Skip to main content

Posts

Showing posts with the label PNPM

Giveaway Kotaku dan Newsletter Perdana

Hari pertama ngantor pasca Isolasi Mandiri, dibikin kaget oleh Tim Kotaku Badung. Selain menitipkan bingkisan GiveAway yang diselenggarakan akun IG @korkot_bali tempo hari, ternyata diam-diam mereka melahirkan Newsletter edisi perdana, WARTA KOTAKU. Yang bikin senyum-senyum pas baca Media Informasi Seputar Program KOTAKU Kabupaten Badung ini adalah profil Tokoh yang diangkat. Ada Bu Dek Sudiati, Koordinator BKM dari Kelurahan Kuta yang belakangan saya pantau aktifitasnya di media sosial, lebih banyak menyasar ke pengolahan sampah dan Urban Farming. Sangat menginspirasi tentunya.  Bisnis Urban Farming sendiri banyak diminati oleh kawan-kawan di sosial media, ditengah pandemi Covid-19. seperti misalkan ajik made Wirautama yang rajin berbagi info di akun Twitternya tentang hobi yang serupa. #KOTAKUbadung #KOTAKU #badung #KotaTanpaKumuh

Pembekalan KPP, Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara Kotaku Kabupaten Badung

…mengambil kesempatan pada hari Minggu 27 November 2016 lalu, di ruang rapat bersama Kelurahan Kuta, Tim Kotaku menyelenggarakan kegiatan yang ditujukan kepada 11 BKM yang berasal dari 2 Kecamatan, Kuta dan Kuta Utara di lingkungan Kabupaten Badung. Dalam kegiatan ini mengundang narasumber dari Pemda yang ditugaskan untuk menyampaikan materi terkait teknis pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang pernah dibangun pada periode sebelumnya, untuk dapat memberikan manfaat yang baik dalam jangka panjang bagi masyarakat setempat. Melewati sebuah diskusi yang hangat, tidak kurang ada sepuluh penanya dari peserta yang hadir dalam sesi tersebut, menyampaikan keluhan, masukan hingga apresiasi terhadap apa yang sejauh ini telah dicapai oleh Tim Kotaku yang merupakan wujud perubahan bentuk dari kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan maupun Pemda terkait baik dalam hal penanganan infrastruktur di lingkungan perumahan dan permukiman hingga bantuan perseorangan berupa bedah rumah yang menyasar ...

Akhir Kisah Perjalanan di PPIP

Mendapatkan promosi di posisi Kepala Seksi Permukiman akhir April tahun 2013 lalu, rupanya memberikan banyak penugasan baru yang mau tidak mau harus saya lakoni mengingat secara legalitas Surat Keputusan yang ada, melekat pada jabatan struktural yang diemban. Maka itu selain mengurusi 62 paket Jalan Lingkungan, saya pun dipaksa terjun bebas menangani kegiatan bersumber dana APBN dengan 2 jenis berbasiskan pemberdayaan masyarakat yaitu PNPM Mandiri Perkotaan dan PPIP atau Infrastruktur Perdesaan. Bagi orang baru yang didorong jatuh untuk memahami semua kegiatan termasuk istilah yang ada didalamnya, tentu membuat kelimpungan kondisi lahir bathin saat BPKP turun melakukan pemeriksaan sementara saat itu nyaris tidak ada transfer knowledge dari pejabat lama maupun pimpinan yang secara kesehatan bisa dikatakan sudah tidak memungkinkan lagi. Minimnya kehadiran pelaku pelaksana menjadikan proses berjalannya pemeriksaan kacau balau, mengingat sebagai pejabat baru di posisi tersebut, tidak ada h...

Mimpi Buruk Minggu ini

Gula Darah 292 mg/dl *sangat tinggi… Kolesterol 214 *tinggi juga… Tekanan Darah 100/90 *lha kok malah rendah… Pening, banyak agenda menunggu minggu ini… (Selasa, 16 September, 08.16 PM) Minggu ini penuh dengan Mimpi Buruk… baru saja melewati Satu diantaranya, dan Besok harus bersiap menghadapi yang lainnya… (Senin, 15 September, 03.58 PM) Hanya dua kabar yang sempat saya sampaikan per minggu ini… Capek, letih… Banyaknya agenda dan rencana yang harus dijalani membuat kondisi saya turun sedemikian rupa. Cukup membuat mood ngilang dengan sendirinya. Sepertinya memang jadi alasan kuat untuk beristirahat. Tapi kapan ? Saking bingungnya mengatur jadwal, ada beberapa kegiatan yang malah kemudian tidak bisa terakomodir. Entah apakah kawan lain bisa menerima kondisi ini atau tidak. Pastinya, minggu ini semua campur aduk jadi satu. Fiuh… (&_&) Agenda terakhir hari inipun sudah terlewati… Tinggal menunggu Agenda selanjutnya...

Selamat Tinggal Kota Batam

Ah… akhirnya tiba juga jadwal keberangkatan pesawat Garuda Indonesia yang kutunggu-tunggu sejak pukul 12 siang tadi. Waktu yang panjang dan melelahkan, mengingat gag banyak aktifitas yang bisa dilakukan. Tidur misalkan. dan ketika sudah berada di ruang tunggu Gate A3 Bandara Hang Nadim Batam dengan waktu kurang lebih 1,5 jam kedepan, rasanya sih gag masalah lagi. Terpenting malam ini, kita pulang. Meskipun perkiraan destinasi sampai di Kota Denpasar, pukul 01.00 dini hari. Jalani saja… Bersyukur selama di Batam, saya melalui banyak kemudahan ketika beraktifitas. Bertemu dengan seorang senior dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar, Bapak Agus Sudarmo, pula seorang kawan lama yang tidak saya kenal sebelumnya lantaran saking kupernya waktu itu, Ibu Dayu Trisuci, Kepala Seksi Permukiman dari dinas yang sama, berasal dari satu almamater, anak Teknik Udayana angkatan 95 yang biasa-biasa saja *uhuk* jadi bisa melewatkan waktu yang akhirnya berjalan sedemikian cepatnya. Perkenalan ini membawa...

Menunggu Akhir Perjalanan di Kota Batam

Matahari ternyata sudah tinggi saat kamar 289 kutinggalkan dalam kondisi berantakan. Sementara perut sudah mulai keroncongan minta diisi. Tapi aku masih saja meragu di kursi panjang lobby hotel sambil memikirkan rencana berikutnya, mengingat waktu yang tersisa masih cukup lama hingga jadwal penerbangan tiba. Kucoba membuangnya sedikit dengan menulisi blog, tulisan tentang Kota Batam tadi. Sambil mengobrol panjang dengan Satker PIP dari Klaten Yogyakarya, yang mengisahkan betapa banyaknya mereka mendapatkan dana bantuan BLM untuk kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan tahun ini. Rp. 32 Milyar, untuk sekitaran 200an Desa di 15 Kecamatan. Buseeet dah. Malah kini merasa belum apa-apa dibanding kesibukan Beliau mengurusi itu semua. Mih… gimana capeknya yah ? Rasa lapar makin menggila. Gag ingin kondisi menurun, aku putuskan untuk jalan-jalan sebentar di seputaran hotel, sekedar mencari tempat makan dan juga obat sakit kepala. Lumayanlah, nemu penjual soto ayam di area food court, seberang hotel. N...

Kisah yang tertinggal dari Kota Batam

Hujan mengguyur deras saat aku tiba di Batu Besar, bandara Hang Nadim kamis pagi lalu. Perjalanan panjang dari Kota Denpasar terhapuskan oleh dingin, mulai menembus dua lapis baju yang kukenakan sejak pagi. dan jalanan mulai dipenuhi genangan air bercampur tanah merah yang berserakan di tepi jalan. Lahan baru yang masih bisa berkembang lebih jauh lagi. Tidak banyak objek wisata yang ada di pulau ini. Orang hanya menjadikan Batam menjadi tempat transit sebelum menyeberang ke Singapura, surga belanja bagi para wanita. Meski demikian, bagi yang minim dana, Batam rasanya sudah cukup memuaskan sebagai tempat perburuan oleh oleh Rasa Singapura. Dari tas, cokelat ataupun makanan khas yang ada di seberang, diimpor pula ke Batam. Termasuk diantaranya souvenir dan baju kaosnya. Sayangnya disini gag ada background yang bisa dipakai untuk foto fake, hanya untuk memastikan status sedang berada di Singapura. *uhuk Kota Batam, kalo gag salah liat sih gag terlalu luas wilayahnya. Untuk bisa muter-mute...

Termenung di Kota Batam

Bersyukur hari ini gag ada agenda penting lagi yang harus dilakoni sehingga tidur bisa jadi sedikit lebih panjang dari biasanya, dan tanpa perlu terburu-buru dengan kewajiban harian layaknya dirumah. Pagi, 13 September 2014, kamar 289 Hotel Harmoni One, Batam Centre. Baru saja tersadar, bahwa seharian kemarin, rupanya kelupaan, gag ada meninggalkan pesan sedikitpun di blog ini padahal janji di tulisan sebelumnya selalu berusaha untuk melaporkan kisah dari Kota Batam selama mengikuti Pertemuan Regional bagi Satker dan PPK Provinsi, Kota dan Kabupaten untuk kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan yang dimulai hari kamis kemarin. Puyeng… dan capek juga ternyata. Seharian duduk dan mendengarkan pemaparan. Berbeda dengan kegiatan kantor yang bisa dikatakan, jarang bisa duduk dengan tenang seharian penuh. Bisa sih sebenarnya, kalau mau kabur dari acara dan berkeliling Kota Batam atau malah menyeberang ke Singapura lebih awal, tapi apa nurani bisa setega itu, mengingat yang namanya posisi Satker baru...

Terbang (lagi) bersama Garuda Airways

Garuda Airways 401, penerbangan menuju Jakarta, boarding 6.45 pagi dan flight 7.25… sedikit molor dari jadwal keberangkatan yang harusnya sudah dilakukan dua puluh menit sebelumnya. Tapi tak apa, toh gag ada jadwal yang harus kukejar tepat waktu hari ini, karena agenda paling awal baru dimulai selepas makan siang nanti. Aku terbang lagi bersama Garuda. Ini kali kesekian aku kembali menjalani tugas dinas keluar kota, namun ini kali kedua aku melakoninya sendirian, dan kali pertama dengan dua kali penerbangan untuk bisa sampai ke tujuan. Agenda hari ini ada kaitannya dengan penugasanku sebagai Kepala Satuan Kerja sekaligus merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen pada kegiatan P2KP, PNPM Mandiri Perkotaan yang dahulunya kami handle berdua dengan Ibu Kabid Permukiman dan Penyehatan Lingkungan. Meski SK penunjukan belum jua dipegang, namun dalam lampiran Undangan Pertemuan Regional PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2014 bagi Kepala Satian Kerja dan PPK kabupaten/kota yang sedianya dilaksanaka...