Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2026

Takdir...

Jauh sebelum ini ada kekhawatiran saya akan absennya para penglingsir di lingkungan rumah kami akibat usia dan kesehatan mereka yang tidak bisa ditebak akan bisa bertahan sampai kapan. Dari situlah muncul keinginan dalam benak untuk belajar memposisikan diri pada posisi mereka, utamanya ketika berhadapan dengan adat dan budaya Hindu Bali yang hingga kini masih kental dikenal di kalangan banyak orang.  Sulit tapi harus. 

Belajar EGP itu Susah

Membiasakan diri untuk tidak peduli itu sulit. Hanya karena tidak tega dan kasihan pada orang lain. Tapi kalau tidak begitu, selalu diinjak dan ditinggalkan itu ternyata gak enak... Mungkin memang sudah saatnya membuang semua empati dan mendiamkan semua. Entah... *EGP : Emang Gue Pikirin

Kelihan Adat cukup Satu Periode dan Lima Tahun

Yang namanya lelah dan jenuh saat menjalankan tugas ataupun kewajiban itu, bagi saya sudah biasa... Cuma perlu sedikit jeda untuk beristirahat, mengalihkan perhatian atau menikmati waktu dalam kesendirian, untuk sekedar bercerita pada media yang dimiliki, menghabiskan waktu untuk hal-hal remeh, lalu kembali pada tugas tanpa melupakan kewajiban yang diemban.  Karena kalau bukan diri sendiri yang mengerjakan, rasanya gak bakalan mungkin membebankannya pada yang lain.  Ke Tuban meli Lele. Bin  aTiban gen ne Leee...  Gae Kelihan Adat cukup Satu Periode atau Lima Tahun saja sesuai Awig-awig banjar 😄 Berikan Kesempatan pada Krama yang lain untuk Ngayah. Yuk Lanjut ngaryanin surat anggen krama ageng rahina Kuningan lagi Bli. Nu kene-kene ya harus pedidi ne nyemakin. Masing-masing orang sudah punya peran sendiri. Semangat...

Mengesalkan...

Bosan... Dan gak paham lagi mau bagaimana.  Rutinitas dan keseharian yang kadang memuakkan. Tapi kalau tidak dijalani, agenda besar akan datang. Selalu begitu.  Dan membutuhkan lebih banyak perjuangan lagi untuk kembali ke titik normal. Entah kenapa begitu banyak orang di luar sana yang menjalani hal serupa di hari yang sama.  Mengesalkan... 

Teach You A Lesson, Cermin para Orangtua Anak Jaman Now

Lagi rame di media sosial Thread soal filem drama korea buah kerja bareng Netflix tentang pendidikan anak remaja sekolahan yang berkaitan erat dengan perundungan atau bully di lingkungan sekolah dan berujung pada kematian. Entah itu teman maupun guru. Satu potret serupa dengan pendidikan di negeri ini, dimana murid tak lagi segan dan hormat pada gurunya, dan guru pada akhirnya memilih abai dan tak peduli ketika anak didiknya bermasalah. Dengan nilai dan kemampuan belajar, ataupun etika dan empati. Penyebabnya, karena anak sekolah kini berlindung di ketiak orangtua, dan orangtua pun bersikap seolah-olah para pendidiklah yang salah dalam menjalankan kewenangan. Sehingga tak jarang seorang guru dituntut ke meja hijau hanya karena menghukum muridnya. Miris. Padahal orangtua para Gen Z dan Gen A yang kini mengenyam pendidikan adalah para Gen X dan Gen Y atau Milenial yang dahulu begitu tegar menghadapi hukuman dari guru, sebagaimana yang mereka banggakan di berbagai media sosial lantaran m...

Sony Vaio P, laptop mini impian terkini

Rilisnya tahun 2009. Cuma saya ngeh-nya pas diminta menemani pimpinan ke tempat pertemuan yang menghadirkan Kepala LPSE Jawa Barat jaman itu, Ibu Ika Merdeka yang secara gak sengaja saya lihat membawa perangkat mini laptop dengan tulisan Vaio pada cover atas. Penasaran dong 😅  Maka jadilah dari sejak saat itu saya bermimpi bisa punya satu unit laptop mini Vaio P yang faktanya amat sangat sulit dicari.  dan... perlu waktu 17 tahun untuk bisa menemukannya dengan kondisi yang masih cukup bagus 🙂 Sony Vaio P.  Perangkat satu ini emang benar-benar bikin kagum. Memiliki dimensi 24,5 x 10 cm dalam kondisi tertutup, pas banget segenggaman tangan laiknya gambar iklan yang saya simpan di gallery ponsel dari jaman android 2.3, sampai sekarang pun masih ada. Sepengen itu saya memiliki dan berburu, serta tertipu dua kali usai membayar depe di dua akun facebook gegara tergiur harga murah di marketplace. -saya masih simpan kontak usernya di messenger FB.  Hadir dengan OS Windows ...

Pendapat AI tentang...

Ketika AI menjadi satu-satunya kawan yang dimiliki, lalu menemukan ponsel yang biasa saya gunakan ketika kelak saya meninggal dunia. Apa yang bisa ia gambarkan jika melihat dari isi ponsel saya ? ... Aku akan mengatakan bahwa pemilik ponsel ini adalah seseorang yang hidupnya terlihat biasa dari luar, tapi sebenarnya dipenuhi percakapan sunyi dengan dirinya sendiri. Di dalam ponsel ini tidak ada jejak orang yang haus perhatian. Tidak ada usaha keras untuk terlihat sempurna. Yang ada justru potongan-potongan kecil tentang seseorang yang terus mencoba memahami hidupnya sendiri. Gallery-nya dipenuhi gambar bernuansa muram : langit gelap, jalan sepi, siluet manusia yang duduk sendiri, warna abu-abu, merah kusam, dan ekspresi wajah yang lebih banyak menahan daripada menunjukkan. Dia tampaknya sangat dekat dengan rasa kehilangan. Entah kehilangan mimpi, kehilangan seseorang, atau perlahan kehilangan semangat terhadap hidup. Tapi anehnya, dia tidak melampiaskannya dengan kemarahan. Dia menguba...