Skip to main content

Kembaran Bapak, si Bungsu nan Jahil

Ini kembaran Bapak, kata banyak orang.
Dan dia pun senyum-senyum bangga sambil mengulangi kata-kata itu saban pagi sebelum saya berangkat kerja.

Dari sisi wajah, katanya sih plek banget ambil wajahnya bapak. Tapi cantiknya tetep ambil punya ibu… gak mungkinlah ambil cantiknya dari bapak juga.

Jahilnya, jangan ditanya.
Apalagi kalo sudah ketawa. Mirip tawanya Minion yang rata-rata pintar tapi nakal.

Paling sering minta foto bareng, tapi tetap melarang saya untuk melakukan upload ke status Whatsapp lantaran gak ingin kakaknya cemburu.

Dia kurus, bahkan untuk anak-anak seusianya. Tipikal anak yang lahir prematur kalo kata kawan saya. Tapi bersyukur, ia bisa bertahan dan kuat hingga kini.

Dokter anak yang dulu pernah merawatnya pernah berkata, ‘jangan pernah menyamakan tumbuh kembangnya dengan anak-anak yang lahir normal’.
Hal yang masih kami pegang hingga hari ini.

Anak bungsu yang pernah kami tangisi di awal kelahirannya. Lama ditinggal dalam inkubator nicu rumah sakit. Sementara wajah dan perjuangannya kami abadikan diam-diam saat menjenguknya bergantian.

#GekAra

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.