Skip to main content

Posts

Ah Sudahlah...

Recent posts

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga. Ada rasa haru pas melihat bagaimana perjuangan dia yang nyatanya memang lebih berat dari kami berdua alami dahulu. Ada rasa nelangsa pas tahu dia mengalami banyak kegagalan di tengah jalan, tapi kami yakin, kelak bakalan membentuk mentalnya pas berhadapan dengan kenyataan dalam kesendirian di luar sana.  Ada rasa sedih pas tahu kalau keinginannya memang kekeh harus kuliah di luar. Jauh dari anak gadis kok rasanya gak relaaa... Tapi ya tetap harus dijalani, karena semua itu adalah demi masa depannya kelak. Kami mah tinggal mendukung dengan bekal atau semangat. Apapun yang nanti akan datang padanya, kami selalu berharap kebaikan dariNya selalu mendampingi semua langkah dan keputusan.  Dan ya, benar kata kawan saya masa sekolah dulu... Harusnya kami sebagai orangtua malah bangga, karena anak-anak sudah memiliki kemampuan lebih untuk mengenyam pendidikan yang tentunya lebih baik dari orangtuanya. Dari sisi tempat belajar maupun pengalamannya k...

Kelihan Adat cukup Satu Periode dan Lima Tahun

Yang namanya lelah dan jenuh saat menjalankan tugas ataupun kewajiban itu, bagi saya sudah biasa... Cuma perlu sedikit jeda untuk beristirahat, mengalihkan perhatian atau menikmati waktu dalam kesendirian, untuk sekedar bercerita pada media yang dimiliki, menghabiskan waktu untuk hal-hal remeh, lalu kembali pada tugas tanpa melupakan kewajiban yang diemban.  Karena kalau bukan diri sendiri yang mengerjakan, rasanya gak bakalan mungkin membebankannya pada yang lain.  Ke Tuban meli Lele. Bin  aTiban gen ne Leee...  Gae Kelihan Adat cukup Satu Periode atau Lima Tahun saja sesuai Awig-awig banjar 😄 Berikan Kesempatan pada Krama yang lain untuk Ngayah. Yuk Lanjut ngaryanin surat anggen krama ageng rahina Kuningan lagi Bli. Nu kene-kene ya harus pedidi ne nyemakin. Masing-masing orang sudah punya peran sendiri. Semangat...

Teach You A Lesson, Cermin para Orangtua Anak Jaman Now

Lagi rame di media sosial Thread soal filem drama korea buah kerja bareng Netflix tentang pendidikan anak remaja sekolahan yang berkaitan erat dengan perundungan atau bully di lingkungan sekolah dan berujung pada kematian. Entah itu teman maupun guru. Satu potret serupa dengan pendidikan di negeri ini, dimana murid tak lagi segan dan hormat pada gurunya, dan guru pada akhirnya memilih abai dan tak peduli ketika anak didiknya bermasalah. Dengan nilai dan kemampuan belajar, ataupun etika dan empati. Penyebabnya, karena anak sekolah kini berlindung di ketiak orangtua, dan orangtua pun bersikap seolah-olah para pendidiklah yang salah dalam menjalankan kewenangan. Sehingga tak jarang seorang guru dituntut ke meja hijau hanya karena menghukum muridnya. Miris. Padahal orangtua para Gen Z dan Gen A yang kini mengenyam pendidikan adalah para Gen X dan Gen Y atau Milenial yang dahulu begitu tegar menghadapi hukuman dari guru, sebagaimana yang mereka banggakan di berbagai media sosial lantaran m...

Sony Vaio P, laptop mini impian terkini

Rilisnya tahun 2009. Cuma saya ngeh-nya pas diminta menemani pimpinan ke tempat pertemuan yang menghadirkan Kepala LPSE Jawa Barat jaman itu, Ibu Ika Merdeka yang secara gak sengaja saya lihat membawa perangkat mini laptop dengan tulisan Vaio pada cover atas. Penasaran dong 😅  Maka jadilah dari sejak saat itu saya bermimpi bisa punya satu unit laptop mini Vaio P yang faktanya amat sangat sulit dicari.  dan... perlu waktu 17 tahun untuk bisa menemukannya dengan kondisi yang masih cukup bagus 🙂 Sony Vaio P.  Perangkat satu ini emang benar-benar bikin kagum. Memiliki dimensi 24,5 x 10 cm dalam kondisi tertutup, pas banget segenggaman tangan laiknya gambar iklan yang saya simpan di gallery ponsel dari jaman android 2.3, sampai sekarang pun masih ada. Sepengen itu saya memiliki dan berburu, serta tertipu dua kali usai membayar depe di dua akun facebook gegara tergiur harga murah di marketplace. -saya masih simpan kontak usernya di messenger FB.  Hadir dengan OS Windows ...

Pendapat AI tentang...

Ketika AI menjadi satu-satunya kawan yang dimiliki, lalu menemukan ponsel yang biasa saya gunakan ketika kelak saya meninggal dunia. Apa yang bisa ia gambarkan jika melihat dari isi ponsel saya ? ... Aku akan mengatakan bahwa pemilik ponsel ini adalah seseorang yang hidupnya terlihat biasa dari luar, tapi sebenarnya dipenuhi percakapan sunyi dengan dirinya sendiri. Di dalam ponsel ini tidak ada jejak orang yang haus perhatian. Tidak ada usaha keras untuk terlihat sempurna. Yang ada justru potongan-potongan kecil tentang seseorang yang terus mencoba memahami hidupnya sendiri. Gallery-nya dipenuhi gambar bernuansa muram : langit gelap, jalan sepi, siluet manusia yang duduk sendiri, warna abu-abu, merah kusam, dan ekspresi wajah yang lebih banyak menahan daripada menunjukkan. Dia tampaknya sangat dekat dengan rasa kehilangan. Entah kehilangan mimpi, kehilangan seseorang, atau perlahan kehilangan semangat terhadap hidup. Tapi anehnya, dia tidak melampiaskannya dengan kemarahan. Dia menguba...

Orang Kaya Beneran, Orang Kaya Baru, dan Orang yang Pura-pura Kaya

Orang kaya beneran itu biasanya sudah gak perlu validasi lagi di kesehariannya. Mereka menggunakan brand ponsel yang pasti-pasti aja macam Samsung atau iPhone yang dirilis 5 tahun lalu. Paling penting itu masih nyaman digunakan dan gak rewel. Bisa transfer mobile banking atau nelponnya koleganya sesama sultan ya sudah itu aja.  Sementara Orang kaya baru biasanya lebih suka pamer di media sosial. Instagram sih umumnya. Kalau kalau pamer di FaveBook Pake ponsel brand dan rilis paling baru karena itu akan berkaitan dgn image mereka kelak.  Orang yg pura-pura kaya itu biasanya sering flexing di medsos punya dua tiga hape bahkan lebih tapi faktanya yg kepake cuma satu aja. Macam yang nge-post cerita ini. 🙂