Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Yowana Paramartha

Menyimak Cerita tentang Dharmawecana Yowana Paramartha Warga Pande (bagian 2)

Memasuki sesi kedua Dharmawecana dilanjutkan dengan pemaparan dari Bapak Prof. Dr. Nyoman Weda Kusuma yang banyak menuturkan piteket-piteket pemahaman serta penerapan Bhisama di era Teknologi Informasi ini. Demikian halnya dengan Ibu Renawati, salah seorang Pengurus Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali yang baru saja usai menyelesaikan studi S3 Kajian Budayanya memberikan tips-tips Pergaulan bagi para Yowana Pande baik untuk mewujudkan rasa Bhakti kepada Orang tua, saudara, teman dan juga orang lain. Dalam sesi tanya jawab yang dilakukan pasca semua pemaparan materi, setidaknya ada delapan pertanyaan yang penting untuk diketahui bersama, datang dari empat peserta Dharmawecana yang berkenan hadir hingga akhir acara. Apa arti dari kata Pande ? atau mengapa orang lain menyebut kita sebagai Warga Pande ? Apakah Pande bisa digolongkan sebagai Brahmana ? Penyebutan atau arti kata Pande, kurang lebih bermakna sebagai Pengakuan akan Profesi atau Keahlian terhadap seorang anak manusia dalam u...

Menyimak Cerita tentang Dharmawecana Yowana Paramartha Warga Pande (bagian 1)

“Bahwasanya semua Bhisama Warga Pande tetap harus dilaksanakan, karena itu adalah merupakan sebuah Panduan untuk menjadikan kita yang terbaik bagi Keluarga dan juga lingkungan” Pagi yang cerah kurasa… Kegiatan Dharmawecana kedua kali ini digelar di GOR Permata Desa Ubung, alternatif keempat dari yang pernah kami diskusikan sebulan lalu. Entah mengapa kami sepakat untuk memilihnya. Dan waktu itupun sudah ditetapkan. Minggu, 15 Januari 2012. Satu persatu kendaraan roda dua dan empat berdatangan memasuki parkiran GOR Permata. Wajah-wajah letih yang tampak sudah merasa tak sabar lagi untuk memulainya. Kami lewati malam tadi hingga pukul 01.30 dinihari, itupun masih kulanjutkan dengan menulis sedikit harapan yang barangkali kemudian aku sesali. Sire Mpu Sri Dharmaphala Vajrapani tampak hadir tepat pukul 8.00 pagi, dari Geriya Tunggak Karangasem diantar semeton Komink, seorang Yowana Pande dari Tabanan yang secara khusus menginap di Candidasa agar ia dapat menjemput Beliau lebih pagi. Kedat...

Sebuah Catatan Pribadi tentang Dharmawecana kedua YPWP

Ternyata tidak mudah untuk mengumpulkan Yowana dalam jumlah berskala besar dalam satu Dharmawecana Setidaknya demikian bathin saya saat mulai menghitung jumlah peserta yang hadir dan datang mewakili golongan Yowana beberapa saat sebelum Dharmawecana kedua yang diselenggarakan oleh Yowana Paramartha Warga Pande hari Minggu pagi 15 Januari 2012 di GOR Permata Ubung. Satu hal yang sebenarnya sudah bisa saya tebak sejak awal ketika ide ini digulirkan akhir tahun 2011 lalu. Meskipun ada faktor kengototan dari sebagian Rekan yang merasa optimis mampu mendatangkan seribu Yowana dalam event kedua kali ini demi menjawab tantangan dari Penglingsir sekaligus Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali, Bapak Kompyang Wisastra Pande, apresiasi tetap patut saya sampaikan kepada yang telah berkenan hadir dan tentu saja kepada Rekan-Rekan panitia yang tak kenal lelah berusaha untuk mewujudkan impiannya kali ini. Sangat disayangkan memang. Saat satu waktu ketika kami berkumpul di dunia maya, terl...

Ayo Sukseskan Dharmawacara Yowana Paramartha Warga Pande 2012

“Aktualisasi Bhisama Pande menuju Bali Santhi dan Jagadhita” merupakan Tema yang kami ambil untuk Dharmawecana yang kedua kalinya ini. Sebagai sarana tukar pikiran antar semeton Warga Pande khususnya memberikan sedikit pencerahan kepada para Yowana Paramarthanya agar kelak tak menimbulkan kegelisahan lagi dalam pergaulan dan pendewasaan dirinya. Menyasar porsi Generasi Muda Warga Pande, dimana Keinginan ini hadir ketika banyak pertanyaan yang tidak mampu kami jawab dan satukan persepsi antar generasi muda dalam sebuah komunitas dunia maya “Warga Pande Bali” pula halaman www.wargapande.org . Mengambil tempat di GOR Permata Ubung Banjar Sedana Mertha – Desa Pekraman Ubung Jl. Cokroaminoto – Gg. Melati Denpasar, Dharmawecana ini akan dilaksanakan pada hari Minggu 15 Januari 2012 sedari pukul 09.00 pagi dengan menghadirkan tiga Narasumber, Sire Mpu Sri Dharmaphala Vajrapani saking Tunggak Karangasem, Prof. Dr. Nyoman Weda Kusuma dan Drs. I Made Ramayadi . Bagi semeton yang...

Indahnya Berbagi, Baksos Yowana Paramartha Warga Pande

Ada rasa bangga yang terbersit di pikiran saya sejak pagi tadi melihat kami semua, 70-an generasi muda yang tergabung dalam pesemetonan Yowana Paramartha Warga Pande dan berasal dari berbagai Kabupaten, berkumpul kembali di Pura Penataran Pande Tamblingan , Rabu 31 Agustus 2011. Bukan, kegiatan kami kali ini bukan untuk Ngayah Bersama seperti yang dahulu pernah kami lakukan, namun untuk Berbagi pada Sesama. Dalam waktu yang cukup singkat, sekitar dua minggu tepatnya, kami berhasil mewujudkan apa yang saat itu sempat terlintas dibenak. Keinginan untuk Berbagi yang begitu besar. Mendaulat Semeton Yowana Paramartha Kabupaten Tabanan sebenarnya bukan tanpa rencana. Saya pribadi saat melontarkan ide untuk berbagi ini, sedari apa, bagaimana dan siapa yang akan memimpin berpendapat bahwa kekompakan yang selama ini ditunjukkan oleh Semeton dari daerah lumbung padi, sangat bagus dan makin erat sejak pembentukannya Juni 2011 lalu. Jika ini berhasil, barangkali bisa menjadi pelecut semangat bag...

Ayo ikut Bakti Sosial Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande

Om Suastyastu, Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kami Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande , bermaksud akan mengadakan KEGIATAN BAKTI SOSIAL,  Untuk mengisi hari libur selama Hari Raya Idul Fitri nanti dengan satu kegiatan yang positif. Adapun lokasi Kegiatan yang akan kami laksanakan, menyasar Kampung kecil di pinggir DANAU TAMBLINGAN (jalan masuk menuju Pura Penataran Pande Tamblingan), tepatnya diperuntukkan bagi 43 KK (terdata) yang tempat tinggalnya (hingga kini) masih terendam akibat meluapnya Air Danau Tamblingan beberapa bulan terakhir. Yang mendapat kehormatan sebagai Panitia Inti dari kegiatan BAKSOS kali ini adalah Semeton Yowana Paramartha Kabupaten Tabanan yang dibentuk Juni 2011 lalu, dengan Ketua Panitia saudara DWIPA PENDIT. Terpantau Panitia bersama Taruna Siaga Bencana dari Dinas Sosial sudah melakukan SURVEY lapangan turun langsung ke Kampung kecil di pinggir DANAU TAMBLINGAN ( Jalan menuju Pura Penataran Pande  Tamblingan) dan bertemu ...

Catatan Perjalanan 19 Januari menuju Pura Penataran PanDe Tamblingan

Bau tanah yang disirami air hujan tercium dengan khasnya, rabu pagi 19 Januari 2011, hari yang telah kami nanti sejak lama. Entah mengapa setiap kali kami merencanakan untuk tangkil bersama keluarga, MiRah putri kami selalu saja dalam kondisi sakit. Demikian pula hari ini. Maka bisa ditebak, ada rasa khawatir yang hinggap di pikiran akan kesehatannya jika kami ajak ikut serta ke Pura Penataran Pande Tamblingan . Tekad kami sudah bulat, kami harus berangkat apapun yang terjadi. Sarana upacara sudah siap demikian pula dengan kendaraan jadul yang kami miliki, setidaknya dipersiapkan pula lebih awal. Mengingat rasa khawatir kami yang kedua akhirnya terwujud jua. Hujan yang berpotensi meluluhlantakkan satu-satunya jalur kendaraan menuju pura. Tuhan Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang umat-Nya. Beliau tahu harapan kami begitu besar untuk bisa hadir bersama keluarga. Terhitung perjalanan pasca daerah Luwus, hujan tak tampak lagi. Langit cerah ceria dipenuhi matahari yang tampak masih malu...

Penanaman Pohon di Pura Penataran Pande Tamblingan bersama Yowana Paramartha Warga Pande

Om Swastiastu, Semeton Sedharma, khususnya Semeton Pande diseluruh Bali, ketika kita bangun tidur di pagi hari bisa kita hirup segarnya udara tanpa polutan, oksigen masih murni tanpa asap kendaraan dan sisa pembakaran lain, maka sudah sepantasnya kita panjatkan syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa ini. Syukur atas karunia Tuhan kita bisa kembali melihat mentari bersinar hangat dan menghirup udara pagi yang sejuk. Namun lihatlah sekarang disekeliling kita, pohon satu demi satu kita tebang, karena kita perlu lahan untuk tinggal, perlu ruang untuk bergerak dan aktifitas kita. Tanpa kita sadari kita sudah merusak alam untuk kepentingan kita, kepentingan manusia semata. \ Pulau Bali yang kecil ini, terkenal sampe ke luar negeri hingga Julia Robert artis hollywood yang sudah kelas dunia pun memilih syuting di Bali. Semua tidak lepas dari keindahan alam bali yg eksotis dan magis. Dikatakan magis karena konsep Hindu yang diterapkan dalam kehidupan sehari hari terlihat begitu sempurna, ada h...

Catatan Kecil Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Sebagai sebuah kegiatan perdana yang digagas oleh sebuah (cikal bakal) organisasi berbasis sosial tingkat Kabupaten/Kota, saya pribadi memberikan acungan jempol atas terselenggaranya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande di Museum Seni Neka Sanggingan Ubud, Minggu 15 Agustus 2010 kemarin. Meski masih banyak kekurangan yang barangkali terlihat secara jelas selama proses berlangsung. Jujur, kami sendiri agak shock ketika mengetahui perubahan besar yang bakalan terjadi pada kegiatan Dharmawacana yang sedianya kami rencanakan secara sederhana. Apalagi ketika usulan kami ini ditanggapi serius oleh pengurus induk organisasi tempat kami nantinya bernaung, Maha Semaya Warga Pande saat pertemuan dadakan di Pura Penataran Pande Tamblingan, Sabtu 7 Agustus 2010 lalu. Banyak masukan serta kritikan yang kami dapatkan baik secara lisan maupun tulisan terkait pelaksanaan Dharmawacana sedari awal hingga berakhirnya acara. Ada yang tidak puas dengan cara penyampaian materi, kedalaman materi hing...

Tentang Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 wita namun belum jua ada tanda-tanda dimulainya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande dari pihak Panitia. Meskipun beberapa narasumber telah hadir, rupanya panitia masih menunggu kehadiran Kompyang Wisastra Pande, Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali yang direncanakan membuka kegiatan Dharmawacana. Beberapa Panitia dari Yowana bahkan sudah mulai menampakkan kegelisahannya terkait jumlah peserta yang hadir dikhawatirkan tidak mencapai 200 orang seperti tantangan Pengurus Harian Maha Semaya Warga Pande saat rapat bersama pada upacara 42 hari Pura Pentaran Pande Tamblingan waktu lalu. Molor 2 (dua) jam, kegiatan dharmawacana baru bisa dilaksanakan. Meski demikian mundurnya waktu pelaksanaan tidak terlalu dirasakan lantaran sebelum Dharmawacana dimulai, baik peserta maupun beberapa Panitia dipersilahkan melihat-lihat Koleksi Keris Tangguh dan Kamardikan yang dipajang di Museum Seni Neka. Wacana Babad dan Prasasti Pande yang dibawakan ol...

Sedikit Cerita tentang Tulisan ber-Tema Keris (dan Bhisama)

Dalam dua minggu terakhir tulisan yang dipublikasikan pada blog PanDeBaik seakan diselimuti aura Keris sampai-sampai beberapa teman yang rajin menyambangi blog satu persatu meng-sms saya ‘sejak kapan PanDeBaik berpindah tema ? dari yang biasanya melulu tentang teknologi ponsel kini malah lebih mengarah pada budaya bangsa ini… Keris. Seperti halnya yang pernah saya ungkap dalam update status jejaring sosial FaceBook akhir Juli lalu, terkait tulisan bertemakan Keris (dan Bhisama ) yang dipublikasikan sejak awal Agustus, murni saya dedikasikan sebagai pembelajaran atau tambahan pengetahuan bagi Generasi Muda Warga Pande, dalam rangka DharmaWacana tentang keris dan Bhisama di Museum ‘Keris’ Neka, Sanggingan, Ubud, Gianyar. Adapun terkait DharmaWacana tersebut diselenggarakan sebagai awal proses pembentukan Yowana Paramartha Warga Pande , sebuah wadah berorganisasi dan bersosialisasi bagi Teruna Teruni Generasi Muda Warga Pande di tingkat Kabupaten dan Kota. Sebagai pilot project , semen...

Dokumentasi Dharmawacana @ Museum Neka

…akhirnya DharmaWacana itu selesai juga… tembus 250 peserta… Terima Kasih, Matur Suksema ring Semeton Warga Pande, khususnya Yowana Paramartha ‘Teruna Teruni’ yang sudah ikut serta hadir dalam kegiatan yang sangat luar biasa ini… Lokasi Dharmawacana ‘Museum Seni Neka’ Sanggingan – Ubud bersama banner karya Mahendra Sila …jumlah pesertanya tembus 250 orang oi !!! YanDe Putrawan sang DanCuk (komanDan puCuk -minjem istilah anak BBC) memberikan Laporannya didepan para penglingsir Warga Pande dan (tentu saja) peserta… Uwe Suteja Neka saat menyajikan ‘keajaiban (baca:keseimbangan) sebuah maha karya Mpu Pande… Keris… Pemberian Kenang-kenangan dari Yowana Paramartha karya (lagi-lagi) Mahendra Sila (paling kanan), sebuah karikartun Jejeneng Keris sekaligus pemilik Museum Neka , Pande Wayan Suteja Neka yang digambarkan berdampingan dengan Sira Mpu Sri Dharmaphala Vajrapani Akhirnya… SALUTE pada semua Semeton yang sudah membantu mewujudkan Dharmawacana ini… Sampai jumpa di Kegiatan berikutnya...

tentang Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande (Propinsi Bali)

Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande merupakan sebuah wadah organisasi remaja (semeton Pande) yang berada dibawah organisasi Maha Semaya Warga Pande . Sekedar informasi bahwa Maha Semaya Warga Pande adalah sebuah lembaga yang didirikan pada tahun 1975 bertujuan mempersatukan dan mengantarkan warganya mencapai jagaddhita dan moksa , sejahtera jasmani dan rohani. Pembentukan lembaga Maha Semaya Warga Pande merupakan janji besar Warga Pande untuk mempersatukan diri sesuai kejaten Pande dan memperjuangkan kesetaraan secara intern dan ekstern. Pembentukan organisasi Yowana Paramartha Warga Pande diatur dalam Pasal 10 Anggaran Dasar Semaya Warga Pande Propinsi Bali tanggal 1 Juni 2007. Organisasi Yowana Paramartha Warga Pande tersusun : Yowana Paramartha Warga Pande Propinsi Bali atau Pusat Yowana Paramartha Warga Pande Propinsi Luar Bali Yowana Paramartha Warga Pande Kabupaten/Kota se-Bali Yowana Paramartha Warga Pande Kecamatan se-Bali. Terkait struktur organisasi dan pengurus Yowa...

Sekilas tentang Pura Indrakila Kintamani Bangli dalam kaitannya dengan Warga Pande

Pura Indrakila merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang disungsung oleh Umat Hindu dari seluruh Bali, terletak di sebuah perbukitan Desa Dausa Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Berjarak kira-kira 40 km dari Kota Bangli kearah utara menuju Singaraja. Pura yang diempon oleh dua Desa Dinas yaitu Desa Dinas Dausa dan Desa Dinas Satra ini, melangsungkan piodalan bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat (keempat) yang dikenal dengan ‘Ngusaba Kapat. Piodalan ini bersamaan waktunya dengan piodalan di Pura Tulukbiyu dan Pura Pucak Penulisan Kintamani, dimana ketiga pura tersebut mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Warga Pande. Tata letak pelinggih pada area Utamaning Mandala di Pura Indrakila sangat berbeda dengan tata letak pelinggih-pelinggih pura lainnya di bali. Pura Indrakila tampaknya seperti pura kembar dimana pelinggih-pelinggih yang ada disebelah kanan dan sebelah kiri pura simetris baik jenis dan jumlah bangunannya yang persis sama dan sebangun. Pura Indrakila sudah be...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.3) Kelima dan Keenam

Informasi (lanjutan) berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama kelima, berupa bhisama tentang Pesemetonan antar Warga Pande yang diingatkan untuk tidak lupa pada jati diri dan seluruh keluarga, atas dasar keturunan atau sedarah daging. Jangan merasa memindon (saudara tingkat III) , sejauh-jauhnya adalah memisan (saudara tingkat II) . Tidak ada yang lebih rendah, tidak ada yang lebih tinggi. Seperti pohon ada yang berbuah ada yang tidak berbuah (bernasib baik-tidak bernasib baik) . Tidak boleh menjual saud...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.2) Ketiga dan Keempat

Informasi (lanjutan) berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama ketiga, berupa bhisama agar Warga Pande mematuhi larangan atau pantangan atau perbuatan yang harus dihindari, yaitu perbuatan Asta Candhala, agar Warga Pande berhasil menjadi pemimpin manusia yang utama. Adapun yang dimaksud dengan perbuatan Asta Chandala yaitu : Amahat, ngaran manginum amdya, metu mawero (minum minuman keras yang memabukan) Amalanathing, ngaran maka balandhang jejuden (menjadi bandar judi) Anjagal, ngaran amati mati pasa, ...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.1) Pertama dan Kedua

Informasi berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama pertama, berupa bhisama agar Warga Pande tidak lupa menyungsung Pura Besakih dan Pura Penataran Pande di Besakih. Bhisama ini dipesankan dengan tegas oleh Mpu Siwa Saguna kepada Brahmana Dwala di Pura Bukit Indrakila. Selengkapnya dapat dilihat pada tulisan berikut . Warga pande harus menyadari bahwa Pura Penataran Ida Ratu Bagus Pande di Besakih memang mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Pura Besakih. Gelar abhiseka Ida Bhatara di Penataran Pande ...

Keris sebagai Pengingat Keutamaan Moral dan Spiritual

Informasi berikut merupakan lanjutan dari makalah ‘Sebuah Logika Kultural Tentang Keris’ yang disampaikan dalam diskusi ilmiah ‘Keris dalam Perspektif Keilmuan’ 17-18 November 2009 di ISI Surakarta dan ditulis oleh Tony Rudyansjah seorang Pengajar dan Sekretaris Program Pascarasjana Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Adapun tujuan pengambilan tulisan adalah dalam rangka pembelajaran sebelum pelaksanaan DharmaWecana tentang Keris pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti di Museum Keris Neka, Sanggingan Ubud. * * * Selama masa ‘pencarian’ keris dengan  khodam (gaib) itu, si pelaku selalu mendapatkan pesan gaib dari leluhurnya. Si pelaku harus bisa membaca dan menangkap makna sejatinya yang tersembunyi di balik berbagai pesan gaib tersebut. Ujian terberat yang dihadapinya dimaksudkan justru untuk bisa mengungkap makna tertinggi dari esensi kehidupan yang rutin  dilakoni si pelaku dengan berbagai rintangan dan hambatan tidak ringan yang ...

Nilai-nilai Keris sebagai sebuah Pusaka berkekuatan Gaib

Informasi berikut merupakan makalah ‘Sebuah Logika Kultural Tentang Keris’ yang disampaikan dalam diskusi ilmiah ‘Keris dalam Perspektif Keilmuan’ 17-18 November 2009 di ISI Surakarta dan ditulis oleh Tony Rudyansjah seorang Pengajar dan Sekretaris Program Pascarasjana Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Adapun tujuan pengambilan tulisan adalah dalam rangka pembelajaran sebelum pelaksanaan DharmaWecana tentang Keris pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti di Museum Keris Neka, Sanggingan Ubud. * * * Keris biasanya ditanggapi sebagai suatu benda yang bernilai tinggi atau pusaka, bukan karena tinggi harga jualnya dan bukan juga karena kehalusan dan keindahan bentuk fisiknya semata, melainkan lebih karena diyakini orang mengandung ‘isi kekuatan gaib’ yang berada di dalamnya. Isi atau kekuatan gaib yang berada di dalam keris seringkali disebut dengan istilah ‘khodam’ . Khodam atau kekuatan gaib itu bisa muncul dalam penampakannya dalam wujud yang...

Mengenai SEJARAH Bhisama Warga Pande

Tulisan berikut sebenarnya bukanlah sebuah cerita, pengalaman atau bahkan pengetahuan yang sepatutnya dibagi dengan harapan akan memiliki kegunaan bagi yang membacanya, namun hanyalah sebuah uneg-uneg pertanyaan yang kerap hadir dipikiran saya apabila berbicara tentang 6 (enam) Bhisama Warga Pande yang telah dikenal oleh sebagian besar Semeton Warga Pande. Adapun, apa yang menjadi pertanyaan saya ini hanyalah sebagai sebuah tambahan pembelajaran rencana Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka Sanggingan Ubud. Harapannya sederhana saja, barangkali kelak ada yang mampu menjawabnya (bahkan jika bisa sebelum tanggal 15 Agustus nanti) dan memberikan pencerahan bagi seluruh Warga Pande. Terkait BHISAMA WARGA PANDE, kalo tidak salah tempo hari semeton tiang Putu Yadnya (id FB: Pande Bali ) sempat memposting 6 (enam) Bhisama Warga Pande di Group Warga Pande Bali , namun ada hal-hal yang mengganjal pikiran saya sejak awal. Sejauh mana kita (sebagai seorang Warga Pande) mampu memahami apa it...