Skip to main content

Posts

Showing posts from 2024

BlackBerry, Pernah Dengar ?

Nama BlackBerry di jamannya sudah dapat dipastikan menjadi jaminan mutu akan tingkat popularitas dan kecerdasan seseorang dimata lingkungan dan teman-temannya. Tapi tidak termasuk saya.  Selepas menikmati masa jaya Nokia di era ponsel pintar Symbian dan juga PDA phone berbasis Windows Mobile jaman itu, saya memilih untuk langsung loncat ke ponsel Android gegara racun dari sejumlah majalah. Pilihan ini infonya sempat digunjingkan dalam sebuah forum BlackBerry Messenger Grup beranggotakan sejumlah besar kawan masa sekolahan putih abu, yang merasa aneh dengan pengakuan kawan pada saya yang katanya kenal teknologi, tapi kok tidak menggunakan ponsel BlackBerry ? Alasan sederhananya memang karena tidak menyukai teknologinya yang masih amat terbatas jika dibandingkan jenis ponsel sebelumnya di masa yang sama.  Masih ingat dengan ponsel yang harus diRestart ketika perangkat BB kalian sudah mulai lelet akibat kehabisan memory ? Atau tombol gulir yang harus dibersihkan secara berkala agar tidak

PDA Phone, Pernah Dengar ?

Jauh sebelum era Android dan iOS berjaya, saya cukup lama menggunakan perangkat PDA phone berbasis Windows Mobile aka PocketPC atas alasan layar sentuh dan mampu melakukan banyak hal untuk ukuran sebuah ponsel jaman itu. Dari mendengarkan musik, menonton video pendek, menyimpan sejumlah catatan penting, bermain games, mengambil foto, atau membuka beberapa dokumen berbasis doc, xls ataupun pdf. Pun menjelajah dunia maya, meski jaringan internet di jaman itu masih 2G. Selain bentukannya yang tidak biasa laiknya ponsel popular masa itu, yang mana masih dipenuhi oleh perangkat Nokia, Sony Ericsson ataupun Siemens, harga belinya pun bisa dikatakan tergolong mahal untuk ukuran sebuah ponsel. Lantaran fungsi utama yang sebenarnya adalah untuk digunakan sebagai alat bantu kerja para profesional muda. Aksesnya yang serupa dengan moda pengaturan dan penggunaan pc atau laptop berbasis Windows, membuat saya tergila-gila mempelajarinya lebih jauh. Baik untuk melakukan sync file dan kontak yang

Hari Sial (lagi-lagi) gak ada di Kalender

Jengkel bercampur Galau, langsung dirasakan pasca mendengar suara pedagang di sisi kiri jalan sesaat setelah kendaraan ditabrak dari sisi samping, lalu memutuskan menepi dan turun melihat langsung. Sial... Pengeluaran lagi. Insiden kecil yang terjadi di hari Minggu siang 19 Mei kemarin cukup membuat saya overthinking selama beberapa jam setelahnya, lantaran kesal mengapa harus mengalami lagi kejadian yang harus menghabiskan tabungan dan tehaer tempo hari.  Dari urusan fengshui ruangan lantai atas yang memiliki pintu tembus searah, posisi tempat tidur yang katanya mengakibatkan banyak pengeluaran, hingga ke masukan tetangga yang memilih untuk ngeGrab saja ketimbang memiliki kendaraan. Semua terbayang dalam benak dalam perjalanan.  Gak nyaman banget endingnya...

Meninggalkan Samsung Health

Memberi harapan yang sama pada Perangkat Baru milik Samsung agar memiliki kemampuan yang sama dengan perangkat sebelumnya, rasanya percuma saja. Mengingat segala pencatatan kesehatan yang selama ini saya banggakan termasuk aplikasi Samsung Health nyatanya tidak mampu berfungsi maksimal sebagaimana terdahulu. Katakan saja Samsung Galaxy Fit 3 yang ternyata tidak mampu mencatatkan pencapaian langkah saat tidak tersambung dengan perangkat ponselnya. Karena begitu terhubung dan melakukan sync pencapaian langkah, yang diakui adalah pencatatan pada perangkat ponsel. Yang notabene ponsel tidak ikut serta bergerak saat pengguna melakukan aktifitas misalkan pada treadmill. Sangat mengecewakan. Ini berbeda dengan wearable Samsung Galaxy Gear S3 yang saya miliki terdahulu. Gak rekomend banget perangkat satu ini. Begitu juga dengan ponsel berjaringan 5G yang saya ambil bulan lalu ini. Rupanya tidak mampu berfungsi untuk mengukur jarak aktifitas, maupun jumlah langkah berdasarkan pergerakan. Panjan

Pernikahan itu Cuma Butuh Sedikit Cinta, Sisanya...

Saat menyampaikan keinginan untuk menikah tahun 2005 terdahulu, di pikiran cuma ada satu alasan mengapa saya memutuskan memilih @alit sebagai pendamping hidup, meski belum paham isi dunia pasca pernikahan seperti apa.  Tanpa melalui proses MBA Married by Accident yang memang saat itu menjadi Trend bahkan hingga hari ini.  Tipe yang nyaman saat diajak ngobrol tentang banyak hal. Meskipun ada banyak sekali perbedaan pemahaman diantara kami, bahkan sampai 17 tahun usia pernikahan.  Pertemuan kami masuk golong GPL, gak pake lama. Tepatnya gak sampe setahun, memutuskan menikah dan jalan bareng.  Meski ada banyak konflik yang terjadi di sepanjang waktu, tapi yang namanya komunikasi tetap berjalan walaupun sesekali bolong-bolong.  Bisa jadi karena kami berdua sama-sama anak bungsu, yang paling rame dan heboh kalo sudah ngumpul berdua.  Pernikahan itu cuma butuh sedikit Cinta, yang harus dijaga sepanjang masa. Godaan pasti ada. Tapi selama komunikasi, kompromi, toleransi dan kerjasama masih te

Masa Putih Abu Masa Remaja Minderan

Masih terngiang di telinga saya akan penyampaian dari seorang kawan masa sekolahan, yang mengatakan ketidakpercayaannya pada sosok yang ia temui saat itu, berbeda jauh dengan orang yang ia kenal dulu jaman putih abu. Kawan ini saya temui di tempat kerjanya di jalan Ahmad Yani tahun 2010 silam, membawakan undangan, beberapa minggu sebelum Reuni SMA dilaksanakan. "Kamu tuh kalo jalan, gak pernah liatin teman. Kalo gak liat langit, pasti liat tanah..." Se-minderan gitu memang saya jaman sekolahan dulu. Gak pernah berani menatap mata kawan, meski saat diajak bicara. Alasan yang sederhana, tapi sepertinya dibuat pelik lantaran pemikiran juga gak searah dengan usia. Hanya karena dulu itu gak bisa se-gaul *meski dalam tahap standar minimum- kawan sekolah. Gak punya motor, jadi kelas 1 SMA itu masih di-antar jemput bapak, atau nebeng dengan teman sekolahan. Kelas 2 memutuskan naik sepeda balap dari Tainsiat ke sekolahan di Lapangan Pica Sanur. Baru kelas 3 bisa memontoran, dan it

Tiger Wong Tapak Sakti, Cerita Komik Masa Remaja

Iseng gabung di grup FB Tiger Wong Comic Lovers, jadi mengingat masa remaja dahulu era tahun 90an. Era dimana komik masih banyak dijual di toko buku dan pedagang majalah eceran, selalu di nanti kehadirannya secara berkala oleh semua saudara. Tiger Wong, Tapak Sakti, Pukulan Geledek hingga Legenda Putra Langit.  Tiger Wong kalau ndak salah merupakan salah satu komik karya Tony Wong, menghadirkan tokoh utama bernama Tiger Wong, yang berteman baik dengan Gold Dragon dan Guy. Mengambil set di Hong Kong fan Thailand, awal cerita kalau gak salah merupakan aksi balas dendam mereka pasca kematian sang adik, Little Dragon. Aksinya heroik, lengkap dengan jurus kung fu beraneka ragam dan nama. Ending cerita di edisi terakhir cukup mengecewakan. Padahal sempat tersepona dengan edisi awal dimana saya mulai berkenalan dari edisi 8. Lalu lanjut membeli sampai edisi belasan, trus stop karena bekal sekolah dihabiskan buat beli kaset. Paling kagum pas Empat Sekawan datang dibarengi tim Hawks.  Tapak Sak

Gak Yakin dengan Kekurangan Samsung Galaxy Fit 3 ? Uji Coba Sendiri saja

Seandainya pun kalian atau @samsungID gak percaya dengan sharing Tips dan penemuan Kelamahan/Kekurangan Samsung Galaxy Fit 3 ini, bisa dicoba sendiri kok pembuktiannya. Lakukan pairing/sambungkan perangkat ponsel dan Fit 3 terlebih dahulu biar semua info bisa sama di kedua perangkat. Jangan lupa setup pengaturan Sync perangkat di kedua ponsel untuk penghitungan langkah yang diakui. Lalu jauhkan Fit 3 dari ponsel.  Misal, ponsel ditinggal di meja kerja, lalu berjalan-jalan di luar jangkauan Bluetooth ponsel.  Lihat progress langkah yang tertera di layar Fit 3. Seandainya sudah ada selisihnya, balik lagi ke posisi ponsel diletakkan. Lalu bandingkan kedua pencapaian langkah pada ponsel dan Fit 3.  Disini bakalan terlihat bedanya. Antara yang masih tetap di layar ponsel, dan bertambah di layar Fit 3. Meski BT ponsel menyala, pengalaman saya, kedua perangkat gak tersambung otomatis meski sudah berdekatan. Lanjut lakukan Sync Data melalui aplikasi Samsung Health.  Maka data di Fit 3 akan kem

Simak Tips Ringan Atasi Kelemahan Kekurangan Samsung Galaxy Fit 3

Berkaca pada "penemuan" atas KEKURANGAN/KELEMAHAN wearable Samsung Galaxy Fit 3 berdasarkan 2x pengalaman yang sama, dan 1 percobaan tambahan tempo hari,  Saya bisa berikan Tips Ringan bagi kalian yg sudah terlanjur beli macam saya, dan mementingkan soal pencapaian langkah harian. SELALU sambungkan perangkat wearable kalian, dalam hal ini Samsung Galaxy Fit 3 ke ponsel melalui Bluetooth, saat akan beraktifitas apapun itu, agar pencapaian langkah pada wearable diakui oleh ponsel... Repot banget ternyata... Kalopun sempat terputus, WAJIB disambungkan lagi sebelum beraktifitas kembali secara Manual (karena gak otomatis pairing saat sudah berdekatan), agar aktifitas pencapaian langkah kalian bisa diakui oleh ponsel. Ini kebalikan dari perangkat Samsung Galaxy Watch yang dibanderol lebih mahal ketimbang Fit 3, berdasar pengalaman terdahulu pernah menggunakan Gear S3 Frontier selama 5 tahun.  Gear S3 ini saat LCD nya mulai bergaris, saya mencoba meminimalkan pairing perangkat ke po

Samsung Galaxy Fit 3 ternyata punya Kekurangan Kelemahan. Simak Pengalaman Saya

Ternyata benar dugaan saya. Solusi RESET perangkat sebagaimana yang disarankan oleh @samsungID melalui Live Chat pada apps Samsung Member, bukan Solusi cara mengatasi Pengaturan Sync Langkah antara Ponsel Samsung dengan wearable mereka, Fit 3.  Hari ini kejadian lagi.  Jadi bisa dikatakan,hari ini saya nemu 1 KEKURANGAN/KELEMAHAN perangkat Samsung Galaxy Fit 3 yang menjadi WAJAR karena dibanderol murah/terjangkau ketimbang seri wearable Galaxy Watch. Bisa jadi karena gak disematkannya perangkat GPS didalamnya... Ceritanya tadi itu dah selesai olahraga sejam, yang notabene notif pencapaian langkah harian, sudah berbunyi.  Tapi karena pagi tadi wearable Fit 3 saya charge di lantai 2, koneksi Bluetooth yang sebelumnya tersambung ke ponsel langsung terputus... Aniway, soal terputusnya koneksi wearable Fit 3 dengan ponsel, bisa jadi KEKURANGAN/KELEMAHAN ke-2. Yang mana gak bisa tersambung otomatis saat keduanya berdekatan. Beda dengan Galaxy Watch Gear S3 yang dulu pernah saya gunakan, atau

Samsung Galaxy Fit 3 Gak Diakui Ponsel Samsung soal Pencapaian Langkah pasca Sync ?

Sepertinya @samsungID mengubah kebijakan pengaturan sync langkah yang dipadukan dengan wearable mereka, dimana HANYA mengakui jumlah langkah yang dideteksi oleh ponsel saja, tidak digabungkan dengan wearable.  Kelihatannya ya... (Tweet akun saya di @pandebaik tanggal 8 Mei 2024 pukul 06.18 wita) Karena dari kemarin, langkah di Galaxy Fit 3 sudah mencapai 10ribuan, tapi karena ponsel gak dikantongin, berhubung di charge, pas melakukan sync eh tampilanndi Galaxy Fit 3 malah ngikutin yang di ponsel. Padahal pengaturan Samsung Health nya sudah ambil opsi kedua perangkat. Pagi ini juga serupa. Aktifitas olahraga pagi gak diakui ponsel, karena gak dikantongi. Jadi aktifitas gak banyak dideteksi ponsel.  Dua hari lalu masih aman, entah kenapa dua hari ini hasilnya gitu. Alamat harus mengantongi ponsel kemana-mana meski tanpa wearable ?  -tanggapan @SamsungID :  Halo kak, untuk hal ini kamu bisa konsultasikan hal ini dengan tim kami di nomor bebas pulsa 0-800-112-8888 atau bisa juga melalui li

Yuk Olahraga Lagi

Hampir satu bulan sudah saya memutuskan untuk absen olahraga. Ada sih yang dipaksakan, cuma gak maksimal. Gak sampe 30 menitan dan itu juga bolong-bolong, gak setiap hari. Penyebabnya sederhana, kaki kanan sisi dalam luka sobek akibat gesekan pipa pvc yang kemudian saya abaikan pengobatannya selama dua hari, dan memilih untuk berolahraga sebagaimana biasanya. Maka jadilah bengkak setelahnya. Nyaris memasuki masa tiga mingguan, rupanya luka kaki belum jua mengering. Salah satu saran dari dokter yang memeriksa tempo hari adalah dengan mengupayakan mengurangi makanan tinggi kalori dan manis, yang mana gak termasuk istri pastinya.  Jadi setelah semingguan terakhir melakukan tapa brata tanpa kopi sasetan, memotong porsi nasi cukup 1/4 saja, dan tanpa ngemil, luka kaki bisa mengering dan sepertinya sudah mulai sembuh. Minimal rasa sakitnya berkurang, dan saya bisa beraktifitas seperti biasa kembali. Maka sore ini, saya pun mencoba melakoni kembali aktifitas olahraga yang sebelumnya pernah

Inemuri, 10 menitan biar bisa Fresh kembali

Barusan sempat liat salah satu postingan Benny & Mice yang menaikkan kembali goresan mereka soal Inemuri. Jujur, saya baru tahu ada istilah ini.  Inemuri adalah praktik tertidur di tempat kerja dalam budaya Jepang, di mana tertidurnya seseorang pada tempat yang tidak dimaksudkan untuk tidur. Bisa tertidur di kereta bawah tanah atau tempat kerja. Secara harfiah, inemuri artinya "hadir sembari tidur". Berarti cara tidur saya yang modelan duduk bersandar sejak dulu itu, masuk kategori Inemuri ini kan ya ?  Meski cuma sebentar, tapi memang dahsyat efeknya.  Masih ingat di ingatan, jaman masih asistensi mata kuliah Menggambar Arsitektur semester 1-2 tahun 1995, disela waktu menunggu duduk bersandar di pintu besi studio Padma milik dosen kami I Gusti Bagus Oka, saya sempat tertidur lantaran capek begadang atau memang mata kakul. Yang pas tersadar, saya sudah sendirian disitu sambil memangku kelapa yang kering. Ditinggal pulang teman pasca mereka asistensi.  Wasu... Aniway, kebi

Jika ingin sesuatu tetap istimewa, jangan dimiliki, terus saja diidamkan

"Jika ingin sesuatu tetap istimewa, jangan dimiliki, terus saja diidamkan..." Saya menemukan quote unik ini dari akun @RaniKancana di X Twitter secara acak, dan langsung teringat pada semua koleksi HP Jadul yang dimiliki hingga saat ini. Merasakan langsung betapa benarnya quote tersebut. Sebelum tahun 2017, saya selalu mengidamkan bisa memiliki kembali Nokia 7650 yang dulu pernah saya gunakan era penyiapan lahan puspem Badung tahun 2005, atau perangkat PDA O2XDA IIs yang punya keyboard geser di balik layar karena pernah menggunakan seri tanpa keyboard fisik sebelumnya, bahkan mendewakan perangkat Palm Treo yang punya antenna dan keyboard fisik dibawah layar, jauh sebelum era BlackBerry melanda dunia. Tapi setelah memiliki nyaris semua seri dan ponsel yang saya idamkan itu, rasanya memang B aja sebagaimana penyampaian tweet ybs soal memiliki rumah tepi pantai. Tidak lagi menganggap bahwa Nokia E90 Communicator itu keren dan gagah, lantaran memiliki dua layar dan bentuka

Percobaan Pembobolan Akun FB, Mau Cari Apa sih Bang ?

Barusan dapat notif dari FaceBook kalau sekitar jam 9an tadi, ada yang mencoba membobol akun FB saya, lalu FB memutuskan untuk mengunci akun, dan meminta saya melakukan authentifikasi dua cara sebagaimana pengaturan yang telah dilakukan sebelumnya. Kaget juga. Gak nyangka karena ternyata ada juga yang berminat melakukan percobaan pembobolan akun, meski secara isi postingan yang saya share selama ini, rasanya gak ada manfaat bagi banyak orang. Tapi kemungkinan yang disasar adalah kalian. Teman Pertemanan di FaceBook.  Ada banyak potensi yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut dari opsi pertemanan di FB. Seperti misalkan permintaan bantuan uang, pulsa macam jaman dulu, atau bisa jadi hal kecil lainnya, yang luput dari kewaspadaan. Jadi Please, kalo ada yang mau pinjam duit, minta di transfer sejumlah uang, atau pinjam bpkb motor, bahkan minta mampir ke hotel *eh  jangan dipercaya ya... Kalian bisa konfirmasi ke nomor kontak Whatsapp.  Tapi seandainya kalian mau memberikan bantuan dana bansos

Parkir Naik Jukir Melirik

Sempat rame di awal bulan Mei soal kenaikan tarif parkir Kota Denpasar, diatur pada naik seribuan per kendaraan yang digunakan oleh masyarakat kebanyakan.  Sementara untuk kelas kendaraan yang lain macam mobil box, truk bus atau kendaraan roda nem belas sepertinya beda lagi pengaturan tarifnya.  Jadi rame karena kini sebagian masyarakat merasa keberatan dengan kenaikan dua kali lipat yang mana kerap diselewengkan oleh para jukir dadakan di beberapa area parkir Kota Denpasar.  Dua kali lipat ?  "Naik Seribuan aja Om... itung-itung bagi rejeki buat Kang Parkir." Tapi meskipun naik cuma seribuan, rata-rata mereka gak ngasi karcis parkir yang notabene tuh pembayaran parkir bakalan masuk ke kantongnya pribadi. Atau minimal dibagi ke orang kuat dibelakangnya yang merasa jadi penguasa di wilayah setempat.  "Wong cuma seribuan aja kok sewotnya setengah mati Om ?" Dua Ribu untuk Motor, Tiga Ribu untuk Mobil. Sehari bisa jadi dua tiga kali mampir di kantong-kantong parkir, di

Nge-Gibah, Ngomongin Orang Lain lapu Ngomongin Kita

Sebenarnya saya gak suka ngomongin orang saat ngumpul bareng teman, selain gak ada gunanya karena yang namanya Karma diyakini terus berjalan, bisa jadi ketika saya gak bisa ikutan ngumpul bareng mereka, justru saya-lah yang jadi bahan omongan. He...  Saya lebih suka nge-Gibah tentang pekerjaan, baik yang sedang dijalani bareng, atau tentang kesibukan masing-masing, yang mana harapannya bisa memberikan inspirasi pada diri sendiri agar kelak bisa mengambil sisi positif dari pengalaman orang.  Bisa juga terkait masalah yang sedang dihadapi, sekiranya bisa mendapatkan solusi. Atau hal-hal yang lagi viral di luaran, bahkan konspirasi tertentu tentang banyak hal. Ujung-ujungnya malah menertawai diri sendiri saking katroknya pemahaman yang dimiliki. Ngomongin orang memang asyik, tapi jauh lebih asyik kalo gak diomongin. 

Aplikasi Bina Sejahtera M-Banking, Mudah dan Sederhana

Mumpung aktifitas kantor lagi lowong, hari ini saya iseng nyobain aktivasi aplikasi Bina Sejahtera milik Koperasi Pegawai Kabupaten Badung yang dikembangkan oleh PT Solusi Anak Sakti.  Jadi pasca melapor ke salah satu ruangan di lantai 3 gedung Koperasi Bina Sejahtera, saya diperkenankan memilih Username sesuai keinginan, dan diberikan password standar baku pengaturan awal. Kode OTPnya sendiri dikirimkan melalui SMS oleh Solusi Sakti, pasca input semua data oleh pegawai setempat. Maka aplikasi Bina Sejahtera M-Banking pun sudah bisa digunakan. Sesederhana itu. Aplikasi Bina Sejahtera M-Banking Aplikasi ini memiliki logo BS dengan latar merah, dapat diakses melalui laman Google Play Store di ponsel Android yang kalian gunakan. Khusus Pegawai PemKab Badung tapi loh ya. Setelah memasukkan Username dan Password yang telah diperbaharui, pengguna disajikan User Interface sederhana yang menyajikan Nama Profil, Pengaturan, Saldo Voucher (jumlah total yang dipotong setiap bulannya), Poin Belanj

Pengendara Fortuner Pajero Arogan ?

Banyak orang yang bertanya, mengapa pemilik atau pengemudi kendaraan berkapasitas mesin besar macam Fortuner atau Pajero kerap disangka sebagai orang-orang yang bermasalah dan cenderung membahayakan orang lain lewat arogansi mereka di jalan raya ?  Meskipun ada sebagian yang begitu, Tapi menurut saya, Sepertinya sih bukan soal arogansi atau orangnya yang bermasalah. Lebih ke soal kapasitas mesin kendaraan, yang makin besar, menyebabkan kecepatan tinggi bisa dijangkau dengan cepat tanpa terasa. Ini tentu akan dipandang mengganggu oleh mereka yang berkendara dengan santai dan standar di jalan raya.  Contoh sederhananya motor XMax yang saat ini saya kendarai. Seringkali kecepatan 60-80 bisa dicapai saat baru saja mengaspal di jalan raya. Gak terasa karena saking nyaman dan ringannya kendaraan saat dipacu. Tapi biasanya begitu menyadari jarum speedometer mencapai angka 80 km/jam, saya biasanya memperlambat laju mengingat umur dan kemampuan untuk melakukan pengereman dadakan rasanya tidak b

Vocal Remover, Bagus tapi...

Sebagai pendengar musik era 1990an hingga 2000an awal, terkadang pengen banget mendengarkan karya-karya para musisi jaman itu dengan mode Minus One, atau musiknya saja tanpa vokal.  Cuma bisa dikatakan, untuk mendapatkan jenis seperti ini cukup sulit bergantung pada rilis resmi mereka.  Nah ternyata di Play Store Android, ada aplikasi yang namanya Vocal Remover dengan memanfaatkan teknologi AI. Tujuannya ya sebagaimana keinginan diatas, memisahkan suara audio vokal dan menyisakan instrumen musiknya saja.  Berbayar pastinya.  Versi Free bisa digunakan namun dengan kemampuan terbatas dan banyak iklan pop up yang muncul. Cukup mengganggu.  Sayangnya, versi berbayar ini gak ada yang modelannya Lifetime. Alias bayar sekali untuk selamanya. Adanya hitungan bulan dan per tahun. Sekitaran 279 ribu plus pajak. Atau bisa dikatakan sekitar 25ribuan per bulan jatuhnya.  Awal mencoba proses pemisahan vocal, berjalan baik pada beberapa track milik The Exploited. Bahkan sempat kagum dengan hasilnya,

Amor ing Acintya Ni Nyoman Rai Ariatni

Om Swastyastu,  Amor ing Acintya Ni Nyoman Rai Ariatni (85) Krama saking Jalan Nangka No 29 Denpasar. Indik Upakara, jagi kemargiang :  - Ngeringkes/Metektekan ring Banjar Tainsiat, Rabu 1 Mei 2024, galah dauh 14.00 wita. - Upacara Pengabenan kemargiang ke Setra Bungkeneng Desa Adat Tonja, Kamis 2 Mei 2024, galah dauh 13.00 wita. Indik Petempung jenukan beras ring rumah duka. Regu sane polih Tugas Jaga/megebagan inggih punika : - Regu 6 ring pinanggal 30 April 2024 - Regu 7 ring pinanggal 1 Mei 2024 Matur Suksema. Om Shanti Shanti Shanti Om #DokumentasiKelihanAdat #BanjarTainsiat

Amor ing Acintya AA Made Ristawan

Om Swastyastu,  Amor ing Acintya AA Made Ristawan (50), krama saking Jalan Nangka Gang X No 1 Denpasar. Indik upakara jagi kemargiang pengabenan /Kremasi ring Setra Santha Swarga Bugbug Desa Adat Denpasar, Kamis 2 Mei 2024 galah dauh 07.00 Wita. Indik patempung jenukan Beras mangda bakta ring Banjar Tainsiat, Tanggal 30 April 2024 s.d 1 Mei 2024, Galah saking pukul 08.30 wita nyantos pukul 12.00 wita, ngelantur pukul 14.00 wita nyantos pukul 17.00 wita. Matur Suksema. Om Shanti Shanti Shanti Om. #DokumentasiKelihanAdat #BanjarTainsiat

Tuntaskan Monster di Ruang Tunggu Agung Toyota Denpasar

Saya menginjakkan kaki di Agung Toyota Denpasar Bali sekitar pukul delapan pagi, lewat sedikit dari agenda yang dijadwalkan kemarin, gegara bangun siang di hari Sabtu ini.  Langsung disapa ramah oleh Pak Putu Sudi Yasa, Pak Sutrisno Hadi dan Pak Ketut Wiranata di counter depan, sembari mengingatkan beberapa momen yang terlewat beberapa waktu lalu, mereka ketahui dari timeline sosial media FaceBook lantaran pertemanan yang dijalin sejauh ini. Melangkah di area ruang tunggu lantai dua, rupanya ada beberapa perubahan tata letak yang dilakukan sejak kunjungan terakhir saya bulan Oktober 2023 lalu. Ruang Reflexy kaki yang sebelumnya diposisikan dekat toilet, kini dikembalikan lagi ke tempat semula, pojokan utara sebelah Smoking Area. Dan area dekat toilet diubah jadi Rest Area, diperuntukkan bagi mereka yang ingin beristirahat merebahkan badan di sofa panjang. Suasananya masih sama, sejuk dan nyaman bagi pengunjung atau konsumen untuk menunggui kendaraan hingga selesai ditangani.  Saya prib

Memilih Satu diantara Dua Opsi Ponsel Baru

Saat menjejakkan kaki di area mewah penjualan ponsel jalan Teuku Umar, saya dengan yakin mengatakan Samsung, meski ditawari berbagai brand Android ternama dan juga iPhone. Lengkap dengan budget 5 jutaan dan storage internal 256 GB.  Pilihannya ada Samsung Galaxy A54, M54 dan A35. Semuanya sudah mengadopsi jaringan 5G.  Tanpa pikir panjang, saya memilih seri A35 yang biasanya diperuntukkan bagi kelas menengah dan sesuai dengan budget diatas. Dua lainnya ada di angka 6 lebih.  Yang saya lupa pikirkan saat menjatuhkan pilihan ini adalah keberadaan NFC *syukurnya ada, dan slot memory tambahan hybrid 3 lubang *yang ternyata hanya menyediakan 2 lubang saja.  Waduh...  Hal ini sempat membuat saya kebingungan lantaran sampai hari ini masih betah menggunakan 2 kartu GSM, satunya khusus Internet aka SmartFren, satunya lagi Axis selaku nomor utama. Dan slot tambahan satu lagi yang saya harapkan, bisa diisi dengan kartu memory micro sd berkapasitas sama, 256 GB. Khusus untuk penyimpanan files, ant

Belum Bisa Move On dari Era 80an

Senang mendengar dan menyaksikan lagi Bang Iwan Fals tampil menyanyikan karya lama era 80an, di agenda Suara Hati Ramadhan beberapa waktu lalu. Yang kalau tidak salah menyajikan tembang Tak Biru Lagi Lautku, atau Siang Pelataran SD Sebuah Kampung, yang notabene merupakan teman sepulang sekolah masa SD.  Tembang yang tergolong jarang dibawakan saat ia melakukan konser di berbagai tempat se-Indonesia.  Jadi gak heran kalo saya sampai melupakan beberapa kata dalam lirik lagunya meski masih hafal nadanya.  Termasuk Potret Panen yang hadir di album Wakil Rakyat sekitar tahun 87/88.  Saya mendengarkan lagu-lagu Bang Iwan Fals dari sekian banyak kaset tape yang dimiliki kakak kandung masa ia kuliah, termasuk beberapa musisi ternama luar macam Queen, Quiet Riot, Genesis atau Van Halen. Yang mengena ya cuma satu ini, karena lirik lagunya mudah dihafalkan dan dilafalkan. Dan sekali dua saya nyanyikan di depan kelas pas jam kosong.  Menikmati karya solo Bang Iwan dan juga era kolaborasi bareng Om

Kriteria Memilih Ponsel Android di usia 40an

Memutuskan untuk membeli sebuah ponsel baru di usia seperti ini, bukan lagi bicara soal prosesor atau besaran memory ram yang dimiliki sebagaimana halnya saat mengenal ponsel pintar era awal 2010an. Atau soal berapa megapixel resolusi kamera yang disematkan di sisi punggung ponsel, karena memang semua itu dirasa sudah gak penting lagi untuk mendukung aktifitas harian. Kini yang terpenting adalah soal isian kapasitas storage yang dimiliki biar gak ada notif hape penuh tiap kali mau buka pesan image atau video di whatsapp, atau saat bersiap melakukan render video pasca editing yang meminta pengguna untuk menyiapkan sejumlah space yang lega sebagai penyimpanan hasil nantinya. Sebelum mengganti ponsel dengan cara terpaksa kemarin, sebetulnya ada beberapa impian yang saya harapkan jika saja diberikan rejeki atau memang sudah saatnya mengganti ponsel. Minimal soal Storage tadi. Yang kalau boleh, sekarang ambil porsi 256 GB biar lega kalau mau render video panjang, atau unduh banyak video

Petaka Hape Rusak Nyerempet Kesulitan Uang

Tadinya saya pikir, dengan mengandalkan dua aplikasi Mobile Banking di ponsel, rasanya sudah gak perlu lagi mengandalkan Kartu ATM kedua Bank tersebut, mengingat sudah makin jarang digunakan seiring transaksi bisa dilakukan melalui QRIS dan TF antar Bank. Tapi saya Salah. Ketika kedua kartu ATM memasuki masa Exp, saya memutuskan untuk tidak memperpanjang keduanya -toh Mobile Banking masih bisa menggantikan fungsi keduanya.  Gak disangka, Hape yang disuntikkan kedua aplikasi tersebut, alami error dan gak bisa digunakan lagi saat Cuti Lebaran kemarin. Yang artinya, saya gak bisa melakukan transaksi apapun menggunakan Mobile Banking lagi, karena proses Aktivasi atau Instalasinya memanfaatkan Kartu ATM masing-masing.  Gak pegang Uang Cash dalam jumlah banyak. Mengandalkan OVO doang yang gak seberapa isinya. Di saat begini, bersyukur ada Istri yang masih memiliki semua fasilitas diatas secara lengkap, di hape yang sama serinya dengan saya gunakan.  Termasuk opsi pinjam Cash dari Istri yang

Kadung Cinta Mati Samsung, Akhirnya Ambil A35 5G

Akhirnya ambil Samsung Galaxy A35 5G yang 256 GB, harganya 4.99 J... Kepake juga tehaernya. Cuma ternyata slot simcard/ekstCardnya terbatas, gak 3 slot macam M30s. Satu lagi harus pilih mau pasang microsd atau simcard kedua. Sementara si M30s sepertinya kena di simcardnya. Istri sebenarnya nyuruh beli iph 13, secara 'kamu layak ambil hape 10 Jtan, dan bisa pakenya...'  Tapi rasanya gak rela kalo ambil iph sebiji sementara harga sama bisa ambil Android 2 biji. Jiwa misqueen saya meronta... Budgetnya emang kisaran 4 Jtan aja. Di umur segini, seri Flagship udah gak jadi prioritas lagi.  Budget 4 Jtan, storage 256 GB, ada NFC.  Sebetulnya tempo hari ngidam Tablet Android 8 inchi, buat pengganti hape satu hari nanti. Tapi harga segitu, speknya terbatas untuk brand Samsung. Sudah kadung cinta mati sama Samsung dari awal kenal Android. Dari Samsung Spica (2010), lalu Galaxy Ace #1 (2011), pindah ke Tablet Galaxy 7+ (2012) sampe dikomplain pimpinan gegara nempel di kuping beliyo jadi a

Hari Sial gak ada di Kalender

Kemarin sore usai dengar musik, ponsel saya charge dalam posisi standby lalu ditinggal mandi.  Usai mandi ponsel berubah tampilan ke posisi Restart dan berhenti di logo Samsung. Saya pikir ada Pembaharuan.  Tapi... Ditunggu lama ternyata tetap stuck di Logo. Bolak balik Restart ponselnya, tetap dalam kondisi sama. ­čśÉ  Sekitar jam 7an, tampilan masuk ke posisi error. Infonya ponsel gak bisa masuk ke mode normal. Disarankan masuk ke tampilan Safe Mode. WTF Berhasil masuk ke tampilan Safe Mode, saya pikir bakalan muncul isian ponsel sore tadi, eh ternyata macam tampilan default pake baru. Harus input email, dan semua apps hilang. Balik ke pengaturan awal. Sial. Dah gitu email gak bisa masuk karena musti tekan YES di hape lama. Tapi hape lama kan ya hape yang bermasalah ini ?  Mana jaringan juga gak aktif di ponsel karena Safe Mode. Gak bisa kirim kode ke sms.  Bolak balik Turn Off Safe Mode juga gak bisa.  Mau Factory Reset dari posisi Off (tombol power dan volume) juga ndak bisa.  Nyerah

Liburan Ngapain aja ?

Seporsi Mie Akiu sisa semalam, beberapa jajanan pasar, sebotol air dengan kapasitas 1.9 lt, dua monitor berbasis pc jadul, speaker murahan mengeluarkan suara bang Iwan Fals yang lantang, dan sebuah kipas mini lantaran ruang bersama ini tak ber-AC, semua numplek diatas meja belajar, menemani waktu luang 5 hari terakhir selama masa cuti lebaran. Kerjaan sampingan input data pajak milik Bapenda Badung ke sistem aplikasi Smart Badungkab, aplikasi baru penatausahaan skpd menyaingi lemotnya esipede tempo hari. Jauh lebih mudah diinput menggunakan dua layar ketimbang sebuah laptop kenceng ternyata. Satu menyajikan tampilan laman smart badungkab, satunya lagi untuk olah data pajak per hari per jenis. Cuma perlu mata normal aja untuk melihat hasil penjumlahan pajak hariannya di pojokan kanan bawah aplikasi.  Kalian liburan ini ngapain aja ?

Standar Penyampaian Perekrutan Sekaa Gong Anak

Om Swastyastu,  Rahajeng Krama Ageng Banjar Tainsiat sane wangiang titiang,  Semeton sane meduwe anak alit sane jagi arsa melajah megambel sareng Sekaa Gong Tri Sakti Suara Banjar Tainsiat, mangda prasida rawuh ring Bale Banjar Tainsiat rahina Minggu Pagi 28 April 2024 galah pukul 10.00 wita.  Matur Suksema Om Shanti Shanti Shanti Om. - translate Bahasa Indonesia - Om Swastyastu,  Berkaitan dengan rencana pembinaan Sekaa Gong Anak-anak di Banjar Tainsiat, bagi Krama Agung Banjar yang memiliki anak usia sekolah, dapat hadir dan ikut belajar megambel di Bale Banjar Tainsiat pada hari Minggu Pagi 28 April 2024 pukul 10.00 wita. Tidak dipungut bayaran. Demikian disampaikan,  Terima Kasih. Om Shanti Shanti Shanti Om.

Uma Kami Resto, Nyaman Makan Bareng Keluarga

Pagi ini kami mampir ke @uma_kami_resto mumpung lagi lowong gae adat di hari libur cuti bersama.  Mengajak serta Kakek Nenek dan Anak-anak, yang pengen nyobain menu lokalan macam Soto Babi atau Nasi Pindang.  Uma Kami Resto ini lokasinya di jalan Waribang pertengahan, dikelilingi sawah tepi jalan. Selain mudah diakses, tempatnya juga teduh lantaran banyak pohon dan tanaman disekitar area duduk. Kabarnya sebelum berubah menjadi resto dua tahun lalu, ini adalah sebuah studio arsitek yang ditempati bersama.  Menu Uma Kami ini rupanya bervariasi. Beda jauh dengan tampilan menu yang hadir di laman Google Maps. Jadi bersyukur karena Kakek Nenek yang selera lokalan, punya banyak pilihan untuk dinikmati. Anak-anak sendiri memesan menu Ramen dan Spagetthy. Saya ambil Soto Babi, sementara Istri pesan Pork Belly.  Sajiannya tergolong besar untuk ukuran kami. Dengan rasa beneran enak, termasuk Capcay yang dinikmati Kakek, dan Nasi Goreng yang dilahap Nenek.  Begitu juga dengan Soto Babi-nya yang m

Standar Penyampaian Pergantian Danru

Om Swastyastu,  Rahajeng Semeng Jero Danru lan Wadanru sane anyar, Periode Tahun 2024/2025 sane wangiang titiang. Perkenalkan tiang Pande, Sekretaris Prajuru Adat Banjar Tainsiat, mewakili segenap Prajuru Adat lainnya dan Pelaksana Wilayah Banjar Tainsiat, mengucapkan Selamat Bergabung ring Whatsapp Grup Danru lan Wadanru Banjar Tainsiat Periode Tahun 2024/2025. Adapun Penugasan Ida Dane sami, sekadi info yang tiang sampaikan hari Sabtu lalu, tidak ada kriteria khusus, mengapa Dane sareng sami kami tunjuk menjadi Danru/Wadanru. Lebih pada azas Keadilan, dimana semua anggota Regu secara bergilir dari Nomor Urutan atas, mendapatkan mandat sebagai Danru/Wadanru pada periode berjalan dan berikutnya.  Sementara Anggota Baru yang masuk ring Regu, tiang tempatkan di urutan bawah.  Tugas Dane sareng sami selaku Danru/Wadanru adalah :  1. Menyampaikan semua informasi baik dari Prajuru Adat Banjar maupun Pelaksana Wilayah (dumun istilahnyane disebut sebagai Kadus), dari Surat Tugas Ayahan, Dafta

Cerita Shuttle Pura Besakih

Seharian kemarin kami tangkil ke Pura Batur dan Pura Besakih mengajak serta anak-anak. Si sulung Mirah dan duo bocil Intan dan Ara. Kami tiba di parkiran Besakih jelang tengai tepet, jam 12 siang. Mengingat jarak yang cukup jauh untuk berjalan kaki dari area parkir, sempat kepikiran buat nyari shuttle untuk dua bocil dan ibunya. Sementara si sulung ngotot pengen jalan kaki naik ke pura dari gapura besar.  Eh ditolak petugas... Kata Buk Petugas di area antrean, hanya lansia, ibu hamil dan anak dibawah usia 5 tahun yang boleh naik shuttle... lainnya ndak boleh. Tapi BOONG. KENA PRANK ternyata. Karena pas kami balik turun usai persembahyangan, banyak lihat pasangan usia produktif, dan anak jelang remaja, terlihat di kursi shuttle di jalan naik menuju pura.  Beberapa pemedek yang sedang berjalan kaki naik menuju pura sempat protes ke petugas shuttle, karena rupanya tadi mereka ditolak petugas. Bersyukur meski duo bocil kami yang kelas 2 dan 5 harus kelelahan naik dari parkiran sampai pura

Ngomongin orang memang asyik, tapi...

Sebenarnya saya gak suka ngomongin orang saat ngumpul bareng teman, selain gak ada gunanya karena yang namanya Karma diyakini terus berjalan, bisa jadi ketika saya gak bisa ikutan ngumpul bareng mereka, justru saya-lah yang jadi bahan omongan. He...  Saya lebih suka nge-Gibah tentang pekerjaan, baik yang sedang dijalani bareng, atau tentang kesibukan masing-masing, yang mana harapannya bisa memberikan inspirasi pada diri sendiri agar kelak bisa mengambil sisi positif dari pengalaman orang.  Bisa juga terkait masalah yang sedang dihadapi, sekiranya bisa mendapatkan solusi. Atau hal-hal yang lagi viral di luaran, bahkan konspirasi tertentu tentang banyak hal. Ujung-ujungnya malah menertawai diri sendiri saking katroknya pemahaman yang dimiliki. Ngomongin orang memang asyik, tapi jauh lebih asyik kalo gak diomongin. 

Progress Laporan per 1 April 2024

Progress Bidang Perkim per Senin 1 Apr 2024, sbb : 1. Untuk ATK sudah berproses, ada yang sudah selesai, ada juga masih progress. Dihandel oleh Bp. Khusnul selaku Pejabat Pengadaan. 2. Untuk Paket Kegiatan Fisik Pemugaran Kawasan Kumuh di Kerobokan Kaja, rencananya Senin hari ini mulai tayang di LPSE. Sementara Paket Pengawasannya juga sudah berproses di Pejabat Pengadaan.  3. Untuk Paket Kegiatan Konsultansi, Master Plan Kuta Utara, Mengwi dan Abiansemal, sudah melaksanakan Rapat Persiapan dengan Pokja Pemilihan per Minggu lalu, sementara Master Plan Petang dan DED Potensi Kawasan Kumuh, belum ada informasi lanjutan. 4. Berkaitan dengan Anggaran Perubahan, belajar dari paket fisik tahun lalu, kami memutuskan untuk memindahkan pengajuan Pemugaran Kawasan Kumuh LC Jatayu Kuta ke Tahun 2025 mendatang.  Sehingga Bidang Permukiman tidak ada mengajukan anggaran paket baru di Perubahan 2024.  5. Berkaitan dengan Anggaran 2025, kami telah melakukan Desk di Bappeda terkait Paket Fisik LC Jatay

Sosial Media terlalu banyak fiturnya 

Waktu luang yang ada setiap harinya belakangan ini jadi mubazir seiring hadirnya banyak fitur di sosial media dan tentu begitu menggoda. Selain update status/postingan, fitur marketplace kerap jadi pilihan saat aksi scroll-scroll timeline sudah sangat membosankan. Penawaran berbagai macam barang, baru maupun bekas, dengan harga yang terjangkau, jadi makin betah berlama-lama meski pada akhirnya hanya melihat-lihat saja.  Sudah begitu, ada fitur Reel atau Video yang menawarkan beragam tontonan atau konten dari seluruh negara, gak hanya orang yang diikuti. Makin membuat para p─║engguna menghabiskan waktu produktif mereka hingga lupa akan segalanya. Asem...  Saya pribadi terlanjur suka dengan 2 hal yang disajikan para pembuat konten Reel di sosial media. Cuplikan film dan video pendek dengan plot twist yang kadang gak disangka akal sehat.  Kalau yang cuplikan film, begitu ceritanya menarik hati, biasanya saya langsung melakukan googling info berdasarkan nama aktor/aktris yang terlibat disit

18 Tahun Masih Betah ngeBlog, Kamu Gimana ?

Ada masa dimana pengunjung laman blog bisa mencapai angka ribuan per hari. Ada juga masa dimana pengunjung blog bisa memberikan rejeki. Dan meskipun sempat "hilang" dari dunia maya karena sebuah kasus, laman blog ini rupanya masih bisa bertahan hingga 18 tahun lamanya. Sebuah hal yang patut disyukuri, karena memang sulit untuk bisa menjaga sebuah nama atau hobi dan bertahan hingga hari ini. Blog pernah menjadi sebuah trend di era tahun 2000an awal. Melahirkan banyak nama yang hingga kini mereka masih konsisten bersuara, meski tak lagi memiliki laman blog. Bahkan ada pula yang menjadi sineas ternama tanah air, atau malah didaulat sebagai Bapak Blogger. Bukan saya pastinya. Saya sendiri mengenal nama Blog pada tanggal 26 Mei 2006, saat ditugaskan menghadiri pelatihan atau workshop kaitan IT di kantor walikota Denpasar selama dua hari. Dan di hari kedua, ada dua sesi pembelajaran tambahan yang bisa dipilih, namun sayangnya, satu sesi yang diinginkan saat itu sudah fullybooked.

Hapus 1000an Post Blog, Sampah Masa Lalu 18 Tahun

www.pandebaik.com adalah laman sebuah Blog yang dibuat jelang akhir tahun 2008 silam, pembaharuan dari era BlogSpot di tanggal kelahirannya 26 Mei 2006 dan laman pandeividuality.net di awal tahun 2008.  Praktis, secara domain sudah mencapai usia 13 tahun, sementara aktifitas menulisinya sudah menginjak 18 tahun. Cukup lama, dan terkadang memang amat sangat membosankan. Tapi kalo gak begitu, yang namanya pikiran mungkin saja gak bisa sesehat sekarang.  Isinya sendiri lebih banyak ke Curhat Pribadi, sharing pengalaman baik di dunia kerja, hiburan atau masa lalu, dan ada juga cerita pesanan alias adv atau iklan, dari beragam media dan topik. Jumlah postingan terakhir sebelum saya migrasi setahun lalu, sekitar 3500an Post Blog. Yang kalau dirata-ratakan, bisa dikatakan Update Post Blognya setiap 2 hari sekali. Selama 18 Tahun. Bisa dibayangkan ?  Tapi faktanya, jumlah 3500an Post Blog, gak semuanya berisikan tulisan berbobot. Lantaran topik yang ditulisi juga beragam, sebagaimana info diat

Mencari Pedharman dan Kawitan

MENCARI PEDHARMAN DAN KAWITAN Antara ketemu dan belum ketemu  Oleh : Bli I Wayan Kaler  Sumber : FB akun Bli I Wayan Kaler Sugra Pekulun Dumogi ten keni Upadrawa Raja Pinulah  Ada yang unik saat Sembahyang ke Pura Besakih, baik saat Odalan maupun saat Tirtha Yatra bersama Rombongan. Yang unik adalah tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun yaitu Sembahyang ke Pura Pedharman sebelum ke Pura Penataran Agung Besakih atau ke Pura yang lain.  Jaman dulu, yang tidak tahu Pura Pedarman nya akan menunggu Teman - teman yang lain yang sedang sembahyang di Pura Pedharman nya masing masing, setelah itu barulah bersama sama sembahyang ke Pura Penataran Agung Besakih atau ke Pura yang lain. Jaman Sekarang, bagi yang tidak tahu Pedarman nya, mungkin akan langsung mengambil Smartphone bertanya ke Keluarga, “ Hallo Ajik / Biang / Meme / Bapa dija nika Pura Pedarmane ? , Pura Pedarman napi wastane ?, mungkin itu kata kata nya. Yang sering menjadi pertanyaan, apakah Semua Orang Hindu Bali punya Pura Pe

Standar Format Penerimaan Perwakilan Studi Tiru 

SELAMAT PAGI MENJELANG SIANG MOHON IJIN PIMPINAN RAPAT.  Pertama, saya mewakili Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung mengucapkan Selamat Datang kepada Bapak Ibu anggota Pansus II DPRD Kabupaten Buleleng beserta rekan-rekan dari Dinas PRKP Kabupaten Buleleng, dan tanpa mengurangi rasa hormat, mohon maaf bilamana Bapak Kepala Dinas berhalangan hadir dalam kesempatan yang baik ini.  Perkenalkan, nama saya Pande Nyoman Artawibawa, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Perumahan di Bidang Perumahan Rakyat, lalu dipindahtugaskan menjadi Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Permukiman di Bidang Kawasan Permukiman, dan per akhir tahun 2021 lalu terkena Penyetaraan Jabatan Fungsional bagi Eselon IV dan kini menjadi Ahli Muda Tata Bangunan dan Perumahan.  Berkaitan dengan Pertanyaan yang telah disampaikan kepada kami, mohon kiranya nanti bilamana ada yang kurang jelas, bisa ditanyakan kembali.  1. Pengalaman penerapan Perda tentang Penyediaan

Standar Pembukaan Penyampaian LPJ Tahunan Prajuru Adat

Rahajeng Semeton titiang sareng sami. Krama Agung Banjar Tainsiat.  Sedereng titiang ngelantur, kapertama titiang nunas pengampura yening malih jebos titiang akeh nganggen bahasa bali campur bahasa Indonesia ring rapat puniki, titiang nunas mangda dimaklumi.  Makekalih, ring absen sane sampun wenten ring ajeng, tiang pantau jumlah kehadiran sampun wenten krama sebanyak ……… KK. Manut ring Awig awig banjar Tainsiat, Pasal 17 tentang Rapat, akan dianggap sah bilamana dihadiri lebih dari setengah anggota banjar. Nah mawinan perhitungannyane sampun melebihi, dados titiang anggap bisa dilanjutkan agenda rapat pleno puniki ?  Ainggih Matur Suksema ring keputusan awal Ida Dane sareng sami.  Majeng ring Dane Jero Mangku sane dahat Wangiang titiang, Bapak-bapak Penasehat Banjar sane taler wangiang titiang, semeton Prajuru maka sami, lan Krama Agung Banjar Tainsiat sane sampun prasida ngerauhin galah becik puniki sane banget suksemayang titiang.  Ngiring je sareng sami ngrastiti bhakti ring Ida S