Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Penghinaan

Memantau Penghinaan terhadap Bali, Nyepi dan Hindu di akun FaceBook

Tempo hari sebelum hari raya Nyepi, saya masih sempat menyampaikan beberapa kalimat ungkapan hati, berkaitan dengan upaya penghinaan terhadap Bali, Nyepi maupun Hindu yang terpantau di akun FaceBook setiap kali Tahun Baru Caka datang. Sudah biasa sebenarnya. Lihat saja di halaman blog ini, ada beberapa tulisan yang dipublikasi dengan tema serupa. 2-4 tahun lalu. Trus, kini masih ada ? Tentu saja. Wong ndak semua bisa berpikiran sama kok. Dan sebagaimana pohon, tunas baru selalu bermunculan dengan kedewasaan dan pemahaman toleransi yang berbeda. Atau kalau mau, baca saja media cetak pasca Nyepi kemarin. Ada tuh beritanya. Tapi iseng-iseng, saya mencoba memantau kembali, akun akun FaceBook mana saja yang tertangkap melakukan penghinaan ini. Dengan menggunaan kata kunci seperti (maaf) ‘Fuck Bali’, ‘Fuck Hindu’, ‘Fuck Nyepi’ atau dengan kata domestik (lagi-lagi maaf) ‘Bali Bangsat’, ‘Hindu Bangsat’, atau ‘Nyepi Bangsat’ . Ternyata dari beberapa hasil pencarian, rupanya tidak tertutup pad...

Remaja dan penyalahgunaan FaceBook

Dianandha Heppista , Aisyah Putri Prayudi ,  Ibnu Farhansyah , Julianto Madura ataupun Evan Brimob barangkali hanyalah beberapa remaja yang secara kebetulan tertangkap tangan memunculkan Update Status yang kemudian menghentak puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang membacanya. Terlepas dari pengakuan mereka bahwa itu dilakukan karena akun yang di-Hack oleh orang lain bahkan ada juga  karena pengaruh emosi. Mereka belum tahu betapa kuatnya pengaruh sebuah Social Media bernama FaceBook. Remaja dan FaceBook barangkali merupakan dua hal besar yang saling terkait dan sangat sulit untuk dipisahkan. Remaja yang selalu ingin menjadi yang terkini saya yakin pasti memiliki paling tidak sebuah akun FaceBook, apalagi media cetak, operator telepon dan juga berbagai brand ponsel selalu mengedepankan akun jejaring sosial pertemanan ini sebagai jualan terlaris. Demikian halnya dengan FaceBook. Remaja bisa jadi merupakan salah satu segmen pengguna terbesar. Seiring perkembangan jaman, rupanya Remaj...

Dianandha Heppista dan Penghinaan Nyepi Tahun 2011

‘kenapa ya kalo nyepi mesti matiin lampu?! toh juga kalo qt melanggar qt yg dosa khn?! Ada aja org yg buat aturan aneh2! Klo mw nyepi, nyepi aja sendri2! Ga usah ngerepotin org laen! saaaaaaaaatt ! \f/’ Dianandha Heppista (BeBeenya Bogel) , remaja putri kelahiran 22 Maret 1993 ini tampaknya merasa tidak puas dengan Heningnya perayaan Tahun Baru Caka 1933 Nyepi di Bali atau lebih tepatnya di Kota Denpasar, daerah Kesiman tempat dimana ia tinggal. Peraturan atau lebih tepatnya anjuran untuk tidak menyalakan lampu dalam hal ini api atau penerangan sebagai salah satu dari empat yang diberlakukan setiap hari raya Nyepi, menjadi sasaran akibat ketidakpuasan bathin bisa juga ketidakpahaman si remaja akan hakekat, makna dan maksud dari pada peraturan atau anjuran tersebut. Sebagai seorang siswa yang pernah atau masih bersekolah di sebuah sekolah ternama SMAN 1 Denpasar, status yang di-update melalui ponsel seluler yang bersangkutan sungguh patut disayangkan. Pertanyaan Pertama yang ada dalam ...