Saya pribadi bukan iPhone User untuk saat ini. Meski berkali-kali Istri menyarankan agar saya mengambil ponsel satu ini saat ingin mengganti ponsel lama yang telah masuk usia senja. Tapi tetap saja pilihan pertama saat memasuki gerai dimanapun itu, Samsung berada di urutan nomor satu. Meski begitu, saya bukan Anti ponsel produksi Apple ini loh yah. Secara dulu memang pernah menjadi iPhone User berbarengan dengan Android User di era yang sama. Tepatnya memegang seri 4 yang desainnya cukup fenomenal itu, perubahan dari seri pertama, 3G dan 3Gs.
iPhone 4 CDMA yang disuntikkan nomor Flexy, serta sebuah ponsel Android milik Samsung era awal kelahiran. Galaxy Ace S5830 yang punya besaran RAM serta storage masih dalam hitungan MB.
Kenapa gak berlanjut, karena dari sisi UI iPhone lama rerata gak bisa diCustom sesuka hati menggunakan Launcher atau Widget laiknya perangkat Android di era awal sekalipun. Dan gak ada fitur Tethering Hotspot kalau tidak salah. Ditambah ketiadaan opsi eksternal storage yang menyebabkan pilihan penyimpanan jadi serba terbatas. Itu sebabnya saya memilih setia pada Samsung Android hingga kini. Tapi jujur saja, faktor harga juga jadi pertimbangan. Yang meskipun orang sering mengatakan ini sepadan, tapi rasanya eman membeli sebuah perangkat mahal yang penggunaannya tidak maksimal saya manfaatkan. Paling sekitar sosial media, browser, musik, video sampai editing ringan. Main Games ? Paling sekelas Fishdom, Gardenscape atau Plants vs Zombie yang jadul itu.
Tapi biarpun begitu, Saya adalah penyuka ponsel iPhone jadul yang diburu selama harganya cocok. Dari iPhone pertama, 3G, 3GS, iPhone 4, iPhone 5, iPod Touch, dan iPod Nano 6th yang bentuknya mengotak serta bisa diubah bentuk menjadi jam, sudah dimiliki sejak lama. Namun tidak menyadari kalau ternyata saya juga punya seri 6S hasil menang lelang atau buruan kawan di luar sana. Yang tersimpan diantara tumpukan hape jadul lainnya yang belum sempat saya pindahpajangkan ke lemari kaca.
Surprise 😅

Comments
Post a Comment