Skip to main content

Posts

Showing posts with the label uneg-uneg

Selamat Tinggal Kota Batam

Ah… akhirnya tiba juga jadwal keberangkatan pesawat Garuda Indonesia yang kutunggu-tunggu sejak pukul 12 siang tadi. Waktu yang panjang dan melelahkan, mengingat gag banyak aktifitas yang bisa dilakukan. Tidur misalkan. dan ketika sudah berada di ruang tunggu Gate A3 Bandara Hang Nadim Batam dengan waktu kurang lebih 1,5 jam kedepan, rasanya sih gag masalah lagi. Terpenting malam ini, kita pulang. Meskipun perkiraan destinasi sampai di Kota Denpasar, pukul 01.00 dini hari. Jalani saja… Bersyukur selama di Batam, saya melalui banyak kemudahan ketika beraktifitas. Bertemu dengan seorang senior dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar, Bapak Agus Sudarmo, pula seorang kawan lama yang tidak saya kenal sebelumnya lantaran saking kupernya waktu itu, Ibu Dayu Trisuci, Kepala Seksi Permukiman dari dinas yang sama, berasal dari satu almamater, anak Teknik Udayana angkatan 95 yang biasa-biasa saja *uhuk* jadi bisa melewatkan waktu yang akhirnya berjalan sedemikian cepatnya. Perkenalan ini membawa...

Menunggu Akhir Perjalanan di Kota Batam

Matahari ternyata sudah tinggi saat kamar 289 kutinggalkan dalam kondisi berantakan. Sementara perut sudah mulai keroncongan minta diisi. Tapi aku masih saja meragu di kursi panjang lobby hotel sambil memikirkan rencana berikutnya, mengingat waktu yang tersisa masih cukup lama hingga jadwal penerbangan tiba. Kucoba membuangnya sedikit dengan menulisi blog, tulisan tentang Kota Batam tadi. Sambil mengobrol panjang dengan Satker PIP dari Klaten Yogyakarya, yang mengisahkan betapa banyaknya mereka mendapatkan dana bantuan BLM untuk kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan tahun ini. Rp. 32 Milyar, untuk sekitaran 200an Desa di 15 Kecamatan. Buseeet dah. Malah kini merasa belum apa-apa dibanding kesibukan Beliau mengurusi itu semua. Mih… gimana capeknya yah ? Rasa lapar makin menggila. Gag ingin kondisi menurun, aku putuskan untuk jalan-jalan sebentar di seputaran hotel, sekedar mencari tempat makan dan juga obat sakit kepala. Lumayanlah, nemu penjual soto ayam di area food court, seberang hotel. N...

Kisah yang tertinggal dari Kota Batam

Hujan mengguyur deras saat aku tiba di Batu Besar, bandara Hang Nadim kamis pagi lalu. Perjalanan panjang dari Kota Denpasar terhapuskan oleh dingin, mulai menembus dua lapis baju yang kukenakan sejak pagi. dan jalanan mulai dipenuhi genangan air bercampur tanah merah yang berserakan di tepi jalan. Lahan baru yang masih bisa berkembang lebih jauh lagi. Tidak banyak objek wisata yang ada di pulau ini. Orang hanya menjadikan Batam menjadi tempat transit sebelum menyeberang ke Singapura, surga belanja bagi para wanita. Meski demikian, bagi yang minim dana, Batam rasanya sudah cukup memuaskan sebagai tempat perburuan oleh oleh Rasa Singapura. Dari tas, cokelat ataupun makanan khas yang ada di seberang, diimpor pula ke Batam. Termasuk diantaranya souvenir dan baju kaosnya. Sayangnya disini gag ada background yang bisa dipakai untuk foto fake, hanya untuk memastikan status sedang berada di Singapura. *uhuk Kota Batam, kalo gag salah liat sih gag terlalu luas wilayahnya. Untuk bisa muter-mute...

Termenung di Kota Batam

Bersyukur hari ini gag ada agenda penting lagi yang harus dilakoni sehingga tidur bisa jadi sedikit lebih panjang dari biasanya, dan tanpa perlu terburu-buru dengan kewajiban harian layaknya dirumah. Pagi, 13 September 2014, kamar 289 Hotel Harmoni One, Batam Centre. Baru saja tersadar, bahwa seharian kemarin, rupanya kelupaan, gag ada meninggalkan pesan sedikitpun di blog ini padahal janji di tulisan sebelumnya selalu berusaha untuk melaporkan kisah dari Kota Batam selama mengikuti Pertemuan Regional bagi Satker dan PPK Provinsi, Kota dan Kabupaten untuk kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan yang dimulai hari kamis kemarin. Puyeng… dan capek juga ternyata. Seharian duduk dan mendengarkan pemaparan. Berbeda dengan kegiatan kantor yang bisa dikatakan, jarang bisa duduk dengan tenang seharian penuh. Bisa sih sebenarnya, kalau mau kabur dari acara dan berkeliling Kota Batam atau malah menyeberang ke Singapura lebih awal, tapi apa nurani bisa setega itu, mengingat yang namanya posisi Satker baru...