekasihnya bernama Hayati yang telah menjadi janda pasca kematian suaminya yang dipanggil Uda Aziz. Dimana Zabir mengeluarkan kemarahannya dengan bahasa sastra yang tak biasa untuk ukuran kisah cinta jaman sekarang. Namun lagi-lagi ada cerita tentang cinta yang hilang karena kematian datang menjemput sang pujaan hati lebih dulu. Ser...