Skip to main content

Posts

ASN Menulis 2026 : Netral di Tengah Sebuah Pilihan. Masih bisa Dipercaya ?

Recent posts

ASN Menulis 2026 : Satu ASN, Multi Aplikasi. Ketika Digitalisasi Justru Menambah Beban Kerja

Hal yang mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, tetapi jujur saja cukup melelahkan bagi seorang ASN yang menjalaninya nyaris setiap hari, Login ke aplikasi. Di era terdahulu, pekerjaan seorang ASN identik dengan map, lembar disposisi, fotokopi, stempel atau tanda tangan. Sementara sekarang semuanya sudah mulai bergerak ke arah digital. Kertas dikurangi, proses dibuat lebih cepat, data disimpan secara elektronik, dan berbagai layanan pemerintahan mulai terhubung secara daring. Dari tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan pekerjaan dan realisasi anggaran, semua ada.  Secara konsep, tentu saja ini kabar baik. Tapi faktanya ? Bahkan BKN secara resmi mendorong integrasi data ASN melalui SIASN, yang dirancang sebagai sistem nasional untuk mengintegrasikan data baik bagi ASN pusat maupun daerah. MyASN sendiri menyediakan fasilitas bagi para ASN untuk melakukan pemutakhiran data pribadi dan riwayat kepegawaian secara mandiri. Masalahnya muncul ketika konsep digitalisasi d...

ASN Menulis 2026 : Integritas ASN : Kesadaran atau Sekadar Takut Dihukum ?

Kalau saja mau dicari, rasanya ada saja isu kekinian yang menerpa karir para ASN atau Aparatur Sipil Negara dengan segala perdebatan dan masalah di dunia maya, viral sesaat kemudian tenggelam, dihapus kejadian absurd dari para netijen +62, lalu muncul kembali dengan cerita yang lain.  Katakanlah soal Etika dan Integritas ASN yang dahulu kerap digaungkan oleh Presiden Terpilih ketujuh Joko Widodo dengan banyak penekanan utamanya pada gaya hidup para pejabat dan juga lingkup pegawai negeri dalam setiap aktifitasnya. Tidak pamer kekayaan di sosial media, mengedepankan gaya berpakaian yang sederhana, serta lebih mengutamakan tagline Kerja Kerja Kerja ketimbang larut dalam perjalanan dinas yang biasanya identik dengan rapat, pertemuan, akomodasi dan hasil yang tidak maksimal.  Pun soal Gratifikasi yang pula sempat ramai saat Pak Jokowi menerima hadiah gitar pemberian anggota band rock Metallica yang langsung disampaikan ke KPK di jaman itu. Menjadi sebuah percontohan nyata bagaiman...

Yang Abadi adalah Perubahan, Sebuah Pandangan terhadap Krematorium

Yang abadi adalah perubahan. Jika tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, maka bersiaplah digilas jaman. Krematorium hadir bagi mereka yang tidak mampu atau memiliki keterbatasan dari sisi dana, tenaga dan waktu. Tanpa harus meninggalkan kewajiban yang harus diemban oleh keluarga atau kewajiban yang harus diberikan kepada yang meninggal dunia. Jika semua dipaksakan harus menjalani satu jalan, sementara bisa jadi jalan itu belum bisa memberikan solusi bagaimana cara agar umat yang terkendala pada biaya, waktu dan tenaga dapat menjalankan kedua kewajiban itu, kelak semua akan meledak laiknya bom waktu. Tinggal menunggu saatnya akan datang saja. Tapi dengan kondisi sekarang, orang dihadapkan pada dua pilihan. Mau tetap menjalankan adat dan budaya, karena memiliki asupan biaya, tenaga dan waktu, atau menyesuaikan biaya, tenaga dan waktu yang dimiliki tanpa meninggalkan kewajiban adat dan budaya... Tabik, Ampura.

Kunjungan Kerja Lapangan Pudak Sari

Menerima Kunjungan Kerja Lapangan Bapak Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung bersama Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Kawasan Permukiman pada kegiatan Pelaksanaan Pemugaran Kawasan Permukiman Kumuh di Jalan Pudak Sari Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, Rabu 9 September 2026, bersama Pelaksana dan Konsultan Pengawas kegiatan Selaku PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen pada kegiatan tersebut, saya menghaturkan apresiasi atas kerja keras rekan-rekan semua yang sampai hari ini masih berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan baik.  Suksema atas APD-nya yang bernuansa merah. #KawasanPermukiman #KawasanKumuh #PermukimanKumuh   

12 KM tembus dan ya, sangat memaksakan diri

Ini kali kedua saya merasakan kondisi yang tidak nyaman. Mata berkunang-kunang pasca olahraga jalan kaki pagi dari jam 7 hingga pukul 9. Sempat terjatuh di depan tangga pas berusaha minum sesampainya di rumah tapi masih dalam kondisi sadar. Lalu memilih untuk rebahan di kursi tamu meski paham itu sebenarnya gak disarankan. Tapi ketimbang oleng saat berusaha duduk, rasanya itu pilihan yang aman untuk tetap berada dalam kondisi sadar. Tadi pagi sekitar pukul 5 sebenarnya sudahdkali sempat olahraga sebentar. Tapi memang ada keinginan untuk melali seputaran Kota Denpasar, sebagaimana sebelumnya. Berangkat dari rumah meluncur ke arah Lapangan alun-alun Puputan, muter sekali lanjut ke Pemecutan, Matahari Dept store, singgah Lapangan Renon tapi males muter karena ramai sekali, menyusuri Yang Batu, melintasi Lapangan GOR lalu balik pulang 🙂 Sebenarnya sudah mulai terasa capek saat jarak tempuh jelang mencapai 9 km, tepatnya usai membeli minuman kaleng di alfamart renon lalu berjalan lambat k...

Donor Darah ke 99

ASN Badung tampaknya lagi jadi sorotan publik beberapa hari terakhir ini. Pasca kemunculan sekian postingan dari sebuah akun instagram, mengetengahkan isu viral perselingkuhan pria ASN di gumi keris yang katanya berkaitan dengan pemberitaan ibu notaris di penginapan tempo hari. dan dari postingan lain di akun tersebut, kabarnya kini mulai merembet ke dinas tetangga dengan bukti ilustrasi percakapan Direct Message yang mendapatkan sejumlah tanggapan negatif dari netijen. Ada-ada saja...  Saya pribadi sebagai salah satu ASN Badung yang kerap diabaikan, meski lelah diterjang masalah dan juga penugasan, memilih untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai manusia biasa mumpung masih diberikan kesehatan oleh-Nya ditengah kesibukan rutinitas pekerjaan dan adat. Males aja ikut-ikutan mengambil jalan yang seharusnya bisa dihindari sejak awal.  Donor Darah yang ke-99.  Sedikit lagi. Target penggenapan saya harapkan bisa digapai saat usai menjalankan mandat sebagai salah satu Kelihan ...