Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Budaya

Mengagumi Budaya dan Obyek Wisata Kota Bangkok

Berdasarkan penjelasan dari Tour Guide kami, penduduk di kota Bangkok atau negeri Thailand masih didominasi oleh masyarakat yang beragama Buddha. Itu sebabnya di sepanjang perjalanan, baik di tengah kota, median jalan hingga pinggiran dan pelataran rumah, banyak ditemui adanya patung berhala *eh maaf* yang dihias begitu indah dan megah serta dipuja dan dihormati, baik sebagai sarana Bhakti pada-NYA ataupun dikemas menjadi icon pariwisata untuk menarik jutaan wisatawan dari penjuru Dunia. Tidak bisa dibayangkan jika kemudian FPI sampai berkuasa disini, yakin banget kalo semua patung dan juga monumen yang ada, bakalan dihancurleburkan rata dengan tanah lantaran dianggap haram… Lokasi pertama yang diperkenalkan adalah Reclining Buddha atau Buddha Tidur. Disini ada banyak cerita yang dinikmati lewat ornamen dan juga lukisan yang mengisahkan perjalanan Sang Buddha dengan perwajahan yang sangat menarik. Demikian halnya dengan pilar-pilar raksasa yang ada, dipenuhi pola unik yang jujur saja ...

Antara Rangda, Rarung dan Celuluk

Diantara sekian banyak sosok sakral yang begitu populer di Bali, nama besar Rangda, Rarung dan Celuluk barangkali akan langsung mengingatkan pada satu lakon Calonarang, satu cerita yang hingga kini masih kerap dipentaskan oleh desa-desa adat Bali disela hiruk pikuknya upacara yadnya. Namun ada juga pementasan yang dilakukan dengan melibatkan salah satu diantaranya yaitu Rangda dalam lakon Barong Dance untuk kepentingan Komersial dan pengenalan Budaya Bali kepada para Wisatawan mancanegara. Rangda seperti yang dikenal oleh seluruh Umat Hindu di Bali, merupakan satu sosok makhluk yang menyeramkan, digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku, lidah, dan payudara yang panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam. Namun sesungguhnya kata Rangda menurut Etimologinya, berasal dari Bahasa Jawa Kuno yaitu dari kata Randa yang berarti Janda. Rangda adalah sebutan janda dari golongan Tri Wangsa, yaitu Waisya, Ksatria dan Brahmana. Se...

Mengenal Barong Landung

Lima sosok tinggi besar itu tampak berjalan beriringan ditengah keramaian umat Hindu yang berjejal, beradu padu suara gambelan Batel, saat matahari masih bersemu merah diujung timur sana. Barong Landung. Merupakan salah satu wujud susuhunan yang dikeramatkan oleh umat Hindu di Bali, dipuja sebagai simbol sejarah yang sangat kelam di masa lalu.  Sebuah Pralingga sekaligus perisai bagi desa-desa yang terancam kegeringan. Ditarikan sepanjang jalan desa dengan harapan dapat menimbulkan energi gaib, semacam tenaga baru, seperti yang dilakukan Dewa Siwa dengan tarian dandawa-nya untuk mengembalikan roh kehidupan. Ada banyak versi cerita yang dapat diungkap untuk mengetahui sejarah keberadaan Barong Landung di tanah Bali. Salah satunya seperti yang diceritakan oleh Pande Ketut Wena (BaliPost/2005) . “Bersumber pada kisah Sri Jaya Pangus, raja Bali dari dinasti Warmadewa, dimana kerajaannya berpusat di Panarojan, tiga kilometer di sebelah utara Kintamani yang dituduh telah melanggar adat ...

Mengenal Barong

Bagi saya pribadi sosok sakral yang satu ini merupakan salah satu daya tarik mengapa para wisatawan mancanegara begitu penasaran dengan Bali, diluar keindahan alamnya. Ketertarikan tersebut saya yakin dirasakan pula oleh sebagian besar umat Hindu dan penduduk Bali lantaran pesona magis maupun penampilannya yang begitu mengigit. Untuk pertama kalinya saya mengabadikan beberapa sosok Barong yang biasanya disakralkan oleh Umat Hindu kalau tidak salah, jaman perkuliahan. Meminjam sebuah kamera analog, sayapun berangkat menuju Art Centre, dimana di salah satu gedungnya terdapat berbagai macam Barong yang dipajang lengkap dengan cerita atau historynya. Barong menurut I Made Bandem, adalah topeng yang berwujud binatang mitologi yang memiliki kekuatan gaib dan dijadikan pelindung masyarakat Bali. Dilihat dari ikonografi topeng-topeng barong yang ada di Bali, nampak adanya perpaduan antara kebudayaan Bali Kuna dengan kebudayaan Hindu, khususnya kebudayaan Hindu yang bercorak Budha. Topeng-tope...

Mari Mengenal Wayang Kulit

Wayang kurang lebih berasal dari Bayang. Bayang-bayangan kulit yang ditatah dengan nilai seni tinggi inilah yang ditonton orang dari balik layar dengan bantuan suluh lampu belencong , bergerak menghidupkan satu lakon diiringi lantunan gender, membuat orang bersorak sorai, bertepuk tangan, mencemooh terkadang menangis. Inilah Wayang Kulit . Wayang hingga saat ini dipandang sebagai warisan Indonesia Purba –Pra Hindu, dimana baik tanah Jawa maupun Bali, Wayang telah dikenal dengan baik. Di Jawa Barat, dikenal adanya Wayang Golek yang terbuat dari kayu, dipentaskan tanpa kelir dan mengambil lakon dari ceritera Islam. Di Jawa Timur terdapat pula Wayang Klitik atau Krucil , terbuat dari kayu pipih dan mengambil ceritera Damarwulan. Ada juga Wayang Tingul dimana serupa dengan Wayang Golek hanya tanpa badan, digerakkan dengan memasukkan tangan kedalamnya dan juga Wayang Wong dimana Manusia-lah yang menjadi Wayangnya. Pertunjukan Wayang Kulit biasanya sangat erat kaitannya dengan upacara Ru...

Ogoh-Ogoh Kota Denpasar Tahun 2011

Entah mengapa ketika mencermati penampilan beberapa Ogoh-Ogoh di seputaran Kota Denpasar nampaknya lebih banyak terinspirasi dari Juara Pertama Lomba Ogoh-Ogoh yang diselenggarakan Walikota Denpasar Tahun 2010 lalu. Chandra Bhairawa buah karya Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat. Ogoh-ogoh yang menampilkan banyak perwajahan (dibuat dan disusun sedemikian rupa) tiga hingga sembilan wajah ditambah dua tiga pasang tangan, beraksi dengan pose yang nyaris sama. Untuk Ogoh-ogoh berukuran besar didominasi dengan bahan gabus sebagai bahan dasar pembuatan sehingga memungkinkan terbentuknya otot dan lekukan tubuh sekecil dan sedetail apapun. Pose dan aksi mereka juga lebih banyak menantang, dari yang hanya berpegangan pada sebuah bambu, pohon, senjata ataupun kayu atau bahkan layaknya sedang terbang. Berkat pewarnaan dan hiasan yang diberikan, ogoh-ogoh yang tahun ini ditampilkan kembali di seputaran Alun-Alun Kota Denpasar ini jadi semakin hidup. Dibandingkan Tahun lalu, secara ju...

Mengenal Hari Raya Nyepi ; Tahun Baru Caka 1933

Pagi itu terasa lengang, hari berlalu seakan tak bernafas. Panas terik yang berasa makin menyengat tak pupuskan tawa ceria kami asyik bermain disepanjang jalan. Nyepi adalah satu-satunya hari yang paling kami nanti saat kecil dulu. Hari dimana kami bisa lepas bermain sejak pagi hingga sandya kala tanpa harus diganggu raungan motor dan laju kencangnya mobil dijalan depan rumah, walau sesekali harus kabur ke segala arah menghindari hardikan para Pecalang yang tampak garang di kejauhan. Malam haripun biasanya kami lalui dengan duduk bersenda gurau dikegelapan tanpa penerangan secuil pun. Berjalan menyusuri sepanjang jalan Nangka dari ujung Selatan hingga Utara sepertinya tak pernah memberi rasa lelah sedikitpun karena para tetangga selalu siap menyambut kami dengan segelas kopi dan beberapa penganan. Nyepi tidaklah sesepi yang dibayangkan orang. Hari Raya Nyepi adalah hari  yang dirayakan oleh Umat Hindu setiap kali mereka menyambut T ahun Baru yang disebut pula sebagai Tahun Baru Caka....

Pecalang Perangkat Keamanan Panutan Desa Adat Bali

Dalam beberapa hari kedepan, sosok tangguh yang satu ini bakalan kerap dijumpai disepanjang jalan pula Bali. Mereka akan hadir disetiap ujung jalan maupun persimpangan menjaga keamanan dan juga ketertiban pelaksanaan hari suci yang dipaling ditunggu-tunggu oleh semua umat Hindu. Tahun Baru Caka Hari Raya Nyepi 1933. Pecalang adalah perangkat keamanan yang hadir disetiap desa adat yang secara tradisi diwarisi turun temurun dalam budaya Bali. Memiliki tugas untuk mengamankan dan menertibkan desa adat baik dalam keseharian maupun dalam hubungannya dengan penyelenggaraan upacara adat atau keagamaan. Pada Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka, para pecalang ini melakukan ronda dari pagi hingga malam untuk memantau ketertiban pelaksanaan Brata Penyepian . Pakaian yang dikenakan dari satu daerah ke daerah lainnya bervariasi, namun pada umumnya tidak menggunakan baju atau atasan, sehingga penampilan Pecalang sekaligus sebagai ajang pamer kekekaran bidang tubuhnya. Meski demikian, ada juga pec...

Ogoh-Ogoh Gagah Dahulu dan Kini

Mengunjungi Bali belumlah lengkap jika belum menyempatkan diri untuk menonton arak-arakan Ogoh-Ogoh yang dilaksanakan setiap Tilem Sasih Kesanga atau Malam sebelum Umat Hindu merayakan Tahun Baru Caka yang dikenalpula dengan istilah Nyepi. Sebagai sa;ah satu produk seni Budaya Bali, Ogoh-ogoh hingga kini telah banyak mengalami perkembangan. Baik dari bahan dan cara pembuatannya, hingga penokohan atau makna yang dibawakannya. Jika pada era tahun 90an, Ogoh-ogoh yang dibuat umumnya berwujud makhluk-makhluk menyeramkan dimana rangkanya dibuat dari dari bambu lalu dibungkus dengan kertas, kain atau benang pada bagian-bagian tertentu, maka pada tahun terakhir, jelas sangat jauh berbeda. Tak hanya dari segi rangka, bahkan secara keseluruhan Ogoh-ogoh lebih banyak dibuat dari bahan Gabus. Selain ringan, Kelebihannya lantaran Gabus lebih mudah dipahat dan dibuat menjadi macam-macam bentuk yang diinginkan tanpa memerlukan banyak waktu dan tenaga seperti halnya merakit bambu. Sayangnya secara f...

Mengenal Punakawan dalam cerita Wayang Kulit

Menyambung tulisan Mari Mengenal Wayang Parwa sebelumnya, ada beberapa tokoh Punakawan yang dikenal sebagai para pembantu dan pengasuh setia Pandawa dalam cerita atau lakon pewayangan. Dalam wayang kulit, punakawan ini paling sering muncul dalam babak pertujukan yang berisi lelucon maupun wejangan. Ada beberapa versi Punakawan yang dikenal berdasarkan daerah perkembangan wayang kulit. Untuk versi Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal nama-nama seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Dalam versi Jawa barat dikenal nama  Semar, Cepot, Dawala dan Gareng. Sedang dalam versi daerah Bali dikenal nama Tualen, Merdah, Sangut dan Delem. Tualen (tualèn) atau Malen merupakan salah satu tokoh punakawan (bahasa Bali par?kan) dalam tradisi pewayangan di Bali. Karakternya mirip dengan Semar dalam pewayangan Jawa. Dalam tradisi pewayangan Bali, Tualen digambarkan seperti orang tua berwajah jelek, kulitnya berwarna hitam, namun ...

Mari Mengenal Wayang Parwa

Wayang merupakan seni tradisional bangsa Indonesia yang telah dikenal sejak masyarakatnya masih menganut paham kepercayaan animisme, pemujaan roh nenek moyang yang disebuh sebagai Hyang dalam bentuk arca atau gambar, berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan wayang saat ini telah diakui UNESCO tepatnya pada tanggal 7 November 2003 sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) . Ada dua versi wayang yang dikenal sejauh ini, versi wayang yang dimainkan oleh orang dengan memakai kostum dikenal sebagai wayang orang dan versi wayang berupa sekumpulan boneka yang dimainkan oleh dalang diantaranya berupa wayang kulit atau wayang kayu. Cerita yang dikisahkan dalam pagelaran wayang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana. Di kalangan masyarakat Bali, Wayang kulit yang paling populer adalah Wayang Parwa yang ditenggarai terdapat diseluruh Bali. Wayang Parwa a...

Merekam Budaya lewat Teknologi

Hari Raya Nyepi baru saja usai. Dari sekian banyak proses menuju hari yang disucikan oleh Umat Hindu tersebut, beberapa diantaranya bisa jadi sangat dinanti oleh sebagian masyarakat. Entah itu berkaitan dengan kelangsungan upacara, keramaian hingga estetis budaya dan pernak perniknya. Ada untungnya juga bahwa kini adalah masa berkembangnya Teknologi. Satu keuntungan dimana umat manusia dipermudah aksesbilitasnya terhadap segala bentuk aspek kehidupan yang diharapkannya. Orang tak lagi harus berada dilokasi kejadian karena sudah sedemikian banyak orang lain yang berusaha mengabadikan setiap momen tertentu dalam bentuk gambar bergerak ataupun diam. Jejaring sosial menjadi ajang bertemunya semua kepentingan. Dari yang sekedar ingin tahu, keinginan untuk eksis dan mencoba menampilkan ketrampilan yang dimiliki agar diketahui banyak orang. FaceBook merupakan salah satu yang paling dinanti. Berkawan dengan orang-orang yang memiliki ketrampilan khusus dalam kemampuannya dalam mengabadikan seti...