Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ppkm

Biasanya sih gitu...

Masa pandemi begini dimana himbauan ppkm terus menerus diperpanjang oleh pemerintah pusat, memiliki profesi sebagai pns makin menjadi bulan-bulanan banyak orang lantaran masih tetap mendapatkan gaji penuh meski kewajiban ngantor hanya 1-2 kali seminggu. Pernyataan paling kentara bisa ditemukan di sejumlah akun sosial media, yang rata-rata mengeluhkan soal tiadanya penghasilan juga pekerjaan, atau hutang  dan tunggakan yang menumpuk, lalu menyinggung soal pns yang masih bisa berbagi foto rekreasi di akhir cerita. Padahal kondisi yang ada sebenarnya sama saja, mengingat pendapatan lain yang seharusnya atau biasanya didapatkan oleh banyak pns di luar sana, jadi berkurang separuh atau bahkan tidak ada tambahan sama sekali. Sementara gaji sudah digunakan untuk membayar hutang dan hanya menyisakan sebagian kecil diantaranya untuk biaya hidup bulanan. Ini fakta sebenarnya. Cuma memang jarang orang mengetahuinya. Mengingat akun sosial media, bukan ajang untuk berbagi cerita kekurangan atau kel...

Menanti Waktu yang Tak Pasti

Kota Denpasar nyaris tetlihat seperti sebuah kota yang mati, kota yang ditinggalkan oleh penghuninya seperti adegan dalam film-film bertemakan masa depan. Toko-toko makin banyak yang menutup gerai mengikuti himbauan ppkm mikro, tampak saru dengan mereka yang mati pelan-pelan dan memilih untuk menutup tempat usahanya secara permanen ketimbang rugi lebih banyak. Pun lengangnya jalanan karena penyekatan yang makin banyak. Tingkat kematian yang masih tinggi tampaknya menjadi salah satu pertimbangan pemerintah menginginkan perpanjangan ppkm hingga akhir Juli mendatang. Namun minimnya upaya pemberian bantuan bagi mereka yang dirumahkan atau menutup tempat usahanya, membuat masyarakat terdesak makin jauh karena tak semua mendapatkan gaji bulanan dari negara meski memiliki status serupa. Jurang kecemburuan makin menganga. Ada yang pada akhirnya memilih pasrah, karena meyakini bahwa Karma masa lalu merupakan penyebab adanya kehidupan masing-masing orang di jaman sekarang. Kalaupun kemudian haru...

Perpanjang Nyawa Tiga Bulan Sekali

Notifikasi sms berdenting nyaring di satu siang, sesaat setelah saya selesai mandi, usai piket WFO masa PPKM belakangan ini. Pikiran berharap banyak bahwa pesan yang datang bukanlah iklan dari provider atau penawaran pesugihan yang rajin menghampiri saban hari. Karena jujur saja, nyawa yang ada di setiap bulannya sudah cukup menguras pikiran dan perasaan. Ternyata benar. Tunjangan bulan ke-4 sudah masuk ke rekening sebagaimana info yang disampaikan istri tempo hari. Tunjangan bulan ke-4. Ini bulan Juli. Keterlambatan pemberian tunjangan yang biasanya hadir sekian hari setelah gaji masuk ke rekening, lebih disebabkan oleh ketidakjelasan pariwisata yang dua tahun terakhir ini disinyalir makin menurun tingkat kunjungannya juga pemasukan pajak sebagai pendapatan utama Kabupaten Badung, tempat dimana kami bekerja. Bagi sebagian orang yang terlanjur berhutang dan menghabiskan gajinya sebagai cicilan bulanan, pemberian tunjangan ini tentu sangat berarti, termasuk saya yang pada tahun 2019 lal...

Renungan satu sore soal ppkm dan penghasilan

Menyusuri jalanan Kota Denpasar di sore hari tadi serasa suasana Nyepi saja jadinya. Melihat barisan gerai toko yang ditutup serta lalu lintas yang sepi, melengkapi perasaan gundah seminggu terakhir pasca diterapkannya aturan PPKM oleh pemerintah pusat dan provinsi. Ada beragam tanggapan yang disuarakan sejumlah kawan di akun sosial media mereka soal ini. Mulai dari pemberian singkatan ppkm yang banyak diplesetkan, juga pemikiran dan pendapat mereka soal adanya kebijakan dan surat edaran himbauan pak Gubernur. Bahkan ada juga yang mengatakan, tanggapan seseorang akan ppkm ini akan sangat bergantung pada ketersediaan uang di kantongnya. Benar juga sih. Saya sendiri malas mengungkapkan pemikiran sendiri meski dilakukan pada timeline akun sosial media, karena yang namanya tumpahan hati biasanya akan gak bisa jauh dari persoalan emosi, yang kelak bisa berpotensi dilaporkan atau menjadi masalah bagi orang lain. Memang lebih baik diam. Apalagi, sudah banyak ancaman dari himbauan-himbauan yan...

Mencoba Memanfaatkan Waktu Luang PPKM Darurat

Setiap makhluk memiliki hak untuk hidup, bahkan untuk serumpun tanaman liar sekalipun. Namun bilamana mereka tumbuh pada tempat-tempat yang seharusnya dijaga kebersihannya oleh kita sebagai manusia, ya dengan terpaksa dibunuh dan dihilangkan. Meski tergolong kejam karena memiliki kaitan dengan nyawa para tanaman liar, tapi ketimbang merusak suasana ya dilakoni saja. Perintah PPKM telah dikeluarkan oleh para petinggi negeri awal bulan Juli ini. Beberapa mal dan pusat perbelanjaan infonya harus ditutup dan ribuan pekerjanya dirumahkan. Sementara toko dan warung serta tempat usaha lainnya mendapat batas waktu beroperasi hingga pukul 8 malam kalau tidak salah. Di lain sisi, para abdi negara kembali diminta melakukan WFH meski tidak semua. Namun kami yang secara kebetulan berada dalam lingkup pelayanan publik, kelihatannya masih diwajibkan untuk melakukan WFO dengan batasan maksimal 25% setiap harinya. Meski edaran lanjutan dari kepala daerah dimana kami bernaung belum dipastikan, namun unt...