Tempo hari sempat viral di akun Thread soal postingan para selebgram, akun centang biru ataupun motivator sosmed, yang terpantau menggunakan jasa prompt AI lantaran menggunakan beberapa frasa seragam. Seperti -disitu saya terdiam- atau -lalu tertawa kecil- 😅 bahkan dijadikan template joke tambahan pas membuat reply atau bahkan post baru sarkas.
Dua puluh tahun saya menulisi blog www.pandebaik.com rasa-rasanya sih gak pernah sampe memanfaatkan AI ataupun aplikasi semacam ChatGPT untuk membuat tulisan dengan tema original bahkan tema pesanan orang, yang mana draft tulisannya belum disiapkan. Berbeda dengan post tertentu berbau ads, hasil ketikan orang yang memang meminta backlink ke laman lain dengan perjanjian pembayaran. Meski dengan menggunakan beberapa jasa pemeriksa AI secara online, 70an % pemikiran pribadi yang saya tuliskan tersebut disimpulkan sebagai hasil AI. Tapi... pas saya masukkan beberapa kalimat dari laman buku tahun dodol, hasilnya sama juga. 😅 Emejing sekali.
Menurut pendapat beberapa orang yang paham akan hasil tulisan AI, katanya sih isinya terlalu rapih dari sisi tema, struktur tulisan, ada kalimat pasifnya, ada ujaran, ada emosi, ada kutipan. Lengkap hadir dalam satu tulisan. Yang mana hasil pemikiran orang normal pada umumnya cenderung berantakan. Namun justru karena berantakan itu pula terkadang tulisan seseorang jadi lebih asyik untuk dibaca, seakan memang mengenal sosok orang yang menceritakan hal itu. Sementara kalau hasil AI, rerata gak ada jiwanya.
Kalian sendiri masih betah menulis secara murni isi kepala, Hai blogger-blogger se-komunitas ?
Comments
Post a Comment