Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bedah Rumah

Bantuan Rumah Layak Huni Kabupaten Badung

Pemerintah menjamin hak setiap warga negara untuk menempati, menikmati, dan/atau memiliki rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur. Hal diatas merupakan amanat yang tertuang dalam Undang-undang nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang kini telah disesuaikan dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.  Hal ini diterjemahkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung, dari pertama kali dibentuk pada tahun 2017 yang lalu hingga hari inipun masih tetap menjalan tugas, melakukan verifikasi data usulan bantuan rumah layak huni dari masyarakat desa serta kelurahan.  Masih adanya masyarakat Kabupaten Badung yang menempati rumah tidak layak huni, merupakan efek samping dari masa pandemi covid-19 kemarin, dimana cukup banyak masyarakat yang dirumahkan sehingga mengalami kesulitan dalam melaksanakan perbaikan ataupun pembangunan rumah.  Tim dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perumahan R...

Dikit Lagi soal Video Pendek BRLH

Tema : Apakah yang diajukan oleh Perbekel/Lurah sudah pasti dapat Bantuan ? “GUS, yen disubane bo ajuange ken pak perbekel utawi Lurah ke Perkim, bo pasti maan bantuan ao ? Pang beneh uli jani kal silihang pipis bedik di LPD anggo mebersih…” “Meh,ngoyong malu… binsep orahine men. Yuk Gas…” Adeganne bisa Meyta ngajak Pak Ade Candra sliwar sliwer ngabe papan form ngajak calon penerima “Disubane uaulange ken pak kel utawi Lurah, nyanan ade tim ne Pak Ade Candra uli Perkim tuwun ke lokasi ngecek saje ken sing lan layak ape sing usulan to maan bantuan. Yen dianggap layak, adan awake ajuange ke pak Bupati dadiange SK Penerima. Nah minimal ade jeda waktu to antara 3-6 bulan yen aget pak pemerintah ne ngelah pipis, mare sida maan bantuan. Keto De…” * Video pendek dibuat dalam format portrait. Jadi ramah TikTok, juga ramah InstaStory. Yuk kita buatkan…

Lanjut Bikin Video Pendek BRLH yuk

Pola lokasi awal pas pertanyaam bisa di improvisasi. Mau di warung pas mampir minum, atau deng nyongkok nyongkok di parkiran dajan ne pun dadi. Buat se-biasa gen. Ing perlu aken. Pas mau jelasin jawaban pertanyaan, ya ambil video set di lokasi bedik bedik gen. Ane luwung luwung edengang Tema : Bagaimana rupa bantuan BRLH nantinya ? “GUS, (nyaru adane Agus atau panggilan khas nak Bali – kan sing mungkin Ajik tiange ajak ngomong base bali kasar-) Disubane cocok masuk kriteria sebagaimana sambatine jak pak Ade Candra, kenken to goban bantuan ane kal baange jak Pak Giri ?” “Atah,jani edengange men… yuk Gas…” “Bantuan umah uli Perkim to nak baange dalam bentuk uang nu me transper ke rekening penerima langsung. Ing misi jokot i anu keme mai. Murni maan 55 juta. Nyanan De langsung ne membangun, dan umahne to pragat dan langsung ditempati. Sangkalan harus finishing lantai me keramik, tembok me cat, raab genteng lan misi plapon… Care umahne ...

Bikin Video Pendek BRLH yoook

Nyambi monitoring Bantuan Rumah Layak Huni rasanya asik juga kalo dibuatin video pendek soal hal-hal yang kerap ditanyakan oleh masyarakat soal Bedah Rumah Dinas Perkim. Apa aja, simak yuk… Tema : Siapa saja yang bisa mengajukan BRLH LOKASI AWAL : Basement atau ruangan Bidang PR. Set orangnya : 2 orang. 1 mau berangkat ke Petang/lagi menyiapkan berkas survey di meja, 1 orang bertanya dari arah belakang (kanggoang suara ne gen) “Gus, maayarakat nu kenken gen ane dadi baang Bantuan Umah uli Perkim to nah ?” “Yuk Gas…” -ambil set perjalanan ke Petang, Sampai di lokasi, yen ngidaang alihin lokasi masy ane umahne uli di mukak kuri be beru *ngenah miskin* Sambilang ngorahang “Masyarakat ne me-KTP Badung minimal 4 tahun De, dan sing mampu membangun umah, utawi ne sing ngelah umah. Kole pang saje nak nu sing mampu secara penghasilan, de nak ne sugih ngelah mobil baange…” -end- Pak Ade bisa ditambahkan kriteria singkat jelas padat didalamn...

Tentang Inovasi Verifikasi dan Validasi Calon Penerima Bantuan Rumah Layak Huni di Kabupaten Badung

Rahajeng, Selamat Pagi. Berkaitan dengan inovasi Verif dan Validasi calon penerima Bantuan Rumah Layak Huni yang dilakukan oleh Prov NTB, kami di Kabupaten Badung melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman telah melaksanakan hal yang sama dari semenjak Dinas PRKP Badung dibentuk pada tahun 2017 lalu. Adapun proses Verifikasi usulan calon penerima Bantuan Rumah Layak Huni di Kabupaten Badung sampai saat ini masih rutin dilakukan setiap tahunnya, dengan jumlah total verifikasi lapangan 3000an KK/nama. Dari hasil proses Verifikasi tersebut, Kabupaten Badung berupaya membantu mewujudkan Bantuan Rumah Layak Huni di setiap tahunnya, yang bersumber dari dana APBD Badung, sbb. Tahun 2017 : 625 KK Tahun 2018 : 150 KK Tahun 2019 : 565 KK Sedangkan pada tahun 2020 dan 2021, mengingat adanya refocusing anggaran, maka bantuan rumah layak huni untuk sementara masih tertunda dengan menyisakan hasil verifikasi sebanyak 812 KK/nama. Untuk dasar hukum Kriteria Objek rumah dan Sasaran Kepala K...

Anak Tangga, area favorit Rumah baru

Selain keberadaan balkon untuk menyerap sinar matahari pagi, ada satu area lagi yang saya sukai untuk dinikmati, saat sarapan ataupun makan siang. Anak tangga terbawah. Dasar memang udik, baru kali ini bisa menikmati rumah berlantai, area anak tangga terbawah terkadang berubah fungsi sebagai dudukan asyik buat sarapan juga makan siang, karena selain posisi duduknya yang lega, ada sandarannya pula. Jadi lega, karena secara lebar tangga cukup nyaman untuk duduk berdua bareng istri atau anak-anak. Rupanya gak cuma saya saja yang begitu nikmat mengalihfungsikan anak tangga, tapi juga dua kurcaci cilik yang lucu kerap menggunakan area anak tangga terbawah ini untuk aksi mewarnai, ngemil, bermain hingga nonton tayangan favoritnya di YouTube lantaran gak perlu capek memegang perangkat karena ada sandarannya. Maka itu terkadang ibu atau neneknya anak-anak suka ngomel pas area anak tangga terbawah ini full aktifitas. Jadi susah naik ke lantai atas karena musti permisi dulu sama yang menunggui, ...

Bedah Rumah Tainsiat, Sebuah Catatan

Bisa dikatakan bahwa ide untuk merenovasi rumah tinggal yang sejak kecil saya tempati ini, datangnya begitu cepat. Dimulai dengan orat-oret ide bersama dua staf di ruangan, mencoba menata kamar tidur dan kebutuhan lainnya mengandalkan denah eksisting tanpa melakukan penambahan ukuran yang berlanjut pada opsi penambahan lantai. Opsi ini tentu akan diikuti pula dengan penambahan dana anggaran yang jumlahnya cukup fantastis bagi ukuran kami saat itu. Secara sepihak, saya pun meminta tolong pada salah satunya, untuk bisa membantu saya membangun dan mewujudkan desain gambar kasar di tahun berikutnya. Tuhan berkata lain. Secara tak sengaja, kami bertemu keluarga yang dulu pernah dekat. Berpisah lama sejak promosi penugasan yang masing-masing kami dapatkan di bidang berbeda. Berhubung memiliki masa lalu yang erat, tepatnya semenjak saya menjadi pegawai negeri sipil tahun 2005 silam, ia menyanggupi permintaan kami untuk membangun impian menjadi kenyataan. Secara finansial, bisa dikatakan kami ...

Menikmati waktu di balkon teras rumah

Salah satu impian saya dalam mendesain sebuah rumah milik sendiri adalah keberadaan balkon atau teras di lantai atas, menghadap arah matahari. Timur dan barat. Arah timur akan bisa dinikmati dengan maksimal pada pagi hari, untuk menyerap anugerah sinar dan panasnya yang luar biasa. Sementara arah barat, bisa dinikmati saat hari memasuki masa senja dimana ia berpisah sebentar untuk pulang. dan kali ini pun sudah terwujud jua. Cuma sayang, tak banyak pemandangan bagus yang bisa dinikmati dari sisi atas, di tengah hiruk pikuk dan panasnya cuaca Kota Denpasar. Belasan atap dan tingginya pepohonan, mendominasi arah pandangan mata. Namun demikian, saya sangat menikmatinya. Berupaya untuk bisa menikmati waktu bersantai di sela kesibukan, sekedar mencari inspirasi atau ide, bahkan melepas penat.

Bedah Rumah Tainsiat, Akhirnya Selesai Juga

Capek dan Lelah, kurang lebih begitu yang kami rasakan semingguan terakhir, utamanya sebelum dan sesudah agenda Melaspas hari Selasa beberapa waktu lalu. Capek pindahan rumah, mulai dari pengembalian isi dan furniture lama dari gudang yang statusnya disewakan kemarin, juga Lelah karena harus mengatur semuanya dari titik Nol. Pula mengupayakan agar upacara dan prosesi bisa berjalan dengan baik. Namun demikian, ada rasa senang dan gembira karena mencapai progress minggu ke 39 akhirnya proyek Bedah Rumah Tainsiat, selesai juga. fiuh… Tidak hanya mengumpulkan mood buat menuliskannya kembali ke halaman blog dan berbagi cerita pada kalian, tapi juga kesempatan untuk sedikit bersantai di sela kesibukan agar ide menulis mengalir, dan tentu saja kemauan. Damn… yang terakhir ini kalau bukan karena sudah lamany blog belum diUpdate, mungkin yang satu ini ndak bakalan muncul ke permukaan. Setelah Rumah selesai, ternyata masih harus menyisihkan sejumlah bekal untuk membeli dan mencari beberapa kebut...

Bedah Rumah Tainsiat, jelang Minggu ke-33

Salah satu beban polusi terbesar pada saat pembangunan rumah dilakukan pada area permukiman adalah debu. Akibat penggunaan bahan material seperti pasir ataupun semen saat pencampuran dilakukan, atau debu akibat pembongkaran bangunan lama, bisa juga saat prosed pemotongan bahan batu alam sebagai elemen estetis sebuah bangunan jaman now. Kelihatannya tiga hal itu yang pada akhirnya menjadi keluhan dan dialamatkan kepada kami, pemilik maupun pelaksana lapangan selama 33 Minggu terakhir sejak bulan Februari kemarin. Sebuah resiko pasti sebenarnya dari sebuah keputusan besar yang diambil jauh sebelumnya. Adapun progress ‘Bedah Rumah Tainsiat’ hingga jelang Minggu ke-33 ini adalah, pemasangan daun pintu dan jendela, pengecatan dan politur, pemasangan batu tempel estetis tampak luar bangunan serta finishing konstruksi pada beberapa sisi dinding sesuai kesepakatan bersama tempo hari. Kalau boleh di prosentasekan, ya sisanya sekitar 20% lagi kira-kira. Atau malah kurang ? Just info, sesi finish...

Di balik megahnya bangunan berlantai, ada peluh pekerja berjibaku dengan debu semen dan tajamnya paku

Mengambil keputusan untuk merenovasi dan membangun rumah berlantai, bisa dikatakan cukup berat bagi kami berdua. Selain berupaya lebih keras dalam menyediakan kebutuhan dana cash untuk penanganan proses konstruksi, perencanaan matang pra pembongkaran, pindahan barang hingga menyampaikan permakluman pada saudara dan tetangga sekitar rumah. Bahkan hingga proses pembangunan dilaksanakan, kami harus berbagi ruangan agar bisa istirahat dengan nyaman. Sementara saat siang hari, bergantian menggunakan ruang tidur atau jika terpaksa ya berdesakan di satu kasur. Tak jarang, yang dalam kondisi sehat, pilih mengalah tidur di lantai, beralaskan bantalan kursi agar dinginnya tak menyerap hingga ke tulang. Sampai saat tulisan ini diturunkan, progress pembangunan sudah melewati Minggu ke 24 tanggal 28 Juli lalu. Tahapan pekerjaan, masuk ke Acian dan pemasangan plafond pada langit-langit lantai 1 dan perencanaan rangka lantai 2. Mengingat bangunan ini dikeroyok 3 arsitek, ada beberapa penyesuaian desa...

Bertemu Galungan lan Kuningan, Labda Karya lan Rahayu

Progress Bedah Rumah Tainsiat, per minggu terakhir sudah mencapai hitungan ke 23. Tahapan pekerjaan masuk ke acian di beberapa permukaan tembok, menghabiskan waktu terbanyak sejauh ini. Rasanya sudah gak sabar lagi menunggu rumah ini selesai. Bertemu lagi dengan Galungan lan Kuningan. Meski agak meleset dari target awal yang memperkirakan bangunan akan selesai sebelum Galungan tiba, namun apa yang sudah dikerjakan oleh para tukang kami dari Situbondo patut diapresiasi kemajuannya. Itu sebabnya sekali dua setiap minggu, kami selalu menyempatkan sedikit buah tangan sepulang kerja agar mereka bisa lebih semangat dalam menyelesaikan perkerjaannya. Bersyukur, aktifitas kerja tidak terlampau banyak sebagaimana halnya 2-3 tahun lalu. Jadi pikiran bisa jauh lebih fokus ke agenda besar satu ini, meski harus merelakan banyak pengorbanan didalam prosesnya. Demikian halnya dengan Galungan kali ini, bukan menjadi tanggungjawab utama kami, berhubung diambil bergilir dengan kepala keluarga lain, sehi...

Bedah Rumah Tainsiat, sebuah Catatan Singkat

Ada banyak hal yang saya dapatkan kurun waktu empat bulan terakhir, sejak hari pertama pemugaran rumah pasca nunas dewasa ayu atau hari baik ke Geriya Pande di Desa Munggu. Sebuah upaya untuk melakukan renovasi rumah demi masa depan anak-anak dan keluarga yang lebih baik. Bedah Rumah Tainsiat Bertindak sebagai Owner, Pembantu Pelaksana, sekaligus Pengawas. Memberikan banyak tantangan dan pengetahuan baru, akan hal-hal teknis yang sebelumnya hanya bisa didapatkan dari balik meja. Meski sederhana, namun sangat menyenangkan. Minggu kemarin, nyaris tanpa kemajuan. Semua pekerja pulang kampung, mudik lebaran, berkumpul bersama keluarga. Baru jumat usai lebaran ketupat mereka balik kemari… Sementara minggu ini, pintu depan sudah dipasang bersama tembok penyangganya. Beberapa plat beton disekitar bukaan juga sudah mulai dicor. Perkembangan pekerjaan sejak awal pembongkaran hingga minggu terakhir lebih lanjut bisa dilihat pada akun YouTube, playlist Bedah Rumah Tainsiat disini . Rasanya sudah...

Melunasi Hutang pada banyak Orang

Rasanya Plong. Secara perasaan, pikiran dan utamanya tentu saja perkataan. Semua beban yang menumpuk selama ini nyaris hilang begitu saja, berganti dengan rasa capek dan penat. Yang namanya berhutang, saya meyakini gak ada enak-enaknya. Apalagi kalau sampai berhutangnya pada banyak orang. Karena selain dering telepon yang tiada henti setiap hari, pertanyaan yang sama pun kerap dilontarkan dan mendapatkan jawaban yang sama pula dan tentu mengecewakan. Perlu waktu sembilan bulan agar semua hutang itu bisa dilunasi. Rentang waktu yang sangat lama secara pribadi. Tapi ya mau bilang apa, karena keputusan pun tidak bisa diambil secara sepihak, lantaran dalam perjalanannya harus melibatkan dan mempertimbangkan banyak hal. Itupun tambah kenekatan dan pengorbanan. Semua terbayar Lunas dan Tuntas rabu siang kemarin. Wajah-wajah kelihan dinas aka kepala dusun tampak sumringah, karena mereka sejatinya merasakan pula hal yang sama, beban serta tanggungjawab serta hutang pada masyarakat, begitu besa...

Ingatkan Penerima agar tak salahgunakan Dana, Bupati Nyoman Giri Prasta serahkan Hibah Bantuan Bedah Rumah kepada 565 Kepala Keluargase-Kabupaten Badung

Meski sedikit meleset dari agenda jadwal yang telah direncanakan, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta akhirnya datang menetapi janji guna menyerahkan dana hibah Bantuan Bedah Rumah Layak Huni siang tadi (19/6) didampingi oleh jajaran kepala SKPD dan Perbekel/Lurah di lingkungan Kabupaten Badung, di Desa Punggul Kecamatan Abiansemal. Kedatangan Giri Prasta disambut meriah oleh sekaa tabuh anak-anak dari sekolah paud setempat, bersama tari dan tabuh maskot Desa Punggul ‘Prastanika Tani’ yang memiliki arti hidup berkelanjutan dengan bertani. Dimana ide dan gagasan ini diambil untuk mengingatkan kembali bahwa latar belakang masyarakat di Desa Punggul adalah bertani. Demikian ungkap Kadek Sukarma, S.Kom Perbekel Desa Punggul, di sela sambutan singkat yang disampaikan dihadapan ratusan penerima bantuan bedah rumah. Dalam kesempatan yang sama, Giri Prasta sempat mengingatkan masyarakat Badung yang beruntung bisa lolos proses verifikasi dan mendapat bantuan bedah rumah layak huni sebesar 55 juta ...

Bedah Rumah Tainsiat, 55 Juta mah Gak Bakalan Cukup

Sekian tahun mengurusi jatah hidup orang banyak di Kabupaten Badung, rasanya belum sekalipun saya mendapatkan bantuan hibah baik dalam bentuk peningkatan kualitas jalan lingkungan di seputaran rumah, maupun bantuan bedah rumah yang nilainya bisa dikatakan cukup fantastis se-Indonesia. Selain secara kriteria calon penerima bantuan yang tidak layak, dimana besaran upah yang diterima sudah melebihi rata-rata UMK se-Provinsi Bali, secara domisili ya memang tinggalnya bukan di Kabupaten Badung. Jadi ya demikianlah adanya. Maaf saya becanda. Hehehe… Bedah Rumah Tainsiat Penggarapannya kalau tidak salah ingat sudah dimulai dari awal bulan Februari lalu, dengan nuwasen atau hari baik yang jatuh pada tanggal 9 bulan dua. Sehingga hingga tulisan ini diturunkan, progress sudah berjalan hingga Minggu ke-12. Cukup lama juga ya ? Sejauh apa ? Saat ini, tahapan pekerjaan sedang difokuskan ke lantai 2 pasca pengecoran plat lantai yang dilakukan pada akhir minggu ke-9 lalu. Pemasangan material batako p...

Nuwasen Karya Bedah Rumah Milik Sendiri

Cuaca pagi ini cukup cerah. Beberapa sarana banten sudah diletakkan pada posisi sebagaimana informasi sebelumnya. Rumah dalam keadaan nyaris kosong, menyisakan beberapa furniture yang hingga hari ini masih kami gunakan. Sementara dewasa ayu, hari baik untuk mulai membongkar rumah, diberi petunjuk hari ini. Semoga bisa berjalan dan diselesaikan dengan baik. Rumah yang sejak kecil saya tempati ini, telah mendapatkan proses renovasi seingat saya sekitar 4 kali. Baik pengecatan, perbaikan teras, perbaikan kualitas lantai, dan terakhir sekitar delapan tahun yang lalu, mendapat perbaikan atap. Usia bangunannya sendiri, info dari orangtua, sudah masuk ke angka 50 tahun. Sudah layak untuk direnovasi kembali mengingat kurangnya kebutuhan ruang bagi anak-anak kelak. Rencananya, kami akan melakukan Bedah Rumah laiknya kegiatan dimana saya ditugaskan, dengan agenda awal, bangunan bakal dirobohkan keseluruhan namun secara bertahap, dan akan dibangun kembali dengan menggunakan struktur dua lantai. S...

Program Dana Bantuan Rumah BP2BT dan Peluang Penerapan di Kabupaten Badung

“Kalian yang Lajang atau Menikah, Mempunyai Tabungan tapi Belum Punya Rumah, Wajib Tahu Program Dana Bantuan Rumah Pemerintah satu ini…” Ya, BP2BT. Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan. Dari Kementrian PUPR era Presiden Joko Widodo. Bagi kalian yang penasaran apa dan bagaimana program dana bantuan BP2BT bisa mampir di dua postingan saya sebelumnya. Bisa diakses disini . Sementara untuk postingan ketiga kali ini, saya ingin mengaitkannya dengan seberapa jauh peluang yang bisa direngkuh oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Badung hingga saat ini. Baik dari sisi Persyaratan secara personal dan objek rumah, maupun jenis Bantuan Rumah yang bisa diambil. Dimana hal ini dianalisa berdasarkan hasil verifikasi yang kami lakukan atas usulan Bantuan Bedah Rumah tempo hari rupanya meninggalkan banyak keluhan. Kita mulai ya. Di awal, saya menekankan kata Lajang, sebagai pembuka. Dimana status lajang yang dimaksud adalah mereka yang tidak/belum pernah kawin atau cerai mati. Meliputi...

Apa dan Bagaimana Program BP2BT Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan dari Kementrian PUPR

Pada postingan sebelumnya, Mengenal BP2BT yang dipublikasi pada Selasa 23 Oktober lalu, sudah disampaikan perihal tujuan juga kriteria kabupaten /kota dalam upaya menjadi percontohan atau istilahnya Pilot Project pada pelaksanaan program baru BP2BT Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan dari Kementrian PUPR, termasuk kendala atau permasalahan yang ditemukan pada lingkup Provinsi Bali. Nah, dalam postingan kali ini akan diberikan kisi-kisi lebih lanjut, apa dan bagaimana program BP2BT ini bisa digapai oleh masyarakat Yang perlu diingat dan dipahami dalam pengenalan program BP2BT ini adalah satu bentuk Bantuan dari Pemerintah bagi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang mempunyai tabungan dalam rangka perolehan rumah melalui kredit/pembiayaan dari bank pelaksana. Sehingga sesungguhnya, dana bantuan BP2BT ini nantinya dapat dipergunakan sebagai pembayaran sebagian uang muka atas pembelian rumah, atau sebagian biaya atas pembangunan rumah swadaya. Ada 3 Komponen Utama dala...

Mengenal BP2BT Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan

Dalam upaya memperluas akses terhadap bantuan atau kemudahan pembiayaan perumahan agar dapat dijangkau oleh kelompok masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap, baik dalam rangka kepemilikan rumah maupun untuk pembangunan rumah baru secara swadaya, Kementrian PUPR melalui Ditjen Pembiayaan Perumahan mulai memperkenalkan satu program baru pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berupa Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau yang disingkat menjadii BP2BT. Agendanya sasaran penyaluran program BP2BT selama tahun 2018 hingga 2020 mendatang adalah sebanyak 102.500 unit yang akan dikonsentrasikan pada beberapa lokasi Pilot Project . Penyelenggaraan Pilot Project BP2BT ini merupakan suatu proses yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Pelaksana, Pengembang dan Masyarakat dibawah payung National Affordable Housing Program (NAHP). Sedianya konsentrasi Pilot Project ini akan menyasar 15 Provinsi termasuk ...