Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bhisama

Menyimak Cerita tentang Dharmawecana Yowana Paramartha Warga Pande (bagian 1)

“Bahwasanya semua Bhisama Warga Pande tetap harus dilaksanakan, karena itu adalah merupakan sebuah Panduan untuk menjadikan kita yang terbaik bagi Keluarga dan juga lingkungan” Pagi yang cerah kurasa… Kegiatan Dharmawecana kedua kali ini digelar di GOR Permata Desa Ubung, alternatif keempat dari yang pernah kami diskusikan sebulan lalu. Entah mengapa kami sepakat untuk memilihnya. Dan waktu itupun sudah ditetapkan. Minggu, 15 Januari 2012. Satu persatu kendaraan roda dua dan empat berdatangan memasuki parkiran GOR Permata. Wajah-wajah letih yang tampak sudah merasa tak sabar lagi untuk memulainya. Kami lewati malam tadi hingga pukul 01.30 dinihari, itupun masih kulanjutkan dengan menulis sedikit harapan yang barangkali kemudian aku sesali. Sire Mpu Sri Dharmaphala Vajrapani tampak hadir tepat pukul 8.00 pagi, dari Geriya Tunggak Karangasem diantar semeton Komink, seorang Yowana Pande dari Tabanan yang secara khusus menginap di Candidasa agar ia dapat menjemput Beliau lebih pagi. Kedat...

Catatan Kecil Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Sebagai sebuah kegiatan perdana yang digagas oleh sebuah (cikal bakal) organisasi berbasis sosial tingkat Kabupaten/Kota, saya pribadi memberikan acungan jempol atas terselenggaranya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande di Museum Seni Neka Sanggingan Ubud, Minggu 15 Agustus 2010 kemarin. Meski masih banyak kekurangan yang barangkali terlihat secara jelas selama proses berlangsung. Jujur, kami sendiri agak shock ketika mengetahui perubahan besar yang bakalan terjadi pada kegiatan Dharmawacana yang sedianya kami rencanakan secara sederhana. Apalagi ketika usulan kami ini ditanggapi serius oleh pengurus induk organisasi tempat kami nantinya bernaung, Maha Semaya Warga Pande saat pertemuan dadakan di Pura Penataran Pande Tamblingan, Sabtu 7 Agustus 2010 lalu. Banyak masukan serta kritikan yang kami dapatkan baik secara lisan maupun tulisan terkait pelaksanaan Dharmawacana sedari awal hingga berakhirnya acara. Ada yang tidak puas dengan cara penyampaian materi, kedalaman materi hing...

Tentang Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 wita namun belum jua ada tanda-tanda dimulainya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande dari pihak Panitia. Meskipun beberapa narasumber telah hadir, rupanya panitia masih menunggu kehadiran Kompyang Wisastra Pande, Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali yang direncanakan membuka kegiatan Dharmawacana. Beberapa Panitia dari Yowana bahkan sudah mulai menampakkan kegelisahannya terkait jumlah peserta yang hadir dikhawatirkan tidak mencapai 200 orang seperti tantangan Pengurus Harian Maha Semaya Warga Pande saat rapat bersama pada upacara 42 hari Pura Pentaran Pande Tamblingan waktu lalu. Molor 2 (dua) jam, kegiatan dharmawacana baru bisa dilaksanakan. Meski demikian mundurnya waktu pelaksanaan tidak terlalu dirasakan lantaran sebelum Dharmawacana dimulai, baik peserta maupun beberapa Panitia dipersilahkan melihat-lihat Koleksi Keris Tangguh dan Kamardikan yang dipajang di Museum Seni Neka. Wacana Babad dan Prasasti Pande yang dibawakan ol...

Sedikit Cerita tentang Tulisan ber-Tema Keris (dan Bhisama)

Dalam dua minggu terakhir tulisan yang dipublikasikan pada blog PanDeBaik seakan diselimuti aura Keris sampai-sampai beberapa teman yang rajin menyambangi blog satu persatu meng-sms saya ‘sejak kapan PanDeBaik berpindah tema ? dari yang biasanya melulu tentang teknologi ponsel kini malah lebih mengarah pada budaya bangsa ini… Keris. Seperti halnya yang pernah saya ungkap dalam update status jejaring sosial FaceBook akhir Juli lalu, terkait tulisan bertemakan Keris (dan Bhisama ) yang dipublikasikan sejak awal Agustus, murni saya dedikasikan sebagai pembelajaran atau tambahan pengetahuan bagi Generasi Muda Warga Pande, dalam rangka DharmaWacana tentang keris dan Bhisama di Museum ‘Keris’ Neka, Sanggingan, Ubud, Gianyar. Adapun terkait DharmaWacana tersebut diselenggarakan sebagai awal proses pembentukan Yowana Paramartha Warga Pande , sebuah wadah berorganisasi dan bersosialisasi bagi Teruna Teruni Generasi Muda Warga Pande di tingkat Kabupaten dan Kota. Sebagai pilot project , semen...

Dokumentasi Dharmawacana @ Museum Neka

…akhirnya DharmaWacana itu selesai juga… tembus 250 peserta… Terima Kasih, Matur Suksema ring Semeton Warga Pande, khususnya Yowana Paramartha ‘Teruna Teruni’ yang sudah ikut serta hadir dalam kegiatan yang sangat luar biasa ini… Lokasi Dharmawacana ‘Museum Seni Neka’ Sanggingan – Ubud bersama banner karya Mahendra Sila …jumlah pesertanya tembus 250 orang oi !!! YanDe Putrawan sang DanCuk (komanDan puCuk -minjem istilah anak BBC) memberikan Laporannya didepan para penglingsir Warga Pande dan (tentu saja) peserta… Uwe Suteja Neka saat menyajikan ‘keajaiban (baca:keseimbangan) sebuah maha karya Mpu Pande… Keris… Pemberian Kenang-kenangan dari Yowana Paramartha karya (lagi-lagi) Mahendra Sila (paling kanan), sebuah karikartun Jejeneng Keris sekaligus pemilik Museum Neka , Pande Wayan Suteja Neka yang digambarkan berdampingan dengan Sira Mpu Sri Dharmaphala Vajrapani Akhirnya… SALUTE pada semua Semeton yang sudah membantu mewujudkan Dharmawacana ini… Sampai jumpa di Kegiatan berikutnya...

Sekilas tentang Pura Indrakila Kintamani Bangli dalam kaitannya dengan Warga Pande

Pura Indrakila merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang disungsung oleh Umat Hindu dari seluruh Bali, terletak di sebuah perbukitan Desa Dausa Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Berjarak kira-kira 40 km dari Kota Bangli kearah utara menuju Singaraja. Pura yang diempon oleh dua Desa Dinas yaitu Desa Dinas Dausa dan Desa Dinas Satra ini, melangsungkan piodalan bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat (keempat) yang dikenal dengan ‘Ngusaba Kapat. Piodalan ini bersamaan waktunya dengan piodalan di Pura Tulukbiyu dan Pura Pucak Penulisan Kintamani, dimana ketiga pura tersebut mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Warga Pande. Tata letak pelinggih pada area Utamaning Mandala di Pura Indrakila sangat berbeda dengan tata letak pelinggih-pelinggih pura lainnya di bali. Pura Indrakila tampaknya seperti pura kembar dimana pelinggih-pelinggih yang ada disebelah kanan dan sebelah kiri pura simetris baik jenis dan jumlah bangunannya yang persis sama dan sebangun. Pura Indrakila sudah be...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.3) Kelima dan Keenam

Informasi (lanjutan) berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama kelima, berupa bhisama tentang Pesemetonan antar Warga Pande yang diingatkan untuk tidak lupa pada jati diri dan seluruh keluarga, atas dasar keturunan atau sedarah daging. Jangan merasa memindon (saudara tingkat III) , sejauh-jauhnya adalah memisan (saudara tingkat II) . Tidak ada yang lebih rendah, tidak ada yang lebih tinggi. Seperti pohon ada yang berbuah ada yang tidak berbuah (bernasib baik-tidak bernasib baik) . Tidak boleh menjual saud...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.2) Ketiga dan Keempat

Informasi (lanjutan) berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama ketiga, berupa bhisama agar Warga Pande mematuhi larangan atau pantangan atau perbuatan yang harus dihindari, yaitu perbuatan Asta Candhala, agar Warga Pande berhasil menjadi pemimpin manusia yang utama. Adapun yang dimaksud dengan perbuatan Asta Chandala yaitu : Amahat, ngaran manginum amdya, metu mawero (minum minuman keras yang memabukan) Amalanathing, ngaran maka balandhang jejuden (menjadi bandar judi) Anjagal, ngaran amati mati pasa, ...

Mengetahui Bhisama Warga Pande (bag.1) Pertama dan Kedua

Informasi berikut saya turunkan sebagai sebuah bahan pembelajaran agar Semeton Yowana Warga Pande khususnya dan Semeton Warga Pande umumnya dapat mengetahui secara garis besar terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande (dipecah menjadi 3 tulisan) dalam kegiatan Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010. Bagi yang belum mengetahui apa pengertian Bhisama secara umum (dari dua sisi), dapat melihat kembali tulisan (tepatnya, pertanyaan) saya sebelumnya terkait ‘Sejarah Bhisama Warga Pande . * * * Bhisama pertama, berupa bhisama agar Warga Pande tidak lupa menyungsung Pura Besakih dan Pura Penataran Pande di Besakih. Bhisama ini dipesankan dengan tegas oleh Mpu Siwa Saguna kepada Brahmana Dwala di Pura Bukit Indrakila. Selengkapnya dapat dilihat pada tulisan berikut . Warga pande harus menyadari bahwa Pura Penataran Ida Ratu Bagus Pande di Besakih memang mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Pura Besakih. Gelar abhiseka Ida Bhatara di Penataran Pande ...

Mengenai SEJARAH Bhisama Warga Pande

Tulisan berikut sebenarnya bukanlah sebuah cerita, pengalaman atau bahkan pengetahuan yang sepatutnya dibagi dengan harapan akan memiliki kegunaan bagi yang membacanya, namun hanyalah sebuah uneg-uneg pertanyaan yang kerap hadir dipikiran saya apabila berbicara tentang 6 (enam) Bhisama Warga Pande yang telah dikenal oleh sebagian besar Semeton Warga Pande. Adapun, apa yang menjadi pertanyaan saya ini hanyalah sebagai sebuah tambahan pembelajaran rencana Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka Sanggingan Ubud. Harapannya sederhana saja, barangkali kelak ada yang mampu menjawabnya (bahkan jika bisa sebelum tanggal 15 Agustus nanti) dan memberikan pencerahan bagi seluruh Warga Pande. Terkait BHISAMA WARGA PANDE, kalo tidak salah tempo hari semeton tiang Putu Yadnya (id FB: Pande Bali ) sempat memposting 6 (enam) Bhisama Warga Pande di Group Warga Pande Bali , namun ada hal-hal yang mengganjal pikiran saya sejak awal. Sejauh mana kita (sebagai seorang Warga Pande) mampu memahami apa it...