Beberapa lembaga survey telah menunjukkan hasil hitung cepat yang mereka lakukan sejak siang kemarin. Rata-rata menyiratkan nilai prosentase yang tak jauh berbeda dengan hasil survey lapangan yang telah dilakukan sebelum masa pemilihan dimulai. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi pilkada DKI saat putaran pertama dilakukan tempo hari. Kabarnya, salah satu lembaga ini mengakui bahwa mereka memang dibayar oleh salah satu Cagub untuk menggelembungkan suara demi pengakuan publik. Meski demikian, jauh-jauh hari sebenarnya sudah banyak yang mampu menebak bahwa hasil akhir pilkada DKI akan melibas incumbent yang memang sangat buruk kinerjanya. Ditambah lagi dengan faktor emosinya yang tak tanggung-tanggung. Membuat banyak kalangan menyayangkan sekaligus mempertanyakan perubahan yang ia lakukan sesaat sebelum Pilkada. Memang sih ini salah satu jualan kalo lagi mau pilkada. Namun yang lebih patut dicermati lagi adalah soal Dukungan. Rupanya dukungan warga jauh lebih berarti ketimbang Dukungan ...