Skip to main content

Posts

Showing posts with the label PNS

Ah Sudahlah...

Kadang saya mempertanyakan tentang nasib yang didapat, seakan-akan semua hal gak ada artinya, tetap diam di tempat bahkan bisa jadi kemunduran atau kegagalan selalu menghantui setiap kali promosi jabatan itu didengungkan. Namun tampaknya saya lupa bahwa apa yang sudah didapat hingga hari ini, sebetulnya sifah merupakan satu kemajuan yang mungkin dahulu tak pernah terbayangkan. Keluarga kecil yang menyenangkan, istri yang pengertian meski kadang memiliki pemikiran berseberangan, anak-anak yang manis meski sedikit membangkang, pun soal penghidupan yang lumayan baik jika saya mau melihat ke bawah. Melihat mereka yang terpinggirkan, bergelut dalam hutang yang bahkan bingung mau mencari penghasilan dari mana. Lalu pendidikan anak dan prestasi mereka yang membanggakan. Sudah jauh lebih baik dari apa yang pernah saya bahkan kami dapatkan dulu. Meski dengan berbagai tantangan yang harus benar-benar dihadapi. Belum lagi soal jabatan lima tahun Kelihan Adat, yang tampaknya bakalan berakhir de...

Prompt AI Foto Profile Simpeg PNS

Lagi rame di ruangan, membuat foto profil di aplikasi Simpeg Badung ala Pak Sekda Badung @surya.suamba yang berpose miring, bukan menghadap kamera laiknya pas foto biasa.  Bagi kalian yang sudah memiliki foto menggunakan seragam cokelat khaky, bisa coba memanfaatkan aplikasi Gemini atau ChatGPT dan co-pas prompt AI berikut.  Jangan lupa untuk menyesuaikan tinggi badan, ciri khas lainnya dan nama sekiranya perlu.  Buatkan foto portrait seluruh badan dengan posisi miring menggunakan foto tersebut (upload foto kalian yang mengenakan baju cokelat khaky) tanpa menghilangkan ciri dan bentuk wajah asli dengan latar belakang abu-abu. Diperkirakan tinggi orang itu 185 cm, perut rata. Menggunakan sepatu kulit berwarna hitam dan baju lengan pendek tanpa menggunakan asesoris tambahan pada kantong. Pertahankan keaslian wajah tanpa menyerupai hasil editing AI. Nama yang tertera 'ARTAWIBAWA'.

Kartu Virtual ASN

Kartu virtual elektronik bagi ASN untuk memudahkan berbagai pelayanan ASN. Diperkenalkan ke publik oleh BKN baru hari Jumat kemarin rasanya. Aksesnya bisa melalui halaman webnya MySAPK milik BKN, yang mensyaratkan penggantian foto profil akun kalian, dibuat dalam dimensi/resolusi 450×575 pixel, lalu BackGround-nya dibuat Transparant dan tidak lupa disimpan dalam format file PNG. Sementara Size atau ukuran file gak boleh lebih dari 2 MB. Rasanya dengan resolusi segitu, gak sampe 2 MB sih, macam yang saya bikinkan tadi cuma 150an Kb. Cuman… Proses pembuatan kartu virtualnya ini yang lamaaa… bisa bikin jenggotan karena saking lamanya. Mungkin karena server di pusat kebanjiran order makanya lelet begini macam pengisian data aplikasi PUPNS terdahulu. Jadi yang saya upload hanya berupa Preview-nya saja sebelum proses pembuatan dilakukan. Pengen upload foto wajah karikatur. #DokumentasiASN #PemkabBadung

Empat Tipe PNS, yang Ketiga Favorit saya

Sejak awal ‘nyemplung’ jadi PNS sebenarnya gak ada niatan apa-apa sebelumnya. Bahkan bisa dikatakan, gak tahu apa-apa soal ‘apa dan bagaimana dunia PNS’ itu, termasuk bagaimana anggapan mata masyarakat luar pada sosok PNS. Tapi makin kesini dan pasca mengikuti beberapa akun twitter yang gape soal dunia PNS dengan segala persoalannya, jadi pasrah aja kalau seandainya masih ada yang menganggap bahwa semua PNS itu, pola kerja dan image kepribadiannya sama saja. Padahal kalau dari kaca mata internal, gak semua PNS seperti itu. Cuma sayangnya, gak ada yang bakalan percaya kalaupun diceritakan. Tapi pada dasarnya, baik soal perilaku ataupun cara bekerja para PNS ini, seperti apa yang diajarkan oleh para widyaiswara, pengajar kami saat diklat atau pendidikan. Kombinasi antara TAHU dan MAU. Jadi kalau kedua kata tadi dikombinasikan, hasilnya kurang lebih ada 4 jenis. Ada yang TAHU (pekerjaan) dan MAU (bekerja). Ini secara jumlah biasanya sih sedikit. Ada karena mereka pa...

Menjadi PNS yang Baik itu Mudah, tapi Dibutuhkan Ini

Berstatus sebagai seorang PNS itu sebenarnya mudah, selama tidak dituntut untuk bertanggungjawab atas pekerjaannya di mata hukum. Maksudnya, selama pekerjaan atau penugasan itu dampaknya tidak memiliki potensi untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, dengan menimbulkan kerugian negara, yang berujung pada pemecatan atau penjara, saya merasa bahwa ‘untuk menjadi seorang PNS yang Baik’ itu, Mudah. Tinggal lakukan kewajiban sesuai penugasanmu, selesai sudah. Akan tetapi jika dikaitkan lagi dengan hal lain seperti ‘peningkatan karir’, ya Tidak seMudah atau seGampang yang kalian kira. ada banyak hal yang harus dan mau dilakukan, suka atau tidak suka. Dan gak usah ngomongin aplikasi apapun disini, kalau sudah berkaitan dengan karir. Balik lagi kepada soal Mudahnya lakon seorang PNS dalam upaya menjalankan pekerjaan atau kewajibannya, modalnya cuma Aturan, Kemauan dan Integritas. Meski di lapangan, sebetulnya ada satu lagi yang dibutuhkan sebagai makhluk sosial, ya...

Menyoal Nilai IP ASN khususnya bagi Tenaga JFT Hasil Penyetaraan Jabatan Tahun 2021

Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara atau yang kini lebih dikenal dengan istilah IP ASN , kurang lebih dapat diartikan sebagai pengukuran kualitas seorang abdi negara dalam hal ini ASN atau dulunya dikenal dengan nama PNS, terhadap jabatan atau pekerjaan yang diampu, berdasarkan beberapa variabel tertentu dalam suatu waktu . Adapun kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat profesionalitas ASN, mencakup dimensi kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin. Secara keseluruhan setiap ASN dalam upaya penilaian Indeks Profesionalitas diatas disebut memiliki nilai total sebesar 100 (seratus) persen dengan pembagian sbb. 1. Dimensi Kualifikasi memiliki nilai maksimum sebesar 25 %, yang dinilai berdasarkan jenjang pendidikan formal yang dimiliki oleh setiap ASN atau PNS. Makin tinggi jenjang pendidikannya, makin besar pula nilai IP ASN yang didapat. Misalkan untuk jenjang Strata-3 atau S3, nilai IP ASN terpantau sebanyak 25 % atau hasil maksimal, sementara yang berada di Strata...

Gegara Seragam Krida, kena Sidak Sekda Badung

Awal-awal saat berstatus cpns di PemKab Badung, Saya sempat dipanggil Pak Sekda dan Wakil Bupati, ke area depan Krida olahraga jumat yang waktu itu masih diselenggarakan di Lapangan Lumintang Kota Denpasar, jelang akhir tahun 2004. Sidak pegawai. Yang menjadi permasalahan adalah seragam krida yang saya gunakan rupanya berbeda warna saat berkumpul dengan ratusan pegawai Badung lainnya, usai senam pagi. Rupanya perbedaan warna ini terlihat jelas dari kejauhan, apalagi ditambah dengan postur tubuh yang tinggi besar, malah jadi makin tampak mencolok saat itu. Sayapun ditanyai Pak Sekda, mengapa saya mengenakan seragam yang berbeda warna dengan lainnya. Alasan saya cuma 1. Gak dapat ukuran baju. ? Seminggu setelah sah menjadi umbi-umbian di kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung yang lokasinya di perempatan selatan lapangan alun-alun Kota Denpasar, saya segera berburu seragam yang saat itu belum ada pengadaan/pemberian resmi dari PemKab. Dari 5 seragam yang harus saya miliki...

Mengenal Pak Made Sukearsana, Kabid PE yang kini masuk masa Pensiun

Pertama kali jumpa Beliau ini, kalau tidak salah ingat pas saya baru lulus sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan kualifikasi L2 dan mendapatkan mandat sebagai anggota tim pengadaan di instansi Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Badung, bersama seorang kolega yang ternyata masih merupakan adik tingkat di kuliah Arsitektur dulu. Saat itu unit Pertambangan masih berdiri sendiri dan berkantor di sebelahnya BPD Kuta, persimpangan Bakung Sari. dan Beliau adalah salah satu penggiat pengadaan di lokasi sebagai sekretaris, bersama senior saya lainnya, yang kini sudah berstatus Oma. Lama tak bersua, saya pun kembali dipertemukan pada tahun 2013 saat dipromosikan ke Dinas Cipta Karya, dimana Beliau saat itu sudah duduk menjabat sebagai Kepala Bidang Pertambangan dan Energi. Sampai pada jenjang akhir masa pensiun di kursi eselon yang sama, penempatan tugas yang berbeda yaitu Kepala Bidang Pengawasan dan Verifikasi, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bad...

Selamat Purna Tugas bapak Wayan Sepur

Pada akhirnya semua ASN akan tiba jua pada masa purnatugas di usia 58 tahun. Demikian pula dengan senior saya, bapak Wayan Sepur Aryanto yang selama ini berjuang untuk kemudahan masyarakat dan pengembang perumahan dalam upaya membangun kawasan perumahan di Kabupaten Badung. Dan di akhir masa tugas ini, Beliau banyak berpesan agar jangan sampai kami para ASN umbi-umbian tak sampai salah melangkah dan memiliki pola pikir korupsi. Hendaknya saat meninggalkan tempat tugas kelak, dalam kondisi bersih sehat dan selamat. Tidak lupa Kepala Bidang Perumahan Rakyat, bapak Wayan Seraman memberikan kenang-kenangan karikatur para ASN yang berada di ruangan Bidang PR dalam satu frame, sekaligus merayakan hari Ulang Tahun beliau. Selamat bertambah umur, tetap sehat dan bersemangat.

Agenda WFH bagi ASN kembali diperpanjang, ngapain lagi nih kita ?

Nyaris Tiga Minggu melaksanakan aksi WFH atau Work From Home, atau kalau ditranslate lagi jadi agenda Kerja dari Rumah, guna mempersempit gerak penyebaran virus Covid-19 Corona, rasanya kebosanan sudah mulai melanda banyak ASN. Setidaknya begitu rata-rata keluhan kawan-kawan kami, ASN di lingkungan Pemkab Badung, yang per tadi pagi mendapat tugas jaga piket atau mereka yang masih tetap diwajibkan absen wajah saban pagi, lalu balik pulang lagi. Ya gak heran sih sebenarnya. Karena dalam situasi seperti ini, rasanya memang susah untuk melakukan aksi WFH mengingat tidak semua ASN mampu memahami dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Tapi berhubung koordinasi minimal masih bisa menggunakan Whatsapp Group, woles aja dijalani. Namun untuk beberapa kasus dimana sarana dirumah bisa dikatakan tidak mendukung, ya dengan terpaksa juga satu dua pegawai masih tetap masuk kantor untuk bisa menyelesaikan pekerjaannya. Begitu halnya dengan saya secara pribadi. Koordinasi hanya menggunakan teknologi se...

Menikmati Sepinya Selasa Pagi Pasca Social Distancing Corona

Saat alarm berbunyi sekitar pukul 4 pagi, saya masih merasa malas untuk segera bangun dari tidur, padahal biasanya jam segini sudah masuk kamar mandi dan bersiap beraktifitas sebagaimana biasanya. Kali ini agak berbeda. Anak-anak sekolah diliburkan hingga akhir Maret nanti. Semua pembelajaran dilakukan secara online, melalui whatsapp group. Ujian pun ditunda. Itu sebabnya pikiran jadi lebih santuy saat teringat akan tiadanya kewajiban mengantarkan mereka ke sekolah pukul 6.30. Sebuah pola Sosial Distancing Measure yang diterapkan oleh masing-masing kepala daerah pasca edaran atau instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi. Selasa pagi ini terasa sekali jauh lebih sepi dari biasanya. Suasana jadi seperti Nyepi yang dilakukan jauh lebih awal. Aktifitas mebanten pekideh pagi pun terasa lebih hening dari biasanya. Jalanan kota Denpasar pun menyiratkan hal yang sama. Area Nangka Selatan yang biasanya riuh dan gaduh, kini terasa lebih lengang. Bahkan di kawasan sekolah Taman Rama pun, gak ...

Nyaris Semingguan 'Diasingkan' ke Grand Santhi

Bukan tanpa alasan saya dikirim kesini. Selain karena memang bidang kerja terkait sehingga menjadi ‘tersangka utama’ saat pimpinan mendisposisikan dua surat undangan rapat koordinasi yang berlangsung selama 5 hari kerja totalnya, tapi juga karena diantara tiga kepala seksi yang ada di ruangan, hanya saya saja yang tidak banyak kegiatan jelang akhir tahun begini. ‘Diasingkan’ ke Grand Santhi Lokasinya tergolong amat sangat dekat dengan rumah. Ya sekitaran 3 KM-an kalo jalan kaki dari rumah. Lurus lempeng ke arah lapangan alun-alun lalu menyusuri jalanan area Gemeh. Saking dekatnya, nyaris saban sabtu minggu pas kalo lagi jalan kaki cepat ambil rute ke Renon, pasti melewati hotel satu ini. Dan karena lokasinya yang deket rumah, setiap kali ada penugasan menghadiri rapat yang mengambil tempat di Grand Santhi, saya selalu mengupayakan Surat Tugas bisa dibuatkan untuk menutupi bolongnya absensi saban sore hari atau pagi saat waktu pelaksanaan lebih dari sehari. Prosesi diasingkan begini ada...

Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN secara Online

Selamat Malam Rekan-rekan ASN semua. Sesuai Surat dari BKPSDM Badung dengan nomor 893/4167/BKPSDM perihal pengukuran Indeks Profesionalitas ASN secara Online pada tanggal 23 Okt 2018 (surat edaran terkait, bergantung pada unit/badan/pemda masing-masing) Bagi yang belum sempat login ke Halaman Aplikasi DJASN Informasi Indeks Profesionalitas ASN, bisa login malam ini mumpung lagi berada di rumah. Berhubung koneksi Internet di Puspem Badung kelihatannya gangguan di hampir seluruh area. Pengisiannya ternyata cukup mudah dan sedikit. Hanya mengisi opsi jawaban Ya/Tidak saja, untuk pertanyaan : – pernah mengikuti DiklatPIM – pernah mengikuti Diklat Fungsional – pernah mengikuti Diklat Teknis 20 Jam Pelajaran (biasanya semacam Pelatihan semingguan) – pernah mengikuti Seminar/Workshop TANPA MERINCI JENIS DIKLAT/PELATIHANNYA APA. Jadi hanya memilih Ya/Tidak. Termasuk Nilai SKP, Penilaian rata-rata berapa (dibagi rata-rata rentang). dan Apakah Pernah mendapatkan Sanksi Disiplin ? Itu saja ternya...

PNS Badung Tewas Kecelakaan Kejar Absensi Wajah, Mengkhawatirkan ?

Hanya bisa terdiam saat membaca kolom berita NusaBali halaman pertama edisi Sabtu 6 Oktober 2018 lalu yang menurunkan kejadian Pasutri PNS Kecelakaan Maut, Suami Tewas, Istri Terluka ; Diduga Kejar Waktu untuk Absensi Wajah yang diberlakukan Pemkab Badung. Sekedar informasi awal bahwa aturan terkait Absensi Wajah bagi para PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, kalau tidak salah ingat mulai diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 2018 lalu, menutupi kekurangakuratan Absensi Sidik Jari yang telah diterapkan sebelumnya. Hal ini dilakukan lantaran ada informasi menyimpang yang menyampaikan bahwa meskipun absensi sidik jari sudah dilaksanakan, namun kecurangan tetap saja terjadi. Tapi apa benar dengan diberlakukannya Absensi Wajah kali ini bisa memecahkan masalah diatas ? Secara masalah kecurangan saat diberlakukannya ansensi sidik jari, yang bisa main titip pake jari yang lain, mungkin iya. Tapi jika dilihat dari masalah kinerja perorangan, menurut saya pribadi sih belum mampu. Kenapa...

Galau Tugas Dinas Keluar Kota

Perasaan macam ini memang selalu ada setiap kali saya ditugaskan untuk dinas keluar kota. Baik yang sifatnya menghadiri rapat kerja atau berkonsultasi ke tingkat Kementrian dan setara itu. Galau karena akan meninggalkan keluarga selama beberapa hari. Galau karena khawatir perjalanan nanti hasil kerjanya tak sesuai harapan yang disandang. Padahal jika PNS lain yang ditugaskan, ada saja yang gembira bahkan meminta. Entah karena sejauh ini masih merasa belum mampu untuk mengemban kepercayaan pimpinan, atau memang karena tak menguasai materi yang kelak akan dibahas atau disampaikan. Tapi kalo ndak belajar untuk mandiri, ya kapan lagi ? Mohon doanya ya kawan kawan…

'64 Persen PNS Kemampuannya hanya Juru Ketik ?'

Video yang diunggah oleh akun Instagram @punapibali rabu malam (26/10) kemarin, sempat menggelitik pikiran saya sedari awal menontonnya. Bagaimana tidak ? Bahwa dari 4,7 Juta, 64 persen PNS kemampuannya hanya Juru Ketik ? Emejing… Dan kalimat berikut yang tampil adalah ‘dengan kemampuan terbatas itu… mereka bingung mengerjakan apa di kantor…’ Sangat Emejing… Tapi kenapa baru nyadar sekarang ya ? Padahal kalo menurut pandangan saya pribadi, hal ini sudah berlangsung sejak lama. Dari jaman saya berstatus baru jadi PNS, semua pertanyaan itu sudah berkeliaran di kepala. ‘Serius nih, kemampuan kawan-kawan seruangan hanya segini ?’ Sementara saya masih ingat, seminggu sebelum diminta ngantor pertama kali, saya sudah menyiapkan diri untuk tidak gugup bekerja sebagai abdi negara. Jika saja Blog dan Sosial Media sudah menjadi Trend saat itu, saya yakin status atau postingan keresahan saya sebelum menghadapi hari jadi tersebut akan bisa dibaca kembali hari ini. Ya, saya kecele… Ini terjadi geg...

Mau Pilih Rajin Absen atau Rajin Kerja ?

Gak semuanya kok yang namanya PNS itu malas ngantor dan malas kerja, apalagi kalo hanya berpatokan ke soal absensi pagi dan sore. Ada juga oknum oknum yang merasa total saat berada di lapangan, sementara merasa gak ada gunanya berada di balik meja. Disamping ya memang ada juga yang memilih rajin absensi pagi sore tapi sepanjang pengamatan ndak ada masuk ke ruangannya. Ada. dan memang gak semuanya. Tapi Ada. Aturan yang dibuat belakangan sepertinya kelak akan membuat oknum oknum yang sebagaimana kalimat terakhir diatas bakalan makin berkibar. Karena patokannya ya absensi tepat waktu pagi dan sore. Kalo telat ya siap-siap aja dipotong, bahkan katanya sih ada hitungan per menit telatnya. Wah, selamat deh. Macet Macet deh sampe siang. Lha sekarang era nya jadi tinggal milih. Mau Rajin Absen atau Rajin Kerja ? It’s all yours. Terserah kaliannya. dan dibalik keputusan itu tentu ada banyak konsekuensi yang hadir didalamnya. Para PNS yang berstatus orang tua dengan anak yang berstatus mur...

Aturan Potong Insentif Pegawai Badung ?

Menjadi PNS itu nikmat. Sudah ngantor siang, pulangnya mendahului, gaji dan tambahan penghasilan ya tetep aja full diterima. Ndak heran, banyak yang berusaha nyogok ataupun mbayar agar bisa lolos tes CPNS. Begitu pendapat beberapa kawan saya baik masa sekolah maupun kuliah. Pun ada juga masyarakat yang saya temui di sela pemeriksaan lapangan. Maka ndak heran kalo kemudian banyak yang kritis menghakimi, lantas menganggap semuanya ya sama saja. Lalu aturan baru pun dibuat. Khusus pegawai negeri di lingkungan Kabupaten Badung, kini sedang diujicobakan aturan pemotongan insentif apabila pegawai jarang ngantor. Lalu apa dong tolok ukur yang dipake untuk kemudian memotong besaran insentif kalo si oknum terpantau ndak ngantor ? Ya absensi pagi dan sore. Tapi apa iya hanya butuh peninjauan sesederhana itu ? He… saya lagi membayangkan. Satu dua minggu nanti bakalan dicoba, absen pagi tepat waktu, trus balik pulang, kelayapan, ngobyek di luar dan akhirnya absen sore pun berusaha tepat waktu...

Jadi PNS yang (tidak) Baik

Waktu pada dashboard mobil sudah menunjukkan pukul 8.33. Lewat satu jam dari biasanya. Meskipun pengaturannya sudah disadari lebih cepat sekitar 20-30 menitan, tetap saja ini terlalu siang untuk bisa berangkat kantor bagi seorang PNS. Rutinitas sebulan terakhir. Saat tiba, Ruangan sudah mulai ramai dengan kehadiran rekan kerja. Baik sejawat maupun pelaksana dan konsultan. Padahal biasanya ruangan ini masih sepi tanpa ada seorangpun yang mendahului. Siang dilalui dengan penat. Kantuk yang menyerang, seakan mengingatkan perjuangan semalam. Mengeloni dua bayi. Mutiara dan kakaknya, Intan. Ara tidur di kasur atas bersama Ibu, Intan di kasur bawah bersama Bapak. Sesekali Intan tersadar dari tidurnya untuk meminta kehadiran Ibu. Kelihatan sekali ia kangen pada Ibunya kini. Pikiran mencoba konsen pada permintaan di pekatnya malam. Mana botol susu adiknya, mana milik kakaknya. Agar tidak sampai tertukar. Belum lagi menenangkan Intan agar tak lama tersadar dari tidurnya. Capek namun menyenangka...

Rutinitas Pagi seorang Abdi Negeri

Alarm pertama terdengar berirama, cukup mengingatkanku pada waktu yang telah menunjukkan pukul 4.45 pagi. Tak Peduli… dan kulanjutkan tidurku kembali. Alarm kedua menghentak. Menyadarkanku bahwa kini jarum telah bergerak menunjuk waktu pukul 5 pagi. Aku harus bangun, merapihkan tempat tidur dorongku, dan bersiap untuk mandi. Waktu akan bergerak dengan cepat jika aku membuangnya dengan berpindah tidur. Demi hal itu, aku pun akan menyeduh setengah gelas kopi dan menyeruputnya sedikit untuk menumbuhkan semangat. dan aku siap melakukannya. Alarm ketiga berbunyi lagi. Waktu pun sudah beranjak lima belas menit lamanya. Aku pun mulai beraktifitas dan minimal lima belas menit kedua, sudah siap mengambil rutinitas pagi sebagaimana biasa. Kusapa malaikatku yang cantik dan menciumnya, serta mengingatkannya untuk bangun pagi dan merapihkan tempat tidur sambil memintanya untuk menjaga sang adik sembari bersiap memulai hari, Kukenakan selendang dan menghaturkan banten pagi di kemara dan ari ari...