Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pande Made

Mimpi Sedih itupun datang lagi

entah karena terlalu memikirkan akan rasa kehilangan yang teramat sangat, atau kebetulan saja sedang melakukan aktifitas yang mengingatkanku pada sosok almarhum kakak kandung, mimpi sedih itupun datang lagi di malam hari, hadir dan menjadi bunga tidur yang cukup membuatku gelisah saat terbangun. Ini adalah kali kedua aku memimpikannya kembali… Pertama, saat aku menyusun dokumentasi foto almarhum sedari ia kecil, masa sehat hingga sakit dan akhirnya meninggalkan kami, kakak seolah datang menghampiriku dalam mimpi dan mengingatkanku agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan tersebut. Entah apa maksudnya. akan tetapi dalam dunia nyata, dokumentasi tersebut memang jeda sehari kususun akibat waktu luang yang kumiliki, tak banyak setiap harinya kini. Bisa jadi ini hanyalah sebuah bunga tidur dari ‘beban tambahan’ yang kuciptakan sendiri, bisa juga sebagai satu kenangan akan kebiasaannya yang memang memintaku agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan saat ia masih ada dahulu...

Mengenang Kakak, Pande Made Hartiasih

Saat awal aku terdeteksi menderita Diabetes, balkon kantor di Bidang Pengendalian dan Evaluasi Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, merupakan salah satu tempat nongkrong favorit di pagi hari sesaat setiba di ruangan sebelum mulai bekerja. Tujuan utamanya hanyalah untuk berjemur, menikmati hangatnya matahari pagi yang hingga kini masih dengan gratis dan bebas kita nikmati… Disinilah banyak ide tulisan lahir dan diselesaikan lantaran tempatnya yang terbuka dan leluasa, dengan pemandangan yang suka bikin kangen setiap harinya. Demikian halnya dengan pagi ini. Hari ini, hari kelima kami kehilangan kakak, orang yang aku sayangi sejak kecil meski tak pernah diungkap secara lugas padanya. Namun apa yang aku lalui selama ini baik sebelum dan sesudah pernikahan dan berkeluarga, cukup membekas. Lantaran hanya dia, kakak yang mampu aku miliki selama ini secara dekat. Meski kami terpaut 8 tahun, namun kehadirannya selama ini kerap menjadi teman bicara kalo aku sedang dalam masalah. Har...

Akhirnya, kakakku berpulang pada-NYA

Telpon berdering pagi hari, sesaat usai aku bangun dari tidurku, masih mengajak Intan bercanda di sofa usang, dan bathinku telah bisa menebaknya… Tanpa menunggu banyak waktu, aku bersiap dan memanggil Bapak untuk meluncur ke Rumah Sakit Wangaya secepatnya. Kakak sudah dalam kondisi kritis. Setiba di kamar 307, aku bergegas menuju ruang jaga perawat dan meminta informasi selengkapnya agar bisa mengabarkannya pada suaminya dan ibu dirumah. Kakak masih dalam kondisi koma, tekanan darahnya drop 40/60… Hasil pemeriksaan gula terakhir sekitar 147… Perawat datang membawa alat untuk memeriksa denyut, dokter pun hadir untuk memastikannya… Kakakku telah berpulang pada-NYA… Masih lekat di ingatan, permintaan terakhirnya untuk pulang kerumah… Yang ia sampaikan pada suaminya kemarin… Mungkin itu sudah merupakan satu tanda darinya pada kami… Dan akupun telah menyadarinya sejak awal… Pande Made Hartiasih, seorang kakak yang lahir 42 tahun yang lalu...