Skip to main content

Posts

Showing posts from 2024

Semua Berahir di 5 Besar Teruna Teruni Denpasar 2024

Bermula dari coba-coba lalu masuk menjadi 5 Besar Finalis Teruna Teruni Denpasar Tahun 2024, putri kami Pande Putu Mirah Gayatridewi ternyata masih berusia 15 Tahun saat Grand Final dilaksanakan di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang Kota Denpasar, hari Minggu 18 Februari 2024 kemarin. Berhasil menyisihkan puluhan peserta dengan tingkat prestasi berskala Kab/Kota, Provinsi dan Nasional, ia mendapatkan undangan dari Panitia TTD untuk mengikuti perhelatan bergengsi ini, pasca meraih Juara Pertama Teruna Bagus Teruni Jegeg Sisma -SMAN 7 Denpasar Tahun 2023 lalu. Sehingga batas bawah Umur Peserta yang seharusnya 16 Tahun, infonya ditoleransi mengingat usianya sudah jalan menuju angka 16 sebulan kedepan.  Meski hanya sampai di peringkat 5 Besar, kami semua turut bangga mengingat ini adalah kali pertama putri kami mengikuti ajang tingkat Kab/Kota, menjadikannya sebagai Finalis Termuda diantara peserta lainnya. Bahkan kami dengar, merupakan siswa pertama di sekolahnya yang lolos hingga jenja

Mirah Lolos 5 Besar Teruna Teruni Denpasar 2024

Matur Suksema kami haturkan untuk semua Saudara, Teman dan Rekan-rekan yang telah memberikan dukungan kepada putri kami, Pande Putu Mirah Gayatridewi yang pada hari ini telah berhasil lolos 5 Besar Finalis Teruna Teruni Denpasar 2024, dalam agenda Grand Final di gedung Dharma Alaya Lumintang Denpasar.  Sayangnya, langkah putri kami harus terhenti disini, mengingat masih terbatasnya pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki dalam keikutsertaannya yang pertama kali ini.  Namun demikian, kami tetap berbangga dengan pencapaiannya hingga sejauh ini, yang mampu menyisihkan puluhan peserta lain. Memberikan kesempatan sebagai satu-satunya peserta dari jenjang SMA yang lolos di agenda TTD 2024.  Sekali lagi Terima Kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan kepada putri kami, semoga Tuhan memberkati kita semua.  Pande dan Alit.

Mirah, Teruna Teruni Denpasar 2024 dan Fashion Show

Kagum saya melihat si sulung tetiba berlenggak-lenggok diatas panggung, mengenakan sepatu highheelsnya dan busana wanita yang feminim. Jauh banget dari image seorang Bojek iYah yang selama ini kami kenal dalam penampilannya. Ada haru yang saya rasakan disepanjang kehadirannya kali ini. Beneran gak nyangka.  Keikutsertaannya dalam ajang Teruna Teruni Denpasar tahun 2024 ini adalah yang pertama kalinya. Satu-satunya finalis Teruni yang berasal dari jenjang SMA, dan kabarnya merupakan peserta pertama di Sisma yang bisa lolos sampai ke agenda 10 Besar. Maka itu gak kaget kalo dari sisi prestasi, dia masih belum apa-apa ketimbang sembilan finalis Teruni lainnya, yang sudah tergolong senior dalam urusan event semacam ini. Semacam anak bawang kalo kata orang tua dulu.  Tapi secara pribadi, salut banget dengan perjuangannya sejauh ini. Bisa lolos hingga 10 besar Teruni Denpasar menyisihkan 100an peserta lainnya itu, sudah luar biasa. Padahal sempat dimarah-marah Bapal karena masih ngotot ikut

Olah Raga lagi

Tadinya pengen mampir cek tensi ke Bale Banjar Tainsiat mumpung Prajuru Adat lan Dinas sedeng giat melaksanakan Posyandu dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Lansia, usai berolahraga keliling Kota Denpasar. Apa daya hujan turun lumayan deras.  Jadi sebagaimana motto yang selama ini dipegang saban olahraga jalan kaki jauh di hari Sabtu/Minggu,  -Sejauh-jauhnya berjalan kaki, pulangnya ngeGrab juga-  Kini ditambahkan dengan kalimat,  -Sejauh-jauhnya berjalan kaki, karena hujan deras, pulangnya ya ngeGrab aja-  Padahal baru dapet 7 KMan... 

Curhat Pagi *edited

Kadang berpikir untuk apa berjuang mati-matian mengajukan anggaran kegiatan, ngeDesk kesana kemari, mengerjakan semua disposisi yang pimpinan berikan meskipun itu diluar tupoksi, atau menjadi PPK dan menghadapi para Pemeriksa, jika kemudian pimpinan pernah mengatakan *tidak akan mau membantu jenjang karir bawahan dan silahkan berjuang sendiri-sendiri'.  Untuk apa juga berjuang membantu tupoksi pimpinan engan resiko hukum dan lainnya, jika pimpinan tidak pernah mau memperjuangkan bawahannya ?  Maaf, ini hanya sekelumit pemikiran selama ini. Mengingat yang lain, begitu banyak tenaga yang usia dan angkatannya jauh lebih muda, bisa menapak karir jauh lebih baik, yang meskipun ada peran "tangan Tuhan" tapi salah satunya ada juga peran pimpinan didalamnya untuk membantu mereka mendapatkan hak, tidak hanya menjalankan kewajibannya saja.  Matur Suksema. Mohon Maaf jika tidak berkenan. Sehat selalu. 

Yok Pulang BuL

Dari dini hari tadi, rasanya sube sing ngoyong-ngoyong bolak balik antar tiga anak sekolahan plus extra. Capek tapi mau gimana lagi...  Sementara penggantian jam istirahat dari tengah malam rasanya gak bisa maksimal lantaran gak ngeliat yang cantik-cantik di rumah. Si Dia lagi healing ke Jakarta Bandung dari kemarin pagi. Dini hari juga start awalnya. Mungkin itu sebabnya baik pikiran maupun fisik berasa kandas di tengah jalan. Kalah jauh dengan panas dan sumpeknya cuaca kota Denpasar.  Gak enak ternyata mengurusi tiga anak ini sendirian...  #yokpulangBuL 

Tengah Malam nyambangi Graha Sewaka Dharma

Ini pengalaman pertama set alarm pada pukul 01.15 wita dini hari, atau bisa dikatakan masih tengah malam, untuk membangunkan si sulung, menyiapkan diri terkait agenda photoshoot Teruna Teruni Denpasar 2024, yang rencana berhiasnya dilakukan di gedung Sewaka Dharma, Dinas Pariwisata Kota Denpasar Lumintang. Auto dah gak bisa tidur lagi setelahnya.  Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 02.20 wita. Dan langsung meluncur ke area belakang, pemerajan di lokasi setempat untuk matur uning terkait kegiatan hari ini. Jadi ingat suasana jaga kantor di puspem era pemilu. Sepi dan gelap. Bersyukur sudah ada beberapa kawannya yang mendahului di lokasi.  Pantesan aja pengumumannya diwajibkan bawa Autan. Banyak nyamuk disini ternyata. Sukses bikin bentol dan gatal pada kaki.  Setelah yakin semua siap, saya meninggalkan Sewaka Dharma mendekati pukul 03.00 wita. Berjalan lambat di sepanjang jalan Gatot Subroto Tengah, membiarkan satu dua truk besar yang melaju kencang dari arah barat. Sembari memperh

Lolos 10 Besar Finalis Teruna Teruni Kota Denpasar Tahun 2024

Pagi itu, si sulung sempat agak ragu saat meminta bantuan saya untuk mencetak formulir pendaftaran ajang teruni teruni Denpasar, lanjutan dari pemilihan Teruna Bagus Teruni Jegeg SMAN 7 Denpasar, lantaran saya sudah melarangnya untuk ikutan lagi di agenda lain semacam ini.  Bukan tanpa alasan, tapi bagi kami 2 raihan Terbaik yang ia capai di semester awal sebagai Duta Literasi SMAN 7 Denpasar dan Terbaik TBTJ Sisma, rasanya sudah cukup memberikan kesibukan baginya selama 1-2 tahun kedepan ini.  Apa daya ia bersikeras untuk mengikutinya meski saya menentangnya.  Dalam perjalanan jelang penyisihan awal menuju 20 Besar, saya banyak dijejali informasi berkaitan keputusan si sulung baik dari ibunya, maupun dari para pelatih dadakan yang kabarnya merupakan orang-orang yang pernah terlibat dan mendedikasikan diri mereka untuk anak-anak muda macam Mirah dalam menyiapkan diri memasuki ajang bergengsi milik Kota Denpasar ini.  Yang mana merupakan keberlanjutan dari agenda tingkat sekolahan, dan

Sambat Sabtu Pagi

Pagi-pagi kami sudah menyambangi kediaman Kak Agus di area banjar Belaluan jalan Gatotkaca untuk melakukan riasan wajah dan pakaian bagi si sulung, persiapan mengikuti ajang Teruna Teruni Denpasar, yang dilaksanakan di gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar. Ini kali kedua kami hadir disini pukul 03.30 wita, setelah agenda pemilihan 20 Besar Peserta hari Minggu lalu.  Tempat tinggal Kak Agus ini ternyata berada di sekitaran tiga teman sekolahan tingkat pertama, yang dua diantaranya pernah jadi teman sekelas tahun 90an awal. Baik jenjang kelas 2F maupun 3B. Saya mengetahui ini dari penduduk sekitar yang sempat diajak berbincang saat berkunjung ke tempat ini pertama kali.  Untuk teman yang saat itu berada di jenjang kelas 2, kalau tidak salah ingat selepas masa sekolah tingkat pertama, dia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa. Sosoknya tinggi kurus dengan anting di salah satu telinga, dan penampilan urakan khas anak jalanan jaman itu. Awalnya sempat keder lihat penampilannya, tapi

Ngopi dulu Gaes...

Sapa beberapa kawan di beberapa Whatsapp Grup ketika saya sudah duduk di kursi kerja, siap melahap penugasan pagi yang belum terselesaikan hingga kemarin sore. Basa basi standar dari sebagian kecil umat manusia yang menyukai sosialisasi antar kawan maupun keluarga.  Saya biasanya menyeruput kopi pagi-pagi jelang mebanten pekideh, usai olahraga dan mandi, sebelum antar anak-anak sekolah. Sekitaran jam 5, dibawa serta diatas nampan yang sudah berisikan canang tangkih, banten nasi, rarapan dan tirta. Juga kunci motor dan mobil agar bisa sekalian memanaskan kendaraan sembari jalanlan tugas rutin setiap harinya.  Meski tempo hari berhasil membiasakan diri dengan segelas kopi hitam pahit tanpa gula, tapi pada akhirnya balik lagi ke Tora Bika sachet yang dikemas terpisah dengan gula pasirnya. Kopinya diseduh, gulanya dikumpulin lalu diberikan pada istri untuk tambahan racikan pada masakan yang ia kerjakan.  Sementara volume air panas yang dituangkan, biasanya gak sampe setengah dari volume ge

Gadis Kretek

Hari ini saya menonton cerita berserinya Netflix gegara video pendek yang gak sengaja lewat di timeline video Facebook semalam. Judulnya Gadis Kretek. Bintang utamanya Mbak Dian Sastro dan Mas Ario Bayu. Pasangan yang gak jadi akur di cerita AADC 2, lalu gak jadian lagi di cerita ini.  Tapi paling gak mereka diceritakan masih sempat megae banjar saat sudah pertunangan dengan orang lain. Bikin mewek. Dengan jalan cerita yang awalnya saya coba tebak, eh ternyata gak gitu plot twis-nya.  Senang rasanya bisa menonton karya orang kita, yang dibuat sedemikian apik, meski secara lafal kalimat yang diucapkan, rasanya gak cocok disampaikan pada era 65. Terlalu kekinian. Dan uniknya, begitu timeline bercerita ke era sekarang, sepertinya dipilih kejadian tahun 2000an awal. Dimana ponsel Nokia 9210i menjadi salah satu pegangan tokoh yang ditugaskan untuk mencari cerita di masa lalu. Apakah itu pas dengan gambaran sekelilingnya ? Entah ya.  Dibagi menjadi 5 episode dengan durasi masing-masing satu

Hunting Jogging Track di Kabupaten Badung

Lagi rame soal #joggingtrack nih gegara Ngong @BaleBengong  Untuk lingkup Kab Badung, saya gak hafal ya Ngong. Tapi dari 62 Desa/Kelurahan biasanya punya satu area jogging track tengah sawah yang kadang dipakai juga sebagai akses kendaraan roda dua/shortcut.  Di Canggu misalkan, desa mertua, ada jogging track Subak Saet kalo ndak salah namanya. Posisinya seberang Babi Guling Men Lari Padang Linjong, tembus ke banjar Babakan. Panjangnya sekitar 1.5 KM rasanya. Dulu masih sawah di kanan kiri. Sekarang dah ada resto dan sports area.  Di Desa Tibubeneng, shortcut jalur neraka, dulu bisa dipake jogging track. Tapi seiring akses jalan yang diperlebar dan kini diaspal, jadipah shortcut jalan tembus ke Jalan Nelayan Desa Canggu dekat Deus. Disebut jalur neraka karena banyaknya mobil nyemplung ke sawah.  Masih di area Tibubeneng, ada beberapa ruas jalan lingkungan lainnya lagi yang bisa dijadikan jogging track, sekaligus akses kendaraan roda 2 karena semua permukaannya diPaving.  Katakanlah dar

Renungan Inspirasi - Kegagalan Mr Sandwich

Mr. Sandwich adalah seorang milyuner Thailand yang jatuh miskin saat krisis ekonomi Asia tahun 1997, lalu ia menjadi penjaja sandwich jalanan.  Sirivat Voravetvuthikun, nama asli Mr. Sandwich, tadinya hidup super mewah sebagai pengembang properti dan pemain saham.  Ia biasa berjudi, dan pernah menghabiskan Rp. 2 milyar dalam semalam. Saat krisis, bank menyita seluruh propertinya, namun Sirivat masih berhutang Rp. 180 milyar. Ia sempat depresi, tetapi tidak bunuh diri seperti beberapa pengusaha lain yang bangkrut saat itu. Sirivat menyalahkan dirinya karena terlalu rakus berhutang untuk bisnis. Tetapi ia menerima kenyataan lalu memutuskan untuk berjualan sandwich di pinggir jalan dengan sebuah kardus yang dikalungkan di lehernya.  Hari pertama, ia harus menahan malu mendengar orang bertanya:Anda kan multi milyuner, mengapa berjualan sandwich? Ia menjual 40 sandwich hari itu. Ia pernah dikejar-kejar polisi karena berjualan di pinggir jalan.  Kini usaha sandwich-nya bernilai lebih

Muted Word Pulihkan Kegembiraan di Laman Sosial Media

Sebagaimana halnya perhelatan limatahunan pasca kemunculan sosok PakDe Jokowi di ajang politik tanah air, opini masyarakat biasanya bakalan terbelah dua, bergantung pada dukungan masing-masing, yang mempengaruhi sisi pertemanan dan Whatsapp Grup Keluarga.  Seperti halnya tahun ini.  Tarung bebas Copras Capres yang bakalan digelar Februari mendatang, bisa jadi bakalan berlangsung minimal satu putaran, atau dua laiknya PilGub DKI tempo hari, dimana jumlah Calon yang hadir sebagai kontestasi ada tiga pasang. Bisa ditebak, arus komunikasi yang ada pada laman timeline sosial media, terpecah pada tiga topik ataupun isu program masing-masing calon, ditambah gosip terkini yang berkembang di dunia maya seperti perselingkuhan pilot Citil*nk, kemacetan jalan tol laut pulau Bali, hingga soal wisata halal yang dituntut banyak kalangan, agar bisa di-Apply di daerah wisata se-Indonesia.  Ramai, hiruk pikuk, dan membosankan.  Di aplikasi X atau yang dulu dikenal dengan sebutan Twitter, info dan berita

Awal Tahun 2024, Mager Males

Seharian ini jadi mager karena merasa bosan mau ngapa-ngapain. Padahal awal tahun. Hari Pertama di Tahun 2024. Dan semua rasanya males aja.  Bisa jadi karena lelah pikiran, yang kebanyakan tugas dan beban, namun tak terselesaikan. Entah karena memang menunda pekerjaan, atau memang tidak bisa berjalan dengan baik. Tinggal menunggu azab-nya. Menunggu komplain dan pemberitaan media yang ramai dan besar. Sebuah hal yang ber-resiko sebenarnya, tapi jujur aja, sudah berada pada tahapan Gak Peduli.  Karena ternyata setelah dijalani, jadinya sama saja. Yang katanya bersih, ujung-ujungnya Duit juga. Yang katanya gak perlu disangu ini itu, tapi minta disishkan buat tetangga. Yang katanya siap tempur, nyatanya diem-diem bae. Termasuk situasi kondisi yang juga ikutan tak peduli jadi nambah parah perasaan dan membuat mager aja selama liburan akhir tahun ini.  Malas bikin resolusi, Malas untuk maju dan lebih baik. Toh apa yang didapat, gitu-gitu aja, malah berasa dimanfaatkan.  Kamu, gimana cerita a