Skip to main content

Posts

Showing posts with the label tentang Opini

Cinta Olimpiade - Lupus

Tadinya saya mengira novel Lupus Cinta Olimpiade ini adalah karya pertama alm om Hilman Hariwijaya sebelum Tangkaplah Daku Kau Kujitak. Ternyata kebalik. Padahal ini saya yakini sejak masa remaja dulu, saat masih sembunyi-sembunyi mencuri baca dari alm kakak kandung yang getol banget membeli novel Lupus, Olga dan lainnya. Cinta Olimpiade ini bercerita soal adiknya Lupus yang diapelin cowok dengan penampilan 80an gitu. Meski gondok saat diajak ngobrol yang melulu topiknya tentang masa depan keluarga yang diidamkan, namun demikian rupanya si adik merasa kehilangan juga akan kebaikan cowok itu pasca dimediasi oleh Lupus sebelumnya. Selain itu ada juga cerita soal perburuan wawancara artis muda berbakat, naik turun kisah cinta dengan Poppi yang berakhir dengan PHK alias Putus Hubungan Kekasih, dan riak-riak pergaulan masa remaja. Baik soal ospek atau yang saat itu disebut dengan mapras, dan ada juga soal siriknya sang teman akan kehidupan yang mereka jalani. Pasca Lupus, saya masih sempat ...

Bila -kerja bareng bubin lantanG dan Dian Bara

Kali ini tokoh utama cerita adalah tentang Fay. Pelajar SMAN 2 yang dikenal pula sebagai seorang penyiar radio Yudistira, dipaksa untuk pindah sekolah gegara sebuah pukulan menyasar Pak Udin yang seorang guru pasca memberikan tamparan pada Joe si adik. Cerita pun mengalir seputar kehidupan masa remaja, yang penuh cinta, harapan, gejolak dan kepedihan. Cerita ini merupakan hasil karya bareng bubin lantanG dan Dian Bara pada tahun 1992 silam. Saat yang sama, saya mengenyam bangku menengah atas dengan model kenakalan yang serupa. Hanya saja, kelakuan saya belum separah Fay baik dalam hal kreatifitas, hasrat maupun soal cinta. Berbagai macam kegelisahan yang dimunculkan dalam bab demi bab, lumayan asyik untuk dicerna. Sehingga tak terasa satu novelpun dilahap begitu saja. Akhir cerita, bisa dikatakan cukup menyesakkan dada, dimana sang Ibu harus berpisah dunia dengan kedua anak lelakinya. Pun memisahkan dua saudara dengan jarak dan harapan di masa remaja. #Novel #bubinlangtanG #DianBara #B...

Simak TIPS Persiapan Registrasi Kendaraan pada aplikasi MyPertamina

Aplikasi MyPertamina saat ini baru diujicobakan penerapannya di 11 kota saja, tidak termasuk Bali kalau tidak salah. Namun, untuk pendaftaran kendaraan, sudah bisa dilakukan dari tanggal 1 Juli kemarin. Dimana bagi pengguna yang berada diluar 11 kota tersebut, kemungkinan besar belum mendapat prioritas untuk verifikasi data. Jadi, mumpung belum ‘dipaksa’ ada baiknya kalian bisa mengetahui dan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan proses registrasi kendaraan tersebut. Pertama, tentu saja aplikasi MyPertamina yang proses Registrasinya  bisa dikatakan cukup mudah. Sementara untuk opsi pembayaran, wajib menggunakan aplikasi tambahan Link Aja yang bisa diunduh secara terpisah. Untuk mengaktifkan dan menyambungkan aplikasi ini dengan MyPertamina setidaknya dibutuhkan kesabaran saat pengiriman kode otp ke nomor kalian melalui sms. Saya sendiri kali ketiga baru berhasil. Mengingat jalur pengiriman melalui sms, yakinkan dulu kalau nomor kalian masih aktif secara fisik. Kedua, ...

Dua Pilihan Kalian mau Ikut Aplikasi MyPertamina atau Tidak ?

Dua Pilihan Kalian mau Ikut Aplikasi MyPertamina atau Tidak ? Aplikasi MyPertamina ini memang unik saat diluncurkan ke publik. Banyak pihak yang berkeberatan dan memborbardir rating dan reviewnya dengan bintang satu lantaran saking jengkelnya. Baik soal kebijakan yang dianggap menyusahkan, sampai leletnya proses registrasi dan kebutuhan kelengkapan yang tidak kalah banyak. Tujuan yang tersirat rasanya sih ada 2. Bagi yang merasa membutuhkan BBM berSubsidi yaitu Pertalite atau Solar di SPBU, wajib melakukan pembelian melalui aplikasi MyPertamina, yang ditautkan dengan aplikasi pembayaran e-money bernama Link Aja. Persoalannya gak berhenti sampai disini. Karena untuk bisa melakukan pembayaran menggunakan tautan aplikasi Link Aja, wajib top up dari rekening mobile banking yang anda miliki ataupun melalui gerai minimarket yang menyediakan jasa serupa. Gak bisa lagi main cash. Sudah begitu, proses Registrasi atau Klaim Pengguna juga membutuhkan pemenuhan persyaratan yang tidak sedikit. Sein...

Aplikasi MyPertamina RIBET BANGET !!!

Dua hari ini kejengkelan netijen Indonesia tampak sudah mulai hadir di aplikasi MyPertamina yang mejeng di barisan Play Store ponsel Android, dengan rating review 1.3. Padahal kemarin masih sempat berada di angka 1.7. Masalahnya adalah, selain rasa mangkel akan kebijakan Pemerintah yang dipandang menyulitkan bagi masyarakat kecil, untuk bisa melakukan Registrasi penggunaan aplikasi juga mendapat porsi perhatian yang besar. Terhadap hal ini, saya sih maklum saja. Mengingat sebagai ASN yang sejauh ini diwajibkan untuk mengisi sejumlah aplikasi kepegawaian dari Simpeg, PUPNS, MySAPK, TPP, Kinerja, hingga Trend terakhir soal IP PNS dengan Mentor Mentee-nya, soal lelet saat diakses ya sudah biasa saat ribuan orang melakukan input data secara bersamaan, mengingat ada batas waktu yang diberlakukan disitu. dan Saya memang mencobanya. ASLI RIBET BANGET !!! Pertama, soal kewajiban pembayaran pembelian BBM menggunakan aplikasi tambahan yaitu Link Aja. Sementara untuk saat ini, gak ada opsi tambah...

Jadi Pejabat Publik Gak Enak Gaez

Menjadi Pejabat Publik itu Gak Enak loh Gaez, seriusan… Apalagi bagi mereka yang punya mental karyawan, macam saya. Lebih memilih untuk berusaha mengerjakan dan menyelesaikan perintah dari pimpinan, sendiri, lalu menyerahkan pengambilan keputusan dan kebijakan pada atasan. Selesai urusan. Namun tidak demikian adanya dengan Pejabat Publik. Baik mereka yang memang menginginkan kedudukan itu, atau mereka yang mendapat mandat untuk duduk di kursi tersebut. Seriusan, gak ada enak-enaknya. Well, kalau dilihat dari fasilitas yang didapat, ya bolehkan kalian mengatakan “wah enak betul jadi pejabat” Mobil Dinas dijamin mulus bahkan keluaran terbaru. Sopir pribadi sudah ada yang menggaji. Belum lagi dana tunjangan diluar gaji. Ditambah Rumah Dinas. Itupun “kalau ada” ya Gaez. Kalau tidak ada, ya macam kata Dalang CenkBlonk. “Kenken je care Nyuwun Meri Muani. Len sube uyut, uyak tahi, netaluh sing.” -analogi membawa anak bebek laki di kepala. Sudah ribut, ...

Tentang Kita dan Diri Sendiri

Kadang kita suka abai dengan hal-hal kecil yang sesungguhnya amat sangat berarti di masa depan, yang cepat atau lambat semua hilang pada waktunya. Kesehatan diri, kebahagiaan pasangan, riuh rendah tawa canda anak dan juga kebersamaan keluarga. Terlalu asyik dengan dunia luar dan jaringan sosial bahkan yang kini telah dirangkum dalam sebuah perangkat ponsel. Apa yang pernah ada terdahulu menjadi semu tanpa arti. Dan ketika semua itu kembali diambil oleh-Nya, kesendirian pun melanda. Ingatan akan menjadi sebuah kenangan yang berlalu begitu saja. Dan gambar hanya bisa dilihat dengan mata, tidak dengan hati. Penyesalan akan datang menyusul. Berbeda jauh dengan mereka yang meneguhkan hati untuk peduli lebih awal. Menjaga semua bisa berjalan dengan seimbang. Secara perlahan meninggalkan ego, untuk harapan bisa lebih baik lagi keesokan hari. Teruntuk semua kawan yang tengah berjuang menjaga kesehatan diri, agar bisa memberikan kebahagiaan pada pasangan, menyajikan tawa canda anak-anak, juga k...

Pernah menyalahkan orang lain ?

Pernahkah kamu menyalahkan orang lain ? Pertanyaan Pagi yang dilontarkan oleh seorang kawan dari sebuah grup Whatsapp, membuat saya sedikit terhenyak dan berpikir. Apakah saya pernah menyalahkan orang lain atas hal yang saya alami hingga hari ini ? Hmmm… entah ya. Mungkin pernah, tapi saya tidak bisa mengingatnya. Karena jarang menyimpan kebencian terlalu lama. Cukup catatan kelam saja, lalu berdamai seiring berjalannya waktu. Jadi yang tersisa hanya sebagai pengingat saja, agar tak terjebak atau tersandung hal yang sama. Keseringan sih saya cenderung menyalahkan diri sendiri saja sepertinya. Yang terlalu naif saat menghadapi orang, menawarkan bantuan, atau selalu berusaha peduli pada lingkungan. Termasuk mematok idealisme yang terkadang malah mendatangkan bumerang bagi diri sendiri. Harusnya saya bisa lebih cuek dan EGP kalo kata senior saya terdahulu. Jauh lebih menyehatkan secara pikiran kata beliau. Keseringan saya merasa bahwa apa yang salah dan sudah terjadi sampai hari ini ...

Berbagi Pengalaman Pelayanan Service di Agung Toyota

Pagi ini saya kembali duduk manis di pojokan ruang tunggu milik Agung Toyota Denpasar di bilangan jalan Cokroaminoto untuk melakukan service rutin kendaraan Toyota Avanza yang dimiliki sejak tahun 2013 lalu. Kali kesekian pasca pemberian informasi service berkala yang diingatkan oleh tim internal mereka. Toyota adalah satu brand ternama kendaraan di tanah air yang memiliki kepercayaan tinggi akan kualitas dan kehandalan produk juga layanannya, memunculkan loyalitas bagi pengguna di berbagai segmen pasar. Saya salah satunya. Kendaraan terdahulu sebelum berpindah ke jenis minibus Avanza Veloz adalah Toyota Kijang Super produksi 1988 yang genap berusia 25 tahun, saat mengalami beberapa persoalan pada mesin. Pilihan untuk beralih kalau tidak salah ingat berawal dari tawaran mertua, pada tahun yang sama telah mengganti lebih dulu kendaraan mereka ke model Veloz, lantaran kenyamanan penggunaan dan juga promo harga saat itu. Kebetulan Beliau pun sebelumnya menggunakan model kendaraan Kijang j...

Catur Brata Penyepian, Tak lagi mampu saya patuhi

Sebagaimana biasa, saya begitu menikmati suasana pagi saat Hari Raya Nyepi hadir setiap tahunnya. Duduk manis di pelataran bale bali, menghirup udara dan menikmati sunyi, pas banget untuk menimbulkan mood menulis. Menceritakan banyak hal yang telah dilalui, sebagai bekal sekaligus upaya untuk membebaskan pikiran dari banyak beban. Lalu menyimpannya dalam sebuah halaman di blog ini. Semakin kesini, saya semakin yakin bahwa jutaan orang diluar sana sudah mengetahui apa dan makna Catur Brata Penyepian yang biasanya digaungkan setiap perayaan Nyepi hadir di Bali. Meski rata-rata tak bisa mematuhi semua tapa brata tersebut, minimal tapa yang krusial bisa dilakukan tanpa cela. Yaitu tidak bepergian ke luar rumah. Sementara untuk larangan agar tidak menyalakan api, yang mana banyak diterjemahkan dalam artian lampu, dan layar ponsel, saya meyakini ada sebagian yang tak mampu lagi mematuhi, dan dilakukan dengan berbagai cara upaya. Pun halnya dengan tapa brata tidak mengadakan hiburan, karena l...

Sebuah Cerita tentang Perjalanan menuju Nyepi Caka 1944

Sesaat setelah rapat Pleno tahunan diketok palu, mengesahkan kesepakatan pilihan warga atau krama banjar, untuk 8 nama dari 14 yang diambil dari masing-masing soroh atau keluarga besar di lingkungan Banjar Tainsiat, satu hal yang saya pikirkan kelak akan menjadi tantangab terbesar pertama kami adalah prosesi pengarakan ogoh-ogoh milik Sekaa Teruna yang sampai saat itu masih tarik ulur dan memberikan putusan yang tak pasti. Diperbolehkan melakukan pengarakan “dengan syarat”. Sementara sehari setelah pengesahan, kami langsung diminta untuk mulai menjalankan tugas terjun bersama krama, dari pengabenan, ngayah persiapan sampai upakara pujawali yang akan dilaksanakan esok lusa. Mengingat ini kali pertama kami melaksanakan tugas semacam ini, tentu ada satu dua hal yang menjadi catatan dan masukan bagi kami kedepannya. Mampu mengayomi krama banjar adalah hal terpenting dari semua ini. Mengayomi banyak pihak dengan berbagai pemikiran dan pendapat yang ada dalam kepala masing-masing,...

Bijak ber-Media Sosial, sudahkah Saya ?

Menarik sekali menyimak perdebatan netijen +62 atas kasus per kasus yang melibatkan para ‘orang yang dituakan’ oleh Umat Hindu belakangan ini, seperti aksi yang katanya ‘french kiss’ yang tidak sepatutnya dilakukan oleh mereka yang sudah disucikan secara agama, apalagi kemudian diUpload ke akun media sosialnya sendiri. Lalu saat keputusan undur diri dinyatakan, netijen lalu ramai-ramai menghapus postingan bully juga hujatan yang pernah Upload juga di akun media sosialnya masing-masing, dengan berbagai alasan, dari rasa kasihan pada anak dan keluarganya, dan ada juga yang merasa bahwa ‘tujuan’ yang diinginkan sudah tercapai. Sesederhana itukah ? Saya hanya bisa meringis. Karena ternyata mereka yang menghujat, membully atau hanya sekedar mempertanyakan, secara tidak sadar, memiliki cerita diri yang serupa dengan yang dihujat, dibully dan dipertanyakan. Apa sih bedanya ? “Bedanya ya karena yang bersangkutan adalah orang yang telah disucikan, makany...

French Kiss jadi soal ?

Timeline Media Sosial lagi rame soal sulinggih yang mencium rabindanya sendiri lalu diUplod ke akun IG ybs. Mendadak Viral lantaran orang mulai menyinggung soal kepatutan, etika, kebiasaan. Lalu menghujat. Tapi yang paling penting disini adalah Mereka merasa bahwa dirinya-lah yang paling benar. Padahal ya itu istrinya sendiri. Bukan istri orang. Lalu soal upload ke akun Media Sosial-nya sendiri ya hak-hak-nya yang bersangkutan. Toh akun milik sendiri. Mau posting pose jungkir balik juga sah-sah saja. Lalu kenapa dibikin rame ? Jangan-jangan ada agenda tertentu di balik -bikin jadi Viral-nya. Gumi linggah ajak liu, ade nu kene ade nu keto. Yen konyangan ajak patuh, seragam, senada, ing ado perbedaan-ne, apa sih indahnya ? Mbok ya sepalanan dipanas-panasi agar post yang lebih seru gitu loh… dan yen sing demen, tidak suka, ya tinggalkan saja. Sesederhana itu sebenarnya. Kenapa dibuat ribet ? Tiang post begini, karena merasa untuk mengurusi diri sendiri saja masih belum tentu bisa ben...

Menerima Kado Pahit Akhir Tahun dari PakDe Jokowi

Kalau tidak salah ingat, semua ini berawal dari kekecewaan Joko Widodo selaku Presiden RI di periode ke-2, yang beranggapan bahwa ada banyak prosedur bertele-tele terjadi di lapangan saat upaya investasi diturunkan sehingga hasil yang diharapkan malah tidak terlihat. Selain itu birokrasi dan budaya kerja para asn pun menjadi sorotan Beliau, dimana pada akhirnya ide untuk menyederhanakan kelembagaan pemerintah digulirkan. Sebagai awal, jajaran Eselon IV sebagian besar dipangkas dan diubah menjadi Jafung alias Jabatan Fungsional, namun tetap mempertahankan sebagian lainnya yang bertugas sebagai Lurah ataupun kepala sub bagian urusan perencanaan, keuangan, umum dan kepegawaian. Sebuah kado yang pahit di akhir tahun 2021 dari PakDe Jokowi. Bagi semua eselon IV yang terkena pemangkasan, perubahan menjadi Jafung secara struktural, tentu bagai masuk dalam sebuah peti mati, dimana kemungkinan untuk naik jabatan secara struktural tadi, kecil bahkan tidak mungkin sama sekali. Yang ada hanyalah k...

Cara Mudah Belanja Kebutuhan Harian Ditengah Pandemi

Kemunculan virus covid-19 di Indonesia membuat banyak hal berubah, terutama untuk berbagai aktivitas masyarakat seperti biasanya. Ditambah lagi pemerintah selalu memberikan ketegasan membatasi mobilitas tinggi untuk mengurangi penyebaran. Meskipun hanya sekedar berbelanja kebutuhan, alhasil banyak toko, swalayan, supermarket yang tidak bisa bertahan dan bangkrut. Selain itu masyarakat modern ini juga lebih memilih berbelanja secara online. Selain lebih hemat waktu dan tenaga, juga bisa mematuhi aturan pemerintah untuk mengurangi kegiatan diluar ruangan. Astro hadir sebagai solusi ditengah pandemi, masyarakat tidak perlu pergi keluar rumah untuk memenuhi segala kebutuhan setiap harinya. Mulai dari sayuran, buahan, daging, seafood segar, telur dan masih banyak lagi lainnya. Banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika memilih menggunakan pasar online, apalagi Astro. Mereka mengklaim sebagai tempat belanja online cepat sampai dan terbukti nyata. Bahkan hal itu dibuktikan dengan tidak...

Belajar Daring di mata kami para orang tua

Sudah bukan rahasia lagi jika era pembelajaran daring yang dilaksanakan selama masa pandemi ini, sebagian besar tidak disetujui oleh para orang siswa, meski sebagian kecil lainnya malah mendukung untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 pada anak-anak mereka. Dua hal yang menjadi kendala terbesar para orang tua yang mengeluhkan proses pembelajaran daring atau online di rumah ini adalah ketersediaan media teknologi serta pendukungnya, dan kemampuan penguasaan materi sekian banyak mata pelajaran, yang mau tidak mau, suka tidak suka harus bisa dipenuhi oleh para orang tua mengingat adanya pendampingan bagi anak sekolah tingkat dasar pada umumnya dan lanjutan bilamana ada hal-hal yang sulit untuk dipahami. Soal ketersediaan media teknologi, di kuar sana cukup banyak juga yang merasa kewalahan dalam menyediakan wifi dan perangkat ponsel/tablet bagi anak-anak mereka agar bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Meski pemerintah sudah berupaya membantu dengan pemberian kuota pend...

Belajar di Anemone, Solusi Menyenangkan Bagi Anak pra Sekolah Dasar

Salah satu kendala para orangtua dalam mengajarkan dan mendidik anak-anaknya mampu calistung atau membaca, menulis dan menghitung adalah kemampuan penguasaan cara atau metode pengenalan dan tentu saja kesabaran. Sepanjang pengetahuan saya, tidak banyak yang mampu melakukannya dengan baik dan melewatinya sesuai ekspektasi para anak akan sosok orangtua mereka. Satu perjuangan yang cukup merepotkan sementara beban kerja dan hidup juga menjadi sebuah tantangan yang harus diselesaikan. Ada beragam jasa atau model pembelajaran bagi anak pra sekolah di luar sana. Namun saya pribadi memutuskan untuk mempercayakan anak usia pra sekolah yang saya miliki sejak awal pada Anemone. Sebuah lembaga kecil yang memiliki tagline Cara Baca Ajaib, menjadikan pembelajaran sebuah proses yang menyenangkan bagi anak-anak. Tiga putri kami telah menjadi buktinya. Mengapa keputusan ini kami ambil sejak awal, mengingat pada jenjang Sekolah Dasar level pertama atau kelas satu, siswa sudah dihadapkan pada cerita yan...

UU ITE Ancaman bagi kita semua

UU ITE dan segala ancamannya, hampir menjadi sebuah mimpi buruk bagi saya yang saat itu masih berstatus sebagai seorang pns baru di sebuah kantor dekat titik nol kilometer kota Denpasar. Sebuah tulisan dalam blog yang menceritakan soal wartawan amplop sempat menduduki tempat teratas dalam hasil pencarian google, menggunakan kata kunci nama sebuah media mainstream lokalan. Suasana hati di hari kerja saat itu jadi agak muram pasca mendapatkan informasi dari seorang kawan yang kebetulan memiliki hubungan dekat dengan para petinggi media cetak tersebut. Yang mana menyebutkan soal rencana tim pengacara dari media tersebut untuk menuntut saya menggunakan UU ITE, karena gerah dengan isi dan judul post blog tersebut. Sempat ragu sesaat dan mencoba menerka apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya pun sigap menghapus postingan blog yang saat itu sudah berpindah dari platfotm gratisan blogspot (saat tulisan dibuat) ke domain pribadi yang aktif hingga saat ini. Hal ini menjadi sebuah keberuntungan,...

Gak Semua Orang Siap ber-Media Sosial

Sejak awal menggunakan media sosial, saya memang tergolong jarang mau berinteraksi dengan orang per orang yang saya kenal baik secara offline maupun kenal nama di udara, baik melakukan Like postingan, komentar bahkan berbincang. Kecuali memang tahu betul bagaimana perilaku yang bersangkutan saat kami bersua di jalan maupun history terdahulu. Karena ternyata tidak semua orang yang memiliki akun media sosial siap untuk berinteraksi di media sosial. Masih ada yang pembawaannya emosional dan meledak-ledak, dan ada juga yang baperan. Komen dikit, gak suka eh langsung main blokir. Padahal dalam kesehariannya, gak terlihat banget ending bakalan begitu. Tapi memang ajang media sosial itu lebih banyak ajang pamer. Entah kebaikan, kemewahan, keberuntungan, bahkan pencitraan. Sehingga apa yang didapat pasca posting satu aktifitas di media sosial, efelnya bisa kejadian bertahun-tahun setelahnya. Iri dengki sudah biasa. Dugaan atau sangkaan juga biasa. Yang paling sering malah soal merasa. Padahal ...

Flight 7500 ternyata film Horor, Sial

Tadinya sama sekali gak terpikirkan kalo film yang mengambil set didalam pesawat ini adalah sebuah film yang bakalan bikin bulu kuduk bergidik, karena sejak awal nonton sudah anteng mengira sebuah versi dokumenter tentang pembajakan atau konspirasi hilangnya sebuah pesawat. Tapi nyatanya, aduh Sial banget. Jenis film yang kelihatannya bikin susah tidur. Film yang dibuat pada tahun 2014 silam ini kurang lebihnya mengisahkan tentang sejumlah penumpang pesawat yang berangkat dari Los Angeles menuju Tokyo dan di tengah perjalanan mengalami turbulansi yang cukup keras hingga menjatuhkan alat hirup oksigen bagi semua orang. Permasalahan mulai muncul saat salah seorang penumpang bernama Lance tiba-tiba kesakitan dan meninggal saat pesawat masih berada jauh di angkasa. Setelah itu, satu persatu penumpang mengalami penampakan yang berujung pada kematian pula. Uniknya, kematian yang dialami oleh orang yang tidak sadar atau belum siap untuk menghadapi kematian itu sendiri, diceritakan terus mengg...