Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pilgub

Nasbedag #SalamSatuJalur Selamat KBS Gubernur Bali 2018

At Last, proses penghitungan cepat atau Quick Count diinformasikan sudah 100 persen diserap, dan paslon KBS-ACE tampil sebagai pemenang di 6 Kabupaten Provinsi Bali mengalahkan paslon nomor 2 yang dipaksa kembali duduk sebagai Walikota Denpasar, Rai Mantra. Sementara sang Wakil Gubernur, setelah usai nanti sepertinya tidak lagi menjabat di kursi yang sama. Sebagai ASN, baru kali ini saya berani membuka suara terkait pilihan pilkada, pilGub Bali secara terang-terangan. Mengingat selama masa pra dan kampanye, sesuai peraturan yang berlaku, kami dituntut untuk tetap Netral, tidak mendukung salah satu paslon, dalam bentuk apapun. Toh hasil sudah rilis resmi secara umum. Namun demikian, kepada beberapa teman dekat, saya sudah menyampaikan arah pilihan yang akan disasar dengan alasan yang bisa diterima. Baik sebagai Warga Kota Denpasar yang sebetulnya tertarik pada sosok Rai Mantra, namun sebaliknya dengan sosok wakil yang dipilih, pula persoalan Partai Pengusung, maupun sebagai Pegawai Pemk...

Sedikit Lagi, Ayo Coblos Rame Rame

Cuaca pagi ini tampaknya cukup bersahabat. Tak lagi dingin seperti sebelumnya. Hujan pun masih enggan turun lagi, memberikan kesempatan pada khalayak untuk merayakan hari pemilihan kepala daerah. PilGub Bali saya pantau tergolong aman aman saja di dunia nyata. Setidaknya untuk ukuran Kota Denpasar. Berbeda dengan dunia maya alias media sosial yang riuhnya minta ampun. Bahkan sampai masa tenang sekalipun, orang masih tak segan untuk saling menjatuhkan lawan dengan beragam tuduhan dan hoax. Tak ada lagi peduli apakah itu dibenarkan atau tidak, yang penting sore ini bisa menang. Dari hati nurani sebenarnya ingin bersuara. Namun tuntutan sebagai seorang ASN melarang itu semua. Maka pendapat hanya bisa dipendam di hati, tanpa bisa ditumpahkan lagi. Bali identik dengan Sarang Banteng. Suara PDIP saat pilpres lalu kalau tidak salah memberi andil hingga 70%. Gegara sosok Jokowi saya yakini. Denpasar sendiri saya meyakini menjadi basis paslon Rai Mantra, mengingat selama Beliau menjabat sebagai...

PilGub Bali, seberapa menarik di mata kami ?

Media Sosial, utamanya FaceBook, group Suara Badung, yang saya ikuti sejak menjabat sebagai kepala seksi di skpd teknis Kabupaten Badung jadi riuh rendah dengan adanya PilGub Bali sebagai bagian dari Pilkada Serentak 27 Juni 2018 nanti. Group Suara Badung ini kentara sekali jadi makin panas dengan naiknya tensi politik jelang hari pencoklitan rabu mendatang. Beberapa Black Campaign mulai disodorkan oleh mereka yang sedari awal sudah terang-terangan mendukung salah satu paslon hingga mereka yang sedari awal ngotot mengaku Netral, kini sudah mulai beralih dan mengakui pilihan politiknya. Sah sah saja… Sebaliknya di akun Twitter tampaknya masih belum seramai FB lantaran tidak banyak orang atau netizen dari pulau Bali ini yang aktif bersuara utamanya terkait PilGub Bali. Timeline saya sendiri masih disibukkan dengan pertarungan Cebong dan Kampret, para pendukung Calon Presiden terdahulu dan besok, yang hingga hari belum bisa Move On dari topik utama. Bisa dikatakan, topik PilGub Bali tak ...

PilGub Bali sudah dekat, Kamu pilih siapa ?

Entah karena saya yang kuper, atau malah sudah aware duluan dengan mengUnfollow beberapa kawan di akun sosmed, gaung PilGub Provinsi Bali rasanya kurang greget. Timbul tenggelam dengan isu-isu yang tak jauh dari perhelatan pilkada lainnya. Korupsi, penyelewengan, prestasi yang dicapai hingga khususnya di Bali, dukungan atas perjuangan aksi Tolak Reklamasi. Sayangnya tak satupun yang mampu memunculkan dukungan sedahsyat Jokowi-Ahok pada PilGub DKI Jakarta lima tahun lalu. Yeah, kemungkinan besar itu juga penyebab utamanya. Gegara seorang Ahok yang cina kafir itu jua menyebabkan standar baku seorang calon kepala daerah sudah terpatri sejak awal. Nyaris tidak ada yang memiliki kemampuan segarang dan setajam pimikiran Beliau, terlepas dari tuduhan Penista Agama yang dialamatkan setahun terakhir. dan di Bali khususnya, semua calon juga calon yang tak jadi maju ke kancah kontestasi, hanya bisa mencatut dan mengekor nama Beliau. Tidak ada hal baru yang bisa dilakukan sejauh ini. Baik untuk Ca...

Pilgub rasa Pilpres, Bali ?

Istilah diatas kalo ndak salah dilontarkan pak BeYe, presiden Indonesia yang 2 kali dipilih rakyat, saat menemani sang putra, om AHY yang diusung tiga atau empat parpol ya ? Maju sebagai Cagub di DKI menantang sang petahana Ahok, di sela aktifitas mereka bersama media. Dan memang bisa ditebak, alur yang berjalan padahal masa kampanye belum jua dimulai sangat mirip dengan Pilpres tempo hari. Ramai dengan dua topik utama, SARA dan Asal Bukan Ahok. Saya yang sedari awal sudah geli dengan pencalonan om AHY yang menurut pengamatan (eh sejak kapan jadi Pengamat ?) penuh dengan pencitraan, mirip sang Pepo, makin tambah geli pas nonton rekaman Mata Najwa di halaman YouTube yang sempat mengundang om AHY berbicara banyak terkait aksinya sebulan terakhir. Kenapa jadi tambah geli ya karena jawaban yang diberikan demi menanggapi pertanyaan menohok mbak Najwa, mirip mirip dan mengingatkan saya pada mbak Angel siapa gitu, yang kalo ndak salah pernah jadi mantannya Bang Rhoma, mencalonkan diri di Pile...

PAS atau PASTIKERTA ?

Selamat dan Sukses untuk perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, 15 Mei 2013 pagi ini. Semua proses sudah kita lewati. Dari sosialisasi janji-janji kampanye yang entah apakah nanti bakalan ditepati atau dilupakan lantaran masih mengambang di awan, maraknya perusakan wajah fasilitas umum dan pohon perindang oleh baliho, poster atau stiker dukungan dari kedua kubu, saling serang opini, pendapat antar pendukung, pengerahan massa kader hingga ormas berbadan kekar, klaim terbaik atau pro rakyat, pun promosi yang berlebihan di sejumlah media yang kemudian ikut-ikutan bersikap tidak netral… ditambah sejumlah debat yang kemudian menimbulkan pro kontra, pembelaan dari masing-masing simpatisan sepertinya sudah cukup untuk memecah belah masyarakat Bali menjadi tiga kelompok, blok yang pro dengan pasangan Cagub paket PAS, blok yang pro dengan pasangan Cagub paket PASTIKERTA, dan blok yang pesimis dengan kedua pasang Cagub Cawagub kmudian memilih untuk Golput, tidak memilih, Cob...

Mau nyoblos siapa neh ?

Bentar lagi propinsi ini bakalan memiliki pemimpin baru, salah satu dari tiga kandidat Cagub-Cawagub yang rata-rata mempunyai daya bersaing tak sehat, saling menjatuhkan lawannya demi mampu dipercaya dan melenggang ke panggung tanpa halangan berarti. Namanya juga dunia politik. Gak ada lawan, gak ada kawan. Politik Tai Kucing ! Sempat pula menyaksikan debat para Cagub-Cawagub ini via teve swasta, yang memaparkan visi misi ‘ bebas-gratisannya’ dalam waktu singkat trus menjawab satu persatu pertanyaan yang dilontarkan baik oleh penguji maupun publik. Eniwe, bagiku it’s all bullshit. Rata-rata para calon gak mampu memberikan pemaparan yang mendetail dan keoptimisan bakalan mampu mewujudkannya, bukan semata janji dan kontrak politik yang bakalan direvisi apabila janji-janji manis tadi tak terpenuhi. Tak mungkinlah bangsa ini bisa mewujudkan bebas korupsi dalam hitungan satu kali masa jabatan, dimana sudah mengakar hingga ketingkat jabatan terendah sekalipun atau pend...