Di situasi seperti ini, kadang kalau dilihat ke luar jendela, ya rasanya wajar ada rasa sedih melihat kawan yang setara bahkan angkatan yang jauh di bawah, memiliki keberuntungan karir dan tentu saja rejeki yang nampak jauh lebih mudah digapai ketimbang apa yang saya lakukan di titik ini. Kecemburuan bahkan berefek pada keengganan mengambil pekerjaan yang lebih dari biasanya mulai menghampiri, sebagaimana yang dirasakan kolega di ruangan. Jadi paham rasanya berada di titik yang sama.
Sementara kalau melihat ke arah dalam, baik itu diri sendiri yang memang secara perhitungan Wariga rasanya sampai tahun depan masih tetap berada di titik Nol dari tahun 2017 lalu, ataupun melihat ke lingkungan kerja sekitar yang notabene tidak mampu dikuasai medannya, jadi muncul pertanyaan, bagaimana sekiranya ditugaskan ke lingkup yang lebih tinggi, kalau yang setara saja tidak mampu mengatur ?
Yah, Hari ini lagi-lagi mengajarkan bahwa Harapan hanyalah sebuah Asa yang tidak akan pernah bisa dipeluk jika memang belum ada Garis Tangan, Tanda Tangan ataupun Buah Tangan.
-hasil perenungan di pasar cokro, sembari menunggui istri belanja...
11 Feb. 16.25 Wita. Campur Aduk perasaan...
Comments
Post a Comment