Laiknya jentikan jari Thanos pada film besutan Marvel tiga tahun lalu, jutaan orang menghilang dari peradaban dan hanya menyisakan sebagian yang merasakan kehilangan orang yang dicintai begitu berat. Padahal sesaat sebelumnya masih bisa diajak berkomunikasi, bertatap mata atau melihat sosoknya dari kejauhan. Namun begitu ‘Tap’ semua yang pernah dimiliki hilang begitu saja, menyisakan pedih dan tangis serta kewajiban untuk menjalani hidup tanpa cinta. Demikian halnya dengan penyebaran virus Covid setahun terakhir. Jutaan orang meninggal dunia tanpa bisa memberikan pesan dan rasa cinta pada orang yang dikasihinya. Lantaran Covid membuat umur seseorang hanya bisa dinikmati dalam hitungan hari kedepannya. Mau dilanjutkan atau berhenti sampai disitu saja. Tergantung pada upaya yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika seseorang memiliki komorbid atau penyakit penyerta saat Covid hinggap dan berkembang dalam tubuh, infonya memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi daripada orang ...