S elama mendapatkan mandat sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat lima tahun terakhir, saya selalu melewatkan waktu siang saat hari raya Nyepi di Bale Banjar, mendampingi para pecalang atau keamanan banjar yang secara bergantian menjaga wilayah sekitar sampai pagi esok harinya. Berusaha tetap terbangun di pagi hari, menjalani aktifitas harian sebagaimana biasa, lalu berjalan kaki menuju banjar, meski waktu istirahat baru bisa dilakukan dini hari pasca pengerupukan dan pengarakan ogoh-ogoh yang selama lima tahun ini berlangsung hingga melewati tengah malam. Lelah itu pasti. Namun semua rasa lantas terhapus saat melihat langsung sosok ogoh-ogoh banjar dari jarak yang sangat dekat tanpa gangguan siapa pun. Sembari mengagumi semua detail hasil kerja dari team work yang dipimpin oleh pakMan Keduk dan Semeton Teruna Teruni STT Banjar Tainsiat. Meski tahun ini gagal diarak ke Catur Muka, tapi karya mereka tetap pantas diacungi jempol. Satu hal yang paling menarik, saya amati adalah pada hasil ...