Skip to main content

Posts

Showing posts with the label InTan Pradnyanidewi

Channel Dua Bocil, bikin Kaget dan Heran

Semua cerita kali ini berawal dari permintaan nginepnya si bungsu bareng bapak saban malam minggu, yang kali ini jatuhnya ya malam kemarin. Ara seperti biasanya membawa serta sebuah perangkat tabletpc produksi jadul, Samsung Galaxy Tab 3V sebagai bekal hiburannya sebelum tidur. Meski begitu, jam istirahatnya gak pernah sampai larut malam. Buktinya, begitu jam menunjukkan pukul 9 lebih, ia selalu menyerahkan tabletnya tersebut dan meminta saya untuk melakukan charging sementara yang bersangkutan memilih untuk memejamkan mata dan tidur pasca mencium bapaknya. Cuma yang ingin saya ceritakan adalah kekagetan malam kemarin saat mengetahui ia dan kakaknya melakukan upload video ke akun YouTube pada email yang tercantum di tabletpc tersebut. Edan… Siapa yang mengajarkan ? Jadi pas baru tiba di kamar tidur, sembari menonton beberapa video hasil unduhannya lantaran sinyal internet yang terdeteksi dari wifi rumah tidak sekuat kamar di bawah, yang mana salah satunya menampilkan video atas nama di...

Punya Anak PG (lagi)

Lama gak berkabar tentang putri putri kami, di tahun 2016 ini malah sudah punya anak PG (lagi). Kali kedua. Ya, di usianya yang menginjak 3,5 tahun kini giliran Intan bersekolah di TK Lokasari. Itupun karena keinginannya bersekolah makin lama makin besar, setelah melihat banyaknya fasilitas mainan anak di pelataran halaman sekolah. Hmmm… Namanya juga anak anak. Seperti halnya si kakak yang begitu masuk PG memiliki perwajahan gembul, Intan pun demikian adanya. Cuma ia jauh lebih tabah dan berani, sekaligus punya temperamen keras. Jauh lebih keras dari kakaknya. Weleh… Sudah begitu, ia juga lebih cuek. Menjadikannya sedikit lebih malas dari si kakak baik dari segi kerajinan masuk sekolah maupun aktifitas dalam kelas. Khusus yang satu ini rasanya sebagian besar isi kepalanya masih dipenuhi dengan keinginan main. He… Ndak sedikit komentar gurunya yang disampaikan langsung maupun lewat kakeknya yang kerap mengantarkannya di hari kerja. Ini anak memang beda kelakuannya. Hahaha… Tapi senang j...

Second Flight with Air Asia

Ini adalah penerbangan kedua saya bersama Air Asia. Setahun lalu pulang pergi kami sudah sempat menikmati layanan si burung merah yang dikenal tepat waktu sebagaimana halnya Garuda Indonesia. Memiliki pengalaman sebelumnya, memaksa saya menyiapkan beberapa hal ketimbang terkaget kaget nantinya begiti berada di dalam pesawat. Pembagian barang. Yang mobile dan mampu menghabiskan waktu sepanjang perjalanan tentu berada di area terdekat, tas selempang. sisanya berada di ransel. Tanpa Bagasi. Toh tidak banyak yang dibawa. Terpenting, uang merah diselipkan di saku jaket sebagai bekal membeli bekal diatas pesawat. Hmmm… jadi ingat iklan Garuda Indonesia deh. All in One. Jauh sebelum masuk ke badan pesawat, semua benda yang melekat disimpan dalam satu tas tansel. Termasuk selempang tadi. Tujuannya agar gak ribet lagi saat menjalani pemeriksaan. Terbukti beberapa kawan tertahan di Imigrasi, setelah bawaan mereka tak lolos sensor dan harus dikeluarkan jika ingin melanjutkan terbang. Sesaat ...

InTan dan QZ 520 ETA

InTan dan QZ 520 ETA Intan baru bisa tidur saat kutinggalkan tadi. Menurut Ibunya, ia tak sekalipun memejamkan mata sejak pukul satu tengah malam. Keluhannya masih sama. Sakit pada perut, dan demam. Dokter Anak yang kami temui jumat sore kemarin sempat menyampaikan, bahwa jika sampai hari ketiga Intan masih demam, ia harus segera melakukan cek darah. Kemungkinan besar Demam Berdarah. Namun mengingat historisnya yang sempat mengalami Typhus, kami sudah mulai khawatir karena Intan cukup lama memerlukan proses untuk menghabiskan makan, entah pagi siang ataupun malam. Susah diberitahu. Intan diputuskan untuk dibawa ke Rumah Sakit. Satu hal yang saya khawatirkan dari kemarin. Mengingat pagi ini saya sudah bersiap terbang dan kini berada di dalam pesawat. QZ 520 ETA Pikiran melayang pada kesibukan mengurus administrasi yang biasanya saya lakukan. Kini, siapa yang harus diandalkan ? Kartu Asuransi Prudentialnya sudah saya titip sebelumnya pada istri. Tapi tidak dengan Askes atau BPJSnya. Berh...

Anak Anak

Terkadang kami sebagai orang tua muda dari 3 putri kecil yang masih berada dalam usia tumbuh kembang, merasa heran. Dari manakah asal energi yang mereka miliki sejak pagi hingga malam menjelang. Aktif. Sangat aktif. Diantara ketiganya, Intan putri tengah kami baru saja masuk usia yang perlu pengawasan ketat baik pengempunya maupun kakek nininya saat kami tinggal bekerja. Rasa rasanya tak ada kamus capek yang ia rasakan kecuali saat tidur siang dan malamnya. Kami sampai kewalahan menimpali setiap aktifitasnya. Sang adik, dalam usia 5 bulanan ini, baru bisa sebatas meminta diambil oleh Bapaknya, jika sudah dilihat baik sepulang kerja ataupun melintas begitu saja. Sementara si kakak, lebih banyak memperhatikan dan kalem, entah karena kenyang akan dimarah atau mungkin paham dengan situasinya kini. Hanya ketika mereka bergabung saja, mulai nampak kenakalannya masing masing. Dari minta digendong shama shama *dengan logat huruf S yang kental, atau saling menimpali obrolan kesana kemari dengan...

Mimpi itu...

‘Bos, ada yang gak beres terjadi pada tim kita Bos…’ ‘Bos, ada yang gak beres terjadi pada tim kita Bos…’ Kalimat itu berulang-ulang terdengar pada telinga disela ingatan yang makin berkurang… Padahal rasanya baru saja kupejamkan mata untuk meninggalkan gelapnya dunia masuk ke dunia lain yang kuharapkan sejak tadi. Suasana yang terekam tak jauh berbeda dengan gentingnya pertempuran ala spionase 007 yang kutonton sebelum tidur tadi. Penuh intrik yang membutuhkan tindakan dan tanggapan secepatnya. Tapi rupanya… ‘pak, pak… pak…’ Suara istri terdengar sayup tapi pasti… ‘Intan ngompol pak… tadi lupa dipakein Pampers…’ *aduh !!!

InTan, Mimik Susu dan BaBa

Saban pagi hari, teriakan anak satu ini bakalan kedengaran hingga kamar mandi. Memanggil Neneknya sembari meminta mimik susu sebotol lagi. Entah sudah botol ketujuh atau kedelapan sejak malam tadi, hanya neneknya saja yang tahu. Bergantung pada berapa banyak botol yang dicuci, karena kami hanya menyediakan 4 buah botol susu siap seduh sebelum tidur. Dan Intan memang lebih memilih tidur bersama neneknya ketimbang Bapak Ibunya. Intan kini sudah menginjak usia 3 tahun. Jalan 4. Perawakannya kini sudah mulai terlihat gemukan, mungkin lantaran mimik susu yang berlebih saat malam ia tidur. Meski begitu tumbuh kembangnya cukup mengejutkan. Karena di usianya kini, ia tampak fasih menyanyikan beberapa lagu anak secara lengkap. Seperti Balonku, Naik Gunung, Kasih Ibu atau tembang rare Putri Cening Ayu. Sekitar pukul 6 pagi, Intan akan kembali terbangun dan meminta kembali sebotol susu, sesi final sebelum ia mandi dan bersiap mengantarkan kakaknya sekolah. Namun sebelum itu dilakukan, ia pun siga...

Liburan Panjang edisi Januari

Hujan deras mengguyur Kota Denpasar Selasa pagi 20 Januari 2015 sejak dini hari tadi, membatalkan semua rencana yang sudah kami susun rapi sejak kemarin. Efeknya, Mirah putri pertama kami memilih untuk tetap berada di balik selimutnya meski waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kosong sembilan. Sementara Intan putri kedua kami, meskipun sejak pagi sudah mandi dan wangi, iapun memilih leyeh leyeh bersama Bapaknya di tempat tidur sambil mimik susu. Liburan Panjang edisi Januari Empat hari sejak sabtu kemarin semua PNS *kalo tidak salah* mendapatkan edaran cuti bersama dalam rangka kaitannya dengan Rahinan gumi Siwaratri yang jatuh pada hari senin kemarin. Selasa jadi ikutan libur karena ada anggapan bakalan begadang pada hari Senin malamnya sehingga Selasa masih dapat beristirahat dengan baik. Namun bagi kami, liburan panjang macam begini tentu gag akan dilalui begitu saja tanpa rencana. Meski sudah ada yang bisa berjalan, namun khusus hari ini semuanya buyar. Olahraga bersama Ini kali pe...

Gejala Typus untuk Intan

Panas badannya mulai meninggi, sekitar 39,8 derajat di malam kedua ini. Kamipun berembug singkat dan memutuskan untuk secepatnya melarikan Intan ke Rumah Sakit terdekat. Kartu Prudential atas namanya pun segera kupastikan berada didompet. Untuk berjaga-jaga pada kemungkinan terburuknya. Di lorong pintu masuk sebelah UGD RS Bhakti Rahayu, selama setengah jam kami masih menunggu. Disebelah kami ada beberapa pasien rawat jalan yang masih menunggu panggilan. Artinya kami mendapatkan prioritas paling akhir. Jawaban pihak RS pun cukup membuat kami kebingungan, saat kami mencoba minta didahulukan. “Belum mengalami kejang kan pak ?” *lha apakah anak kami baru akan ditangani jika sudah mengalami kejang ? Apakah harus menunggu kejang dulu baru ada tindakan ? Meh… Setelah ijin pada beberapa pasien lainnya yang secara kepentingan hanya untuk memeriksakan kemajuan mereka, kamipun diberikan peluang masuk lebih dulu mengingat Intan saat itu mulai mengigau dan menangis. Waktu menunjukkan pukul 11 mala...

GA606 9.25 PM

Mata ternyata masih jua belum bisa terpejam. Padahal penerbangan sudah hampir dua jam lamanya. Sempat mampir tadi ke toilet belakang sambil ber-Selfie *uhuk *tampak wajah wajah lelah yang tertidur dengan posisi yang gag menentu. Waktu sudah menunjukkan pukul 9.25 malam. Sementara perjalanan perkiraan akan tiba satu jam kedepan. Kecepatan pesawat terpantau sekitar 800 km/jam, rasanya. Tapi memang, jam jam segini mata biasanya belum mengantuk. Kalo dirumah sih, jam segini biasanya masih diganggu Intan putri kedua kami, yang minta diputerin ‘ba ba’, sambil ngedot susu dan kelonan wajib dengan Bapaknya. Ohya, ‘ba ba’ adalah sebutan dari Intan untuk perangkat tabletpc Samsung Galaxy Tab 7+, ‘ponsel’ saya terdahulu yang kini sudah dihibahkan pada kedua putri saya tadi, dimana istilah ‘ba ba’ diingat setelah ia menyukai video Banana yang dinyanyikan oleh empat Minions mungil, salah satu trailer dari film animasi Despicable Me 2. Ah, bagaimana kab...

Antara Intan Pradnyanidewi dengan Mirah Gayatridewi

Jika dibandingkan dengan masa-masa kecil putri pertama kami Mirah gayatridewi, barangkali kelahiran putri kedua kami kali ini terasa sedikit lebih berat, apalagi kalau bukan lantaran kesibukan yang makin padat dan kadang kala membuat jenuh pikiran juga fisik. Namun untuk urusan ngemong, tetaplah jadi nomor satu. Jika dibandingkan lagi dengan publikasi cerita ataupun foto dengan kelahiran putri pertama kami, keberadaan Intan terasa sedikit terlupakan, bisa jadi banyak orang tua yang merasa demikian sama seperti yang saya rasakan. Namun tetap, gambar dan foto kami ambil secara berkala, hanya seperti ungkapan diatas tadi bahwa kejenuhan tidak bisa dibendung, aksi publish di blog pun jadi makin terhambat oleh mood. Intan putri kedua kami katanya lebih mirip wajah bapaknya waktu kecil, demikian halnya dengan marah-marahnya *uhuk Namun karena ini putri kedua, sayapun tetap berharap secara wajah bisa secantik kakaknya atau minimal mengambil wajah ‘bali’ ibunya, bukan boros wajah Bapaknya. Aga...