Skip to main content

Posts

Laptop Tangguh di Bawah 10 Juta, ASUS ExpertBook P1 Layak Dilirik

Recent posts

Pengalaman Hidup Yang Luar Biasa...

Untuk sesaat, sempat ada perasaan sedih sekitar pukul 2 dini hari tadi, melihat Ida Sesuhunan mepunggel -dilepaskan satu persatu pengangge Ida, dari tapel/wajah, prerai/kepala dan lainnya- lalu ditempatkan pada area pererepan dan ditutup rapat bersama sisa perawakannya. Sementara tidak ada yang bisa saya lakukan, karena harus menjaga istri yang sedang trance -kerauhan- sepanjang upacara Mesimpen. Lalu terdiam cukup lama saat menatap kaca dan apa yang ada dibalik itu semua.  Mungkin ini yang namanya perasaan ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.  Empat setengah tahun lebih, kalau tidak salah saya hitung secara kasar, dari lima tahun pengabdian kami kelak selaku Kelihan Adat Banjar Tainsiat periode tahun 2022-2027, yang akan berakhir pada bulan Maret tahun depan.  Karena selama itu pula, saya selaku Penyarikan -Sekretaris- Kelihan Adat Banjar Tainsiat, selalu berkutat membuat surat tugas ayahan setiap lima belas hari atau beberapa hari setelah Kajeng Kliwon berjalan, untuk m...

Jangan merasa diri paling pintar/bisa

Paska Sidang MK, sepertinya makin banyak yang meyakini bahwa jenjang SMA di Indonesia ini adalah jenjang pendidikan yang Terbaik dan mampu melahirkan Generasi yang Terbaik pula, dibandingkan jenjang setara di Luar Negeri.  Semoga memang benar demikian adanya...  Nasehat lama dari para orangtua tampaknya sudah gak berlaku lagi di era saat ini.  "Eda ngaden awak bise..."  Ya, semoga memang benar -awake seken-seken bise.  NB : Jangan merasa diri paling pintar/bisa, karena masih banyak yang harus kita pelajari. 

ASUS ExpertBook P3 G1, Ringan Dibawa, Siap Diajak Kerja

Kalau pas lagi ngomongin soal laptop kerja, saya pribadi sudah gak lagi mengejar yang namanya laptop paling kencang, paling mahal, atau punya spesifikasi yang bikin orang mengelus dada tetangga.  Yang saya cari sekarang justru sederhana saja. Bisa diajak kerja, ringan dibawa dan gak gampang rewel. Apalagi kalau sehari-hari laptop lebih sering berpindah tempat. Kadang di meja kerja, dibawa rapat, masuk tas, dikeluarkan lagi di tempat lain, lalu malamnya masih dipakai menyelesaikan beberapa pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, laptop yang ringan tapi tetap punya ketahanan tentu terasa lebih masuk akal. Nah, ASUS baru saja memperkenalkan ASUS ExpertBook P3 G1, laptop bisnis yang menurut saya cukup menarik untuk dilirik guna kebutuhan seperti itu. Bobotnya mulai dari 1,43 kilogram saja. Untuk ukuran laptop kerja 14 inci, angka ini lumayan bersahabat untuk masuk ke dalam tas dan dibawa bepergian. Yang menarik, ASUS gak sekedar mengejar bodi tipis dan ringan, tapi juga membekalinya deng...

Chinesse Food Seberang Kawitan Living World, Patut Dicoba

Ini kali kedua kami makan berdua di Bakmi Bangka seberang Kawitan Living World. Menunya chinesse food yang secara rasa, bikin ingat resto lama di selatan banjar Langon tempo dulu. Khas oriental.  Kalau di kesempatan pertama saya mencoba menu rakyat Mie Goreng, kali ini saya mencoba Kwetiau Siram yang kemungkinan besar porsinya cukup buat satu orang.  Tempatnya tergolong bersih dan mudah dijangkau karena berada di pinggiran jalan besar. Namun karena diseberang lokasi ada Kawitan Anak Kodya yang saban akhir pekan selalu ramai dikunjungi, jadilah beberapa Google Review mengeluhkan soal traffic dan akses yang kerap padat merayap.  Bakmi Bangka & Chinesse Food Ayung ini tergolong terjangkau untuk ukuran kantong dan selaras dengan rasa, yang rerata memang memuaskan kami akan standar baku masakan cina.  Kalian yang lagi main di Kawitan LW, mungkin bisa mempertimbangkan untuk mampir makan disini sesekali untuk nyobain Mie Bangka dan Nasi Gorengnya yang jadi Rekomendasi p...

ASN Menulis 2026 : Netral di Tengah Sebuah Pilihan. Masih bisa Dipercaya ?

Setiap kali pemilu atau pilkada datang, ada satu hal yang selalu terpikirkan di kepala ketika menjalankan keseharian sebagai seorang ASN.  Netralitas.  Bukan soal boleh atau tidaknya memilih, karena sebagai warga negara Indonesia, seorang ASN tetap punya hak untuk datang ke TPS, mencoblos pilihan yang diyakininya, lalu pulang seperti warga negara lainnya. Tapi yang agak rumit itu, justru ketika pilihan yang disukai sudah mulai masuk ke ranah media sosial. Mau like, takut. Mau komentar, ragu. Mau membagikan postingan berita calon yang disukai, harus mikir dulu. Apalagi mau fotoan bersama teman yang kebetulan menjadi tim sukses, mulai bertanya-tanya dalam hati deh 😅 Ini nanti aman gak ya ? Karena di satu sisi, saya pribadi adalah manusia biasa. Punya pilihan. Punya keyakinan. Punya calon yang menurut saya paling bagus. Paling worthed lah dibanding calon yang lain. Cuma di sisi lain, saya juga seorang ASN. Dan begitu menyandang status itu, ada batas-batas yang memang harus dijag...

ASN Menulis 2026 : Satu ASN, Multi Aplikasi. Ketika Digitalisasi Justru Menambah Beban Kerja

Hal yang mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, tetapi jujur saja cukup melelahkan bagi seorang ASN yang menjalaninya nyaris setiap hari, Login ke aplikasi. Di era terdahulu, pekerjaan seorang ASN identik dengan map, lembar disposisi, fotokopi, stempel atau tanda tangan. Sementara sekarang semuanya sudah mulai bergerak ke arah digital. Kertas dikurangi, proses dibuat lebih cepat, data disimpan secara elektronik, dan berbagai layanan pemerintahan mulai terhubung secara daring. Dari tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan pekerjaan dan realisasi anggaran, semua ada.  Secara konsep, tentu saja ini kabar baik. Tapi faktanya ? Bahkan BKN secara resmi mendorong integrasi data ASN melalui SIASN, yang dirancang sebagai sistem nasional untuk mengintegrasikan data baik bagi ASN pusat maupun daerah. MyASN sendiri menyediakan fasilitas bagi para ASN untuk melakukan pemutakhiran data pribadi dan riwayat kepegawaian secara mandiri. Masalahnya muncul ketika konsep digitalisasi d...