TURUNAN PANDE BRATAN TERPENCAR Pada suatu hari beberapa orang rakyat Ki Pasek Kayu Selem dan Batur menjajakan dagangan melalui desa Bratan. Sesampai disana matahari telah terbenam, hari siang berganti malam, dan mereka menginap di Desa Bratan. Yang menjadi pemimpin desa Bratan ketika itu adalah I Gusti Pande Bratan yang seharusnya bertanggungjawab dengan Keamanan desa dan melindungi orang pendatang yang menginap, supaya desanya tidak ternoda bila penginap itu mendapat bencana didesanya. Tetapi agaknya mendapat cobaan dari Tuhan dan kutuk dari kawitannya Bhagawan Pandya Bhumi Cakti, maka I Gusti Pande Bratan timbul keangkuhannya, mabuk karena berasa diri kuat, tidak ingat dengan tata susila dan tata tertib adat desa. Maka disambutnya orang-orang niaga yang minta menumpang bermalam disana dan merampas barang-barang perniagaannya. Hal sedermikian itu acap kali dilaksanakan untuk mendapat keuntungan secara mudah. Ki Pasek Batur tidak tertahan marahnya mendapat laporan berita yang mengecewa...