Skip to main content

Posts

Semarang... Bakalan Bikin Mewek

Recent posts

Wisata ke Toko Buku

Salah satu tempat wisata terbaik bagi remaja dan juga orang dewasa, sepertinya toko buku 😅 tapi gak akan berlaku bagi mereka yang gak suka baca.  Saya pribadi masih suka melakukan aktifitas satu ini. Meski gak melulu membaca laman cetakan dari kertas, tapi tetap suka membaca dari media apa saja. Termasuk ponsel.  Sementara itu anak-anak kami ada yang menurun plek dengan hobi saya itu, meski ada yang juga yang nurunnya dari sisi kreatifitas yang lain. Ngegambar misalkan. Lebih memilih berburu cat warna ketimbang buku. Dan semua terakomodir di satu tempat ini. Kota Denpasar sendiri tampaknya gak banyak menghadirkan toko buku yang masih bertahan hingga kini. Bahkan sekelas Toga Mas yang dulu pernah jadi surganya penggemar buku akhirnya mengalah dan tutup gerai. Yang ada kalau gak salah cuma Gramedia ini saja.  Meski saya suka membaca, seingat saya rasanya memang jarang membeli buku untuk diri sendiri di Gramedia. Paling sering itu di lapak pedagang majalah saat mereka masih...

Ah Sudahlah...

Kadang saya mempertanyakan tentang nasib yang didapat, seakan-akan semua hal gak ada artinya, tetap diam di tempat bahkan bisa jadi kemunduran atau kegagalan selalu menghantui setiap kali promosi jabatan itu didengungkan. Namun tampaknya saya lupa bahwa apa yang sudah didapat hingga hari ini, sebetulnya sifah merupakan satu kemajuan yang mungkin dahulu tak pernah terbayangkan. Keluarga kecil yang menyenangkan, istri yang pengertian meski kadang memiliki pemikiran berseberangan, anak-anak yang manis meski sedikit membangkang, pun soal penghidupan yang lumayan baik jika saya mau melihat ke bawah. Melihat mereka yang terpinggirkan, bergelut dalam hutang yang bahkan bingung mau mencari penghasilan dari mana. Lalu pendidikan anak dan prestasi mereka yang membanggakan. Sudah jauh lebih baik dari apa yang pernah saya bahkan kami dapatkan dulu. Meski dengan berbagai tantangan yang harus benar-benar dihadapi. Belum lagi soal jabatan lima tahun Kelihan Adat, yang tampaknya bakalan berakhir de...

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga. Ada rasa haru pas melihat bagaimana perjuangan dia yang nyatanya memang lebih berat dari kami berdua alami dahulu. Ada rasa nelangsa pas tahu dia mengalami banyak kegagalan di tengah jalan, tapi kami yakin, kelak bakalan membentuk mentalnya pas berhadapan dengan kenyataan dalam kesendirian di luar sana.  Ada rasa sedih pas tahu kalau keinginannya memang kekeh harus kuliah di luar. Jauh dari anak gadis kok rasanya gak relaaa... Tapi ya tetap harus dijalani, karena semua itu adalah demi masa depannya kelak. Kami mah tinggal mendukung dengan bekal atau semangat. Apapun yang nanti akan datang padanya, kami selalu berharap kebaikan dariNya selalu mendampingi semua langkah dan keputusan.  Dan ya, benar kata kawan saya masa sekolah dulu... Harusnya kami sebagai orangtua malah bangga, karena anak-anak sudah memiliki kemampuan lebih untuk mengenyam pendidikan yang tentunya lebih baik dari orangtuanya. Dari sisi tempat belajar maupun pengalamannya k...

Kelihan Adat cukup Satu Periode dan Lima Tahun

Yang namanya lelah dan jenuh saat menjalankan tugas ataupun kewajiban itu, bagi saya sudah biasa... Cuma perlu sedikit jeda untuk beristirahat, mengalihkan perhatian atau menikmati waktu dalam kesendirian, untuk sekedar bercerita pada media yang dimiliki, menghabiskan waktu untuk hal-hal remeh, lalu kembali pada tugas tanpa melupakan kewajiban yang diemban.  Karena kalau bukan diri sendiri yang mengerjakan, rasanya gak bakalan mungkin membebankannya pada yang lain.  Ke Tuban meli Lele. Bin  aTiban gen ne Leee...  Gae Kelihan Adat cukup Satu Periode atau Lima Tahun saja sesuai Awig-awig banjar 😄 Berikan Kesempatan pada Krama yang lain untuk Ngayah. Yuk Lanjut ngaryanin surat anggen krama ageng rahina Kuningan lagi Bli. Nu kene-kene ya harus pedidi ne nyemakin. Masing-masing orang sudah punya peran sendiri. Semangat...

Teach You A Lesson, Cermin para Orangtua Anak Jaman Now

Lagi rame di media sosial Thread soal filem drama korea buah kerja bareng Netflix tentang pendidikan anak remaja sekolahan yang berkaitan erat dengan perundungan atau bully di lingkungan sekolah dan berujung pada kematian. Entah itu teman maupun guru. Satu potret serupa dengan pendidikan di negeri ini, dimana murid tak lagi segan dan hormat pada gurunya, dan guru pada akhirnya memilih abai dan tak peduli ketika anak didiknya bermasalah. Dengan nilai dan kemampuan belajar, ataupun etika dan empati. Penyebabnya, karena anak sekolah kini berlindung di ketiak orangtua, dan orangtua pun bersikap seolah-olah para pendidiklah yang salah dalam menjalankan kewenangan. Sehingga tak jarang seorang guru dituntut ke meja hijau hanya karena menghukum muridnya. Miris. Padahal orangtua para Gen Z dan Gen A yang kini mengenyam pendidikan adalah para Gen X dan Gen Y atau Milenial yang dahulu begitu tegar menghadapi hukuman dari guru, sebagaimana yang mereka banggakan di berbagai media sosial lantaran m...

Sony Vaio P, laptop mini impian terkini

Rilisnya tahun 2009. Cuma saya ngeh-nya pas diminta menemani pimpinan ke tempat pertemuan yang menghadirkan Kepala LPSE Jawa Barat jaman itu, Ibu Ika Merdeka yang secara gak sengaja saya lihat membawa perangkat mini laptop dengan tulisan Vaio pada cover atas. Penasaran dong 😅  Maka jadilah dari sejak saat itu saya bermimpi bisa punya satu unit laptop mini Vaio P yang faktanya amat sangat sulit dicari.  dan... perlu waktu 17 tahun untuk bisa menemukannya dengan kondisi yang masih cukup bagus 🙂 Sony Vaio P.  Perangkat satu ini emang benar-benar bikin kagum. Memiliki dimensi 24,5 x 10 cm dalam kondisi tertutup, pas banget segenggaman tangan laiknya gambar iklan yang saya simpan di gallery ponsel dari jaman android 2.3, sampai sekarang pun masih ada. Sepengen itu saya memiliki dan berburu, serta tertipu dua kali usai membayar depe di dua akun facebook gegara tergiur harga murah di marketplace. -saya masih simpan kontak usernya di messenger FB.  Hadir dengan OS Windows ...