Skip to main content

Posts

Showing posts with the label UU ITE

UU ITE Ancaman bagi kita semua

UU ITE dan segala ancamannya, hampir menjadi sebuah mimpi buruk bagi saya yang saat itu masih berstatus sebagai seorang pns baru di sebuah kantor dekat titik nol kilometer kota Denpasar. Sebuah tulisan dalam blog yang menceritakan soal wartawan amplop sempat menduduki tempat teratas dalam hasil pencarian google, menggunakan kata kunci nama sebuah media mainstream lokalan. Suasana hati di hari kerja saat itu jadi agak muram pasca mendapatkan informasi dari seorang kawan yang kebetulan memiliki hubungan dekat dengan para petinggi media cetak tersebut. Yang mana menyebutkan soal rencana tim pengacara dari media tersebut untuk menuntut saya menggunakan UU ITE, karena gerah dengan isi dan judul post blog tersebut. Sempat ragu sesaat dan mencoba menerka apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya pun sigap menghapus postingan blog yang saat itu sudah berpindah dari platfotm gratisan blogspot (saat tulisan dibuat) ke domain pribadi yang aktif hingga saat ini. Hal ini menjadi sebuah keberuntungan,...

Mengeluhkan Layanan lalu Diancam Pencemaran Nama Baik melalui UU ITE ? Hmmm...

Mengeluhkan layanan bagi sebagian orang memiliki cara yang berbeda-beda, tergantung pada aktifitas kesehariannya serta media yang dimiliki. Ada yang memberitahukan keluhan itu secara langsung bila pemilik layanan ada di lokasi, ada yang berkomentar di akun sosial media pemilik layanan, ada yang membuat post di akun sosial milik sendiri bahkan ada juga yang menyampaikannya dalam bentuk post blog bilamana kamu mengambil profesi sebagai seorang blogger. Sementara itu untuk tanggapan yang diberikan para pemilik layanan pun sangat beragam. Ada yang mengucapkan terima kasih dan memohon maaf, ada yang membiarkannya begitu saja, dan ada pula yang reaktif meminta saran pada pengacara dan mempersiapkan semua kemungkinan menggunakan dasar UU ITE serta pasal pencemaran nama baik. So old… Bukan sekali ini saja saya mengalami hal terakhir diatas. Dari melakukan capture tulisan, memberikan label ‘terdapat unsur mencurigakan’ atau tepatnya ingin menjatuhkan brand image, atau menjelekkan nama. Ada aja ...

menJadi KriTis adalah PiLihan yang telah saya tinggalkan

Konsumen Bicara Masuk Penjara. Begitu kira-kira gambaran poster yang tampil pada status Facebook seorang BLoGGer yang dijuluki Bapak BLoGGer Indonesia, Enda Nasution . Poster tersebut adalah satu bentuk dukungan bagi seorang ibu rumah tangga, Ibu Prita Mulyasari (32) yang ditahan selama kurang lebih tiga minggu setelah dituntut oleh sebuah instansi Rumah Sakit, Omni Internasional setelah mendapati sebuah email (milik Ibu Prita) yang beredar di beberapa milis terkait keluhan si Ibu atas pelayanan rumah sakit tersebut. Mirisnya, email tersebut sebetulnya hanyalah sebuah bentuk curhat atau email untuk berkabar pada beberapa teman, yang kemudian diteruskan ke berbagai milis tanpa sepengetahuan si Ibu. Apa yang dialami oleh Ibu Prita tersebut kurang lebih memiliki awal yang sama dengan apa yang saya alami akhir tahun lalu. Setelah merasa tak puas dengan pemberitaan sebuah media, sayapun menulis unek-unek pada blog yang saya miliki ini. Hanya saja saat itu saya berkeyakinan, toh blog say...