Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2024

Gak Yakin dengan Kekurangan Samsung Galaxy Fit 3 ? Uji Coba Sendiri saja

Seandainya pun kalian atau @samsungID gak percaya dengan sharing Tips dan penemuan Kelamahan/Kekurangan Samsung Galaxy Fit 3 ini, bisa dicoba sendiri kok pembuktiannya. Lakukan pairing/sambungkan perangkat ponsel dan Fit 3 terlebih dahulu biar semua info bisa sama di kedua perangkat. Jangan lupa setup pengaturan Sync perangkat di kedua ponsel untuk penghitungan langkah yang diakui. Lalu jauhkan Fit 3 dari ponsel.  Misal, ponsel ditinggal di meja kerja, lalu berjalan-jalan di luar jangkauan Bluetooth ponsel.  Lihat progress langkah yang tertera di layar Fit 3. Seandainya sudah ada selisihnya, balik lagi ke posisi ponsel diletakkan. Lalu bandingkan kedua pencapaian langkah pada ponsel dan Fit 3.  Disini bakalan terlihat bedanya. Antara yang masih tetap di layar ponsel, dan bertambah di layar Fit 3. Meski BT ponsel menyala, pengalaman saya, kedua perangkat gak tersambung otomatis meski sudah berdekatan. Lanjut lakukan Sync Data melalui aplikasi Samsung Health.  Maka data di Fit 3 akan kem

Simak Tips Ringan Atasi Kelemahan Kekurangan Samsung Galaxy Fit 3

Berkaca pada "penemuan" atas KEKURANGAN/KELEMAHAN wearable Samsung Galaxy Fit 3 berdasarkan 2x pengalaman yang sama, dan 1 percobaan tambahan tempo hari,  Saya bisa berikan Tips Ringan bagi kalian yg sudah terlanjur beli macam saya, dan mementingkan soal pencapaian langkah harian. SELALU sambungkan perangkat wearable kalian, dalam hal ini Samsung Galaxy Fit 3 ke ponsel melalui Bluetooth, saat akan beraktifitas apapun itu, agar pencapaian langkah pada wearable diakui oleh ponsel... Repot banget ternyata... Kalopun sempat terputus, WAJIB disambungkan lagi sebelum beraktifitas kembali secara Manual (karena gak otomatis pairing saat sudah berdekatan), agar aktifitas pencapaian langkah kalian bisa diakui oleh ponsel. Ini kebalikan dari perangkat Samsung Galaxy Watch yang dibanderol lebih mahal ketimbang Fit 3, berdasar pengalaman terdahulu pernah menggunakan Gear S3 Frontier selama 5 tahun.  Gear S3 ini saat LCD nya mulai bergaris, saya mencoba meminimalkan pairing perangkat ke po

Samsung Galaxy Fit 3 ternyata punya Kekurangan Kelemahan. Simak Pengalaman Saya

Ternyata benar dugaan saya. Solusi RESET perangkat sebagaimana yang disarankan oleh @samsungID melalui Live Chat pada apps Samsung Member, bukan Solusi cara mengatasi Pengaturan Sync Langkah antara Ponsel Samsung dengan wearable mereka, Fit 3.  Hari ini kejadian lagi.  Jadi bisa dikatakan,hari ini saya nemu 1 KEKURANGAN/KELEMAHAN perangkat Samsung Galaxy Fit 3 yang menjadi WAJAR karena dibanderol murah/terjangkau ketimbang seri wearable Galaxy Watch. Bisa jadi karena gak disematkannya perangkat GPS didalamnya... Ceritanya tadi itu dah selesai olahraga sejam, yang notabene notif pencapaian langkah harian, sudah berbunyi.  Tapi karena pagi tadi wearable Fit 3 saya charge di lantai 2, koneksi Bluetooth yang sebelumnya tersambung ke ponsel langsung terputus... Aniway, soal terputusnya koneksi wearable Fit 3 dengan ponsel, bisa jadi KEKURANGAN/KELEMAHAN ke-2. Yang mana gak bisa tersambung otomatis saat keduanya berdekatan. Beda dengan Galaxy Watch Gear S3 yang dulu pernah saya gunakan, atau

Samsung Galaxy Fit 3 Gak Diakui Ponsel Samsung soal Pencapaian Langkah pasca Sync ?

Sepertinya @samsungID mengubah kebijakan pengaturan sync langkah yang dipadukan dengan wearable mereka, dimana HANYA mengakui jumlah langkah yang dideteksi oleh ponsel saja, tidak digabungkan dengan wearable.  Kelihatannya ya... (Tweet akun saya di @pandebaik tanggal 8 Mei 2024 pukul 06.18 wita) Karena dari kemarin, langkah di Galaxy Fit 3 sudah mencapai 10ribuan, tapi karena ponsel gak dikantongin, berhubung di charge, pas melakukan sync eh tampilanndi Galaxy Fit 3 malah ngikutin yang di ponsel. Padahal pengaturan Samsung Health nya sudah ambil opsi kedua perangkat. Pagi ini juga serupa. Aktifitas olahraga pagi gak diakui ponsel, karena gak dikantongi. Jadi aktifitas gak banyak dideteksi ponsel.  Dua hari lalu masih aman, entah kenapa dua hari ini hasilnya gitu. Alamat harus mengantongi ponsel kemana-mana meski tanpa wearable ?  -tanggapan @SamsungID :  Halo kak, untuk hal ini kamu bisa konsultasikan hal ini dengan tim kami di nomor bebas pulsa 0-800-112-8888 atau bisa juga melalui li

Yuk Olahraga Lagi

Hampir satu bulan sudah saya memutuskan untuk absen olahraga. Ada sih yang dipaksakan, cuma gak maksimal. Gak sampe 30 menitan dan itu juga bolong-bolong, gak setiap hari. Penyebabnya sederhana, kaki kanan sisi dalam luka sobek akibat gesekan pipa pvc yang kemudian saya abaikan pengobatannya selama dua hari, dan memilih untuk berolahraga sebagaimana biasanya. Maka jadilah bengkak setelahnya. Nyaris memasuki masa tiga mingguan, rupanya luka kaki belum jua mengering. Salah satu saran dari dokter yang memeriksa tempo hari adalah dengan mengupayakan mengurangi makanan tinggi kalori dan manis, yang mana gak termasuk istri pastinya.  Jadi setelah semingguan terakhir melakukan tapa brata tanpa kopi sasetan, memotong porsi nasi cukup 1/4 saja, dan tanpa ngemil, luka kaki bisa mengering dan sepertinya sudah mulai sembuh. Minimal rasa sakitnya berkurang, dan saya bisa beraktifitas seperti biasa kembali. Maka sore ini, saya pun mencoba melakoni kembali aktifitas olahraga yang sebelumnya pernah

Inemuri, 10 menitan biar bisa Fresh kembali

Barusan sempat liat salah satu postingan Benny & Mice yang menaikkan kembali goresan mereka soal Inemuri. Jujur, saya baru tahu ada istilah ini.  Inemuri adalah praktik tertidur di tempat kerja dalam budaya Jepang, di mana tertidurnya seseorang pada tempat yang tidak dimaksudkan untuk tidur. Bisa tertidur di kereta bawah tanah atau tempat kerja. Secara harfiah, inemuri artinya "hadir sembari tidur". Berarti cara tidur saya yang modelan duduk bersandar sejak dulu itu, masuk kategori Inemuri ini kan ya ?  Meski cuma sebentar, tapi memang dahsyat efeknya.  Masih ingat di ingatan, jaman masih asistensi mata kuliah Menggambar Arsitektur semester 1-2 tahun 1995, disela waktu menunggu duduk bersandar di pintu besi studio Padma milik dosen kami I Gusti Bagus Oka, saya sempat tertidur lantaran capek begadang atau memang mata kakul. Yang pas tersadar, saya sudah sendirian disitu sambil memangku kelapa yang kering. Ditinggal pulang teman pasca mereka asistensi.  Wasu... Aniway, kebi

Jika ingin sesuatu tetap istimewa, jangan dimiliki, terus saja diidamkan

"Jika ingin sesuatu tetap istimewa, jangan dimiliki, terus saja diidamkan..." Saya menemukan quote unik ini dari akun @RaniKancana di X Twitter secara acak, dan langsung teringat pada semua koleksi HP Jadul yang dimiliki hingga saat ini. Merasakan langsung betapa benarnya quote tersebut. Sebelum tahun 2017, saya selalu mengidamkan bisa memiliki kembali Nokia 7650 yang dulu pernah saya gunakan era penyiapan lahan puspem Badung tahun 2005, atau perangkat PDA O2XDA IIs yang punya keyboard geser di balik layar karena pernah menggunakan seri tanpa keyboard fisik sebelumnya, bahkan mendewakan perangkat Palm Treo yang punya antenna dan keyboard fisik dibawah layar, jauh sebelum era BlackBerry melanda dunia. Tapi setelah memiliki nyaris semua seri dan ponsel yang saya idamkan itu, rasanya memang B aja sebagaimana penyampaian tweet ybs soal memiliki rumah tepi pantai. Tidak lagi menganggap bahwa Nokia E90 Communicator itu keren dan gagah, lantaran memiliki dua layar dan bentuka

Percobaan Pembobolan Akun FB, Mau Cari Apa sih Bang ?

Barusan dapat notif dari FaceBook kalau sekitar jam 9an tadi, ada yang mencoba membobol akun FB saya, lalu FB memutuskan untuk mengunci akun, dan meminta saya melakukan authentifikasi dua cara sebagaimana pengaturan yang telah dilakukan sebelumnya. Kaget juga. Gak nyangka karena ternyata ada juga yang berminat melakukan percobaan pembobolan akun, meski secara isi postingan yang saya share selama ini, rasanya gak ada manfaat bagi banyak orang. Tapi kemungkinan yang disasar adalah kalian. Teman Pertemanan di FaceBook.  Ada banyak potensi yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut dari opsi pertemanan di FB. Seperti misalkan permintaan bantuan uang, pulsa macam jaman dulu, atau bisa jadi hal kecil lainnya, yang luput dari kewaspadaan. Jadi Please, kalo ada yang mau pinjam duit, minta di transfer sejumlah uang, atau pinjam bpkb motor, bahkan minta mampir ke hotel *eh  jangan dipercaya ya... Kalian bisa konfirmasi ke nomor kontak Whatsapp.  Tapi seandainya kalian mau memberikan bantuan dana bansos

Parkir Naik Jukir Melirik

Sempat rame di awal bulan Mei soal kenaikan tarif parkir Kota Denpasar, diatur pada naik seribuan per kendaraan yang digunakan oleh masyarakat kebanyakan.  Sementara untuk kelas kendaraan yang lain macam mobil box, truk bus atau kendaraan roda nem belas sepertinya beda lagi pengaturan tarifnya.  Jadi rame karena kini sebagian masyarakat merasa keberatan dengan kenaikan dua kali lipat yang mana kerap diselewengkan oleh para jukir dadakan di beberapa area parkir Kota Denpasar.  Dua kali lipat ?  "Naik Seribuan aja Om... itung-itung bagi rejeki buat Kang Parkir." Tapi meskipun naik cuma seribuan, rata-rata mereka gak ngasi karcis parkir yang notabene tuh pembayaran parkir bakalan masuk ke kantongnya pribadi. Atau minimal dibagi ke orang kuat dibelakangnya yang merasa jadi penguasa di wilayah setempat.  "Wong cuma seribuan aja kok sewotnya setengah mati Om ?" Dua Ribu untuk Motor, Tiga Ribu untuk Mobil. Sehari bisa jadi dua tiga kali mampir di kantong-kantong parkir, di

Nge-Gibah, Ngomongin Orang Lain lapu Ngomongin Kita

Sebenarnya saya gak suka ngomongin orang saat ngumpul bareng teman, selain gak ada gunanya karena yang namanya Karma diyakini terus berjalan, bisa jadi ketika saya gak bisa ikutan ngumpul bareng mereka, justru saya-lah yang jadi bahan omongan. He...  Saya lebih suka nge-Gibah tentang pekerjaan, baik yang sedang dijalani bareng, atau tentang kesibukan masing-masing, yang mana harapannya bisa memberikan inspirasi pada diri sendiri agar kelak bisa mengambil sisi positif dari pengalaman orang.  Bisa juga terkait masalah yang sedang dihadapi, sekiranya bisa mendapatkan solusi. Atau hal-hal yang lagi viral di luaran, bahkan konspirasi tertentu tentang banyak hal. Ujung-ujungnya malah menertawai diri sendiri saking katroknya pemahaman yang dimiliki. Ngomongin orang memang asyik, tapi jauh lebih asyik kalo gak diomongin. 

Aplikasi Bina Sejahtera M-Banking, Mudah dan Sederhana

Mumpung aktifitas kantor lagi lowong, hari ini saya iseng nyobain aktivasi aplikasi Bina Sejahtera milik Koperasi Pegawai Kabupaten Badung yang dikembangkan oleh PT Solusi Anak Sakti.  Jadi pasca melapor ke salah satu ruangan di lantai 3 gedung Koperasi Bina Sejahtera, saya diperkenankan memilih Username sesuai keinginan, dan diberikan password standar baku pengaturan awal. Kode OTPnya sendiri dikirimkan melalui SMS oleh Solusi Sakti, pasca input semua data oleh pegawai setempat. Maka aplikasi Bina Sejahtera M-Banking pun sudah bisa digunakan. Sesederhana itu. Aplikasi Bina Sejahtera M-Banking Aplikasi ini memiliki logo BS dengan latar merah, dapat diakses melalui laman Google Play Store di ponsel Android yang kalian gunakan. Khusus Pegawai PemKab Badung tapi loh ya. Setelah memasukkan Username dan Password yang telah diperbaharui, pengguna disajikan User Interface sederhana yang menyajikan Nama Profil, Pengaturan, Saldo Voucher (jumlah total yang dipotong setiap bulannya), Poin Belanj

Pengendara Fortuner Pajero Arogan ?

Banyak orang yang bertanya, mengapa pemilik atau pengemudi kendaraan berkapasitas mesin besar macam Fortuner atau Pajero kerap disangka sebagai orang-orang yang bermasalah dan cenderung membahayakan orang lain lewat arogansi mereka di jalan raya ?  Meskipun ada sebagian yang begitu, Tapi menurut saya, Sepertinya sih bukan soal arogansi atau orangnya yang bermasalah. Lebih ke soal kapasitas mesin kendaraan, yang makin besar, menyebabkan kecepatan tinggi bisa dijangkau dengan cepat tanpa terasa. Ini tentu akan dipandang mengganggu oleh mereka yang berkendara dengan santai dan standar di jalan raya.  Contoh sederhananya motor XMax yang saat ini saya kendarai. Seringkali kecepatan 60-80 bisa dicapai saat baru saja mengaspal di jalan raya. Gak terasa karena saking nyaman dan ringannya kendaraan saat dipacu. Tapi biasanya begitu menyadari jarum speedometer mencapai angka 80 km/jam, saya biasanya memperlambat laju mengingat umur dan kemampuan untuk melakukan pengereman dadakan rasanya tidak b

Vocal Remover, Bagus tapi...

Sebagai pendengar musik era 1990an hingga 2000an awal, terkadang pengen banget mendengarkan karya-karya para musisi jaman itu dengan mode Minus One, atau musiknya saja tanpa vokal.  Cuma bisa dikatakan, untuk mendapatkan jenis seperti ini cukup sulit bergantung pada rilis resmi mereka.  Nah ternyata di Play Store Android, ada aplikasi yang namanya Vocal Remover dengan memanfaatkan teknologi AI. Tujuannya ya sebagaimana keinginan diatas, memisahkan suara audio vokal dan menyisakan instrumen musiknya saja.  Berbayar pastinya.  Versi Free bisa digunakan namun dengan kemampuan terbatas dan banyak iklan pop up yang muncul. Cukup mengganggu.  Sayangnya, versi berbayar ini gak ada yang modelannya Lifetime. Alias bayar sekali untuk selamanya. Adanya hitungan bulan dan per tahun. Sekitaran 279 ribu plus pajak. Atau bisa dikatakan sekitar 25ribuan per bulan jatuhnya.  Awal mencoba proses pemisahan vocal, berjalan baik pada beberapa track milik The Exploited. Bahkan sempat kagum dengan hasilnya,