Skip to main content

ASUS ExpertBook P3 G1, Ringan Dibawa, Siap Diajak Kerja

Kalau pas lagi ngomongin soal laptop kerja, saya pribadi sudah gak lagi mengejar yang namanya laptop paling kencang, paling mahal, atau punya spesifikasi yang bikin orang mengelus dada tetangga. 

Yang saya cari sekarang justru sederhana saja.

Bisa diajak kerja, ringan dibawa dan gak gampang rewel.

Apalagi kalau sehari-hari laptop lebih sering berpindah tempat. Kadang di meja kerja, dibawa rapat, masuk tas, dikeluarkan lagi di tempat lain, lalu malamnya masih dipakai menyelesaikan beberapa pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, laptop yang ringan tapi tetap punya ketahanan tentu terasa lebih masuk akal.

Nah, ASUS baru saja memperkenalkan ASUS ExpertBook P3 G1, laptop bisnis yang menurut saya cukup menarik untuk dilirik guna kebutuhan seperti itu.

Bobotnya mulai dari 1,43 kilogram saja. Untuk ukuran laptop kerja 14 inci, angka ini lumayan bersahabat untuk masuk ke dalam tas dan dibawa bepergian. Yang menarik, ASUS gak sekedar mengejar bodi tipis dan ringan, tapi juga membekalinya dengan sertifikasi ketahanan militer MIL-STD-810H.

Bagi saya, bagian ini jadi penting.

Mengingat laptop kerja itu bukan barang yang selamanya duduk manis di atas meja kantor. Ada kemungkinan kebentur sedikit, masuk-keluar tas, dibawa ke ruang rapat, perjalanan dinas atau sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Jadi kalau bisa ringan sekaligus punya konstruksi yang lebih tangguh, kenapa tidak ?

Soal performa juga gak main-main.

ExpertBook P3 G1 tersedia di pasar global dengan prosesor Intel Core Ultra 5 225H maupun Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 sampai 64GB dan dukungan dua SSD PCIe 4.0. Untuk kebutuhan pekerjaan kantor seperti mengolah dokumen, membuka banyak aplikasi, rapat daring, sampai pekerjaan multitasking lainnya, spesifikasi seperti ini rasanya sudah lebih dari cukup.

Ada juga NPU Intel AI Boost hingga 13 TOPS yang kemudian dimanfaatkan melalui fitur ASUS MyExpert dan AI ExpertMeet. Salah satunya bisa membantu merekam dan merangkum rapat, melakukan penerjemahan secara real-time, sampai mengurangi suara bising ketika melakukan video conference.

Fitur semacam ini mungkin belum tentu juga akan tergunakan setiap hari. Tapi ketika dibutuhkan, lumayan juga kalau sudah tersedia di perangkat yang sama.

Kemudian ada fingerprint sensor dan TPM 2.0 untuk keamanan, kamera 1080p dengan privacy shutter, Wi-Fi 6, Thunderbolt 4, USB-C, HDMI 2.1, sampai RJ45 Gigabit Ethernet.

Yang terakhir ini jadi bikin happy. Karena ditengah trend laptop jaman now yang kerap makin tipis, konsekuensinya beberala lubang port kadang ikut menghilang. Padahal dalam pekerjaan tertentu, colok kabel LAN atau HDMI masih sering dibutuhkan. Bahkan di kantor kami pun kabel ini masih jadi penyelamat saat darurat. Jadi kelengkapan konektivitas tetap punya nilai tersendiri.

Untuk harga, ASUS ExpertBook P3 G1 dipasarkan mulai Rp14.699.000 dengan konfigurasi Core Ultra 5 225H, RAM 8GB dan SSD 256GB. Sementara varian tertingginya yang menggunakan Core Ultra 7 255H, RAM 16GB dan SSD 512GB berada di kisaran Rp20.099.000. Bisa didapat di beberapa gerai Officialnya Asus baik TikTok Shop ataupun Tokopedia. 

Kalau dilihat dari kebutuhan pengguna, ASUS ExpertBook P3 G1 ini tampaknya bukan laptop yang ingin pamer spesifikasi. Lebih kepada laptop yang bisa diajak kerja cukup lama dan bandel.

Ringan saat dibawa, cukup bertenaga untuk menangani beragam pekerjaan, punya fitur keamanan, dan yang paling penting... ada rasa aman ketika berpindah tempat. Masuk kedalam tas dengan potensi rentan benturan.  

Karena pada akhirnya, laptop kerja yang bagus bukan cuma soal seberapa tinggi angka spesifikasinya di atas kertas, tapi seberapa sering kita bisa membawanya bekerja tanpa harus mikir “Aman gak ya kalau dibawa ?”

Dan untuk kebutuhan seperti itu, ExpertBook P3 G1 rasanya memang dibuat untuk menjawabnya.

Comments

Postingan Lain

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

PimPro, Apaan sih Itu ?

PimPro Kalian yang sudah masuk dunia kerja, utamanya yang bergerak di bidang konstruksi, saya yakin pasti pernah dengar istilah Pimpro. Baik yang berkonotasi Negatif ataupun Positif. Demikian halnya saya. Pertama kali mendengar istilah PimPro kalo ndak salah ya pas baru-baru jadi Pe eN eS. Yang saat diceritakan oleh pimpinan saat itu, apa tugas, kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang Pimpro, Bagi saya pribadi sih lebih banyak Negatifnya. Ini jika dilihat dari kaca mata kebenaran. Bukan pembenaran. Image besarnya Power seorang Pimpro makin dikuatkan saat saya mengobrol ngalor ngidul bersama seorang pejabat fungsional di tingkat Provinsi saat berkesempatan menginap sekamar *bukan seranjang ya* sewaktu ditugaskan ke Indonesia Timur berkaitan dengan pemanfaatan dana ABPN dua tahun lalu. Dari ceritanya, ya memang benar bahwa seorang PimPro apalagi di era Pak Harto menjabat dulu sebagai Presiden RI ke-2, punya kekuatan besar yang begitu memanjakan hidup dan keseharian yang bersa...

Pengetahuan kecil tentang soroh PANDE

Sekali-sekali saya selaku penulis seluruh isi blog ini pengen juga ber-Narzis-ria, satu hal yang jarang saya lakukan belakangan ini, sejak dikritik oleh seorang rekan kantor yang kini jadi malas berkunjung lantaran Narzis tadi itu.  Tentu saja postingan ini bakalan berlanjut ke posting berikutnya yang isinya jauh lebih Narzis. Mohon untuk dimaklumi. *** PANDE merupakan salah satu dari empat soroh yang terangkum dalam Catur Lawa (empat daun teratai) Pasek, Pande, Penyarikan dan Dukuh- yang memiliki keahlian dalam urusan Teknologi dan Persenjataan. Ini bisa dilihat eksistensi pura masing-masing di Besakih, yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda dalam berbagai kegiatan Ritual dan Spiritual. Dimana Pura Pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, Pura Pande menata segala peralatannya. Pura Penyarikan menata segala kebutuhan tata usaha administrasi agar segala sesuatu berjalan dengan teratur. Sedangkan Pura Dukuh Sakti sebagai penata berbagai keperluan sandang pan...

Menantu Mertua dan Calon Mertua

Menonton kembali film lama Meet the Parents (2000) yang dibintangi oleh Ben Stiler dan Robert De Niro, mengingatkan saya betapa terjalnya perjalanan seorang calon menantu untuk mendapatkan kepercayaan sang calon mertua, atas putri kesayangan mereka yang kelak akan diambil menjadi seorang istri dan pendamping hidup. Meski ‘kekejaman’ yang ditunjukkan oleh sang calon mertua dalam film tersebut *sosok bapak* jauh lebih parah dari yang saya alami, namun kelihatannya cepat atau lambat, akan saya lakoni pula nantinya. Memiliki tiga putri yang salah satunya sudah masuk usia remaja, adalah saat-saat dimana kami khususnya saya sudah sewajarnya masuk dalam tahapan belajar menjadi seorang kawan bagi putri sulung saya satu ini. Mengingat ia kini sudah banyak bertanya perihal masa lalu yang saya miliki, baik soal pendidikan atau sekolah, pergaulan dan hobi. Memang sih untuk urusan pacar, ia masih menolak berbicara lebih jauh karena berusaha tak memikirkannya, namun sebagai seorang Bapak,...

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dil...