Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Yamaha

Motor dan Kedewasaan Saya

Pada satu masa, pernah terbersit di pikiran kalo motor lakik pake kopling dan fairing guede itu kerasa banget aura kerennya. Sampai pernah ngimpi bikinin cover tambahan buat Honda Tiger 1998 biar tampil ala-ala CBR 1000 gegara diracun abang tamvan De Gus King era remaja dulu.  Cuma pas masuk dunia kerja, pikiran sempat geser ke mode Naked Bike dimana tahun 2011 akhirnya kesampean naikin cc dari kapasitas 200 ke 225, miliknya Yamaha Scorpio atas saran Bli Desu Subratha. Yang jaman itu mirip karakter Klingon-nya Star Trek. Bahkan pas diModif pada bagian kaki tahun 2015an saran dari Pande Dika Bandot di bengkelnya Ajik Made Jepang, aura sangarnya langsung muncul. Beneran gagah pas diajak menapak proyek paving jaman itu.  Tapi entah kenapa, begitu masuk usia dewasa, apalagi pas punya dua bocil yang suka ikutan nebeng kemana-mana pake motor, kok ya kasian kalo harus dudukin mereka diatas tangki. Gak nyaman pasti...  Maka pas Yamaha mau rilis seri XMax di bulan Januari 2017, ta...

XMax sudah generasi ke-3 aja...

Gak sengaja tadi buka laman video di akun FaceBook, ternyata ada yang share soal rilis terbaru motor Yamaha XMax, kalau tidak salah sudah generasi ke-3 walau secara wajah masih mengadopsi facelift generasi ke-2, tentu saja dengan berbagai pembaharuan fitur. Salah duanya soal windshield yang bisa dinaikturunkan ala Honda Forza 250, dan pembekalan peta Google Maps, dimana di generasi ke-2 XMax menggunakan peta miliknya Garmin. Soal penggunaan GMaps ini tampaknya menyikapi masukan para User XMax yang mengatakan bahwa jalur jalan yang ditampilkan oleh Garmin belum bisa seakurat GMaps. Sementara itu... XMax milik saya yang merupakan generasi pertama di pertengahan tahun 2017, masih gitu-gitu aja peningkatan kilometernya. Selama 8 tahun usianya kini, terpantau baru diajak jalan 15ribuan KM, alias jarang digunakan. Nyaris semua spare part (kecuali area mesin dan operasionalnya) masih versi originalnya. Termasuk Ban 😅 belum pernah diganti dari awal pemakaian. Paling boros itu soal penggunaan...

6 Tahun Yamaha XMax 250

Dah 6 tahun aja usianya... dan baru mengaspal di kilometer 13ribuan saja alias jarang pakai. Paling jauh cuma area Badung Utara dan Selatan saja. Kalaupun yang lintas Kabupaten, ya baru sampai di Kaba-kaba. Lebih sering dipakai antar jemput anak sekolah yang jaraknya sekitar 10 menitan bolak balik rumah. Sementara kalo urusan ngantor, lebih sering jalan pake Veloz, karena bisa diajak tiduran pas lagi capek di perjalanan.  Tapi sejauh ini, cuma motor XMax yang paling memuaskan ketimbang dua motor lakik sebelumnya. Karena ramah anak-anak dari mereka berusia 3 tahun. Dan kalopun boleh kasi saran, baiknya gosah pake variasi/modif banyak-banyak. Karena keluaran pabrikan, dah nyaman banget dipake kemana-mana. Paling kalo mau tampil beda, bisa ditambahin stiker biar aman dan terlindung dari goresan. Terakhir diService, tadi pagi di Waja Motor Nangka Utara. Beberapa part di ganti, karena secara visual dan fungsi memang sudah berumur. Tapi part bawaan macam windshield atau spion yang kerap ...

Melepas XMax 250, Beneran Rela ?

Berat sebetulnya kalau harus melepas motor kesayangan saya satu ini, jika mengingat pada history pembelian dan bongsornya bodi motor, yang baru kali ini terasa pas banget untuk postur tubuh. Namun rasanya kasihan juga kalo hanya digunakan sebagai motor operasional sehari-hari, sebatas ngantor, atau antar anak-anak sekolah dan les, juga sekedar berkeliling kota bersama istri. Maka itu gak heran kalo jejalah tempuh selama 4 tahun ini hanya 11ribuan kilometer saja. Lagipula masih ada 2 motor lainnya yang sekiranya jika dibutuhkan, masih bisa diandalkan untuk jarak dekat. Meski secara postur badan saya gak bakalan sesuai dengan kedua model yang ada. Tapi minimal, masih bisa dipakai bersama. Yamaha XMax 250cc adalah motor idaman saya sejak awal. Bahkan saat sepupu membeli sepasang NMax pun, saya masih belum tertarik mengingat hasrat sudah yakin banget dengan pilihan tersebut. Cuma yang menjadi pikiran saat itu, kapan rilisnya ? Honor setahun menjadi PPK adalah jawaban dari semua harapan. Ju...

Jelang Tahun keTiga menjajal aspal bareng XMax

Untuk ukuran penggunaan harian, motor dengan cc terbesar yang pernah saya punyai ini tergolong jarang digunakan mengingat selama 1 minggu penuh hanya 3-4 kali saja dimanfaatkan, itupun dengan rute pendek. Sekitar 25 KM per harinya. Tidak heran bilamana odometer jelang tahun ketiga pemakaian masih berada dibawah angka 10K. Duluan jadwal servisnya tiba ketimbang jarak tempuh bulanan. Sementara bila dilihat dari fungsi penggunaan selaiknya motor besar yang biasa diajak touring, jujur aja hingga hari ini belum pernah sekalipun diajak main ke luar wilayah kerja Denpasar, Badung dan Tabanan. Mengingat secara waktu luang untuk itupun rasanya susah didapat. Namun begitu, sejauh ini Yamaha XMax 250 secara pendapat saya pribadi masih sangat memuaskan. Baik dari sisi bongsornya badan yang mampu mengajak serta tiga kurcaci dalam sekali waktu, maupun tenaga pacunya yang mengagumkan saat dibawa mengaspal di jalanan dalam dan pinggiran kota. Jika dulu saat kendaraan dibawa dalam kecepatan tinggi, mas...

Anniversary XMoc Bali dan Service Berkala

Puluhan motor besar XMax 250 tampak berjajar rapi terlihat dari kejauhan, di depan Yamaha Flag Ship Diponegoro, salah satu gerai yang kerap saya kunjungi secara rutin dari tahun 2012 lalu. Hari ini kebetulan baru berkesempatan meluangkan waktu pagi untuk service berkala si besar XMax, setelah lewat jauh sekitar 2-3 minggu dari tanggal yang diinfo sebelumnya. Sebagai salah satu Owner motor besar Yamaha XMax 250, sebenarnya boleh ikutan bangga karena ternyata motor satu ini, meski kalah tanding saat beradu otot dengan Honda Supra, sebagaimana di share satu kawan sekolahan saya terdahulu, peminatnya lumayan banyak juga. Bahkan info dari sales motor di area depan dealer Yamaha ini sempat mengatakan bahwa proses indent motor berkekuatan mesin 250cc ini masih lumayan panjang. Weleh… dan rata-rata pemilik atau penunggang motor besar yang masuk dalam kelompok Maxi Family ini, memiliki struktur tubuh besar dan tinggi, laiknya para anggota ormas kenamaan di Bali. Bisa jadi demi mengimbangi penam...

Menanti Pertarungan Lokal Motor Matic Premium 250cc

Mengambil keputusan untuk memilih Yamaha XMax 250 pada pertengahan tahun 2017 lalu, menggantikan posisi Yamaha Scorpio 225 sebenarnya sudah menjadi impian sejak lama. Kalau tidak salah, saat isu XMax akan dirilis, sesaat setelah NMax masuk pasar Indonesia. Saat DP diberikan ke agen Yamaha di bilangan Diponegoro Denpasar, beberapa kelemahan Motor Matic Premium rakitan lokal ini sudah bisa diketahui lebih awal. Salah satunya penggunaan bodi plastik yang belakangan mulai dikhawatirkan calon pengguna, pasca dua kali kalah tabrakan dengan motor bebek generasi old. Garpu depan bahkan hingga ke velg, hancur berantakan. Meski secara Harga Jual masih ada yang mengatakan terlalu mahal untuk sebuah motor dengan mesin satu silinder, namun bagi pasar Indonesia yang bisa jadi lebih mengutamakan penampilan, Yamaha XMax 250 sangat menggiurkan untuk dibawa pulang dengan kisaran 56,5 Jutaan. Sebelum Yamaha merilis seri Maxi Premium ini, Suzuki sudah lebih dulu mencoba masuk lewat seri Burgman 200cc. Ya...

Yamaha XMax 250, Kendaraan Operasional Proyek

Bagi sebagian orang, kehadiran motor roda dua Yamaha NMax sudah cukup besar untuk rata-rata orang kita di Indonesia. Bahkan saat disandingkan dengan sejawatnya seperti Honda PCX yang memiliki kapasitas mesin lebih besar pun, NMax terlihat masih mendominasi. Lalu datanglah sang penantang baru 250cc, Yamaha XMax. Semua berangsur jadi terlihat mungil, utamanya di mata saya. Cerita diatas mengingatkan saya pada gurauan kawan-kawan kantor yang dulunya sudah menganggap beberapa orang besar secara bodi, adalah standar tertinggi yang pernah dikenal. Namun ketika saya hadir di tengah-tengah mereka, praktis saat melakukan foto bersama, hampir selalu gambar saya harus dicrop sendiri dan diperkecil 80-90% agar tingginya setara yang lain. Kalau tidak ? Siap-siaplah menerima kenyataan, semua orang tampak cebol. Merusak skala ceritanya. Secara kasat mata, penampilan Yamaha XMax 250 memang demikian adanya. Saat parkir sendirian di kejauhan apalagi berjajar dengan model sejenis, ndak tampak beda sediki...

Yamaha XMax 250, Kena Batunya

Apes benar hari ini kawan. Hanya gegara kelupaan mematikan motor usai dipanaskan, rutinitas ke proyek saban Sabtu pagi jadi buyar. Geblek bener… Jadi ceritanya gini. Jumat pagi kemarin berhubung lagi jarang bawa motor hari raya begini, Yamaha XMax 250 kudu rajin dipanasi, meski yang digondol keluar rumah ya si Veloz. Nah masalahnya pas udah kelar mau berangkat ngantor, motor cuma dimatikan via sakelar kanan, tidak sampai ke kunci utama. Selang sehari, pas ngebuka cover selubung motor, barulah terkaget-kaget pas liat posisi kontak utama, masih di posisi ON, dan menyadari kesalahan penggunaan dari kemarin pagi. Ampun dah… Dugaan awal, mengarah ke aki motor. Karena keteledoran sebelumnya saat dialami pada motor Yamaha Scorpio Z juga sama. Ditinggal seharian usai memanaskan motor, dalam posisi kunci kontak menyala, dan diselubungi cover penutup. Goblok ! Padahal motor baru gres 2 bulan, malah sudah berancang-ancang ganti aki. Kena batunya dah kali ini. Mana ni motor ndak ada starter kaki l...

Ikutan MaxiDay Yamaha for Karangasem

Gak ada rencana jelas sebenarnya sedari awal, berhubung kesibukan kerja begitu menyita waktu hingga sore semingguan ini. Namun lantaran penasaran dengan jenis variasi yang biasanya nyantol di bodi bongsor XMax 250, satu hal yang lumrah dilihat dalam event semacam ini, ya iseng saja ikutan demi kepoin yang satu ini. Maxi Day , kabarnya sih ini event pertama yang digelar di Bali oleh Yamaha lokalan, menggabungkan konsep touring pendek dari Kota Denpasar hingga Bali Zoo Gianyar, dengan gelaran society for Karangasem. Diikuti oleh seribuan lebih peserta yang menggiring pengguna motor NMax, Aerox, XMax dan tentu saja satu dua keluarga TMax. Dalam berbagai macam warna dan variasi. Nah ini yang paling menarik perhatian saya sejak awal tiba di gerai motor Yamaha Arundaya Gatsu Barat. Mengikuti gelaran semacam ini menjadikan prosesi tour beriringan di sepanjang jalan menuju BaliZoo, merupakan pengalaman pertama saya selama memiliki motor Yamaha. Keriuhan sirene, klakson baik yang berasal dari r...

Yamaha XMax 250, Matic Jumbo kelas Premium

Wara wiri di seputaran kota Denpasar dan Kabupaten Badung selama seminggu terakhir diatas Yamaha XMax 250 , rasanya memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan pengalaman terdahulu menggunakan motor lakik Yamaha Scorpio 225, yang kini sudah melanglang jauh ke Indonesia timur bersama pemiliknya yang baru. Perjalanan panjang tak lagi terasa jauh dan melelahkan. Bisa jadi lantaran posisi duduk yang bisa diatur dalam tiga set pengaturan kaki, dan salah satunya mirip dengan pose rider motor besar tipe jelajah. Khusus satu ini tentu dengan kelebihan aktifitas kaki dibebaskan dari semua beban serta tanggung jawab. Nyamannya bukan main. Yamaha XMax 250, Matic Jumbo kelas Premium. Harganya masih tergolong muahal dan tak masuk di akal untuk kelas motor dengan mesin satu silinder. Ini pendapat seorang kawan yang lulusan Teknik Mesin. Mengingatkan saya pada produk sebuah smartphone yang dibanderol seharga motor matic baru kelas pemula, utamanya saat mengetahui jeroan yang digunakan tergolong rend...

Nyaman berkendara dengan Yamaha XMax 250

Cerita pertama mengaspal di jalanan bareng XMax 250 kemarin itu, rasanya saya masih terbayang-bayang kisah lama dengan si merah Scorpio 225. Belum bisa Move On nih kayaknya. Tapi setelah dipikir-pikir ya, ini kan motor matik, bukan motor lakik… jadi ya bayangan masa lalu sepertinya harus dibuang jauh-jauh mengingat yang baru gres ini toh tampaknya sudah mampu memenuhi harapan saya sebelumnya, akan motor yang bisa membawa serta dua bayi kemana-mana dalam jarak dekat. Yuk simak cerita baru kali ini. Nyaman berkendara dengan Yamaha XMax 250 Yup. Bener… Nyaman banget saat digunakan berkendara seputaran kota sejauh ini. Manuvernya oke. Dibawa zig zag pun ayo. Ngebut ? Meski agak khawatir karena belum menguasai medan, asik-asik aja saat menggeber gas track lurus. Yang bikin mikir hanya saat mendekati halangan atau persimpangan, kedua tangan belum bisa reflek menekan rem dua sisi. Sementara kaki masih spontan mengganti tuas gigi laiknya motor lakik. Dudukan sadel yang tinggi membuat saya agak...

Yamaha XMAX 250, kurang Garang menjajal Jalanan

Sedikit lebih cepat dari perkiraan awal, tepatnya di akhir minggu kedua, harapan itu dikabulkan pihak Yamaha. Surat dan plat, bisa digondol pula siang ini juga. Wusss… gak nyampe sejam saat ijin makan siang, kantor Yamaha Diponegoro langsung disambangi untuk balik pulang dan menjajal jalanan. Yamaha XMax 250 pun sudah diperbolehkan mengaspal di jalanan. Tips Penting bagi kalian para pria penunggang XMax 250, upayakan atau usahakan untuk menggunakan yang namanya celana panjang saat berkendara. Apabila menggunakan kemben laiknya saya siang ini, siap-siap semua bakalan terbang kearah samping. Mih… enggak nyaman banget, musti mengibaskan dan melepitkan kain disela paha. Beda dengan pose menunggang si merah, semua sisi bisa dijepit di tangki. Na ini ? Sebelum pengambilan plat motor tadi, sempat titip pesan ke Yamaha Diponegoro agar plat langsung dilubangi biar bisa langsung clok di motor. Apa daya dengan jarak lubang yang sama di kedua plat, untuk yang dipasang pada sisi depan, gak sesuai d...

Yamaha XMax 250, Besar Gagah tapi... ?

Kaget sekaget-kagetnya pas melihat secara langsung bodi bongsor XMax 250 dari dekat di gerai Yamaha Diponegoro, saat membayar lunas administrasi hari Selasa sore kemarin. Bagaimana tidak, biasa bolak balik membawa Honda Beat milik istri ke tukang cuci depan rumah, jadi bengong sendiri liat dimensi dudukan belakang motor matic satu ini. Berhubung saya melewatkan semua proses launching Yamaha XMax tempo hari, dan juga hanya bisa memantaunya lewat halaman YouTube, ya jelas saja jadi kaget. Meskipun sudah tahu dari para reviewer, tentang tidak biasanya ukuran motor utamanya bagi pengendara dengan tinggi tubuh standar orang Indonesia, tetep aja kaget pas menyadari langsung bagaimana kenyataannya. Honda PCX yang awalnya sudah saya anggap gagah, membuatnya tampil mini ketika disandingkan bersama XMax 250. Gilak bener. Padahal secara kapasitas mesin, ya ndak jauh-jauh amat. Tapi secara visual, kesan luksnya PCX jauh lebih baik dengan bodi glossy. Sedang XMax lebih ke penampilan doff. Besar da...

Yamaha XMax 250, akhirnya datang juga

Cukup lama menanti kehadirannya. Kalau ndak salah sih saat NMax mulai digulirkan terdahulu, dan dua sepupu saya yang sekandung, memutuskan membeli 2 unit dengan warna hitam dan putih, dari hasil penjualan Suzuki Thunder mereka sebelumnya. Sengaja dinanti karena secara kapasitas mesin, infonya lebih besar dari Yamaha Scorpio yang saya miliki tempo hari. Ya, 250cc. Menjatuhkan pilihan pada kendaraan bermotor berjenis matic sebetulnya ya ndak sengaja. Hanya gara-gara kesulitan mengajak anak-anak serta saat berkendara, cukup membuat mangkel karena pada akhirnya ya harus dilakoni sendirian. Terhalang tangki dan dudukan yang tinggi. Hanya saja saya belum menemukan pilihan sebelumnya, untuk pertimbangan besaran kapasitas mesin dan kenyamanan berkendara untuk tubuh saya yang kelewatan ini. Awalnya berharap banyak dengan Yamaha TMax yang sepertinya memenuhi semua kriteria diatas, namun musti dipendam dalam-dalam setelah mengetahui harga jualnya setara Avanza. Baru mulai optimis kembali ketika d...

Set (Scorpio Z) Terjual

Untuk kesekian kalinya saya memanfaatkan jasa OLX, menjual satu demi satu ‘teman’ yang pernah menemani hari, dari ponsel Hisense PureShot+ yang laku dalam hitungan sejam, Nokia X dan Lumia 520, Andromax A, B dan E2, kini giliran si merah kekar tunggangan lakik pun jadi korban. Yamaha Scorpio Z 225 cc Tahun 2011 yang dibeli dengan menggunakan honor sebagai Sekretaris LPSE Badung , usianya hanya sampai 5 tahun saja setia menemani ke berbagai kegiatan lapangan yang saya miliki. Terhitung awal tahun 2017, motor ini nganggur tak bertuan lantaran tak satupun paket fisik yang saya emban setelah dipindahtugaskan ke Seksi Peningkatan Kualitas Perumahan. Meski demikian, si merah yang kaki-kakinya disulap jadi lebih garang, tetap dirawat berkala di Yamaha Flagship Diponegoro. Jika dulu Scorpio ini masih mampu mengajak serta si kecil Mirah kemanapun kami pergi, kini jadi agak sulit mengingat kehadiran 2 bayi yang sepertinya kasihan kalo harus didudukkan pada tangki motor sepanjang perjalanan. Maka...

NgeGosipin Isu Peluncuran Yamaha XMax 250

Per tanggal 2 November lalu, akun Instagram @iwanbanaranblog sempat upload gambar prosesi launching produk motor terGres milik Yamaha yang salah satunya ikut pula dipamerkan, XMax 300 , upgrade seri NMax yang laris manis di pasar Indonesia. Sekedar tahu bahwa akun yang satu ini tergolong UpToDate banget kaitan soal rilis resmi motor baru di negara kita ini. Termasuk soal Test Ride Honda CBR 250 RR yang digelar di Bali akhir pekan kemarin. Tak Ayal, akun kawan saya, @madewirautama yang belakangan sudah mulai jarang nulis di blog langsung mengabarkan malam itu juga, dan sukses membuat pikiran saya campur aduk ndak mengantuk lagi. Sialan banget. Tapi ya wajar sih, wong seri XMax ini memang satu-satunya impian saya sejauh ini untuk menggantikan si merah kekar, Yamaha Scorpio 225cc tahun 2011, yang hingga saat ini sudah mulai jarang menemani hari, lantaran tidak ramah pada anak-anak. Si Anak sih enjoy saat dipangku pada tangki depan atau dibonceng belakang, tapi Bapaknya yang ketar ketir...

Menanti XMax mengaspal di Jalanan

Urusan motor tunggangan beroda dua, sebenarnya saya sudah cukup nyaman dengan si merah, Yamaha Scorpio yang berkapasitas mesin 225cc tahun 2011 itu. Apalagi pasca modifikasi kaki-kaki , menjajal jalanan hingga ke pelosok proyek jadi jauh lebih mantap berkat ban dan pelek besar juga penambahan tinggi dan perubahan footstep underbone. Tapi dibalik semuanya, ada satu aktifitas yang berkurang yaitu berkendara dengan keluarga. Saya tak lagi bisa mengajak anak-anak dan istri sekaligus, mengingat Mirah putri pertama saya kini sudah beranjak remaja, Intan biasanya meminta duduk di depan sedang Ara yang paling kecil masih harus digendong ibunya. Sepertinya memang harus memilih tunggangan baru kedepannya. Jika melirik kebutuhan, yang ideal sebenarnya ada pada motor besar Harley Davidson. Baik yang bertipe Wings itu atau sepalanan yang Trike. Tapi untuk kantong ukuran pekerja masyarakat, sepertinya bakalan mengundang KPK datang menyadap jika melihat dari besaran gaji yang didapat. Tentu musti pi...

Pikir Pikir Ganti Motor ?

Menyambangi dealer Yamaha Diponegoro sabtu pagi tadi, sempat terpikirkan buat ngeganti motor lagi. Tapi masih kasihan dengan Scorpio 2012 yang saya miliki, baru setahun lalu usai modif dibikin lebih gambot, masa sudah harus beli lagi ? He… Awalnya sih cuman iseng ngeliatin foto-foto touring sodara sepupu yang pengacara kondang itu, pak Yande Putrawan, kalian kenal ? Dia membesut Suzuki Inazuma yang punya bodi jadul tapi panjang untuk ukuran motor, diajak jalan jalan kemanapun suka bersama kawan kawan sesama rider semotor. Jika dibandingkan dengan Yamaha Scorpio yang saya miliki, Inazuma kelihatannya jauh lebih nyaman buat dipake jalan jauh. Nah, pas lagi inget inget jarak as sumbu roda yang panjang, di dealer ini malah nemu Yamaha TMax, motor matic yang punya kapasitas mesin dua kali lipatnya Scorpio maupun Inazuma. Tadinya sih tak pikir harganya mirip-mirip si Kawasaki Ninja, makanya sempat kepikiran mau ganti motor… Tapi pas tahu harganya setara mobil Low MPV macamnya Toyota Avanza a...

Klingon aka New Scorpio Z

Agak heran ketika membaca komentar dari om Viar, pemilik brand kendaraan dengan nama sama *eh di salah satu foto yang saya upload ke halaman Instagram beberapa waktu lalu. Klingon… begitu saja. Apa maksudnya ya ? Ternyata setelah minta bantuan mbah Google, baru deh nemu apa arti Klingon. Klingon itu dalam istilah sebenarnya adalah sebutan atau nama salah satu tokoh antagonis di film seri Star Trek yang dapat dikenali lewat bentuk batok kepala yang sedikit lebih besar dari manusia biasa. Nah trus kaitannya dengan komentar tadi apa yah ? Rupanya Klingon merupakan sebutan bagi kendaraan bermotor besutan Yamaha New Scorpio Z yang memiliki batok kepala lampu mirip mirip dengan tokoh Klingon dalam film Star Trek tadi. Ah… baru bisa dipahami. Klingon atau sebutan bagi batok kepala lampu New Scorpio Z ini sebenarnya bagi saya tidak terlalu mengganggu, meskipun baik di forum ataupun review dari pengguna kendaraan berkapasitas 225 cc ini merupakan salah satu faktor yang menurunkan penilaian oran...