Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Covid19

Jadi Ramai Kembali

Turut senang melihat senyum bahagia para pemilik toko perlengkapan sekolah anak, yang semenjak siang tadi infonya ramai dikunjungi para orang tua bersama putra putri mereka, termasuk kami. Setelah melewati 2 tahun masa kelam perekonomian, dimana anak usia sekolah harus mengikuti semua pelajaran melalui media daring, dan juga banyak para orang tua yang diberhentikan dari pekerjaan mereka, memberi dampak luar biasa pada para pemilik toko masa itu. Kami yang kerap lalu lalang melalui jalan tersebut, ikut merasakan kesepian dan berkurangnya keuntungan maupun omzet yang biasanya diraih. Tahun ini bungsu kami Ara, memasuki masa Sekolah Dasar dengan usia yang bisa dikatakan lewat setahun. Alasannya sederhana. Mengingat secara fisik yang dahulu dilahirkan dalam kondisi prematur, rasanya kasihan jika harus melepas ia dari bangku taman kanak-kanak setahun lalu. Maka secara sadar, kami pun menunda setahun rencana guru-guru sekolah TK, yang berkeyanikan bahwa Ara sudah mampu naik tingkat. Barusan ...

Mengubah Perilaku Mengubah Kebiasaan

Nyaris genap dua tahun Covid-19 hadir di dunia dengan semua histeria derita juga konspirasi dan variannya. Menenggelamkan budaya, adat istiadat dan juga perilaku manusia secara cepat, tanpa ampun. Mengancam jiwa dan kepenatan. Hidup seakan sudah berada di pinggir jurang saja. Pernah saya memiliki kekhawatiran akan berada dalam sebuah keramaian. Parno akan banyak hal. Termasuk berada dalam satu ruangan dengan banyak orang yang tak dikenal. Sampai tersembul keinginan untuk menyendiri, jauh dari semua aktifitas yang mampu mengancam jiwa dan keselamatan orang-orang tercinta di sekeliling. Apalagi diri memiliki komorbid yang infonya rentan akan penularan virus Corona. Mengubah Perilaku Mengubah Kebiasaan Tak dinyana, nyaris semua hal berubah sedemikian cepatnya. Dari keseharian masing-masing pribadi, hingga hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial. Perilaku easy going sepertinya tak lagi bisa disetujui. Minimal yang namanya masker atau hand sanitizer menjadi dua hal wajib yang harus di...

Belajar Daring di mata kami para orang tua

Sudah bukan rahasia lagi jika era pembelajaran daring yang dilaksanakan selama masa pandemi ini, sebagian besar tidak disetujui oleh para orang siswa, meski sebagian kecil lainnya malah mendukung untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 pada anak-anak mereka. Dua hal yang menjadi kendala terbesar para orang tua yang mengeluhkan proses pembelajaran daring atau online di rumah ini adalah ketersediaan media teknologi serta pendukungnya, dan kemampuan penguasaan materi sekian banyak mata pelajaran, yang mau tidak mau, suka tidak suka harus bisa dipenuhi oleh para orang tua mengingat adanya pendampingan bagi anak sekolah tingkat dasar pada umumnya dan lanjutan bilamana ada hal-hal yang sulit untuk dipahami. Soal ketersediaan media teknologi, di kuar sana cukup banyak juga yang merasa kewalahan dalam menyediakan wifi dan perangkat ponsel/tablet bagi anak-anak mereka agar bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Meski pemerintah sudah berupaya membantu dengan pemberian kuota pend...

"Satu persatu Sahabat pergi..."

Bagai Thanos yang berhasil menjentikkan jarinya… “Satu persatu Sahabat pergi, dan takkan pernah kembali…” Saya selalu teringat pada lirik lagu bang Iwan Fals, tiap kali mendengar kabar duka yang datang dari para kerabat, saudara, kawan bahkan rekan ruangan kantor. Tentang kehilangan mereka akan orang-orang yang dicintai, akibat penularan satu virus laknat yang dipungkiri kehadirannya oleh banyak orang, sehingga sebagian dari kita jadi cenderung meremehkan dan abai pada protokol kesehatan. Tak ingin bersedih terlalu lama rasanya. Tak ingin tertawa juga atas apa yang sudah dialami oleh sebagian lainnya. Kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, bahkan kehilangan kebersamaan. Semuanya mendadak jadi sebuah kenangan yang suram akan keinginan untuk bisa hidup dengan tenang. Hanya diam dan berserah pada-Nya yang bisa dilakukan untuk saat ini. Banyak orang mengalami, Banyak orang pula yang pernah merasakan, namun hanya Sedikit yang berEmpati, berusaha tabah dan melan...

Jaga diri sendiri, Jaga orang lain

Saya memang sengaja tidak mengungkapkan apapun kaitan pemberlakuan #ppkm dan juga perkembangan #covid19 di akun media sosial sebagaimana yang dilakukan banyak kawan di luar sana. Bukan lantaran memiliki posisi aman atau previlege tetap mendapatkan gaji bulanan sementara status sama-sama menyandang WFH, tapi lebih kepada berupaya memberi rasa nyaman pada diri sendiri, utamanya pikiran. Karena dua minggu terakhir serangan nafas sesak selalu menghampiri sesaat pasca membaca informasi tentang penularan covid dan variannya, juga belasan berita duka. Mirip dengan situasi setahun lalu, saat Corona mulai merangsek Indonesia. Saya memang sengaja mengabaikan semuanya, update jumlah kematian atau positif harian dari kawan-kawan nakes di whatsapp group, broadcast anjuran untuk mengkomsumsi ini itu sebagai penguat imun, bahkan ikut rebutan susu beruang dan semacamnya. Masa bodoh dengan itu semua. Toh, apa dan bagaimana penyebaran virus Covid sudah jelas diketahui sejak awal. Himbauan untuk selalu m...

#Covid19 Sampai Kapan ?

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 lewat, sementara diluaran suasana malam juga makin terasa sepi. Namun pikiran belum jua bisa terlupa, lantaran masih banyak hal yang ingin dituangkan segera. Rasa kantuk entah kemana. Virus Corona Covid19 dan varian Delta, benar-benar membuat perasaan tak nyaman hingga menimbulkan rasa sesak pada dada secara tiba-tiba. Kekhawatiran akan kunjungan dadakan pada keluarga, kedua orang tua, anak-anak atau istri, selalu muncul mengganggu konsentrasi setiap harinya. Ketakutan akan kehilangan sosok orang yang dicintai, mengalahkan semua logika dan akal sehat yang selama ini ada dalam pikiran. Dan benak selalu mempertanyakan hal yang sama. ‘Sampai kapan semua ini akan terus berlanjut ?’

Menikmati Waktu Mengabaikan #Covid19

Beberapa hari belakangan saya jadi makin asyik mengunduh dan menonton film baru, bermain games, juga bercanda dengan anak-anak dan bercengkrama dengan orang tua juga istri. Menyempatkan waktu luang mumpung ada kesempatan yang masih diberikan oleh-Nya sampai hari ini. Mencoba menikmati waktu dalam kesendirian, bernyanyi atau bersenandung, mengambil aktifitas tambahan untuk menghabiskan waktu masa ‘dirumahkan’ selama #PPKM, mengabaikan semua pemberitaan dan Update Covid19, di whatsapp group ataupun media sosial, hanya untuk menjaga imun dan mood yang mulai terancam rasa tak nyaman, sesak pada dada dan khawatir berlebihan. Meski kerap dituduh bungkam lantaran ‘rasa aman’ yang didapatkan, karena para pegawai negeri sipil masih tetap mengantongi gaji bulanan, akhirnya saya memilih tak peduli dan abai pada semua itu. Biarlah orang menilai dengan pikirannya masing-masing, toh jalan hidup dan perjuangannya, berbeda satu sama lain. Terserah mereka mau bilang apa.

Menarik Diri dari hiruk pikuk #Covid19

Saya yakin, tak seorang pun ingin bangun pagi dari tidur dengan perasaan gundah akibat membaca kabar duka yang datang silih berganti dari para kerabat bahkan saudara juga kawan, kehilangan orang yang mereka cintai akibat Covid19 dan variannya ini. Itu sebabnya saya mulai menarik diri dari segala pemberitaan update virus Corona, sumpah serapah orang juga keluhan kawan akibat pemberlakuan #PPKM yang dipandang tak berpihak pada orang kecil. Saya memilih untuk abai dan masa bodoh. Bukan karena status yang sampai hari ini masih terselamatkan oleh pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil, dimana kerap menimbulkan kecemburuan orang per orang, masyarakat bahkan kawan sendiri sejak awal masa pandemi, lantaran masih bisa menerima gaji bulanan padahal sama-sama dirumahkan. Namun lebih pada kesehatan jiwa yang belakangan mulai diserang perasaan tak nyaman, nafas sesak dan rasa khawatir yang berlebihan, tiap kali membuka whatsapp group, akun media sosial dan lainnya. Mereka datang lagi laiknya dulu. ...

Kangen Ngumpul Lagi, Pergi Kau Corona

Jujur saja, rasanya kangen untuk bisa ngumpul banyak orang tanpa takut akan ketularan ataupun kehadiran virus Covid-19 dan turunannya diantara kita. Kangen main kemana-mana tanpa harus mengenakan masker, menyemprotkan disinfektan ke banyak benda, membersihkan tangan dengan sanitizer atau mandi lengkap pas nyampe rumah. Kangen ngeliat kerumunan orang yang antre membeli penganan ataupun kuliner yang lagi trend, berdesakan dan berhamburan. Kangen juga bercanda bareng teman dekat, duduk melingkar sambil menikmati cemilan dan cepuluh. Corona benar-benar mengubah habbit dan perasaan kita semua.

Berbagi Catatan Pengalaman Covid-19 dari Pak Wayan Seraman, Panutan kami

Kali ini saya ingin sharing pengalaman dari pimpinan kami di Bidang Perumahan Rakyat, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung, bapak Wayan Seraman yang sempat menjalani perawatan Covid-19 di dua rumah sakit, Bayangkara Trijata dan Sanglah. Beliau memiliki Komorbid Diabetes yang cukup terkontrol setiap bulannya. Berikut ceritanya. MUSIBAH tidak bisa ditolak, ProKes sudah entah lengah dimana ? Hasil test Swab Antigen + (positif) dan harus opname. Gejala awal infonya masih sebatas pusing dan mual, lalu minum obat sampai 3 hari. Gak ada perubahan. Gejala yang umum atau lazimnya Covid-19 seperti hilangnya kemampuan indera penciuman dan perasa tidak muncul sama sekali bahkan masih ada sebagaimana biasanya. Upaya kontrol kesehatan pertama pun dilakukan ke Puskesmas sesuai Fasilitas Kesehatan Pertama BPJS dan menghasilkan diagnose Thypus. Disarankan wajib minum obat dan beristirahat. Upaya kontrol kesehatan kedua masih dilakukan di Puskesmas yang sama pada tanggal 23 Jan...

Umur Seseorang Tiada yang Tahu

Laiknya jentikan jari Thanos pada film besutan Marvel tiga tahun lalu, jutaan orang menghilang dari peradaban dan hanya menyisakan sebagian yang merasakan kehilangan orang yang dicintai begitu berat. Padahal sesaat sebelumnya masih bisa diajak berkomunikasi, bertatap mata atau melihat sosoknya dari kejauhan. Namun begitu ‘Tap’ semua yang pernah dimiliki hilang begitu saja, menyisakan pedih dan tangis serta kewajiban untuk menjalani hidup tanpa cinta. Demikian halnya dengan penyebaran virus Covid setahun terakhir. Jutaan orang meninggal dunia tanpa bisa memberikan pesan dan rasa cinta pada orang yang dikasihinya. Lantaran Covid membuat umur seseorang hanya bisa dinikmati dalam hitungan hari kedepannya. Mau dilanjutkan atau berhenti sampai disitu saja. Tergantung pada upaya yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika seseorang memiliki komorbid atau penyakit penyerta saat Covid hinggap dan berkembang dalam tubuh, infonya memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi daripada orang ...

Berbagi Cerita Vaksin Sinovac #2

Akhirnya selesai juga proses Vaksinasi Covid-19 yang ke-2, satu kesempatan yang diberikan oleh orang yang banyak membantu saya selama ini, dan tentu atas karunia kesehatan dari Ida Hyang Widhi Wasa, senantiasa memberikan hari yang lebih baik sampai saat ini. Vaksin ke-2 Covid-19 ini diberikan bagi para lansia yang hingga tulisan ini dibuat, masih sebagai prioritas utama pemberian vaksin di berbagai daerah, dan ASN ber-KTP Denpasar sebagai prioritas tambahan yang diberikan oleh RS Bali Royal Hospital Renon hari ini. Infonya Bros untuk sementara menutup peluang jalur Umum untuk mendapatkan Vaksin pertama mengingat stok vaksin yang makin menipis. Pemberian Vaksin ke-2 Covid-19 ini bertepatan dengan hari jadi saya yang ke-43 tahun dan sekaligus telah memohon ijin bolos kerja pada pimpinan dimana saya bertugas. Efek sampingnya masih sama, rasa lapar dan mengantuk saja. Gak ada nambah 5 inchi rasanya. Terima Kasih untuk Bapak Putu Tony dan Ibu Ayu Ameilia yang telah memberikan hadiah ulang t...

Berbagi Cerita Vaksin LANSIA ke-2 di RS Wangaya

Mereka saya daftarkan sekitar pukul 6.30 pagi tadi dan mendapatkan nomor urut 33.34.35 dengan perkiraan jadwal panggilan sekitar pukul 10 pagi. Jadi ya saya menyempatkan diri untuk pulang dulu antar si sulung ke sekolah lalu rebahan sebentar menunggu jadwal. Ini adalah jadwal vaksin Covid yang ke-2 kalinya bagi para Lansia khususnya bagi ketiga orang yang tercantum dalam Kartu Keluarga, jeda 28 hari dari jadwal vaksin pertama di bulan Maret tempo hari. Pukul 10.00 saya pun tiba parkiran barat RS Wangaya dengan mengajak 3 lansia yang sudah siap vaksin, namun sayang… infonya proses pemanggilan baru saja dimulai, dan ternyata ada barisan pendaftar calon vaksin Online yang berasal dari masyarakat Umum atau mereka yang tidak masuk dalam golongan lansia, pns ataupun guru. Sehingga info awal dari petugas setempat, proses pemanggilan dilakukan secara bergantian, dengan resiko waktu tunggu para Lansia jadi lebih lama, karena pemanggilan nomor urut mereka jadi dua kali lipat. Tapi ternyata peman...

Berbagi Catatan Pemberian Vaksin Prioritas bagi Lansia di Kota Denpasar

Untuk Lansia dengan usia diatas 60 tahun dan memiliki KTP Denpasar, belum mendapatkan jadwal vaksin, bisa mampir ke RS Wangaya dari pukul 06.30 pagi hingga 14.00 wita. Kalau bisa proses pendaftaran sebaiknya diwakilkan oleh anak atau keponakan yang bersangkutan. Persyaratannya, membawa KTP dan terdaftar pada link Vaksinasi Lansia Kota Denpasar di halaman denpasar.kemkes.go.id Infonya Vaksinasi yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Denpasar di beberapa rumah sakit termasuk RSU Wangaya, hanya diprioritaskan bagi lansia dengan usia 60 tahun ke atas dan Tenaga Kesehatan. Berdasarkan informasi yang didapat, per hari RSU Wangaya hanya melayani 170 nomor/lansia termasuk Nakes. Sehingga, saran saya agar sedapat mungkin datang pagi untuk melakukan proses pendaftaran. Namun demikian, apabila terlanjur atau waktu senggang yang didapatkan hanya siang saja, proses vaksinasi bisa ditentukan jadwalnya pada hari berikutnya. Apabila mendapatkan nomor antrean besar, Lansia bisa datang sek...

Akhirnya Vaksin juga

Tadinya sih sudah berada pada tahapan pasrah pada yang diAtas, mengingat dengan menyandang status sebagai ASN Kabupaten Badung yang tidak masuk kategori sebagai pelayanan publik, sampai hari ini pun belum ada kejelasan kapan kami akan mendapatkan vaksin Covid-19 sebagaimana ASN yang sudah didahulukan hingga tahap ke-2 kemarin. Berhubung ada kekhawatiran bakalan terkena Covid-19 sebagaimana sejawat lainnya, mengingat di rumah ada 3 lansia dan 3 anak yang pula rentan pada penyakit satu ini. Namun demikian ada saja jalan yang ditunjukkan oleh-Nya. Datang dari pasangan senior saya di masa kuliah pun dalam birokrasi pemerintahan saat ini, yang infonya sudah terdaftar pada jadwal vaksin di Rumah Sakit Bali Royal Hospital Renon namun karena ada upaya pemberian vaksin bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar awal minggu kemarin, maka slot antrean vaksin atas nama yang sama di RS jadi kosong. Maka dicobalah kemarin untuk mengusulkan nama saya sebagai pengganti slot tersebut dan dikab...

Masa Pandemi Covid-19, Makin Abai atau pilih Patuh pada Himbauan ?

Yuk ikut ambil bagian dalam upaya berbagi pada sesama. Menyusuri jalanan Desa Canggu hingga Kota Denpasar malam kemarin, benar-benar membuat sedih hati begitu melihat puluhan gerai toko jualan dan rumah makan sudah ditutup, padahal waktu setempat baru menunjukkan pukul 21.30 wita. Hal yang tak biasa jika disandingkan dengan suasana malam minggu sebelumnya, bila kami beranjak pulang balik ke rumah pasca menengok mertua di banjar Babakan bersama anak-anak. Ini terjadi karena adanya pembatasan jam malam selama PPKM diberlakukan dalam lingkup regional Bali. Meski masih ada satu dua warung makan sari laut yang tampaknya baru saja memulai aktifitasnya, tetap saja semua menyesakkan dada. Jalanan begitu sepi. Jikapun ada kendaraan yang lalu lalang, semua masih bisa dihitung jari, sejauh mata memandang. Laiknya kota mati yang bisa kita baca dari media setahun lalu di Wuhan China sana. Berbanding terbalik saat kami memutuskan untuk keluar jalan-jalan di satu siang yang terik, menuju gerai makana...

Semoga Sehat Selamat Semuanya

Ada rasa kaget saat menerima pesan whatsapp dari ponakan di rumah soal berita kehilangan, seorang remaja dari banjar pengubengan kerobokan kelod badung yang telah meninggalkan rumah sejak 28 Januari 2021 lalu tanpa jejak. Foto yang terpampang tentu sebuah wajah yang tak asing, karena ia masih keponakan saya juga dari keluarga mindon yang menikah ke kerobokan. Sayangnya, saudara saya itu sudah almarhum sejak lama, meninggalkan suami dan dua anak perempuan yang kini, sulung dinyatakan hilang dalam berita itu. Terhenyak untuk sejenak, dan pikiran masih bisa berada di jalur positif, dengan 2 kemungkinan. Ngambek karena bertengkar dengan sang ayah, karena tanpa kehadiran sosok Ibu, sangat sulit bisa menyambungkan perasaan remaja putri dengan sang ayah. Atau dugaan ke-2, kawin lari. Sayangnya, per sore tadi saya membaca tweet dari salah satu akun yang mengabarkan informasi yang sama, dan menjadi shock pasca membaca reply-annya. Duh, semoga gak kejadian beneran seperti kekhawatiran mereka. Ja...

Diisukan Covid, ih Jik Ping

Rahajeng Semeng, Selamat Pagi. Setelah satu minggu lebih berkutat dengan obat, akhirnya kondisi tubuh mulai balik lagi ke keadaan normal sebagaimana adanya. Fisik dan pikiran membaik, sementara pilek sampai pagi tadi masih betah aja bertahan di hidung pasca bersin-bersin. Sempat diisukan terkena Covid Kaget aja pas baca pesan dari seorang kawan yang menyampaikan jika saya sempat diisukan terkena virus Covid-19. ih Jik Ping. Pang de je. Lantaran dari hari Jumat lalu memohon ijin untuk gak masuk kantor gegara batuk pilek mulai menyerang tubuh. Pantas saja seorang kolega menyampaikan pesan agar saya lekas sembuh dari sakit hari itu juga. Tapi ya jangan sampai-lah. Kasihan di rumah ada sepasang orang tua dan tiga anak yang tinggal serumah dengan saya, kalau sampai kena. Apalagi dalam diri juga ada penyakit bawaan yang katanya rentan pada penyebaran virus Covid-19. Cukup atasan saya aja yang kena. Semoga gak ada menyebar ke yang lain lagi. Ternyata, berolahraga rutin setiap hari belum jua c...

WFH hari ke-2, Semoga Semua Baik-baik Saja

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi saat aktifitas hari ini selesai dilakukan. Mebanten pekideh, olah raga serta sarapan dan meneruskan beberapa pekerjaan rumah dari aplikasi Classroom miliknya Intan ke tabletpc milik kakek, yang selama ini banyak membantu yang bersangkutan. WFH hari ke-2. Kabar mengejutkan hadir dari pesan Whatsapp nomor pak Kepala Bidang yang mengatakan bahwa hasil swab antigen yang ia lakukan memberikan sinyal (+), yang wajib ditindaklanjuti dengan proses lanjutan dan tentunya perawatan. Infonya hasil (+) swab banyak ditemukan didesanya, pasca upacara pengabenan yang dilakukan oleh warga setempat tempo hari, dan pak Kabid kami adalah orang ke-12 yang diketahui memiliki hasil (+). Bersyukur yang bersangkutan sudah 2 mingguan lebih tidak melakukan kontak terakhir dengan kami dan jajaran staf di ruangan, karena ijin sakit tempo hari. Sementara hasil swab antigen baru diketahui pada jumat-minggu kemarin. Kini yang bersangkutan dirawat di RS Bhayangkara,...

Selamat Tinggal Tahun 2020

Tahun 2020 sebentar lagi bakalan dilewati, Tahun 2021 pun kan datang menjelang. Semua berlalu begitu saja karena masa pandemi, berharap saja semoga nasib baik akan datang. Tak ada yang pernah menyangka, bilamana sepanjang tahun 2020 ini, ternyata harus dilalui dengan penuh kepanikan dan rasa was-was. Hadirnya virus Corona ditengah masyarakat nyaris memupus rasa persaudaraan lantaran kita semua saling curiga, berbalut kalimat saling menjaga. Jika saja boleh memilih, rasanya tak ingin tinggal berlama-lama dengan semua himbauan dan larangan dari pemerintah. Tapi ya mau bilang apa. Waktu jadi terasa cepat berlalu. Hari kerja pun sepertinya masih bisa dihitung jari, tak efektif sama sekali. Semua kegiatan di-Nolkan. Kena refocusing dan pengalihan dana agar bisa diolah sepenuhnya jadi bagian dari pengendalian Covid-19. Tidak ada kegiatan yang bisa dikerjakan sebagaimana hal tahun sebelumnya. Dinikmati saja. Menikmati rumah baru, jadi hal terbaik yang bisa dirasakan sejauh ini. Bisa mewujudka...