Seumur-umur saya baru tahu kalo hari ini adalah Anniversary-nya Bapak Ibu alias Kakek Neneknya anak-anak, dan itupun sudah menginjak tahun ke 53. Dasar anak durhaka 🙂 Sebagai anak paling bontot dari tiga bersaudara, Bapak Ibu adalah keluarga inti yang paling lama berada dekat saya. Mengingat secara adat budaya orang Bali, laki-laki bungsu biasanya memiliki tugas mengampu kedua orangtua saat yang bersangkutan sudah mulai berumah tangga, menggantikan tugas orang tua dalam kewajiban ngayah dan menyama braya di lingkungan banjar ataupun keluarga besar. Sedari kecil, saya mengenal Bapak sebagai sosok yang tegas, apalagi jika sudah berkaitan dengan sekolah, tugas dan perilaku di rumah. Gak pernah main fisik saat Beliau marah, setidaknya saya menganggapnya begitu. Meski dulu pernah dilempari sisir yang merobekkan lukisan kesayangannya, atau memukul penggaris kayu saat kenakalan saya tak bisa ia terima. Tapi bukankah itu hal yang biasa untuk ukuran anak-anak jaman old ? Bukan satu hal yang pa...