Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Soroh Pande

Catatan Kecil Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Sebagai sebuah kegiatan perdana yang digagas oleh sebuah (cikal bakal) organisasi berbasis sosial tingkat Kabupaten/Kota, saya pribadi memberikan acungan jempol atas terselenggaranya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande di Museum Seni Neka Sanggingan Ubud, Minggu 15 Agustus 2010 kemarin. Meski masih banyak kekurangan yang barangkali terlihat secara jelas selama proses berlangsung. Jujur, kami sendiri agak shock ketika mengetahui perubahan besar yang bakalan terjadi pada kegiatan Dharmawacana yang sedianya kami rencanakan secara sederhana. Apalagi ketika usulan kami ini ditanggapi serius oleh pengurus induk organisasi tempat kami nantinya bernaung, Maha Semaya Warga Pande saat pertemuan dadakan di Pura Penataran Pande Tamblingan, Sabtu 7 Agustus 2010 lalu. Banyak masukan serta kritikan yang kami dapatkan baik secara lisan maupun tulisan terkait pelaksanaan Dharmawacana sedari awal hingga berakhirnya acara. Ada yang tidak puas dengan cara penyampaian materi, kedalaman materi hing...

Tentang Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 wita namun belum jua ada tanda-tanda dimulainya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande dari pihak Panitia. Meskipun beberapa narasumber telah hadir, rupanya panitia masih menunggu kehadiran Kompyang Wisastra Pande, Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali yang direncanakan membuka kegiatan Dharmawacana. Beberapa Panitia dari Yowana bahkan sudah mulai menampakkan kegelisahannya terkait jumlah peserta yang hadir dikhawatirkan tidak mencapai 200 orang seperti tantangan Pengurus Harian Maha Semaya Warga Pande saat rapat bersama pada upacara 42 hari Pura Pentaran Pande Tamblingan waktu lalu. Molor 2 (dua) jam, kegiatan dharmawacana baru bisa dilaksanakan. Meski demikian mundurnya waktu pelaksanaan tidak terlalu dirasakan lantaran sebelum Dharmawacana dimulai, baik peserta maupun beberapa Panitia dipersilahkan melihat-lihat Koleksi Keris Tangguh dan Kamardikan yang dipajang di Museum Seni Neka. Wacana Babad dan Prasasti Pande yang dibawakan ol...

Sedikit Cerita tentang Tulisan ber-Tema Keris (dan Bhisama)

Dalam dua minggu terakhir tulisan yang dipublikasikan pada blog PanDeBaik seakan diselimuti aura Keris sampai-sampai beberapa teman yang rajin menyambangi blog satu persatu meng-sms saya ‘sejak kapan PanDeBaik berpindah tema ? dari yang biasanya melulu tentang teknologi ponsel kini malah lebih mengarah pada budaya bangsa ini… Keris. Seperti halnya yang pernah saya ungkap dalam update status jejaring sosial FaceBook akhir Juli lalu, terkait tulisan bertemakan Keris (dan Bhisama ) yang dipublikasikan sejak awal Agustus, murni saya dedikasikan sebagai pembelajaran atau tambahan pengetahuan bagi Generasi Muda Warga Pande, dalam rangka DharmaWacana tentang keris dan Bhisama di Museum ‘Keris’ Neka, Sanggingan, Ubud, Gianyar. Adapun terkait DharmaWacana tersebut diselenggarakan sebagai awal proses pembentukan Yowana Paramartha Warga Pande , sebuah wadah berorganisasi dan bersosialisasi bagi Teruna Teruni Generasi Muda Warga Pande di tingkat Kabupaten dan Kota. Sebagai pilot project , semen...

Dokumentasi Dharmawacana @ Museum Neka

…akhirnya DharmaWacana itu selesai juga… tembus 250 peserta… Terima Kasih, Matur Suksema ring Semeton Warga Pande, khususnya Yowana Paramartha ‘Teruna Teruni’ yang sudah ikut serta hadir dalam kegiatan yang sangat luar biasa ini… Lokasi Dharmawacana ‘Museum Seni Neka’ Sanggingan – Ubud bersama banner karya Mahendra Sila …jumlah pesertanya tembus 250 orang oi !!! YanDe Putrawan sang DanCuk (komanDan puCuk -minjem istilah anak BBC) memberikan Laporannya didepan para penglingsir Warga Pande dan (tentu saja) peserta… Uwe Suteja Neka saat menyajikan ‘keajaiban (baca:keseimbangan) sebuah maha karya Mpu Pande… Keris… Pemberian Kenang-kenangan dari Yowana Paramartha karya (lagi-lagi) Mahendra Sila (paling kanan), sebuah karikartun Jejeneng Keris sekaligus pemilik Museum Neka , Pande Wayan Suteja Neka yang digambarkan berdampingan dengan Sira Mpu Sri Dharmaphala Vajrapani Akhirnya… SALUTE pada semua Semeton yang sudah membantu mewujudkan Dharmawacana ini… Sampai jumpa di Kegiatan berikutnya...

tentang Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande (Propinsi Bali)

Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande merupakan sebuah wadah organisasi remaja (semeton Pande) yang berada dibawah organisasi Maha Semaya Warga Pande . Sekedar informasi bahwa Maha Semaya Warga Pande adalah sebuah lembaga yang didirikan pada tahun 1975 bertujuan mempersatukan dan mengantarkan warganya mencapai jagaddhita dan moksa , sejahtera jasmani dan rohani. Pembentukan lembaga Maha Semaya Warga Pande merupakan janji besar Warga Pande untuk mempersatukan diri sesuai kejaten Pande dan memperjuangkan kesetaraan secara intern dan ekstern. Pembentukan organisasi Yowana Paramartha Warga Pande diatur dalam Pasal 10 Anggaran Dasar Semaya Warga Pande Propinsi Bali tanggal 1 Juni 2007. Organisasi Yowana Paramartha Warga Pande tersusun : Yowana Paramartha Warga Pande Propinsi Bali atau Pusat Yowana Paramartha Warga Pande Propinsi Luar Bali Yowana Paramartha Warga Pande Kabupaten/Kota se-Bali Yowana Paramartha Warga Pande Kecamatan se-Bali. Terkait struktur organisasi dan pengurus Yowa...

Sekilas tentang Pura Indrakila Kintamani Bangli dalam kaitannya dengan Warga Pande

Pura Indrakila merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang disungsung oleh Umat Hindu dari seluruh Bali, terletak di sebuah perbukitan Desa Dausa Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Berjarak kira-kira 40 km dari Kota Bangli kearah utara menuju Singaraja. Pura yang diempon oleh dua Desa Dinas yaitu Desa Dinas Dausa dan Desa Dinas Satra ini, melangsungkan piodalan bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat (keempat) yang dikenal dengan ‘Ngusaba Kapat. Piodalan ini bersamaan waktunya dengan piodalan di Pura Tulukbiyu dan Pura Pucak Penulisan Kintamani, dimana ketiga pura tersebut mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Warga Pande. Tata letak pelinggih pada area Utamaning Mandala di Pura Indrakila sangat berbeda dengan tata letak pelinggih-pelinggih pura lainnya di bali. Pura Indrakila tampaknya seperti pura kembar dimana pelinggih-pelinggih yang ada disebelah kanan dan sebelah kiri pura simetris baik jenis dan jumlah bangunannya yang persis sama dan sebangun. Pura Indrakila sudah be...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.3) Kelima dan Keenam

Informasi (lanjutan) berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama kelima, berupa bhisama tentang Pesemetonan antar Warga Pande yang diingatkan untuk tidak lupa pada jati diri dan seluruh keluarga, atas dasar keturunan atau sedarah daging. Jangan merasa memindon (saudara tingkat III) , sejauh-jauhnya adalah memisan (saudara tingkat II) . Tidak ada yang lebih rendah, tidak ada yang lebih tinggi. Seperti pohon ada yang berbuah ada yang tidak berbuah (bernasib baik-tidak bernasib baik) . Tidak boleh menjual saud...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.2) Ketiga dan Keempat

Informasi (lanjutan) berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama ketiga, berupa bhisama agar Warga Pande mematuhi larangan atau pantangan atau perbuatan yang harus dihindari, yaitu perbuatan Asta Candhala, agar Warga Pande berhasil menjadi pemimpin manusia yang utama. Adapun yang dimaksud dengan perbuatan Asta Chandala yaitu : Amahat, ngaran manginum amdya, metu mawero (minum minuman keras yang memabukan) Amalanathing, ngaran maka balandhang jejuden (menjadi bandar judi) Anjagal, ngaran amati mati pasa, ...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.1) Pertama dan Kedua

Informasi berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama pertama, berupa bhisama agar Warga Pande tidak lupa menyungsung Pura Besakih dan Pura Penataran Pande di Besakih. Bhisama ini dipesankan dengan tegas oleh Mpu Siwa Saguna kepada Brahmana Dwala di Pura Bukit Indrakila. Selengkapnya dapat dilihat pada tulisan berikut . Warga pande harus menyadari bahwa Pura Penataran Ida Ratu Bagus Pande di Besakih memang mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Pura Besakih. Gelar abhiseka Ida Bhatara di Penataran Pande ...

Keris sebagai Pengingat Keutamaan Moral dan Spiritual

Informasi berikut merupakan lanjutan dari makalah ‘Sebuah Logika Kultural Tentang Keris’ yang disampaikan dalam diskusi ilmiah ‘Keris dalam Perspektif Keilmuan’ 17-18 November 2009 di ISI Surakarta dan ditulis oleh Tony Rudyansjah seorang Pengajar dan Sekretaris Program Pascarasjana Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Adapun tujuan pengambilan tulisan adalah dalam rangka pembelajaran sebelum pelaksanaan DharmaWecana tentang Keris pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti di Museum Keris Neka, Sanggingan Ubud. * * * Selama masa ‘pencarian’ keris dengan  khodam (gaib) itu, si pelaku selalu mendapatkan pesan gaib dari leluhurnya. Si pelaku harus bisa membaca dan menangkap makna sejatinya yang tersembunyi di balik berbagai pesan gaib tersebut. Ujian terberat yang dihadapinya dimaksudkan justru untuk bisa mengungkap makna tertinggi dari esensi kehidupan yang rutin  dilakoni si pelaku dengan berbagai rintangan dan hambatan tidak ringan yang ...

Nilai-nilai Keris sebagai sebuah Pusaka berkekuatan Gaib

Informasi berikut merupakan makalah ‘Sebuah Logika Kultural Tentang Keris’ yang disampaikan dalam diskusi ilmiah ‘Keris dalam Perspektif Keilmuan’ 17-18 November 2009 di ISI Surakarta dan ditulis oleh Tony Rudyansjah seorang Pengajar dan Sekretaris Program Pascarasjana Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Adapun tujuan pengambilan tulisan adalah dalam rangka pembelajaran sebelum pelaksanaan DharmaWecana tentang Keris pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti di Museum Keris Neka, Sanggingan Ubud. * * * Keris biasanya ditanggapi sebagai suatu benda yang bernilai tinggi atau pusaka, bukan karena tinggi harga jualnya dan bukan juga karena kehalusan dan keindahan bentuk fisiknya semata, melainkan lebih karena diyakini orang mengandung ‘isi kekuatan gaib’ yang berada di dalamnya. Isi atau kekuatan gaib yang berada di dalam keris seringkali disebut dengan istilah ‘khodam’ . Khodam atau kekuatan gaib itu bisa muncul dalam penampakannya dalam wujud yang...

Mengenai SEJARAH Bhisama Warga Pande

Tulisan berikut sebenarnya bukanlah sebuah cerita, pengalaman atau bahkan pengetahuan yang sepatutnya dibagi dengan harapan akan memiliki kegunaan bagi yang membacanya, namun hanyalah sebuah uneg-uneg pertanyaan yang kerap hadir dipikiran saya apabila berbicara tentang 6 (enam) Bhisama Warga Pande yang telah dikenal oleh sebagian besar Semeton Warga Pande. Adapun, apa yang menjadi pertanyaan saya ini hanyalah sebagai sebuah tambahan pembelajaran rencana Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka Sanggingan Ubud. Harapannya sederhana saja, barangkali kelak ada yang mampu menjawabnya (bahkan jika bisa sebelum tanggal 15 Agustus nanti) dan memberikan pencerahan bagi seluruh Warga Pande. Terkait BHISAMA WARGA PANDE, kalo tidak salah tempo hari semeton tiang Putu Yadnya (id FB: Pande Bali ) sempat memposting 6 (enam) Bhisama Warga Pande di Group Warga Pande Bali , namun ada hal-hal yang mengganjal pikiran saya sejak awal. Sejauh mana kita (sebagai seorang Warga Pande) mampu memahami apa it...

Kriteria Pemilihan Keris Koleksi Neka Art Museum

Tulisan berikut diambil dari Makalah Diskusi Ilmiah ‘Keris dalam Perspektif Permuseuman’ oleh  Pande Wayan Suteja Neka yang diselenggarakan di Surakarta 17-18 November 2009 lalu. Adapun tujuan diturunkannya tulisan berikut adalah sebagai tambahan pembelajaran Rencana  DharmaWacana tentang Keris dan Bhisama Pande di Museum ‘Keris’ Neka Sanggingan Ubud Gianyar pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti. * * * Di dalam kegiatan pemilihan karya-karya keris di Neka Art Museum, Pande Wayan Suteja Neka dibantu seorang kurator keris KRHT Sukoyo Hadi Nagoro. Disamping itu untuk pemilihannya sendiri didasari oleh beberapa aspek penting (dibedakan menurut keris tangguh/sepuh dengan Kamardikan) antara lain : A.  Pemilihan Keris tangguh sepuh/tua Aspek Fisik Keris yang berkaitan dengan : Kondisi keris yang masih utuh (kerusakan kurang dan 5%) dan original bahwa karya tersebut belum pernah di perbaharui (disethek) Bahan, bilah keris dan kelengkapannya dibuat dan bahan pilihan misalnya bagia...

Koleksi Keris di Neka Art Museum

Tulisan berikut diambil dari Makalah Diskusi Ilmiah ‘Keris dalam Perspektif Permuseuman’ oleh Pande Wayan Suteja Neka yang diselenggarakan di Surakarta 17-18 November 2009 lalu. Adapun tujuan diturunkannya tulisan berikut adalah sebagai tambahan pembelajaran Rencana DharmaWacana tentang Keris dan Bhisama Pande di Museum ‘Keris’ Neka Sanggingan Ubud Gianyar pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti. * * * Koleksi keris bersejarah (tangguh/sepuh/tua) Perjalanan sejarah keris di Bali yang diduga telah ada semenjak zaman Bali Kuna dengan bukti diketemukanya Prasasti Sukawana A1, berangka tahun 804 caka atau 882 M. Manuskrip kuno `Pande Bang Tawang’ yang menjelaskan bahwa pada masa Prabu Airlangga di Jawa Timur terdapat seorang Empu dari Jawa yang menuju Bali dan mengembangkan ilmu seni tempa di tempat barunya (Bali). Prasasti Bulian A (caka 1103 atau 1181 M) yang diterbitkan atas nama Sri Maharaja Jaya Pangus, tersimpan di Desa Bulian Singaraja dimana didalam prasasti tersebut telah disebutkan ...

DharmaWacana Yowana Paramartha Semeton Pande

SUSUNAN PANITIA DHARMA WACANA , Museum Neka, 15 Agustus 2010 Ketua : Yande Putrawan @Yande Putrawan ( 081237533999) Sekretaris : Pande Putu Yadnya @Pande Bali ( 0817556999 ) Bendahara : Gek Tu Cipluk ( 089685554595 ) Yulita Pandewi ( 081805508222 ) Sie – sie : 1. Sie Dokumentasi : Geni Geni & Ari Susanta 2. Sie Konsumsi : 3. Sie Acara : 4. Sie Humas + Publikasi : Dego Suryantara ( 081558703288 ) Blijunk Adi Susanta (0857374122262) 5. Sie Transportasi : Pande Gus D. ( 087861847294) Koordinator Wilayah : 1. Koor. Wil. Badung : Pande Jaucher ( 081558801687 ) 2. Koor. Wil. Tabanan : Gek Tu “Cipluk” ( 089685554595/ 08179704600 ) 3. Koor. Wil. Gianyar : Gede Funday (085237473173 ) 4. Koor. Wil. Kodya Denpasar : Pande Gus Hardy ( 081239404011/ 081936254442 ) 5. Koor. Wil. Klungkung : Arik Denok 6. Koor. Wil. Bangli : Komang Suarsana 7. Koor. Wil. Buleleng : Pande Juni Artawan 087861397071 8. Koor. Wil. Negara : Dego Suryantara ( 081558703288 ) 9. Koor. Wil. Karangasem : Dego Suryantara ( ...

Pande Wayan Suteja Neka, Terinspirasi Sang Leluhur

Tulisan oleh KA Wirawan / Maza Yudha yang dimuat dalam majalah Keris  Volume 18 Tahun 2010 . Mengisahkan tentang profil seorang Pande Wayan Suteja Neka dalam konteks kelahiran Museum Keris Sanggingan Ubud. Sekedar informasi bahwa Beliau ini pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti akan memberikan DharmaWecana tentang Keris di tempat yang sama. * * * Semula Suteja Neka hanya dikenal sebagai pemerhati seni rupa, kolektor lukisan, kemudian mendirikan museum yang ia beri nama Museum Seni Neka . Namun, di ulang tahun ke-25 museum itu, 2006, tiba-tiba hati Suteja Neka tergerak untuk memberi warna lain pada museumnya. Neka yang sejak kecil memang sudah akrab dengan keris lantas terpikir untuk memberi tempat bagi sejumlah keris miliknya di museum yang terletak di Sanggingan, Ubud, Bali itu. Jadilah keris menempati tempat khusus di museumnya. Kecintaan Pande Wayan Suteja Neka memang tidak muncul begitu saja. la memiliki darah pande turun temurun. Leluhurnya bernama Ki Pande Sesana Tamanbali,...

Keris dan Budaya Masyarakat Bali

Informasi berikut saya ambil dari tulisan milik Suryono Suryodirdjo yang dimuat dalam majalah Keris Volume 18 Tahun 2010 ‘Ketika Keris Bali Masih Sakral’ . Adapun tujuan pengambilan tulisan adalah dalam rangka pembelajaran sebelum pelaksanaan DharmaWecana tentang Keris pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti di Museum Keris Neka, Sanggingan Ubud. * * * Mengamati sebilah keris, seperti membaca kumpulan cerita dan mantra doa. Tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah Indonesia lainnya – bahkan di negeri tetangga seperti Malaysia. Bagi masyarakat Bali, keris adalah sebuah simbol kekuatan leluhur dan alam semesta. Kendati ada sebagian kecil masyarakat Bali yang sudah memulai memperdagangkan keris seperti yang terjadi di Pulau Jawa, namun rata-rata mereka masih menjunjung tinggi makna dan nilai sebilah keris. Apalagi untuk keris pusaka warisan leluhur, orang Bali sangat mengeramatkannya. Umumnya, mereka memesan keris untuk keperluan upacara dan ritual keagamaan. Misalnya saja, untuk menghadir...

Keris Dalam Kebudayaan oleh Neka Art Museum

Tulisan berikut saya ambil dari sebuah booklet/brosur  milik Neka Art Museum , saat kunjungan Yowana Paramartha hari Minggu 18 Juli 2010 lalu. * * * Buatan manusia atau berasal dari alam supranatural, keris tradisional Indonesia diyakini sebagai manifestasi fisik dari kekuatan-kekuatan alam maya. Ditempa dengan api, namun merupakan simbol dari air, sebuah keris merupakan penyatuan kekuatan kosmis yang sating melengkapi. Ciri khas dari kebanyakan keris adalah jumlah lekuknya yang selalu ganjil, namun ada juga keris yang lurus tanpa lekukan. Keris adalah seperti naga air yang subur, yang diasosiasikan dengan saluran irigasi, sungai, mata air, sumur, air terjun dan pelangi. Beberapa keris mempunyai ukiran kepala naga yang diukir pada gandiknya, dengan bagian yang berlekuk sebagai badan dan ekornya. Keris dengan banyak lekukan digambarkan sebagai naga yang sedang bergerak, agresif dan hidup, sedangkan keris yang lurus dianggap naga yang sedang istirahat, dengan kekuatannya yang terpen...

Catatan Perjalanan menuju Museum ‘Keris’ Neka Ubud

Hari masih pagi ketika kami melintasi ruas jalan Jagapati Tinggas kecamatan Abiansemal dalam perjalanan menuju Museum Neka Ubud , minggu 18 Juli 2010 kemarin. Beberapa semeton Yowana yang sempat dihubungi ada yang sudah mencapai daerah Sayan, ada juga yang masih berada di Darmasabha. Kali ini kami berangkat bertiga dalam satu kendaraan. Saya, Bapak dan Mahendra Sila, adik sepupu saya. Bapak saya ajak lantaran Beliau begitu dekat dengan Uwe Sutedja Neka, pemilik Museum Neka dan juga karena saya janjikan Beliau untuk diajak mampir di Geriya Peliatan. Adik sepupu saya ajak ikut serta mumpung kesibukannya di sekolah sudah mulai senggang. Dua semeton lain, Pande Donny dan Dek Jun Pande membatalkan keikutsertaan mereka lantaran kesibukan kerja yang tidak bisa dihindarkan. Sempat pangling ketika kendaraan masuk wilayah Pengosekan dan Peliatan Ubud. Lama sudah saya tak pernah lagi melewati daerah ini. Banyak yang berubah, termasuk angkul-angkul pintu masuk Geriya Peliatan yang kini tampak lebi...