Skip to main content

Posts

Showing posts with the label PPK

Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee...

Bulan Januari merupakan bulan paling sibuk bagi seorang PNS, apalagi kalau sampai diberi tugas tambahan sebagai PiPiKey untuk menangani berbagai kegiatan di Bidang atau bagian lainnya. Mencakup pemantauan RUP, penyusunan KAK, HPS atau dokumen pengadaan, lalu ada dokumen pendukung berupa SK atau apapun itu, termasuk penyiapan berkas kegiatan setahun lalu untuk pemeriksaan BPK atau sejenisnya yang juga biasanya dilakukan di awal tahun. Bersyukur kalau untuk mengerjakan itu semua masih bisa dan mau dibantu oleh barisan rekan kerja atau staf yang tak kalah mumpuni kemampuannya. Kelak akan menjadi masalah jika mereka pensiun duluan 😅 karena untuk regenerasi pekerjaan dan keterampilan di bidang tersebut kelihatannya makin susah. Gak jarang beberapa agenda dikerjakan sendiri sesempatnya. Dengan menggunakan tujuan yang sama yaitu mempercepat pekerjaan bisa diselesaikan agar bisa mengambil porsi yang lain. Belum termasuk agenda menyusun Laporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat tahun keempat, ...

Suka Duka menjadi PPK -Pejabat Pembuat Komitmen

Seharusnya aksi #30HariBercerita yang saya coba lakoni di bulan Januari 2025 atas postingan mb @mi tempo hari, sudah bisa dikatakan klop -Bercerita selama 30 Hari berturut-turut setiap hari dari tanggal 1 Januari 2025. Yang saya posting lengkap di akun Thread dan juga laman blog pribadi www.pandebaik.com Sementara di Instagram dan FaceBook, hanya beberapa saja yang saya post dan itupun yang sekiranya bisa dibaca teman se-Sosial Media.  Dan hari ini, saya tambahkan satu postingan lagi deh, biar genap 1 bulan Januari, meski lebih dari #30HariBercerita  * Suka Duka menjadi PPK -Pejabat Pembuat Komitmen Menjadi PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen atau yang dulu dikenal sebagai Pimpro, sudah saya lakoni sejak tahun 2013 bulan Mei, saat dipromosikan ke Dinas Cipta Karya dan menangani urusan Jalan Lingkungan di era itu. Sampai tahun 2024 kemarin, kalau tidak salah terhitung sekitar 8 tahun saja diberi mandat oleh pimpinan. Karena sempat absen di tahun 2018 sampai 2021, yang mana posisi...

e-Learning Pelatihan PPK Tipe C, Selesai juga

Menyelesaikan tugas Pembelajaran Mandiri e-Learning Pelatihan Kompetensi PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Tipe C, kerjasama BKPSDM Kabupaten Badung bersama IAPI Indonesia dari tanggal 10 Desember 2024. Bersama rekan-rekan dari Disperkim, PUPR, Disdik dan Diskes Kabupaten Badung.  Lelah juga bertapa depan laptop selama 3 hari terakhir untuk menyelesaikan 12 tugas yang terbagi menjadi 3 Modul Pembelajaran. Off dulu menyentuh ponsel dan hiruk pikuknya.  Sesi selanjutnya, masih harus menunggu Pembelajaran Tatap Muka pada tanggal 21 Desember mendatang, sembari menanti penyelesaian semua tugas dari rekan lainnya.  Yuk balik lagi ke Adat Banjar 😌

Liburannya Sudah Usai, Ndan

Tiba-tiba saja selera makan saya menguap entah kemana. Sementara nasi dan lauk yang pesan sudah dihidangkan di meja. Fuck… Stress pekerjaan di awal bulan Oktober ini rupanya sudah mulai melanda pikiran. Sembilan bulan menikmati liburan tanpa beban dan tanggung jawab, banyak memberikan kesan bermakna pada keluarga. Kami jadi memiliki banyak waktu bersama sejauh ini, utamanya jika hari Jumat siang sudah menjelang, hingga minggu malam. Tanpa gangguan telepon, keluhan hingga makian orang per orang. Juga tugas dadakan dari pimpinan maupun kawan di skpd lain. Akan tetapi minggu ini, hingga bulan-bulan mendatang, sepertinya masa-masa indah Liburan bersama Keluarga bakalan Berakhir. Ya, dan sudah dapat dipastikan Berakhir. Mengingat pimpinan dimana saya bertugas, per Senin 2 Oktober lalu dititiptempatkan di lapas LP Kerobokan. Kaitan dengan kasus Senderan Tukad Mati yang ramai di media beberapa waktu lalu. Mau tidak mau, suka tidak suka, konsekuensi dari semua itu, seluruh penugasan Belia...

Terbang (lagi) ke Jakarta Bersama Citilink

QG 153. Tujuan Jakarta. Pagi ini, sebagaimana yang telah direncanakan tiga hari sebelumnya, saya kembali duduk menunggu jam boarding keberangkatan pesawat Citilink di Gate 3 ruang tunggu Bandara Ngurah Rai Bali. Kali ini perjalanan akan memakan waktu hingga 2 hari kedepan, berkaitan dengan upaya pemberlakuan e-Purchasing Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau yang lebih familiar dikenal dengan istilah e-Katalog. Hal ini menyikapi pilot project dari LKPP RI kepada 5 Daerah kalau tidak salah, dimana 4 diantaranya merupakan Pemerintah Provinsi di Indonesia dan Badung adalah satu-satunya Kabupaten yang diikutsertakan di dalamnya. Perjalanan kali ini merupakan pengalaman pertama yang pernah saya agendakan keberangkatannya berempat dengan pimpinan, namun batal satu akibat kematian salah seorang famili di Jogyakarta yang mengharuskan yang bersangkutan hadir sebelum siang ini untuk mengikuti proses penguburan. Sementara kehadiran sudah terlanjur dilakukan Check in via mobile web yang akhirn...

Pengalaman Pertama, Kejutan Pertama

Saya sama sekali ndak menyangka. Jika satu dari seratusan kegiatan yang dipaksakan kepada saya untuk ditangani dan dikelola, harus mengalami pemutusan kontrak ditengah jalan. Sialnya ini semua terjadi akibat keteledoran semua pihak termasuk saya sebagai PPKnya. Damn ! Sialnya lagi, si Rekanan Pelaksana kabur tanpa berita. Lengkap dengan semua uang muka yang sudah terlanjur dicairkan tanpa ada pengembalian, dan zero progress di lapangan. Anjing ! Ketololan manajemen dalam menjalankan paket kegiatan di akhir tahun, begitu bathin saya sejauh ini. Terlalu Percaya, menjadikan semuanya bumerang. Bisa jadi ini satu wujud jeweran dari Tuhan kepada saya. Untuk tidak main-main dengan pengelolaan uang negara. dan bahwasanya satu cara itu dilalukan dengan uji coba sebuah paket kecil, ya paket kecil, dimana secara nilai apabila harus dibayarkan secara dadakan, masih bisa ditalangi meski harus menghabiskan tabungan yang ada. Bangke memang jadinya… Ini menjadikannya sebuah pengalaman pertama. Se...

PimPro, Apaan sih Itu ?

PimPro Kalian yang sudah masuk dunia kerja, utamanya yang bergerak di bidang konstruksi, saya yakin pasti pernah dengar istilah Pimpro. Baik yang berkonotasi Negatif ataupun Positif. Demikian halnya saya. Pertama kali mendengar istilah PimPro kalo ndak salah ya pas baru-baru jadi Pe eN eS. Yang saat diceritakan oleh pimpinan saat itu, apa tugas, kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang Pimpro, Bagi saya pribadi sih lebih banyak Negatifnya. Ini jika dilihat dari kaca mata kebenaran. Bukan pembenaran. Image besarnya Power seorang Pimpro makin dikuatkan saat saya mengobrol ngalor ngidul bersama seorang pejabat fungsional di tingkat Provinsi saat berkesempatan menginap sekamar *bukan seranjang ya* sewaktu ditugaskan ke Indonesia Timur berkaitan dengan pemanfaatan dana ABPN dua tahun lalu. Dari ceritanya, ya memang benar bahwa seorang PimPro apalagi di era Pak Harto menjabat dulu sebagai Presiden RI ke-2, punya kekuatan besar yang begitu memanjakan hidup dan keseharian yang bersa...

Diperiksa Tipikor (lagi)

Diberi beban kerja sebagai PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen atau yang dahulu dikenal dengan sebutan PimPro untuk 54 paket fisik peningkatan Jalan Lingkungan Kabupaten Badung, ditambah 6 paket Perencanaan dan 6 Paket Pengawasan belum termasuk yang bersumber dari dana APBN seperti PNPM Mandiri Perkotaan dan PPIP, sebetulnya sudah membuat puyeng kepala dan juga dengan terpaksa mengorbankan kesehatan, nampaknya yang namanya cobaan dari Tuhan belum jua usai. Kali ini ditambah satu lagi, pemeriksaan dari Tipikor Polres Badung, menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana korupsi pada salah satu paket diatas. Tentu proses pemanggilan ini berkaitan dengan tugas yang dibebankan pada saya diatas. Berat ? Ya… tapi dijalani saja. Memikul tanggung jawab untuk sedikitnya 66 paket sebagaimana gambaran awal diatas, bagi sebagian orang sepertinya sudah mulai maklum apabila satu dua diantaranya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Masalah Sosial menempati urutan pertama. Berlanjut pada masalah Teknis...

Akhir Kisah Perjalanan di PPIP

Mendapatkan promosi di posisi Kepala Seksi Permukiman akhir April tahun 2013 lalu, rupanya memberikan banyak penugasan baru yang mau tidak mau harus saya lakoni mengingat secara legalitas Surat Keputusan yang ada, melekat pada jabatan struktural yang diemban. Maka itu selain mengurusi 62 paket Jalan Lingkungan, saya pun dipaksa terjun bebas menangani kegiatan bersumber dana APBN dengan 2 jenis berbasiskan pemberdayaan masyarakat yaitu PNPM Mandiri Perkotaan dan PPIP atau Infrastruktur Perdesaan. Bagi orang baru yang didorong jatuh untuk memahami semua kegiatan termasuk istilah yang ada didalamnya, tentu membuat kelimpungan kondisi lahir bathin saat BPKP turun melakukan pemeriksaan sementara saat itu nyaris tidak ada transfer knowledge dari pejabat lama maupun pimpinan yang secara kesehatan bisa dikatakan sudah tidak memungkinkan lagi. Minimnya kehadiran pelaku pelaksana menjadikan proses berjalannya pemeriksaan kacau balau, mengingat sebagai pejabat baru di posisi tersebut, tidak ada h...

Off Campus

Matahari !!! Huuu Haaaaaa !!! Selamat Pagi !!! Pagi Pagi Pag… *eh  Mimpi apa nih ? Mih… Maaf Maaf… yang tadi itu ceritanya Yel Yel kami, kelompok Matahari (tapi bukan Bunga Matahari Shincan loh yah…) yang begitu dibanggakan saat dipamerkan didepan dua puluh peserta Diklat PIM IV Angkatan V Kabupaten Badung… Meski gag dapet Juara Umum dan menyabet emas, tapi pengalaman kali ini memang amat berkesan… apalagi pernah punya pengalaman jatuh dan amnesia saat outbound masa prajabatan terdahulu. Jadi bisa dikatakan yang sesi hari terakhir itu merupakan sesi bertahan hidup normal… ups… Jika tulisan dua makan siang kemarin ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya yang golput itu, maka tulisan kali ini ada kaitannya juga dengan tulisan sebelumnya yang… eh yang mana yah ? Jadi ceritanya nih usai melakoni 13 hari kerja On Campus di pendidikan pola baru ini, semua peserta angkatan V Kabupaten Badung (sebetulnya angkatan pertama di kabupaten Badung ...

Berbenah Diri di Permukiman

Jika selama delapan bulan terakhir hampir setiap saat saya mengeluh soal kesibukan baru dan jadwal kerja yang bertambah padat baik di sosial media FaceBook dan Twitter ataupun Blog, rasanya jelang akhir tahun begini sudah seharusnya saya melakukan introspeksi diri, berbenah untuk masa depan yang lebih baik. Terlepas dari semua beban yang tanggungjawab yang diserahkan oleh pimpinan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung, sebenarnya ada banyak hal yang patut saya syukuri. Salah satunya adalah tanggungjawab. Bayangkan jika sampai saat ini saya masih berkutat dengan masalah sistem, komplain penyedia hingga prosedural yang sesuai dengan SOP, barangkali mental kerja yang saya yakini tetaplah menjadi sebuah area hitam putih. Sementara kini, yang namanya abu-abu pula warna lainnya hadir dalam keseharian tanpa ampun. Bikin deg-degan memang, tapi lama-lama mengasyikkan jika mampu untuk dinikmati. Hal lain lagi, dengan perpindahan ruangan artinya makin banyak k...

Balada #nasibPPK

Pernah mengikuti hastag #nasibPPK dan segala keluhan yang berkaitan dengannya di akun Twitter dan FaceBook milik saya ? he… rupanya semua berawal dari 30 Juli 2013, kali pertama mulai mengeluh akibat kesibukan baru sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) . Mau tahu apa saja alurnya ? yuk, diintip… Jaga Kantor… ngelemburin berkas usulan Jalan Lingkungan… *hiks > 30 Juli Kalo gag rapat, pasti deh ngurusin masalah keterlambatan atau usulan yg tak jua kunjung habisnya… *nasibnasibjadiPPK *GalauSeGalauGalaunya > 4 September Menyusun Surat permohonan perubahan SK Menteri Pekerjaan Umum, terkait PPK Satker PIP atas nama sendiri… *bakal makin sibuk nih sepertinya > 18 September Jadi PPK dengan 70an kegiatan itu susah, Jenderal… *sampe kebawa mimpi kerjaannya *sudah saatnya untuk liburan lagi *uhuk #kode > 19 September Masih belum bisa tidur, pikiran melayang ke PPIP, PIP, P2KP, P2P, PNPM dst dst.. sama sekali belum terbayang seperti apa rupanya.. *nasi...

Twitter @LPSEBadung : Tips Seputar PPK

Bersua lagi Rekan-rekan @LPSEBadung, sudah lama rupanya saya gag kultwit terkait Tips dan Trik pemanfaatan aplikasi SPSE. Kali ini saya usahakan untuk bisa ngetweet beberapa pengalaman yang saya dapatkan semenjak ditunjuk sebagai PPK di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung. Sebagai informasi awal bahwa kini saya sebagai satu-satunya Admin akun Twitter @LPSEBadung sudah tidak lagi bertugas sebagai Sekretaris LPSE Badung. Terhitung per 29 April lalu, saya ditugaskan utk menempati posisi di Kepala Seksi Permukiman Bidang Permukiman dan Penyehatan Lingkungan DCK. Dan berhubung pada posisi tersebut saya harus menggantikan personal terdahulu menjadi PPK, maka dengan berat hati harus melepas posisi nyaman di @LPSEBadung. Mengingat Perka LKPP tentang LPSE tidak mengijinkan adanya Dualisme akun antara anggota Tim Pengelola LPSE dengan PPK. Akan tetapi berkaitan dengan akun Admin @LPSEBadung hingga saat ini masih belum tergantikan mengingat diantara anggota Tim Pengelola LPSE Badung, tidak ada y...

PPK oh PPK

Setelah mengalami tarik ulur dalam jangka waktu satu minggu lamanya, akhirnya penunjukan posisi sebagai PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen yang nantinya akan menghandle sekitar 69 paket kegiatan di Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya di seluruh Desa se-kabupaten Badung, dialamatkan pada saya. Selamat deh, bathin saya… Namun ucapan Selamat yang saya maksudkan diatas bukanlah satu ungkapan atas bersyukurnya langkah yang diambil, namun lebih ke kepasrahan diri pada sekian banyak tantangan dan kesulitan yang kelak bakalan dihadapi. Bukan bagaimana, tapi jika mendengar adanya masalah yang terjadi sejak awal kepindahan saya ke posisi Kepala Seksi Permukiman, barangkali keputusaan yang diambil tersebut bakalan menjadi sebuah palu gada yang siap menghantam kepala dengan ratusan kasus yang bisa jadi berbeda. Berlebihan ? tidak tentu saja. Serius… Tapi ya sudahlah… minimal sedari awal saya sudah mengakui bahwa apa yang akan terjadi adalah miskomunikasi untuk masalah administrasi ...