Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kuliah

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga. Ada rasa haru pas melihat bagaimana perjuangan dia yang nyatanya memang lebih berat dari kami berdua alami dahulu. Ada rasa nelangsa pas tahu dia mengalami banyak kegagalan di tengah jalan, tapi kami yakin, kelak bakalan membentuk mentalnya pas berhadapan dengan kenyataan dalam kesendirian di luar sana.  Ada rasa sedih pas tahu kalau keinginannya memang kekeh harus kuliah di luar. Jauh dari anak gadis kok rasanya gak relaaa... Tapi ya tetap harus dijalani, karena semua itu adalah demi masa depannya kelak. Kami mah tinggal mendukung dengan bekal atau semangat. Apapun yang nanti akan datang padanya, kami selalu berharap kebaikan dariNya selalu mendampingi semua langkah dan keputusan.  Dan ya, benar kata kawan saya masa sekolah dulu... Harusnya kami sebagai orangtua malah bangga, karena anak-anak sudah memiliki kemampuan lebih untuk mengenyam pendidikan yang tentunya lebih baik dari orangtuanya. Dari sisi tempat belajar maupun pengalamannya k...

Kenangan Bangku Kuliah Teknik Arsitektur era 90an Akhir

Kampus Bukit Jimbaran yang saya ingat, tanahnya masih gersang dan berwarna coklat. Beberapa pohon Ketapang berjejer menghiasi area parkir yang terletak di sisi kiri gedung utama Fakultas Teknik. Jika beruntung, kalian masih bisa menemukan pohon Juwet dan Singapur yang menyajikan buah khas dan kini sudah tergolong jarang ada. Sementara sisi kanan ada beberapa warung vietkong -begitu kami menamakannya- milik masyarakat yang sudah menyiapkan belasan nasi bungkus, mie instant dan jajanan remaja, sebagai bekal perut selama perkuliahan utamanya bagi mereka yang tak sempat sarapan. Ya, ini keseharian kami, mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang hampir setiap hari dijejali tugas kuliah, baik exact maupun yang membutuhkan pemikiran seni juga kreatifitas, menghabiskan malam hingga pagi berikutnya, agar semua tugas bisa selesai sebagai harapan, lalu lanjut perkuliahan tanpa menyempatkan diri untuk makan pagi bahkan mandi. Gak heran, beberapa kawan menampakkan wajah kusut dan lelah, sesaat...

Perlu 28 Tahun Ternyata

Gak tau kenapa pas rapat koordinasi saban senin pagi sebelum keberangkatan ke Lumajang tempo hari, sempat punya pikiran buat unduh lagu Slank album-album awal, masa Bongky Indra Pay masih gabung di formasi mereka. Pengen denger lagi satu persatu keseluruhan album dari Suit Suit, Kampungan, Piss, Generasi Biru, sampe Minoritas.  Satu hal yang lumrah dilakukan pas jaman kaset tape masih ada.  Cuma saat melakukan perjalanan tempo hari, gak sempat mengikuti penuh satu persatu lagu mereka lantaran dicekokin musik DJ TikTok oleh pak sopir travel. cuma iseng didengar pas awal-awal mulai albumnya saja, sekedar melepas kangen -ini album, lagunya yang mana ya ?  Nah pas menjalankan tugas sebagai seorang bapak dari tiga bocil di tahun ajaran baru, barusan kesampean deh denger salah satunya. Tepatnya album Generasi Biru. Rilis tahun 1994, saya baru menikmati pas jelang masuk kuliah. Yang covernya cokelat bergambar celana jeans rasanya.  Menyimak satu persatu lagu dari album ini,...

Tawaran Kuliah S2 Lagi, Pilih Mana ?

Tempo hari sempat ada penawaran kuliah S2 bagi para ASN yang berminat, namun gak pake ribet. Cukup membayar sesuai informasi yang tertera, soal kuliah hingga tesis ditanggung selesai dengan baik. Satu godaan menggiurkan bagi sebagian orang yang membutuhkan pengakuan dan gelar di belakang nama jaman sekarang. Saya yang ikut mendengar adanya tawaran kuliah lagi macam begitu, cuma bisa mengingatkan beberapa kawan yang sempat meminta pendapat balik sebagai orang yang sudah pernah menjalani bangku pasca sarjana di universitas negeri. Pertama soal jurusan yang linear dan pengakuannya kelak, sementara yang kedua ya hati nurani dan peluang yang mungkin nanti bisa diciptakan. Kalo soal jurusan yang linear dan pengakuan ya musti cari tahu dulu ke BKD, apakah gelar S2 yang nantinya didapatkan bisa diakui dan digunakan pada nama kalian kelak, atau tidak. Karena percuma juga membuang uang untuk mendapatkan sebuah gelar namun tak dapat diakui atau digunakan dalam jenjang karir atau golongan asn.. Se...

Menyimak Manfaat Kuliah menurut Cinta Laura Ternyata gak Semudah Cocot Mario Bros

Kalo diingat-ingat, bener banget kata Cinta Laura pas ditanyain manfaat apa yang didapat dari masa perkuliahan di luar negeri dalam sebuah video yang diunggah sebuah akun media sosial Twitter beberapa waktu lalu. bahwa sebenarnya masa kuliah itu gak semudah cocot Mario Bros, sang Motivator itu. dan memang secara saya pribadi memang harus mengakui bahwa ‘gak satupun ilmu yang diberikan saat mengenyam bangku kuliah bisa nyantol ke otak saya, khususnya untuk ukuran saat ini. Kemungkinan karena saya bekerja dan berkembang di luar jalur, yaitu pns. Tempat dimana semua ilmu menjadi satu. Termasuk ilmu ngeles dan sejenisnya. Tapi berkat menjalani masa kuliah’lah, saya jadi tahu sosok beberapa kawan yang memiliki sifat, perangai dan pembawaan berbeda, yang lantas menjadi cambuk perubahan pemikiran dan perilaku saya dalam memandang dunia. Saya masih ingat betul bagaimana Wayan Lelo Sunarta menegur saya soal parkir motor di jalan depan rumahnya bli Wayan Ramaita, dimana saat itu saya ...

Warga Bangkinang Bisa Kuliah Ke Luar Negeri Berkat Dukungan PT RAPP

Sukanto Tanoto adalah seorang pengusaha yang sangat peduli akan pendidikan. Baginya pendidikan adalah hal mendasar yang perlu dimiliki oleh setiap individu. Oleh karena itu, ia bekerja sama dengan anak perusahaan untuk memprogramkan beasiswa untuk mereka yang kurang mampu dan untuk mereka memiliki sifat kerja keras yang bekerja di perusahaan tersebut. Salah satunya adalah Sri Wahdini Rahmi, seorang pekerja di PT Riau Andalan Pulp and Paper. Warga asli Bangkinang ini merasa beruntung karena bisa mendapatkan beasiswa sekolah yang diberikan oleh PT RAPP . Karena di PT RAPP la dia menemukan bagaimana industri benar-benar bekerja. Dan yang hingga kini, membuatnya terkesan adalah pada bagian recovery boilernya. Nani merasa beruntung karena bisa diterima bekerja lewat program Graduate Trainee karena setelah beberapa tahun setelahnya dia ditunjuk atasannya sebagai satu-satunya perempuan dari lima kandidat yang diajukan untuk memperoleh program pendidikan magisternya di Asian Institute of Tech...

Simpang di Kampus Bukit Jimbaran

Gak sengaja… atau lebih tepatnya Terpaksa. Gegara berkas e-PUPNS dikembalikan hari rabu minggu lalu lantaran ijazah S1 tidak dilegalisir aseli (hanya print out warna, hasil scan ijazah versi aseli), dan hanya karena kelengkapan tersebut diberi waktu 1 hari saja, ya mau bilang apa ? Wong ndak punya… Berangkat pagi pasca absen jari, sekitar pukul 8.30 usai membuat satu notulen rapat tempo hari, langsung cuzzz sendiri ke Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana, almamater saya sedari lulus tahun 2001 silam. Dah lama juga ya. Apalagi kalo dihitung dari tahun angkatannya. Masuk kawasan kampus, hitungan setahun sudah banyak perubahan, utamanya di pintu masuk kampus yang telah merobohkan candi bentar bersayap itu. Berganti rupa dengan jalur jalan dua arah yang baru saja usai diaspal tahun lalu. Kanan kiri pun sudah tertata rapi lewat trotoar dan paving merah. Tambah asri dari luaran. Sayangnya, penampilan kampus Teknik yang saya cintai ini tampaknya masih tak berubah banyak sebag...

Kangen Kawan Kuliah

Gak terasa sudah hampir dua puluh tahunan kami bersua. Pertengahan tahun 1995, kampus Bukit Universitas Udayana. Banyak menyisakan cerita, suram dan menyesakkan dada. Egois. Kira-kira begitu sosok diri yang bisa kugambarkan saat masa-masa perkuliahan itu berjalan. Mau menang sendiri, dan temperamental. Mungkin itu sebabnya kini aku lebih banyak menarik diri dari pergaulan masa lalu. Padahal dibalik itu ada rasa kangen pada satu dua diantara mereka. Sosok pertama, cerdas namun punya tipikal ceplas ceplos. Banyak yang menjaga jarak dengannya lantaran sikap dan perilaku sehari-hari yang kadang tak melihat situasi kondisi setempat. Tapi itulah yang membuat nyaman sesungguhnya, karena tidak ada kepentingan apapun yang ia tunjukkan. Murni menjaga pertemanan, dan persaudaraan. Kerap menginap dikamarnya, mendengar musik reggae sambil mengerjakan tugas di awal perkuliahan merupakan rutinitas yang tak terlupakan. Hingga ia memiliki pacar yang merupakan teman baik kami berdua. Jarak pun tercipta ...

Reunian... (lagi) ?

Sudah dua tahun lalu ya rupanya ? Beneran gag terasa… Kalo gag salah sih Desember 2012. Waktu itu masih berstatus staf di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung sekaligus Sekretaris LPSE Badung. Eh kini dicetuskan kembali buat ngumpul lagi… Tapi lupa, dulu itu entah apakah sempat didokumentasikan jadi tulisan blog atau tidak. Kalaupun belum, ya sekarang gilirannya. Reuni anak Teknik Arsitektur angkatan 95, ini yang kali kedua. Usia kami kalo dihitung ya jadi yang ke-19. Masa produktif buat nyari pacar *eh buat gambar Freehand-nya pak Oka Landung. Hehehe… sorry, ya waktu itu memang belum kesampean buat pacarannya. Ide ini tercetus di group BBM, yang diprakarsai anak-anak. Saya sih ngikut aja. Gag punya hasrat maupun niat soalnya. Jadi ya entah apakah nanti itu bisa datang atau tidak. Sebab kalau gag salah ingat ya… jadwalnya barengan dengan jadwal Naik Tingkatnya Mirah, putri pertama kami di sanggar les tari’nya Bu Warini. Semoga saja masih sempat hadir, tapi kalo enggak ya… Mo...

…dan semua itu berakhir sudah…

Melanjutkan studi ke jenjang Pasca Sarjana sebenarnya sama sekali tidak pernah terpikirkan, jika bukan karena desakan seorang teman kantor yang sudah terlanjur mendaftarkan dirinya di Magister Teknik Sipil pertengahan tahun 2007 lalu. Bisa jadi karena saat itu pikiran masih terfokus pada usaha untuk mendapatkan momongan. Kebuntuan jalan yang saya temui akhirnya membelokkan pikiran untuk kembali ke bangku kuliah ketimbang bengong termenung setiap pulang kerja. Banyak hal yang menjadi kendala sebenarnya. Hal terbesar adalah masalah biaya. Seluruh tabungan saya habis digunakan untuk pengobatan diri sendiri yang kala itu diduga Oligoasthenoteratozoospermia oleh Dr.Wimpie. Sebuah istilah ilmiah yang intinya mengatakan bahwa sperma yang saya miliki tidak normal hingga menyulitkan proses pembuahan. Disamping itu, orang tua sudah tidak lagi seproduktif dulu. Apalagi Bapak yang diketahui mengidap Diabetes sejak tahun 2003 lalu. Saya pun akhirnya mengikuti saran dari rekan-rekan kantor, memanf...

Sebuah Kisah Perjalanan Penyusunan Tesis nan Nyaris berAkhir

Tepatnya pada tanggal 16 September 2008 lalu pukul 11.05 siang, kisah ini dimulai dengan penuh semangat hingga melahirkan dua konsep awal yang nantinya bakalan memegang peranan paling penting dalam sebuah kisah perjalanan penyusunan Tesis “Sistem Informasi Jalan Raya Pemerintah Kabupaten Badung” . Dua konsep tersebut adalah Konsep Pendahuluan dan Konsep Sistem Informasi itu sendiri. Dalam perkembangannya Tesis ini mengalami tiga kali perubahan besar baik ditinjau dari judul yang digunakan maupun jumlah total halaman yang dimiliki. Pada awalnya Tesis ini masih disebut sebagai ‘Konsep’ yang sedianya diselesaikan sebagai syarat mata kuliah ‘Seminar’ pada semester tiga. Saat itu isinya masih banyak yang bolong, bahkan untuk BAB III Konsep dan Kerangka Pikir dari sistem yang dimaksud belum direncanakan sama sekali. Modal nekat saja ngumpulnya. Hehehe… Adapun Judul yang saya gunakan saat itu masih sederhana, “Sistem Informasi Jalan Raya” . Perubahan Tahap Pertama saya lakukan ketika desa...

7 Langkah Persiapan menuju Penyusunan Tesis

Bagi sebagian besar mahasiswa Pasca Sarjana di angkatan saya bisa dikatakan Tesis merupakan momok paling memberatkan ketimbang tugas-tugas kuliah pada semester sebelumnya. Hal ini saya katakan demikian karena hingga batas akhir semester keempat kemarin, hanya 3 (tiga) orang saja yang mampu lolos dari 28 (dua puluh delapan) orang mahasiswa yang terdaftar dalam satu angkatan. Kenapa sangat memberatkan, mengingat waktu yang dimiliki oleh setiap mahasiswa setiap harinya ga’cukup diprioritaskan hanya untuk memikirkan Tesis saja. Bagi yang memiliki pekerjaan utama, ya harus tetap konsisten pada pekerjaannya agar dapur tetap ngebul dan ada biaya spp untuk kuliah semesteran berikutnya. Bagi yang sudah berkeluarga tentu saja memerlukan waktu luang untuk bisa menjalani kehidupan berkeluarga yang baik. Kondisi ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan saat penyusunan Skripsi, dimana rata-rata yang bersangkutan berada dalam posisi lajang, masih merupakan tanggungan kedua ortunya  apalagi kal...

Sebuah Kisah Awal tentang Penyusunan Tesis

Ada beberapa perbedaan mendasar yang saya lakukan pada saat mengambil langkah-langkah awal untuk penyusunan Skripsi dengan penyusunan Tesis. Bisa dikatakan kalo dulu saat saya melakukan persiapan penyusunan Skripsi, perbandingan antara penggunaan kemajuan teknologi informasi dengan cara konvensional bisa dikatakan berkisar 75:25. Sebaliknya saat persiapan penyusunan Tesis malah perbedaan jauh lebih ekstrem, berkisar 95:5. Kenapa saya katakan begitu ? Kalo ndak salah untuk penyusunan skripsi dahulu itu, saya mengambil tema Pengembangan Kantor Jasa Taksi yang kemudian mengharuskan saya bolak-balik melakukan survey data ke beberapa kantor jasa Taksi yang ada di Kota Denpasar antara lain Blue Bird (taksi biru), Pan Wirthi (taksi hijau), Komotra (taksi merah marun) dan dua lainnya yang saya lupa namanya, taksi oranye dan taksi putih. Untuk mencari referensi pustaka pendukung saya bolak balik menuju Perpustakaan Daerah yang ada di jalan Teuku Umar dan juga Perpustakaan Kabupaten Badung di de...

BeBan itu bernama TheSis

Memasuki bulan keempat pasca ujian Proposal yang saya ajukan tempo hari, tampaknya belum jua ada tanda-tanda Thesis ini bakalan terselesaikan. Padahal target saya untuk dapat merampungkan tugas terakhir sebagai kewajiban selaku mahasiswa Pasca Sarjana di Teknik Sipil Universitas Udayana, kalo bisa ya akhir tahun ini. Saya masih ingat dahulu, sebelum semesteran ganjil berakhir, saya begitu optimis bisa melalui perjuangan ini dengan baik. Mengingat pada masa lalu di perkuliahan S1, semangat itu begitu tinggi untuk bisa menyelesaikan Skripsi. Yah, mungkin saja lantaran situasi yang jauh berbeda (dulu itu masih teruna jomblo dan gak punya banyak “tantangan”), kini saya baru menyadari bahwa yang namanya menyelesaikan Thesis itu gak gampang. Tantangan yang paling berat harus saya hadapi adalah keberadaan si kecil putri kami, Mirah Gayatridewi. Kelucuan dan gelak tawanya yang menggoda membuat saya malahan ingin lebih berlama-lama berada disampingnya. Memantau perkembangannya yang menakjubkan ...

Akhirnya Rehat juga

Segala beban rasanya numplek jadi satu saat pengajuan Proposal Thesis sudah didepan mata. Hari-hari yang dijalani jadi terasa kalut dan bingung, serta ada rasa khawatir bakal tertinggal jauh dari rekan kuliah lain, yang yakin banget sudah punya ancer-ancer mau ngambil topik apa buat Thesis mereka nanti. Dibumbui pula oleh rasa was-was, apakah nanti bakalan bisa melewati tahapan ini dengan baik atau tidak ya ? tapi dimulai saja belum, bagaimana mau mengkhayalkan sesuatu yang blom dilakukan ? Kamis sore saat menunggu perkuliahan perdana mata kuliah Metode Penelitian dimulai, rasa-rasanya ingin lari dari semua hal ini untuk mendapatkan satu hal yang paling penting dari semua beban itu. Mood. Sulitnya mendapatkan mood yang tepat untuk memulai, apa yang ingin dibuat dan langkah apa selanjutnya seakan tumpah saat perkuliahan dimulai. Membuat daftar list apa saja yang harus dihentikan sementara dan rencana apa saja yang bakalan ikut tertunda, membuat yang namanya Mood itu tadi pelan tapi past...

Efek Penerapan Ilmu Risk Management pada BLoG

Setelah ngomongin pemerapan ilmu Risk Managemen pada posting sebelumnya, kali ini iseng aja ngomongin efek daripada penerapan ilmu tersebut pada BLoG seperti yang terjadi pada BLoG ini. He… Sekedar sekilas info waktu lalu, dalam ilmu Risk Management dikatakan pula apabila rencana Penanganan atas resiko yang diperkirakan akan terjadi, tak ditangani dengan baik, bukan tak mungkin Resiko tersebut berubah bentuk menjadi Masalah, satu kejadian yang sudah pasti merugikan. Nah, ceritanya BLoG ini sudah dipastikan mendapatkan masalah dari isi salah satu postingnya, yang kemudian mau tidak mau harus ditangani dengan segera agar tak menjadi besar dan gawat. Maka langkah yang diambil tempo hari adalah men-delete posting tersebut dan mundur sementara dari kancah per-BLoGGer-an untuk sementara waktu. Ini dilakukan dalam rangka penanganan atas resiko-resiko yang selanjutnya bisa terjadi. Seperti tulisan posting sebelumnya. Satu hal penting yang patut diketahui mengenai ilmu Risk Management ...

Menerapkan ilmu Risk Management pada BLoG

Memasuki perkuliahan semester ketiga, salah satu mata kuliah yang diambil diantaranya adalah Risk Management atau kalo di Translate jadi Manajemen Resiko . Inti daripada mata kuliah ini adalah mengetahui serta menangani segala resiko yang dapat terjadi dalam suatu pekerjaan Konstruksi. Namun ini bisa pula diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam BLoG misalnya. Resiko dapat diartikan sebagai Kemungkinan kejadian yang merugikan ( Ronny Kountur, 2008 ), dimana masih bisa terjadi atau tidak terjadi. Pengertian akan Resiko berbeda dengan pengertian akan Masalah, dimana masalah diartikan sebagai Kejadian yang sudah (pasti) terjadi. Proses penerapan Risk management ini diawali dengan Identifikasi Resiko apa saja yang dapat terjadi, trus di rangking kira-kira kemungkinan terjadinya, dan bagaimana penanganannya. Untuk resiko yang terlalu besar, ya sebisa mungkin dihindari, sedangkan resiko yang jarang terjadi ya ditangani sejak awal. Back to BLoG, sesungguhnya ilmu Risk Management ini d...

cas cis cus ala Canggung

Masa libur kuliah pasca belumlah usai, namun nampaknya sebagian besar para mahasiswanya masih menyempatkan diri untuk mengikuti satu persyaratan khusus sebelum memasuki tahap berikut sekaligus yang paling ditunggu oleh setiap insan mahasiswa tingkat pasca tentu penyusunan Thesis. Syarat yang telah ditentukan sejak awal pendaftaran kuliah, namun minimal sudah terpenuhi sebelum dilakukannya ujian Thesis nanti, yaitu kepemilikan sertifikasi berbahasa Inggris dengan baik dan benar ato dikenal dengan ToefL. Hanya saja memang persyaratan yang telah ditentukan tadi jauh lebih ringan dari ke-saklek-an sifat persyaratan kuliah Pasca diluaran, dimana serifikasi itu harus ada dan dilampirkan saat pendaftaran. Lagipula harus masih berlaku saat ia diperlukan. Nah, kalo disini sih, walopun udah lewat sekian bulan masa berlakupun ndak masalah. J angin segar bagi mereka yang o’on dalam berbahasa asing. Jadilah hari jumat malam kemaren merupakan hari pertama kuliah persiapan untuk testing ToefL, yang d...

Pengadilan ? sebaiknya sih dihindari...

Tumben semesteran ini ada kuliah tamu yang dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan perihal Alternatif Penyelesaian Sengketa diluar Badan Peradilan yang dikemukakan oleh salah seorang mantan pejabat Kajati Bali, sekaligus pula mantan wakil rakyat, Bapak I Made Suwinda SH , yang terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara. Kuliah yang dimulai sekitar jam setengah enam sore di aula lantai empat auditorium Univ.Udayana, berlangsung mengasyikkan lantaran apa yang disampaikan tidak terpaku pada text book melainkan pengalaman Beliau saat memimpin lembaga peradilan untuk penyelesaian sengketa. Sampai-sampai laptop yang sengaja dibawa untuk menjajal keberadaan wifi di lantai tersebut, tak kesampean tergunakan. Ternyata dari sekian pemaparan yang diberikan oleh Beliau, ada satu hal yang paling penting untuk diingat oleh siapapun yang akan mengalami suatu sengketa. ‘ sebaiknya menghindari penyelesaian melalui proses pengadilan’ dimana kalah menang sama s...