Terhitung sejak masa pacaran yang kedua, saya secara perlahan mulai meninggalkan dunia penuh hingar bingar musik segala aliran dan perkembangannya. Maklum, waktu itu saya mulai diracuni dengan musik dan karya sang penyanyi solo yang dahulunya merupakan vokalis band papan atas Dewa 19. Ya, Ari Lasso. Bersyukur, hingga hubungan kami berakhir pada awal tahun 2005 lalu, yang namanya racun guna menghilangkan selera saya pada musik metal gak berpengaruh sama sekali. Mungkin karena sedari awal, jiwa saya memang cenderung menolak sebuah aliran atau karya musik seseorang atau sebuah grup, jika hati kecil memang mengatakan ‘Tidak’. Termasuk pada karya Ari Lasso. Maka kembalilah saya menyukai dan menggemari selera asal saya. Memasuki masa pacaran ketiga hingga menikah, boleh jadi selera saya akan suatu karya musik, lebih banyak mengarah pada tembang Cinta. Boleh jadi karena memang masa pacaran yang ketiga, begitu enjoy saya rasakan dan jalani. Tak heran kedekatan kami membuahkan pernikahan dan me...