Skip to main content

Posts

Showing posts with the label bapak

Mimpi Dikunjungi Tengah Malam

Entah kenapa tetiba saya tersadar dari mimpi, gegara teringat pada satu adegan lama dimana pada tengah malam, pintu kamar kerap dibuka dan terdengar suara berat parau dan pelan, sembari memanggil nama -iiikkk... Bukan, ini bukan lagi pengen mengisahkan satu cerita horor. Tapi saat Bapak masih ada dulu, setelah ia bertengkar dengan Ibu di satu malam, tentang banyak hal dan saya sering terbangun dari tidur dibuatnya, Bapak akan berusaha mencari penjelasan logis pada saya akan permasalahan yang beliau ributkan dengan istrinya.  Dari -kenapa saya bisa ada di sini ? -tolong ajak saya pulang ke rumah -kamu siapa kok saya bisa tidur sama kamu ? (Menganggap istrinya adalah orang lain, bahkan pria lain, bukan istrinya), sampai ke -kebingungan kenapa ia bisa menjadi gila karena sifat pelupanya ?  Ya, Bapak seringkali menganggap dirinya gila -buduh, dalam bahasa bali- sehingga merasa perlu mendapat jawaban dari saya segera meskipun ini tengah malam. Namun apapun jawaban yang saya ungkapk...

Musik dan Kenangannya

Mendengar suara Mb Melly Goslaw mendendangkan ost AADC 2 kerap mengingatkan saya pada satu masa kelam di awal tahun 2017 lalu. Saat pergantian tahun baru usai memaksa saya melakukan perjalanan sendirian ke Kota Surabaya untuk satu urusan dinas. Demi mengejar tujuan yang jauh sebelumnya gak pernah terbayangkan bakalan terjadi. Terdiam dalam sesal di sebuah kamar hotel tua Inna Tunjungan, meski berakhir happy ending di hari yang sama.  Hal serupa saya rasakan saat mendengar duo Air Supply menyanyikan tembang Goodbye di sekitar gerbong kereta video clip mereka. Mengingatkan saya pada tahun 90an akhir, dimana kerap memintanya untuk diputar di salah satu stasiun radio dan di saat yang sama harus kehilangan seorang saudara dalam perjalanan pulang dari Surabaya. Saya masih bersekolah saat itu. Gak paham apakah itu ada hubungannya atau tidak. Musik tidak hanya menjadi penyemangat dalam beraktifitas, memberikan mood dan cerita tambahan pada hidup. Tapi juga kenangan. Masa Remaja yang penuh ...

Menemukan Kopi Resep Donapezil Bapak

Sore tadi di sela waktu menunggui si bungsu pulang sekolah, saya menemukan kopian resep milik Bapak yang sampe hari terakhir Beliau tiada, obat ini tak kunjung didapatkan di Farmasi RSAD. Kalau tidak salah ingat, tiga kali menghubungi nomor kontak whatsapp bagian farmasi, ketiganya pun kosong. Pun saat mencoba peruntungan membeli sendiri di beberapa apotek sekitaran Denpasar termasuk yang mendukung BPJS, semuanya kosong. Kalau tidak salah, obat ini berfungsi untuk mengendalikan demensia yang Bapak derita semenjak diagnosa stroke setahun lalu, rekomendasi dokter syaraf yang merawat Bapak terakhir kali. Mungkin memang sudah jalannya.  Dan secara kebetulan sebelum jemput si bungsu, saya sempat tidur-tidur ayam dan bermimpi bersua Bapak di lebuh depan rumah. Beliau tampak sehat duduk di atas meja depan gerbang. Saya yang mencoba menjaga kaki meja agar Bapak tidak terjatuh malah disapa dan diajak pulang Beliau. Tanpa kata. Baik-baik disitu Pak... 😌

Waktu terasa begitu cepat berlalu...

Waktu terasa begitu cepat berlalu... Baru kemarin Bapak anteng rebahan di kursi kayu ruang tamu sembari manggil De Titih, meminta agar ia segera mendekat, sekarang sudah sepi saja ini rumah. Gak ada lagi yang teriak-teriak di pagi hari. Gak ada lagi suara batuk berdahak yang terdengar. Semua kini dilanda rasa Kangen mendadak. Dari si bungsu Ara, mantu yang kerap menyapa, hingga Ibu yang sering diajak bertengkar. Semua mengaku kehilangan.  Saya pribadi mulai merasakannya ketika Bapak sudah masuk kamar jenazah di peti nomor 16 RS Wangaya Selasa siang kemarin. Lalu berlanjut merasa hampa ketika membersihkan diri Rabu pagi sebelum berangkat kerja. Memang agak beda jadinya. Dan perlu waktu lama untuk bisa menuangkan isi pikiran di tengah kesibukan menerima tamu yang datang dan juga melaksanakan kewajiban akan jalannya upacara hingga Selasa petang kemarin. Tidak mudah untuk bisa melewatinya dengan baik.  Sejak awal kepergian Bapak, saya merasa mungkin ini memang sudah jalan Terbaik ...

Matur Suksema Sareng Sami

Om Swastyastu, Majeng ring Semeton titiang sareng sami lanang lan istri sane dahat wangiang titiang, dumogi setata panggihin titiang kenak rahajeng rahayu. Titiang ngangganin reraman titiang, keluarga saking Pande Ketut Arka, ngaturang suksema ping banget antuk sepengerawuh Ida dane sareng sami, nyarengin pemargin upacara bapan titiang nyantos puput ngelinggihang ring pemerajan titiang rahina Anggara Wage 14 Oktober 2025 sane sampun lintang, lan ngrastitiang ipun, dumogi Amor ing Acintya. Nenten lali titiang nunas geng pengampura yening wenten napi sane atur titiang nenten munggah ring arsa Ida dane sareng sami. Om Shanti Shanti Shanti Om -PanDe ArtaWibawa lan Alit KusumaDewi

Tuntas Jua

Akhirnya tuntas jua perjalanan Bapak menuju "rumah terakhir"nya. Dan yang gak disangka, Saya ternyata bisa nangis juga... Matur Suksema untuk semua Saudara, Semeton, Teman-teman dan siapapun itu yang telah banyak mendoakan orangtua kami, dan belum sempat dibalas satu persatu. Terima Kasih untuk semua uluran tangan, bantuan materi maupun suntikan semangat, yang banyak memberi arti dalam menyelesaikan tugas duniawi.  Sekali lagi, Terima Kasih...

Pemargi Acara Pengabenan Bapak

Om Swastyastu. Nunas Ampura, ttiiang jagi matur uningayang indik bapak titiang, Pande Ketut Arka sampun ngalain ring rahina Selasa 7 Oktober 2025 galah 12.06 wita.  Indik agenda upacara bapak titiang, jagi pragatang ring Krematorium Santha Swarga Setra Adat Denpasar rahina Selasa 14 Oktober 2025, shift kapertama galah 07.00 wita. Ngelantur upacara Ngelanus utawi Memukur ring Geriya Taman Sri Empu Pande Tonja.  Bapak jagi ajak tiang budal/mulih ke Tainsiat saking RS Wangaya, ring rahina Minggu galah 08.00 wita.  Asapunika manten sane prasida atur titiang, dumogi semeton titiang sareng sami ledang ngrastitiang pemargi bapak titiange punika. Nenten lali titiang nunas geng pengampura. Matur Suksema. Om Shanti Shanti Shanti Om. Tainsiat, 8 Oktober 2025 PandeBaik -Artawibawa

Amor ing Acintya Bapak

Om Swargantu, Moksantu, Sunyantu, Murcantu Om Ksama Sampurnaya Namah Swaha Tiang ternyata tergolong jarang fotoan bareng orangtua, khususnya Bapak. Mungkin karena lebih suka mengambil foto aneh-aneh, yang absurd atau orang per orang tanpa keterlibatan diri sendiri didalam frame. Itu sebabnya jadi susah mencari foto bareng Bapak di ribuan file yang tersimpan dalam hard disk 2 tb. Sementara kalau foto anak-anak tiang bareng kakeknya, lumayan banyak adanya. Jadi pas mereka minta foto masa kecil bersama kakek, tanpa babibu, langsung dikirim ke nomor mereka masing-masing. Untuk kenangan katanya. Usai terisak begitu tahu kalau kakek mereka sudah meninggal dunia hari Selasa siang kemarin.  Bapak menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 12 di pembaringan IGD RS Wangaya, pasca dihantarkan menggunakan kendaraan ambulans milik BPBD Kota Denpasar, yang tiang hubungi sesaat setelah bungsu melakukan videocall sembari panik mengatakan kalau kakek tidak bisa bangun lagi.  Tiang sendiri b...

Berita Duka hari ini...

Bapak sampun ngalain. Tidak ada yang batuk-batuk lagi tengah malam. Tidak ada yang memanggil setiap saat hanya untuk menanyakan rumahnya dimana. Tidak ada yang marah-marah dan menghardik anaknya durhaka.  Tidak ada lagi dari pukul 12.06 siang tadi... Istirahat Pak. Astungkata upakara nanti memargi antar... 

Menyikapi Isu Blokir Rekening Dormant, Cuma BNI yang Bermasalah

Pagi ini saya ijin permisi di jam kerja untuk menyambangi empat bank di seputar kota Denpasar dan Badung, untuk mengurusi isu pemblokiran rekening bank oleh PPATK kemarin. Yang meskipun infonya sudah dibuka kembali, tapi kepanikan yang dirasakan oleh orangtua kami mengingat rekening yang bersangkutan pasca stroke ringan menimpa Bapak setahun lalu, tampaknya tidak ada aktifitas berarti alias dormant sebagaimana penyampaian para pejabat diatas sana. Begitu pula dengan rekening bapak, ibu dan anak-anak kami. Apalagi dalam salah satu penyampaian simpang siur berita, arus uang masuk dari transfer rekening orangtua, tidak termasuk aktifitas aktif di tabungan. Jadi besar kemungkinan tabungan Simpanan Pelajar milik anak-anak kami, masuk kategori dormant juga. Untuk rekening Bapak di Bank BRI dan miliknya anak-anak di BPD, rupanya tidak ada masalah. Jadi permintaan untuk print out buku bisa dilakukan menggunakan surat kuasa itu. Dan soal pemblokiran, status tabungan masih aman. Sayangnya gak de...

Marah-Marah Kakek Marah-Marah

Pagi-pagi Kakek sudah marah-marah saja.  "Megedi Ci, Umah Cange ne..." -keluar kamu, ini rumah saya- bahasa bali kasar- hardikan yang ditujukan pada istrinya- nundung-mengusir. Saya yang tadinya baru membuka mata karena mendengar suara keras Bapak sebelumnya langsung kaget dan memilih keluar kamar untuk menengahi. Rupanya mereka berada di ruang ganti, ruang depan kamar mandi bawah, dimana Bapak kelihatannya bersikeras untuk kencing ke kamar mandi namun ditampik istrinya yang meminta agar ia melakukannya lewat botol urinoir yang sudah kami sediakan. Merasa 'disiksa dan dipenjara' ia pun kemudian menghardik Istrinya sembari mengusirnya pergi. Saya yang paham akan situasi, iseng menimpali. "Bapak sing je disiksa,men labuh Pak buin di kamar mandi, nyen masi nu keweh nulungin ?" -Bapak bukannya disiksa, seandainya jatuh lagi di kamar mandi, siapa juga yang kesulitan menolong- yang lalu dijawab dengan makian "Ne mare sentana Bangs*t..."  Waduh... pagi-pa...

Kambing Hitam tiap kali Kakek Overthinking

Overthinking Kakek dalam pikirannya mengakibatkan banyak hal yang berulang dan terus menerus teringat sampai hari ini. Dari urusan kencing setiap saat, selalu pengen diantar pulang ke rumahnya, dompet yang hilang entah kemana, sampai persoalan tabungan, hingga ada orang yang ingin menggugat beliau termasuk dari anaknya. Ya. Saya.  Kambing hitam selain istrinya sendiri yang dikatakan tidak pernah mengurus dirinya.  Kalau Kakek meracau saat kami masih berada di rumah pagi hari atau sore sepulang kerja itu masih oke, bisa ditimpali sesekali dengan dijelaskan. Tapi jika di rumah sudah gak ada kami dan cucunya, atau bahkan di malam hari saat semua mulai tertidur, ngoceh gak jelas minta ini itu sebagaimana topik atau ide diatas, malah bikin repot karena niniknya jadi susah beristirahat. Dan waktu tidurpun jadi terganggu. Akhirnya cuma bisa nulis-nulis begini aja dini hari.  #30HariBercerita 

Jalan bareng Bapak, Berdua saja

Ini kali pertama Bapak diajak melali ke luar rumah berdua saja tanpa mengajak Ibu serta, pasca didiagnosa sakit awal bulan Agustus lalu. Agenda hari ini adalah cukur rambut sekaligus merapikan wajah beliau agar bisa tampil lebih bersih. Secara kebiasaannya dahulu tampil baik setiap hari. Tapi gak mau permak di rumah. Maka jadilah kami berdua main sebentar ke luar rumah biar Bapak bisa tampil lebih segar dari hari kemarin. #30HariBercerita 

Bapak menangis

Ini pertama kali Bapak menangis sejak didiagnosa Demensia pasca Gejala Stroke awal bulan Agustus lalu.  Ia menangis pasca Ibu bercerita tentang bagaimana perilaku Bapak pada Ibu, pasca mengalami gangguan pikiran setiap malam, setiap hari, setiap menitnya.  Ia menangis begitu mengetahui ia menyakiti perasaan banyak orang, terutama orang-orang terdekatnya. Yang mana sebenarnya kami yang dewasa ini sudah memaklumi kondisinya, namun tidak demikian halnya dengan anak-anak. Ada sisi trauma dari pikiran mereka setiap kali melihat kakeknya marah-marah atau mengamuk memukul istrinya atau anak laki-lakinya. Meski sudah diberitahu berkali-kali bahwa kakek mereka dalam kondisi yang tidak sadar, tetap saja membuat mereka menangis dan memilih menjauh.  Entah bagaimana caranya menjalani ini semua... #30HariBercerita 

Bapak mengamuk lagi

Padahal beberapa hari terakhir ini, ia tampak kalem sebagaimana perangainya selama ini, tanpa gejolak emosi sedikit pun, bahkan cenderung bersemangat untuk beraktifitas dan mencoba kembali pada rutinitasnya terdahulu. Seperti membaca koran atau mencoba mengisi TTS. Tapi siang tadi ia kembali menunjukkan emosi yang tak terkendali. Berteriak karena merasa disiksa dan dikurung, memukul dan membanting barang yang ada di dekatnya, hingga Ibu kembali menangis karena kebingungan dan tak mampu berbuat apa-apa.  Tampaknya Kakek kembali pada ingatannya terakhir pasca kepulangan dari RS tempo hari. Yang tidak bisa melakukan aktifitas buang air kecil di pampers, lalu ngotot ingin melakukannya di kamar mandi. Meski tenaganya berangsur menurun setelah itu. #30HariBercerita 

Demensia Alzheimer

iiiiik... iiiiiikkk... adooooh... Liiiitt... Liiiiiit... adooooh... Jam 3 pagi atau tengah malam, Kakek biasanya mulai memanggil satu persatu anggota keluarga di rumah, jika Ninik, istrinya tidak merespons panggilan sebelumnya lantaran capek, jenuh, atau memilih sibuk bekerja di ruang tamu di saat yang sama. Ini terjadi setiap hari. Saya jadi rutin terbangun jam segitu. Meski alarm ponsel belum berbunyi. Dan keseringan gak bisa tidur lagi.  wiiiiibb... wiiiiiib... adooooh... Araaaa... Araaaa...  Bungsu Geg Ara tampaknya jadi kesayangan lantaran ia kerap ditugasi menjaga kakeknya setiap hari kerja di pagi hingga siang hari jelang ia berangkat sekolah. Sementara kami dan dua kakaknya sudah berangkat lebih dulu di pagi hari. Maka itu ia lebih sering dipanggil dan diingat oleh kakek ketimbang bojek-bojeknya. Saya sendiri memiliki dua nama kecil yang diingat oleh bapak seandainya tidak merespons karena masih 'mengumpulkan nyawa'.  Bapak tampaknya mengidap Demensia Alzheimer ya...

Kakek ini Ada-ada Saja

Merawat dan menemani Kakek (bapak) yang mengidap Demensia Alzheimer itu kadang suka bikin nyengir karena lucu, tapi gak berani diungkapkan agar yang bersangkutan gak tersinggung, tapi kadang suka ngenes sendiri saat kepolosannya mengingatkan pada masa-masa beliau masih sehat bugar yang memang gak pernah minta hal aneh-aneh. Ini cuma curhatan saya sebagai anak bungsu yang sampai hari ini masih bergiliran menjaga Bapak atau kami memanggilnya sebagai Kakek mengingat kini sudah memiliki enam cucu. Kakek paling sering minta diantarkan pulang. Ya, pulang. Pulang ke rumah Nangka, banjar Tainsiat, rumah bale delod. Rumah yang kami tempati kebetulan posisinya memang sisi kelod atau selatan di area natah atau halaman rumah. Itu sebabnya Kakek selalu mengatakan hal diatas, untuk menunjuk rumah yang ia tinggali selama ini. Nah masalahnya, kalau sudah minta pulang, saat ini ceritanya ia tinggal dimana ? Rupanya menurut Kakek, ia tinggal dan menginap di rumahnya Paktut Suwandhi di jumah Kangin. ...

Curhat Merawat Bapak yang mengidap Demensia Alzheimer

Memiliki orangtua yang sudah lanjut usia dan mengidap Demensia Alzheimer, terkadang cukup merepotkan saat yang bersangkutan mulai berulah pada jam-jam rawan. Mau tidak mau kami harus bergantian menjaganya karena jika dibiarkan mengoceh sendirian, ujung-ujungnya akan ngamuk gak jelas. Demensia Alzheimer sendiri infonya merupakan kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang yang umumnya terjadi pada lansia (usia 65 tahun ke atas) . Kondisi ini dapat memengaruhi gaya hidup, aktivitas sehari-hari, dan kemampuan bersosialisasi penderitanya. Saya pribadi baru mengetahui adanya kondisi ini pasca gejala stroke yang dialami oleh bapak sekitar awal agustus lalu. Mulai menyadari akan banyaknya perubahan kebiasaan dan juga rutinitas harian, sebagai imbas upaya menjaga bapak agar jangan sampai mengganggu kesehatan yang lain. Bapak mengalami penurunan kemampuan ingatan yang cukup parah, jika boleh kami katakan demikian. Melupakan istrinya, padahal sejak tadi diajak bicara, melupakan ...

Pindah Kamar Tidur demi Kakek

Per hari ini kami resmi berpindah kamar tidur dari yang sebelumnya berada di lantai 2, jadi pindah ke lantai bawah. Tujuannya agar kami bisa lebih mudah mengawasi bapak dan menimpali ibu saat menjaga dan merawat bapak di malam hari. Berhubung saking "nakalnya" bapak pasca didiagnosa mengidap demensia, kadang ia suka kelayapan ke kamar mandi sendirian, atau terjatuh di sekitar area rumah gegara lemas.  Anak-anak ketiganya kini menempati lantai atas. Jadi mau setelah dijelaskan kondisi kakeknya yang perlu perhatian lebih pasca stroke ringan tempo hari.  Maka sedari pagi tadi pun saya ambil libur sehari untuk memindahkan semua barang dan furniture, dibantu 4 orang pekerja agar proses bisa cepat selesai.  Berkaitan dengan itu, saya belum bisa membayangkan perubahan kebiasaan yang sebelumnya dilakoni. Utamanya kemampuan tidur malam, karena kini berdekatan dengan lingkungan luar yang nyaris hiruk pikuk tiap malam.  Doakan bisa lancar ya...

Demensia pada Bapak, Ubah Kebiasaan Kami Semua

Ternyata memutuskan untuk tidur malam di kursi kayu ruang tamu itu, beneran gak nyaman. Selain lebar kursi yang gak sampai selebar badan, kaki juga terpaksa ditekuk sepanjang malam. Keputusan ini diambil setelah Ibu mengeluh capek dan putus asa merawat Bapak yang Demensia, kewalahan saat malam tiba.  Bapak didiagnosa mengidap Demensia pasca dirawat di RSAD tempo hari. Ingatannya tak lagi normal sebagaimana biasa, terkadang cenderung melupakan banyak hal. Tak hanya anggota keluarga, tapi rumah, pekerjaan, waktu dan banyak hal lainnya. Seperti menjadi bayi kembali, namun dengan perawakan yang besar.  Kalau soal tidak lagi dianggap anak, itu sudah biasa. Disebut pengecut, pengkhianat, tidak bertanggung jawab, bahkan dipandang sebagai musuh pun, maklum-maklum saja. Mau bilang apa ? Jangankan saya, istrinya sendiri sering tak ia kenali lagi, dan menganggap kalau tiap malam tidur dengan orang lain. Lalu menanyakan keberadaan istrinya. Ketiga cucunya juga tak luput dari rasa lupa....