Skip to main content

Menarik Diri dari hiruk pikuk #Covid19

Saya yakin, tak seorang pun ingin bangun pagi dari tidur dengan perasaan gundah akibat membaca kabar duka yang datang silih berganti dari para kerabat bahkan saudara juga kawan, kehilangan orang yang mereka cintai akibat Covid19 dan variannya ini. Itu sebabnya saya mulai menarik diri dari segala pemberitaan update virus Corona, sumpah serapah orang juga keluhan kawan akibat pemberlakuan #PPKM yang dipandang tak berpihak pada orang kecil. Saya memilih untuk abai dan masa bodoh.

Bukan karena status yang sampai hari ini masih terselamatkan oleh pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil, dimana kerap menimbulkan kecemburuan orang per orang, masyarakat bahkan kawan sendiri sejak awal masa pandemi, lantaran masih bisa menerima gaji bulanan padahal sama-sama dirumahkan. Namun lebih pada kesehatan jiwa yang belakangan mulai diserang perasaan tak nyaman, nafas sesak dan rasa khawatir yang berlebihan, tiap kali membuka whatsapp group, akun media sosial dan lainnya. Mereka datang lagi laiknya dulu. Sangat tidak sehat bagi diri sendiri saya rasa.

Jadi Mohon Maaf bilamana banyak pertanyaan ataupun permintaan yang saya abaikan sementara waktu, karena apa yang terjadi saat ini, tidak bisa dipandang remeh mengingat ada kaitannya dengan keluarga, anak juga orang yang kita sayangi. Semasih kesempatan hidup diberikan oleh-Nya, saya rasa ini waktunya untuk lebih mendekatkan diri.

Tainsiat, 14 Juli 2021. 11.07 pm.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.