Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Andrea Hirata

Menanti Waktu di ‘Padang Bulan’

Tak sulit untuk membuatku terdiam dalam waktu yang lama, berikan satu novel dan tinggalkan. Biasanya pikiranku akan mencoba untuk berpikir, menelaah dan kemudian berusaha menikmati. Satu demi satu langkah itu berjalan dan selesai. ‘ Padang Bulan ’ karya Andrea Hirata . Novel yang berkisah tentang Enong, seorang gadis berusia 14 tahun yang sangat gemar pada pelajaran bahasa Inggris, namun secara mendadak terpaksa harus berhenti sekolah dan mengambil alih seluruh tanggung jawab keluarga. Ada pula kisah cinta ‘sehidup semati’ Zamzami dan Syalimah, kedua orang tua Enong menghiasi kilas balik perjalanan hidup mereka. Sebuah kejutan yang mampu memutarbalikkan kenyataan. Pasca tetralogi Laskar Pelangi , Sang Pemimpi , Edensor dan Maryamah Karpov , Andrea Hirata ‘si keriting Ikal’ kembali menawarkan novel dwilogi ‘Padang Bulan’ dan ‘Cinta di Dalam Gelas’. Bagi mereka yang telah menantikan karya sejak lama, pastilah novel ini mampu menjadi pengobat dahaga. ‘Padang Bulan’ hanyalah awal dari sek...

Menyimak Maryamah Karpov by Andrea Hirata

Menunggu…. Bagi saya adalah aktivitas yang tidak menyenangkan. Apalagi menunggu datangnya gaji saat dompet kehabisan isinya. He… Salah satu yang biasanya saya lakukan saat menunggu adalah membaca. Tak peduli apakah itu majalah yang saya sukai, majalah nganggur yang ada didekat-dekat situ, sampe buku atau novel yang ndak jelas isinya apa. Sayangnya hingga saat ini saya masih belum pernah melewati waktu menunggu dengan cerita asyiknya Nick Carter. He… Maryamah Karpov. Buku atau Novel keempat yang dilahirkan oleh seorang Andrea Hirata , si keriting ikal asal BeLitong, sebagai bagian terakhir dari sebuah karya Tetralogi yang mengagumkan. Buku ini tebalnya mendekati si penyihir Harry Potter-nya JK Rowling, sehingga kalopun bagi mereka yang merasa salah beli dan malas untuk membacanya, bisa dijadikan alternatif pilihan untuk bantal tidur. He… Becanda mulu nih ! Cerita tentang perburuan cinta yang sempat mewarnai masa kecil si keriting ini, dibumbui pula dengan ‘mimpi-mimpi Lintang’ , sobatny...

Mengenang Laskar Pelangi by Andrea Hirata

Awalnya setiap kali saya mendengar kata Laskar Pelangi, yang terbayang dalam otak saya ini adalah cerita anak-anak serupa buku komik terbitan Elex Media. Begitu pula saat mendengar cerita bahwa Laskar Pelangi akan difilmkan oleh sineas muda negeri ini. Histeria yang terjadi pasca pemutaran film bioskop ‘Laskar Pelangi’ ditambah nyanyian anak-anak yang melantunkan tembang gres Nidji bertemakan sama, akhirnya membuat rasa penasaran saya timbul akan novel yang kabarnya menjadi ‘Best Seller’ dimana-mana. Sayangnya untuk mendapatkan pinjaman dari adik sepupu, musti menunggu terlebih dahulu, berhubung sedang beredar kemana-mana (istilahnya : dipinjem). Sambil menunggu kembalinya novel tersebut, saya diberikan satu buku yang bercerita ‘di balik layar Laskar Pelangi’. Tentang perjuangan Riri Reza dan Mira Lesmana dalam mewujudkan karya epik film negeri ‘Laskar Pelangi’. Membaca cerita perjalanan awal pembuatan sebuah film negeri seperti halnya ‘GIE’ terdahulu, saya akui makin membuat saya maki...

MeLintasi Edensor by Andrea Hirata

Seakan tak sabar melanjutkan kisah si kriting ikal, saya mulai menggadang-gadangi sepupu untuk mendapatkan ‘Edensor’, buku atau novel ketiga dari sebuah karya Tetralogi oleh Andrea Hirata . Ketertarikan saya ini lebih pada dua racun yang ditanamkan sejak awal, yaitu ‘Laskar Pelangi’ dan tentu saja ‘Sang Pemimpi’. Memulai Mozaik pada ‘Edensor’, rasanya tak sesulit yang saya alami saat berusaha menyuntikkan racun dua karya sebelumnya. Tak heran ‘Edensor’ dapat saya selesaikan tak sampai menginjak hari kedua. Apa pasal ? ‘Edensor’ bagi saya tak ubahnya sebuah BLoG pribadi, berisikan satu kisah atau perjalanan hidup seorang Andrea Hirata, yang dituangkan dalam 44 Mozaik (jika pada BLoG barangkali bisa disebut sebagai posting tulisan). Mengapa saya katakan seperti sebuah BLoG ? Cerita yang dipaparkan satu persatu ditulis dalam sebuah kisah atau Mozaik yang pendek, tak seperti ‘Laskar Pelangi’, novel pertama dari sebuah Tetralogi itu. Mengalirnya kisah dapat dicerna dengan mudah dan membuat ...

Menikmati Sang Pemimpi by Andrea Hirata

Memasuki tahap pelepasan penat usai penyelesaian tugas dan proposal Thesis pasca Sarjana yang saya ambil selama satu setengah tahun ini, banyak harapan yang saya ingin tumpahkan untuk pelampiasan semua itu. Salah satunya adalah melanjutkan kenikmatan akan indahnya sebuah buku. Lebih tepatnya lagi, Novel. Sang Pemimpi . Buku kedua dari sebuah Tetralogi hasil karya Andrea Hirata . Buku ini sebetulnya sudah lama menarik hati saya saat adik sepupu yang memang memiliki hobi membeli, membaca serta mengoleksi aneka ragam buku, baik komik, majalah, novel hingga sebuah skenario film sekalipun. Rasa penasaran dengan sebuah buku yang begitu ia banggakan dan ternyata bukan hanya ia yang menunjukkannya, membuat saya bertekad akan mulai menikmatinya pasca tugas perkuliahan semester ketiga ini selesai. Maka, sedari sabtu pagi hingga minggu sore, buku inipun habis saya lahap. Amazing. Hanya dalam hitungan jam saya bisa menyelesaikan kenikmatan sebuah Novel. Tak salah memang jika membaca prolog maupun ...

Menanti Laskar PeLangi

Seperti biasa, saya gak terpengaruh sedikitpun memburu kursi paling apik untuk mantengin film paling asik tahun ini, ‘ Laskar Pelangi’ di bioskop manapun juga. Termasuk memburu tembang apiknya Nidji yang menjadi original song dari film tersebut. Ini terkait dengan prinsip saya dalam menikmati sebuah karya film, rasanya tak nyaman jika nonton beramai-ramai, juga tak nyaman hanya menonton sekali itu, lantas penasaran sepanjang hari. Makanya jauh lebih baik saya menantikan ‘Laskar Pelangi’ release on VCD or DVD. Baru diburu ke penyewaan dan ditonton sepuasnya. Aksi ini pula berlaku untuk film box office lainnya. Makanya, sembari menanti ‘Laskar Pelangi’ hadir di penyewaan vcd, huehehehe….. Saya bersiap-siap dahulu melakukan pemanasan dengan hunting film tema sejenis. Karena secara kebetulan juga, tempo hari di televisi gak sengaja nonton ‘Petualangan Sherina’ . He…. jadi ingat dengan Sherina yang waktu kecil begitu lucu dan menggemaskan. Akhirnya saya putuskan untuk meminjam ‘ Denias...