BATUR KAMULAN Empu Gandring Cakti, setelah melalui beberapa kesulitan dan rintangan dengan menggendong anaknya, maka pada suatu hari tibalah juga diasrama Madura dan menghadap ayahnya. “Anakku Gandring,” kata Empu Bhumi Sakti “betapa hasil pekerjaanmu kusuruh mencari adikmu?” Empu Gandring Sakti menjawab secara singkat, karena diketahui ayahnya ahli dalam ilmu gaib Duradarsana, dapat melihat alam yang dekat maupun yang jauh, tidak berani ia bercerita yang tidak sebenarnya “Pekulun ayah pendeta, adik Empu Galuh bermaksud akan mengusahakan kamoksan, meniru Dharmanya seorang Brahmana suci. Ia kini dijadikan sebagai Kili (pelayan perempuan) oleh Hyang Tohlangkir, mengganti dan digelari Sang Kul Putih.” Sangat sukacita ayahnya mendengar keterangan Empu Gandring Cakti. lalu ia pun berkata. “Hai anakku Gandring, ayah telah tahu dengan keadaan dan maksud adikmu, kini aku ingin meninjau asrama adikmu Empu Galuh, engkau tinggallah diasrama ini. Kini telah selesal tug...