Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Perjalanan

Menulis di Atas Awan

Salah satu momen yang saya sukai tiap kali melakukan perjalanan dinas ke luar daerah sendirian adalah Me Time. Menikmati waktu untuk diri sendiri. Dari hal-hal kecil seperti menikmati semua pemandangan dari kota asal ke tujuan, saat berproses di pesawat udara hingga menuliskannya pada layar ponsel sebagai catatan pribadi yang nantinya akan diunggah ke halaman blog. Menjadikan aktifitas #UpdateBlog berubah sejenak jadi hitungan jam, bukan lagi mingguan. Menikmati waktu untuk diri sendiri jadi terasa menyenangkan mengingat di sepanjang waktu luang yang ada, tak lagi dibebani dengan kewajiban melayani masyarakat yang biasanya datang ke ruangan, atau panggilan pimpinan sebelum menindaklanjuti dengan pertemuan atau agenda rapat, tapi murni dilalui tanpa beban sedikitpun. Tak ada salahnya memang jika kita ingin menikmati sejenak semua waktu luang yang ada untuk hal-hal positif yang bisa dilakukan selama penerbangan, waktu menunggu hingga nanti agenda utama di tempat tujuan. Toh semua resmi d...

Terbang bersama Lion Air JT929 menuju Manado Transit Surabaya

Rabu pagi, pukul 3.30 dini hari. Alarm ponsel berbunyi, istri pun membangunkan dari lelapnya tidur mengingatkan agenda dinas kali ini, agar tak terlambat menuju bandara. Masih penat, tapi ya musti dilakoni. Jeda lima tahun rupanya. Waktu itu saya pun berada dalam posisi yang sama, berangkat dinas sendirian, kaitan kegiatan PPIP kalau tidak salah ingat, dan menjelajah Bunaken di hari terakhir sebelum pulang bersama rekan-rekan se-Provinsi Bali. Kali ini kembali saya akan menjejaki tanah Manado Sulawesi Utara dalam rangka pembinaan perundang-undangan Bidang Perumahan, dimana bertugas saat ini, menggunakan pesawat Lion Air JT 929, menuju Surabaya untuk transit sekali sebelum bertolak ke tujuan. Jika dahulu semua aktifitas dilakoni sendirian, kali ini sepertinya saya bakalan punya teman. Pak Gede Pramana, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, tampak sudah menunggu di kursi hijau Gate 6. Satu hal yang tidak diduga sebelumnya. Bagaimana ceritanya perjalanan ini ...

Salah Duga Pengalaman Pertama di Surabaya

“Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan…” Ehem, maaf keknya saya terlalu terhanyut dengan hari ini. Ada banyak hal bersliweran di kepala sejak awal tahun 2017 dijejakkan. Galau. Pusing. Pengen segera menyudahi semuanya. dan untuk itulah, saya ada di Surabaya kali ini. Surabaya ternyata Bersih kawan. Saya jadi berdecak kagum ketika mobil yang ditumpangi masuk jalanan di Pusat Kota. Hasil kerja walikota Bu Risma benar benar terasa. Hal serupa disampaikan Pak Juari, sopir taxi Sang Bima apa tadi namanya. Maaf saya lupa. Kurang fokus dalam mengingat. Bahwa Beliau bangga punya pimpinan macem itu. Proses Pencairan Jaminan Pelaksanaan paket kegiatan kami tahun lalu, berjalan lancar. Sekurangnya sekitar 2,5 jam saya disetrap oleh bagian Bank Garansi Bank Jatim, namun sudah tidak terasa lagi. Bahkan laparpun ndak berani muncul gegara keruhnya otak memikirkan hal ini sejak pagi. Padahal awalnya mengira bahwa proses ini akan jauh lebih lama. Terima Kasih Tuhan, semuanya sudah dimudahkan dan dil...

GA 341 menuju Surabaya

Melaksanakan tugas dinas keluar kota sendirian sebenarnya bukan lagi hal yang baru, hanya saja hari ini merupakan perjalanan pertama yang menggunakan uang pribadi baik tiket dan agenda menginap di tujuan nanti. Ya, meskipun agenda ini masih dalam kaitan pemutusan kontrak paket kegiatan Jalan Lingkungan di tahun 2016 lalu, tampaknya yang namanya uang perjalanan dinas belum bisa diamprah lantaran rupa kegiatan tahun berjalan juga belum tahu. Jadi anggaplah ini sebuah aksi jalan-jalan paket hemat. Melintasi udara dengan pesawat Garuda Indonesia GA 341, menempati tempat duduk 45H, dua deret ekor pesawat, ditemani filem blockbuster Ada Apa Dengan Cinta 2 di layar depan sandaran kursi. Rasa rindu pada anak anak dan istri sedikit terobati lewat kelucuan adik bayi yang ada di seat 43C. Jadi inget Ara dan Intan waktu kecil. Tak ada rencana khusus yang saya susun demi melewati waktu seharian ini. Yang terpikir hanyalah menyelesaikan urusan secepatnya di Surabaya, menemui pimpinan pelaksana, deal...

Jalan Panjang ke Surabaya

Tak pernah sekalipun terlintas dalam kepala untuk melintasi pulau dengan pesawat di awal tahun menjalankan tugas kedinasan apalagi dengan tujuan penyelesaian satu masalah dari sebuah pengambilan keputusan yang sangat bodoh. Namun demikianlah adanya. dan seperti biasa, ada kegalauan di setiap langkah. Satu demi satu, menyusuri jalanan kota Denpasar menuju Bandara. Keragu-raguan yang ada sejalan dengan apa yang dinikmati dalam dua minggu keseharian ini. Rasanya memang tak akan bisa melepaskan penat dalam dada. Mungkin perlu waktu yang lama untuk bisa melupakannya. Menunda semua kelihatannya bukan satu pemikiran yang bijak. Karena hutang sudah seperti pisau yang siap menghujam dada tanpa ampun. Maka sudah sewajarnyalah perjalanan panjang ini dilakoni. Surabaya, akan tiba sebentar lagi… GA341, 45H…

Lion Air JT 0026, Delay dan Delay

Tadinya sempat berharap bahwa saat kepulangan dari Dinas ke Jakarta, kami bisa menggunakan pesawat Garuda Indonesia atau paling minim ya Citilink. Namun tampaknya nasib mengatakan lain. Weekend panjang yang ada di minggu depan ini keknya membuat banyak orang kesurupan untuk memilih liburan ke Bali. Bisa jadi setelah penat berdemo tempo hari. He… Pesawat Garuda Fully Booked. Baik yang rute penerbangan langsung dari Jakarta – Bali, ataupun yang musti mampir ke kota lain dulu, juga sama saja. Damn ! Surabaya, Yogja, Malang, Semarang hingga Lombok. Semua Fully Booked. Hal sama juga saya pantau pada penerbangan Citilink. Pantas saja tidak ada jadwal tersedia saat saya carikan info di keberangkatan kemarin. Wiii… Maka setelah kebingungan dengan Air Asia yang ternyata sama pula jawabannya, maka Lion Air menjadi pilihan akhir. Wes… Bakalan kena delay deh keknya. dan Benar saja. Baru juga masuk ke Gate B7, eh ada pengumuman kalo penerbangan JT 0026 dipermaklumkan penundaan selama 45-60 menit da...

Intermezo diatas Awan

Pesawat masih berada di ketinggian menuju Jakarta, tapi rasa kangen ini sudah mulai menyerang jiwa. Kangen pada ketiga putri kecilku. Kangen pada keluh kesah istriku. Sementara satu dua film yang kutonton pada layar sandaran kursi pesawat, tak mampu lupakan semua senyum manis yang ada. Ah, aku kangen rumah… Secara pribadi, aku memang tak menginginkan perjalanan ini… Saat saat seperti ini, jadi mengingatkanku pada persoalan keluarga yang ada. Dari rencana perceraian seorang kawan, atau konflik rumah tangga kerabat yang kini berujung pada pisah ranjang bahkan pisah rumah. Sementara anak anak mereka jadi terlupakan. Masih syukur, istriku hanya bisa melampiaskan kemarahannya akibat kelakuanku yang belum juga mampu menampakkan kedewasaan seorang Kepala Keluarga. Aku amini kali ini. Aku hanya pintar di dunia kerjaku. Tapi di rumah ? Aku belum mampu memberikan kenyamanan berpikir dan bersikap bagi semua anggota keluarga yang ada dalam hidupku. Aku Egois. dan Malas. Barisan awan tam...

Menikmati Hujan di Pantai Pandawa

Mendung di langit selatan sebenarnya sudah terbayangkan sejak roda kendaraan memasuki jalur tol dipintu masuk Benoa menuju Nusa Dua, namun hasrat tetap menggebu ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri, kondisi beberapa kegiatan fisik pemavingan di kaki pulau Bali jelang akhir tahun anggaran 2013. Tarikan nafas panjang kuhirup untuk memenuhi dada dengan semangat… Kecepatan motor 50 km/jam kulalui tanpa henti. Ini pertama kali kujelajahi jalan tol diatas perairan dengan roda dua. Satu pengalaman baru tentu saja. Memasuki akhir perjalanan, satu dua tetes air hujan mulai membasahi jaket mengiringi keraguanku untuk melanjutkan perjalanan, ada sedikit penyesalan mengapa tak menggunakan kendaraan roda empat saja tadi. Namun keinginan sepertinya mengalahkan segalanya. Hujan yang perlahan mulai deras menyambutku di perbatasan Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan sedikit demi sedikit membasahi jaket dan celana jeans yang kupakai. Ah, memang harus membuka jas hujan bathinku pelan. Air yang...

Merasakan Dinginnya Pagi di Yogyakarta

Waktu masih menunjukkan pukul 7.50 pagi waktu Bali saat burung besi Garuda Airways GA 251 menapakkan cakarnya di landasan Adisucipto Yogyakarta, tepat waktu dari apa yang telah diperkirakan sebelumnya. Dikejauhan satu dua kendaraan berlalu lalang menghampiri setiap manusia yang tampak sudah tak sabar melakukan aktifitasnya hari ini. Dering nada pembuka ponsel mulai bersahutan terdengar menyapa setiap sapa yang ada di ujung sana. Mengabarkan keselamatan yang kami pinta sejak dini hari tadi. Tak membutuhkan waktu lama hingga kami menjejakkan kaki di halaman depan Sheraton Yogyakarta, lokasi kali ini rupanya sangat dekat dengan parkiran pesawat yg terhenti dengan sempurnanya. Bau rumput yang diterpa embun seakan belum jua menyadarkanku dari dinginnya pagi di Yogyakarta. Rupanya Kami datang jauh lebih pagi dari jadwal yang seharusnya ditentukan, namun itu semua lantaran tiada pilihan lain ketimbang menanti senja, maka jadilah kaki ini mulai berjalan mengelilingi area hotel untuk sekedar me...

Merasakan Dinginnya Pagi di Yogyakarta

Waktu masih menunjukkan pukul 7.50 pagi waktu Bali saat burung besi Garuda Airways GA 251 menapakkan cakarnya di landasan Adisucipto Yogyakarta, tepat waktu dari apa yang telah diperkirakan sebelumnya. Dikejauhan satu dua kendaraan berlalu lalang menghampiri setiap manusia yang tampak sudah tak sabar melakukan aktifitasnya hari ini. Dering nada pembuka ponsel mulai bersahutan terdengar menyapa setiap sapa yang ada di ujung sana. Mengabarkan keselamatan yang kami pinta sejak dini hari tadi. Tak membutuhkan waktu lama hingga kami menjejakkan kaki di halaman depan Sheraton Yogyakarta, lokasi kali ini rupanya sangat dekat dengan parkiran pesawat yg terhenti dengan sempurnanya. Bau rumput yang diterpa embun seakan belum jua menyadarkanku dari dinginnya pagi di Yogyakarta. Rupanya Kami datang jauh lebih pagi dari jadwal yang seharusnya ditentukan, namun itu semua lantaran tiada pilihan lain ketimbang menanti senja, maka jadilah kaki ini mulai berjalan mengelilingi area hotel untuk sekedar me...