BlackBerry saat itu sedang berada di puncak kejayaannya. Gegara perkenalan seri Bold 9000 yang fenomenal dengan tombol gulir, Blackberry Messenger atau yang lebih dikenal dengan BBM, dan juga kemampuan Push Email secara real time, membuat banyak vendor lainnya berlomba merilis ponsel dengan bentukan serupa. Termasuk Nokia. Hampir 90% kawan di lingkungan saya berpindah haluan menggunakan BlackBerry. Berangkat dari kebosanan yang melanda saat bermesraan dengan ponsel Symbian Nokia series. Entah karena kebutuhan kerja, sekedar trend ikut-ikutan eksis di BBM, atau malah tak paham cara memakai yang benar. Ada. Demam BlackBerry makin menjadi saat vendor asal Canada itu mengembangkan sistem navigasi trackpad, menggantikan trackball atau tombol gulir yang sebelumnya menghiasi wajah ponsel dengan tingkat kenyamanan keypad qwerty yang luar biasa. Saya sendiri pada akhirnya ketularan menggunakan “BlackBerry” hanya demi mendapatkan kalimat ‘update status via FaceBook from BlackBerry’ yang saat itu...